
Muka Neha yang kayak badut itu pun terlihat oleh Andi, Dino dan Alvares. Tawa para cowok, yang di depan mereka pun pecah. Melihat wajah Neha seperti badut, kecuali Alvares dari tadi cowok itu hanya diam dan pandangannya hanya fokus ke Keisha yang kelihatan kesal. Gara-gara Andi jadi nangis kan Neha nya. Dina pun ikut tertawa sama kayak cowok di depan mereka ini.
"Dasar cowok bangk* lu." Cibir Keisha yang berkacak pinggang. Ia menjadi emosi melihat temannya menjadi nangis gara ulah si Andi. Cowok itu tidak menggubris cibiran Keisha terhadap nya, kini cowok itu tidak ada jedanya menertawakan Neha.
"Hahah.. Lo mau pergi sekolah? apa mau pergi acara konser badut." Ledek Andi dengan iringan tawaan. Air mata Neha kini menjadi deras, sungguh sekarang ini ia sangat malu. Apalagi ada Alvares juga yang tengah melihatnya dengan tatapan susah di tebak.
"Pergi Lo sekarang dari sini cepat!," Pinta Keisha seraya memegang kerah baju Andi. Tawaan Andi yang tadi begitu renyah, sekarang menjadi diam. Tatapan sorot tajam Keisha membuat nyali cowok itu ciut.
"I-ya-iya." Sahut Andi terbata-bata. Keisha pun melepaskan tangannya yang tadi memegang kerah baju cowok. Para cowok itu akhirnya memutuskan melanjutkan perjalanan.
"Udah Neha jangan nangis lagi. Sekarang Andi bangsat itu dah pergi" Ucap Keisha dengan lembut seraya mengusap kepala gadis itu agar Neha merasa tenang dan tidak menangis lagi. Namun neha tetap saja menangis tersedu-sedu. Gadis itu menangis dengan mukanya ia tutup dengan tangan.
"Iya benar itu. Si Andi udah kenak marah habis-habisan oleh Keisha." Timpal Dina yang ikut menenangkan gadis itu. Neha pun membuka wajahnya yang ia tutup di tangan. Keisha dan Dina mau menertawakan temanya itu kembali namun mereka tahan, yang ada gadis itu malah nangis histeris lagi.
"Pffft." Keisha menatap Dina dengan sorot mata yang tajam. Karena tadi Dina hendak menertawakan neha lagi. Cewek tu pun membalas menatap ke Keisha dengan cengengesan.
Keisha dan Dina menuntut gadis itu ke toilet untuk
"Siapa yang makeup muka Lo jadi kayak badut tadi." Tanyak Keisha kepo siapa yang makeup wajah neha menjadi kayak badut. Kalau neha sendiri kayaknya bukan deh. Soalnya gadis itu kurang pandai dalam ber-make up sama hal dengan nya.
Neha yang tadi melihat tampilannya di cermin mencoba membersihkan sisa bedak di mukanya. Sekarang pandangan cewek itu teralih pada Keisha.
"Kakak gue." Balas singkat Neha dan mengalihkan pandangannya kembali ke cermin. Keisha mengeryitkan dahinya heran. Setahunya Neha anak tunggal lah, gak mungkin kan tiba-tiba aja ia punya kakak.
"Kakak?, setahuku Lo anak tunggal kan." Balas Keisha seraya menaikkan alisnya sebelah. Menatap Neha yang sedang mengelap mukanya dengan tisu. Dina pun sama halnya dengan Keisha, heran atas perkataan Neha.
Neha pun mengehela nafas panjang." Kakak sepupu gue." Balas Neha dengan kesal. Sekarang moodnya jadi hancur gara-gara ulah kakak sepupunya yang telah makeup ia menjadi badut.
"Awas Lo nantik kak Jessi. Tunggu aja pembalasan gue." Batin Neha geram kepada kakak sepupunya yang mengerjainya dengan merias wajahnya kayak badut.
Ditempat lain, seorang cewek yang rambutnya terurai panjang sbehu. Sekarang ia tengah tertawa sembari membayangkan betapa malu adik sepupunya yang ia kerjain dengan merias wajah neha seperti badut.
"Hahah.... Pasti Neha sekarang tengah nangis. Pengen liat betapa semalunya Neha"