Geng Motor And School

Geng Motor And School
Bertemu Vino



"Sejak kapan Lo Alvares pacaran?. Kok gak pernah bilang-bilang sama kita" Tanyak Gilang mengeryitkan dahinya heran. Alvares, cowok yang tak tersentuh itu. Mengaku dirinya sudah punya. Setahu mereka gak pernah itu Alvares dekat sama cewek.


Alvares yang di lontarkan pertanyaan begitu hanya diam. Ia ingin mengaku kalau dirinya sudah punya pacar. Dan pacarnya itu adalah adik ketua Geng motor BET LIFE, vino. Namun dia urungkan niat seperti itu. Karena Keisha pernah bilang dia tidak terlalu suka status mereka pacaran di umbar-umbar.


"Cuman becanda" Balas Alvares datar. Sontak mengundang tawa dari kawannya.


"Lo kalau pengen punya pacar. Pacaran aja. Gausah gengsian" Ujar Gilang sembari tergelak tertawa. Alvares yang di bilang seperti itu tidak menggubrisnya.


"Iya tuh. Apalagi yang naksir Lo kan banyak. Habis itu cantik-cantik lagi" Timpal Andi.


"Jadi iri gue" Sambung Andi dengan raut wajah sedih. Membuat para inti Geng motor Bet life, tertawanya makin heboh.


Dino yang berada di samping Andi menoyor kepala Andi pelan. "Makanya good looking. Kalau gak good looking, minimal good rekening. Ini gak good looking enggak, good rekening pun juga enggak. Tapi pengen punya pacarnya spek bidadari. Pantesan gak ada yang mau sama Lo" Cibir Dino sembari tertawa. Andi yang mendengar Cibiran Dino menjadi kesal.


"Mancam lu punya juga" Sindir Andi sambil melirik sinis. Seketika Dino terdiam mendengar sindiran Andi yang menurutnya, benar. Dirinya juga gak kalah ada apa-apanya sama mancam Andi.


Mereka yang berada di markas Bet life. Terdengar suara orang memangil nama ketua Geng motor mereka.


"Vino..." Pekik Nana memanggil nama vino. Ia ingin mengajak cowok itu jalan-jalan. Dengan alasan membeli keperluan kelas, dirinya kan bendahara. Jadi mudah memberikan alasan seperti itu mengajak yang gak tersentuh itu jalan-jalan.


Anggota inti Bet life saling memandang bingung, siapa yang telah berani memangil ketua mereka. Apalagi suaranya terdengar seperti suara cewek.


"Vino kamu ada gak di dalam" Ucapnya dengan suara yang sedikit tinggi. Vino yang di dalam berdecak kesal. Karena cowok itu tau siapa yang telah memanggil itu.


"Tebak-tebak siapa sih yang manggil paketu kita" Tanyak Andi dengan mengeryitkan dahinya heran.


Gilang dan Dino mengangkat bahunya acuh. Daripada mereka penasaran siapa yang telah memanggil ketua mereka. Mereka mengikut nyusul keluar termasuk Alvares.


"Vin..". Belum sempat dia memanggil cowok itu. Namun cowok itu sudah keluar dari markas.


"Ngapain Lo kesini" Ucap Vino ketus seraya memasukkan tangannya di saku celana jeans-nya. Nana yang melihat vino sudah keluar, dia tersenyum merekah.


"Jalan-jalan yuk" Pinta Nana dan di akhiri dengan terkatup mulutnya. Bisa-bisanya dirinya mengajak cowok itu jalan-jalan secara terang-terangan. Seharusnya dia bilang, mengajak Vino untuk menemaninya untuk keperluan kelas.


Sebelum Vino menyahut permintaan Nana. Tiba-tiba anggotanya keluar dengan ekspresi menggoda. Membuat Vino melihat temannya ingin meninjunya.


"Mau jalan-jalan kemana? ajak kita-kita juga dong" Seru Andi seraya memainkan alisnya. Gilang melihat Nana ada disini. Merasa terkejut dengan kehadiran cewek itu. Dan cewek itu biasanya mengetahui lokasi markas Geng motor BET LIFE.


"Lo pacarnya Vino" Tanyak Dino Seraya melihat cewek itu dari ujung kaki sampai kepala. Vino melihat temannya melemparkan pertanyaan seperti itu menjadi kesal dan gak suka.


"Iya sebentar lagi kami pacaran." Sontak mereka heboh dengan perkataan Nana. Vino yang di kenal tidak pernah belas kasih sama lawan. Kini punya pacar sungguh menggemparkan dunia.


Vino yang mendengar perkataan Nana yang bilang, sebentar lagi dirinya pacaran sama cewek itu. Berjalan dan menarik tangan cewek itu.


"Maksud Lo apa!"