Geng Motor And School

Geng Motor And School
Anak baru?



Alvares melihat kebelakang, yang dimana Keisha berada di belakang nya yang telah tadi menabrak punggung nya. Para cewek yang berada dekat Alvares merasa gak suka sama cewek yang sengaja menabrak punggung Alvares. Padahal Keisha gak sengaja bukan di sengajain.


Bella membulat bola matanya lebar, merasa kenal dan macam pernah ketemu sama cewek yang menabrak punggung Alvares.


Tatapan Alvares dan Keisha mereka bertemu sejenak, dan terus mereka mengalikan pandangan nya. Mendengar Bella mengajak Keisha ngobrol Keisha.


"Hei Lo siapa! keknya kita macam pernah ketemu". Ucap Bella sambil mengacungkan jari telunjuknya. "Kamu anak baru masuk di sekolah ni ya?" Sambung lagi.


Keisha mengangkat alisnya sebelah merasa bingung apa yang di ucapkan Bella. Keisha kan anak lama Dah sekolah disini kenapa Bella bilang anak baru?. Ia aja kenal sama Bella masak ia gak kenal sama Keisha.


"Hei nama dia Keisha, dia dah lama sekolah disini bukan anak baru masuk!" Ketus dina. Dan menepis tangan Bella.


Mendengar Dina menyebut bahwa perempuan itu adalah Keisha. Sontak membuat Bella kaget, ia melihat Keisha dari bawah sampai atas. Kini penampilan keisha berubah yang rambutnya dulu Kiwil kiwil sekarang menjadi lurus, tapi masih terlihat gaya nya kalau ia masih aja tomboy.


"Omaygat". Pekik Bianca yang berada di samping Bella. Membuat orang berada di situ meringis, karena teriakan nya cukup nyaring.


"Yang benar! Lo Keisha, anak yang suka, bikin onar itu, dan yang paling jelek sedunia itu yang rambutnya Kiwil-kiwil, apa beneran itu Lo dah berubah sekali penampilan kamu sekarang?". Ucap Bianca sinis.


Mendengar ejekan Bianca membuat Keisha jadi marah. "Iya! kenapa gak senang? kalau gue sekarang dah berubah dan lebih lebih cantik dari pada Lo!?". Sindir Keisha sambil besedekap dada.


Kedua tangan Bianca mengepal menahan, ia mau mengeluarkan suara nya untuk membalas sindiran nya. Namun sudah di berhentikan oleh Alvares yang tadi berdiri diam dekat mereka.


"Udah kalian bubar sana Atau kalian mau gue hukum!". Ucap tegas Alvares dengan aura yang begitu dingin nya membuat yang berada di situ merasa takut. Dan mereka pun bubar.


"Kemana aja kalian kok lama banget". Tanyak Neha sambil memakan baksonya. Melihat mereka baru sampai dan duduk di kursi di satu meja dengan neha. Ia dah dari tunggu mereka namun gak kunjung datang, dari pada menunggu Keisha dan Dina kelamaan mending, ia makan bakso.


"Enak banget Lo makan baksonya, gak nunggu nungguin kita pula, teman macam apa Lo". Ketus Dina.


Di tempat ujung kantin meraka bertiga, Dino dan Andi saling melempar candaan mengenai Vino dan Keisha. Mereka baru saja tahu kemarin bahwa Keisha itu adik vino. Mereka kirain Keisha itu pacar vino. Namun Alvares tetap diam dan menikmati makanan nya sambil mendengarkan candaan mereka berdua.


"Gila sih kalau Keisha jadi pacar nya paketu , yang ada mungkin aja si vino tu jadi samsak sama Keisha atau malah sebaliknya". Ucap Andi sambil diiringan tertawa di akhir kalimat.


"Mungkin aja". Balas Dino.


"Alvares katanya kita gak lama lagi ada tandingan Bola basket". Tanyak Dino penasaran. Bahwa ia dengar Harini ada latihan basket untuk mempersiapkan diri untuk bertanding.


"Iya". Balas Alvares datar.


"Kapan". Tanyak Andi dan dino bersamaan.


"Hari Minggu Lombanya". Jawab Alvares. Dan membuat mereka kegirangan mendengar nya. Karena gak lama lagi mereka akan bertanding sama SMA Harapan, yang pastinya lawan mereka adalah Ryan sekaligus musuh geng motor BET LIFE. Ryan adalah orang yang paling kejam, gak kenal cowok ataupun cewek tetap dia Hajar abis abisan. Namun kalau ia lawan Geng motor bet life mereka kalah.


*


*


"Oi cowok tol*l, ngapain lu nabrak mobil gue". Bentak Dina kepada cowok yang berdiri di hadapan nya dengan santai. Cowok itu terlihat lebih tinggi membuat Dina mendongak keatas melihat nya. Dina memang paling pendek, cerewet, suka heboh sendiri dari antara mereka berdua, Keisha dan neha.


Cowok itu tetap santai mendengar ejekan Dina. Namun di dalam hatinya ia ingin sekali menghabisi cewek yang di hadapan nya. cowok tu segera menjambak rambut Dina dengan kuat, menarik nya keatas sampai kaki Dina menjinjit.


"Layani gue di atas ranjang, apa mau Lo mau di bunuh saja". Ucapnya sinis dengan tatapan tajam dengan mata elangnya.