Geng Motor And School

Geng Motor And School
Siapa sayang



"Sayang tadi siang kamu kemana?. Aku tadi pas siang kayak ada liat kamu di sebuah Cafe, sama seseorang cowok!". Keisha yang mendengar pertanyaan Alvares jantungnya kini berdetak kencang dari pada sebelumnya.


"Mmm tadi aku sayang-" Sebelum ingin melanjutkan perkataannya namun sudah ada suara yang masuk ke kamarnya. Keisha pun segera mematikan panggilannya.


"Siapa sayang?" Tanyak Vino sambil bersedekap dada.


Keisha bergeleng pelan. "Gak ada siapa-siapa?" Balas Keisha dengan raut wajah sedikit takut. Vino menatap adiknya pun jadi penuh curiga.


"Gausah bohong, Lo pacaran kan" Ucap Vino dengan tatapan penuh curiga kearah Keisha. Hingga membuat Keisha menelan ludahnya dengan susah payah.


"Gak ada pacaran kok" Balas Keisha sambil menautkan tangannya. Perkataan Keisha tidak membuat vino percaya padanya begitu saja. Ia menatap adiknya dengan tatapan penuh selidik. Membuat Keisha melihatnya jadi menundukkan kepalanya.


"Pasti yang kemarin nama kontaknya bubu itu, kontak nama pacar Lo kan. Ngaku! aja sha gausah bohong lagi sama gue" Ujar Vino berusaha menekan adiknya untuk ngaku. Keisha yang tadi pandangannya menunduk kini mendongak menatap kakaknya.


"Kalau aku pacaran emang ada apa urusannya dengan kak Vino. Itu kan kehidupan gue ngapain Kak Vino yang ngatur" Sahut Keisha dengan emosi.


Vino yang mendengar jawaban Keisha tersenyum miring. "Benarkan tebakan gue kalau Lo pacaran!. Lebih baik Lo putusin itu cowok Lo sebelum gue yang turun tangan."


Bruk


Keisha menatap kepergian kakaknya dengan tatapan susah di artikan. Ia pun merebahkan tubuhnya. Air mata langsung keluar dari matanya. Keisha tahu betapa Vino melarang adiknya itu pacaran. Cowok itu gak ingin Keisha bernasib seperti bernasib seperti mama mereka.


Sementara tempat lain seorang cowok kini dan sedang merokok di balkon. Ia menatap langit-langit malam yang begitu gelap daripada sebelumnya tidak ada bintang maupun menyinari malam tersebut.


...***...


Seorang cowok begitu cool berjalan koridor sekolah menuju MIPA 12. Banyak cewek yang menatap kearahnya dengan tatapan penuh dambaan pada cowok itu. Dan berharap bisa menaklukkan hati cowok sang ketua Geng motor BET LIFE. Tiba-tiba langkahnya berhenti setelah mendengar suara bariton seseorang dari belakangnya. Vino pun membalikkan badannya dan menatap seorang cewek cantik yang berjalan mendekatinya.


"Hai vino" Sapa Nagifa dengan senyuman manisnya. Dan cewek bernama Nagifa itu biasanya di panggil dengan nama singkatan Nana. Nana merupakan cewek yang primadona di sekolah ini. Cewek ini pun juga satu kelas dengan Vino. Sang paketu, BET LIFE.


"Tagih uang kas?" Tanyak Vino seraya menaikkan alisnya. Nana yang mendengarnya mengeryitkan dahinya sambil menggeleng kepalanya pelan.


"Hmm enggak, kok" Balas Nana masih dengan senyuman manisnya. Vino juga merupakan cowok yang tidak mudah dengan akrab namanya cewek tapi beda cewek yang di hadapannya. Nana selalu berusaha mendekati cowok sang ketua Geng motor ini.


"Terus? Lo panggil gue buat apa" Tanyak Vino dengan jutek. Nana yang mendengarnya menjadi terkekeh pelan pada sifat Vino yang terlalu sok cuek pada cewek.


"Ya cuman mau panggil-panggil aja" Balas Nana dengan enteng.


"Gajelas" Tukas vino dan memutuskan melanjutkan langkahnya menuju ke kelas. Nana yang melihat vino yang meninggalkan dirinya begitu saja. Mencoba berjalan berjalan sejajar dengan langkah Vino.


"Vino jalannya jangan cepat-cepat" Pinta Nana sambil berjalan sejajar dengan cowok itu. Namun vino tidak menggubris ucapan Nana yang memintanya tidak suruh jalan cepat-cepat. Tali sepatu Nana yang memang awal tidak terikat sontak ia terinjak dengan tali sepatunya. Alhasil.


"Vino.."