
Keisha dan dino menatap tajam kearah Andi."Kenapa." Tanyak Andi yang, melihat tatapan tajam dari Keisha dan Dino.
"Bisa gak sih Lo, gausah teriak." Bentak Dino. Andi hanya menyengir sebagai jawaban.
Keisha memutar bola matanya dengan malas. Ia pun kembali mengedarkan pandangannya mencari Alvares. Namun Alvares tetap tidak ada di dalam ruang tersebut.
"Benar kan apa gue, bilang pasti Alvares diambil hantu gedurowo." Ucap Andi panik.
"Siapa di ambil gedurowo?." Terdengar suara yang rendah, itu berasal dari belakang Andi. Membuat Andi membalikkan badannya menghadap seseorang itu. Matanya membulat lebar. Terlihat cowok yang terlihat santai, dengan pakaian pasien membalut tubuh nya, dan menaikkan alisnya menatap ke arah andi.
Andi Berteriak keras seperti teriakan perempuan. Keisha dan Dino menatap Andi Seraya menutup telinga mendengar suara yang begitu memekakkan telinga. Dan tidak lama cowok itu pun pingsan.
"Andi lu kenapa." Tanyak Dino sudah berada dekat Andi yang pingsan, seraya memukul pipinya. Tanpa sadari
mereka, Kalau di situ ada Alvares.
Alvares pun dekat dan memeriksa keadaan Andi.
"E' Lo." Ekspresi Dino kaget melihat Alvares yang berada dekat dengan nya.
"Gue bukan setan." Ucap Alvares datar. Tetap saja Dino terlihat takut kepada Alvares.
"Keisha coba lu panggil dokter, atau suster gitu." Pinta Alvares. Keisha pun menuruti nya memanggil dokter atau pun suster.
Selang beberapa jam. Dino menggaruk tengkuknya yang gak gatal."Jadi Lo kirain si Alvares itu setan." Ucap Keisha dengan iringan tawa.
"I-iya." Balas Dino dengan tersenyum kikuk.
"Aneh Lo. Tadi Lo suruh gue sadar, sekarang dah sadar. Dikatain setan." Ucap Alvares ekspresi biasa seraya mengeleng kan kepalanya.
"Lo tuh sadar nya tiba-tiba bikin gue jadi kaget kan". Ucap Dino dengan kesal.
"Tadi kamu Kemana." Tanyak Keisha setelah berhenti tertawa nya, kepada Alvares.
"Ke toilet." balas Alvares datar. Keisha mengerucutkan bibirnya lucu. Kerena kesal jawaban cowok itu dengan ekspresi datar.
"Lo gak ada ekspresi lain kah?. Selain datar mulu." Kata Keisha dengan kesal sambil bersedekap dada.
"Lo Keisha mancam, baru kenal Alvares aja. Alvares memang gitu sifat nya dingin tapi yang naksir beh, seluas samudra." Balas Dino diakhiri tawa. Keisha mencebik kesal atas perkataan Dino.
Alvares hanya melihat mereka dengan ekspresi datar, seperti tidak berminat. Tiba-tiba cowok itu meringis sakit di area punggungnya.
"Auhh." Ringgis Alvares kesakitan.
Dino berdeham pelan untuk menghilangkan suasana yang terasa canggung. "Kalau bucin jangan disini, di hotel aja sana." Seloroh Dino di akhir kalimat dengan tertawa terbahak-bahak. Sontak perkataan dino mendapatkan pukulan keras dari Alvares.
"Gila lu emang. Walaupun Lo lagi sakit sakit gini tenaga Lo tetap kuat juga." Ucap Dino dengan Ringissan.
Seorang suster masuk rawat inap Alvares, Ruang rawat Alvares tidak lagi di ruang ICU Sekarang ia sudah di pindahkan di ruang perawatan yang VVIP. Dengan ekspresi panik suster itu masuk.
" Dek. Teman kalian sudah sadar, tapi sekarang ia teriak mancam orang kesurupan. Tolong dari kalian tenangkan teman kalian itu." Titah suster dengan nafas tidak beraturan.
Mereka pun saling menatap, Dino pun memutuskan akan pergi memenangkan Andi. Beberapa langkah berjalan akhirnya, ia sampai ruang Andi. Dino melihat Andi mancam orang stress. Andi menyebut para suster berada dekat nya itu hantu semua.
"Kalian jangan dekat dasar hantu gila." Teriak Andi ketakutan dengan berdiri dari atas ranjang. Ntah kenapa tiba-tiba aja cowok itu menjadi aneh.
"Oi lu kenapa mancam orang stress aja." Ucap Dino dengan nada dinaikin beberapa oktaf. Andi yang melihat dino datang segera turun dari kasur dan memeluk cowok itu. Dan dapat tatapan menjijikkan dari para suster melihat adegan yang aneh tapi lucu.
"Dino, yuk kita pulang di rumah sakit ni ada hantu nya, Liat aja sekarang mereka ada berada di sekeliling kita." Ujar Andi dengan ketakutan.
"Issh lu jangan mancam orang gila napa, yang lu lihat itu para suster asli bukan hantu." Ujar Dino berusaha melepas tangan Andi yang memeluk dirinya.
"Jangan bikin-bikin malu napa. Masak iya suster cantik-cantik gitu Lo bilang hantu." Ucap Dino sambil mengerling kan mata nya sebelah kearah suster.
Andi mengarahkan pandangannya menatap para suster." Iya juga ya, mana mungkin cewek cewek cantik gitu hantu, bego Banget sih lu Andi." Ledek Andi pada dirinya sendiri di akhir kalimat. Ia pun berjalan mendekati para suster dengan senyuman mengembang. Para suster itu bukan menatap takjub dengan senyuman lebar Andi tapi merasa ngeri, senyuman cowok itu seperti Joker.
*
*
"Perban yang di punggung kamu harus ganti ya. Soalnya perbannya sudah lama lebih baik di ganti dengan yang baru. Agar penyembuhan nya cepat dan mencegah tidak infeksi." Ucap dokter itu dengan senyum ramah.
Alvares mengangguk kepalanya pelan." Dok gimana cara harus gantinya perban nya dok?, kan lukanya di punggung" Tanyak Keisha kepo. Bagaimana nantik cowok itu akan menganti perban nya sendiri yang berada di punggung.
Dokter pun menjelaskan bagaimana caranya menganti perban."Lebih baik nantik kamu bantu menganti perban nya."
Alvares kaget namun ia sembunyikan. Keisha melongok mendengar perkataan dokter itu untuk membantu Alvares ganti perban.
"Gimana ceritanya dok, masak iya saya harus bantu cowok itu ganti perban." Ucap Keisha Ambigu.
Dokter itu nampak kaget, mendengar Keisha menyebutkan nama Alvares cowok itu."Kalian bertengkar ya?, lebih baik kalian baikan aja. Gak baik loh, lama lama bertengkar. Dan kamu, juga jangan gitu sama suami kamu. Apalagi suami kamu lagi sakit."
...----------------...