
Alvares yang tadi pura pura memejamkan matanya. Sekarang ia terbangun dan menatap lurus kedepan. Dia, terbangun karena risih mendengar celotehan gajelas Andi dan Dino.
Andi dan dino sontak kaget melihat Alvares bangun tiba-tiba. Mereka pun menjerit ketakutan.
"Setan!." Teriak Andi dan Dino sambil berlari terbirit-birit hingga sampai menabrak pintu rawat inap.
Alvares melihat mereka berdua, merasa lucu, sekaligus heran. Kenapa teman karibnya itu menyebut setan. Padahal disini gak ada setan, Batin. Alvares.
"Kenapa kalian." Tanyak Keisha baru sampai habis membeli minuman. Dirinya, penasaran kenapa mereka berdua terlihat Abis lari maraton saja.
Mereka berdua membungkuk sambil memengang lutut dengan nafas ngos-ngosan. "Kei- Keisha." Panggil Andi dengan terbata-bata karena nafasnya ngos-ngosan.
"Apa" Sahut Keisha kesal karena tidak sabar ingin tahu.
"Di jawab oi pertanyaan gue, kalian tu kenapa macam di kejar setan aja" Ujar Keisha. Mereka berdua nampak diam aja dan belum menjawab pertanyaan dari nya. Andi dan Dino bukannya gak mau langsung ngejawab pertanyaan dari Keisha, tapi nafas mereka masih tersengal-sengal akibat kaget atau pun takut.
"Sabar Monyet gak liat ni naf-.
"Benar Lo bilang. Kami liat setan di kamar ICU Alvares" Ujar Dino seraya memotong pembicaraan Andi.
Keisha mengerutkan dahinya."Setan." Beonya.
"Iya. di dalam kamar ICU Alvares ada setan." Ujar Dino, melihat raut wajah Keisha tampak gak percaya apa yang di bilang nya.
"Mana mungkin ada setan di siang bolong gini." Balas Keisha gak percaya apa yang bilang Dino.
" Ck'. Justru di siang bolong gini lah banyak setannya" Ujar Andi dengan berdecak kesal. Muka Keisha nampak terlihat meremehkan mereka berdua, membuat Andi ingin sekali meninju muka perempuan itu.
"Kalau Lo gak percaya. Mending lu masuk dan liat sendiri." Ucap Andi dengan nada sedikit di naikin.
Muka Keisha masih tampak seperti meremehkan mereka berdua. Ia pun berjalan masuk ke dalam ICU.
"Ck'. Nengok mukanya pengen sekali gue geprekin jadi ayam penyet." Ucap Andi sambil menggerakkan gumpalan tangannya pada telapak tangan. Seperti meninju telapak tangan nya. Dino mendesah kasar. Cowok tu pun menyusul Keisha pergi ke ruang ICU.
Tiba tiba Keisha terkejut karena ada yang memegang bahunya dari arah belakang, Keisha memejamkan matanya ketakutan. Dan Siapa orang yang mengang bahunya dari belakang.
"Ni gue oi. Dino." Ucap Dino yang melihat Keisha nampak kaget. Dan seperti memejamkan mata nya ketakutan.
"Haish. Bangk* lu emang." Ucap Keisha emosi karena tiba-tiba dino datang dan asal mengang bahunya aja. Ia kirain yang memegang bahunya adalah setan. Keisha nampak bernafas lega. Apa yang di pikiran bahwa yang memengang bahunya itu setan itu salah.
"Sorry sorry." Balas Dino Enteng. Telah bikin kaget Keisha. Tiba-tiba Kedua ujung bibir Dino terangkat dan terbentuklah senyuman lebar seraya menatap Keisha.
"Kenapa Lo senyum-senyum ke gue mancam orang gila aja." Ucap Keisha yang melihat senyuman lebar Dino sambil menatap nya.
"Jangan-jangan tadi Lo takut ya?." Seloroh Dino seraya memainkan alisnya. Yang melihat tadi Keisha kaget pas datang dirinya. Di pikir Dino Keisha kaget tadi karena kaget ketakutan.
"Takut apanya!. Lagipun Siapa yang takut." Ketus Keisha yang gak suka di bilang dirinya penakut. Padahal apa yang di bilang Dino ada benarnya.
"Tadi lu kaget, Sebenarnya karena karena takut kan. Kalau yang mengang bahu dari belakang Lo itu setan bukan gue kan. itu kan yang di dalam pikiran lo pas kaget tadi kan." Ujar Dino dengan tersenyum miring.
"Kenapa ni cowok tau apa yang ada di dalam pikiran ku ya." Ngomong Keisha, di dalam batin.
"Sotoy banget si lu." Ucap Keisha ketus. Dan ia pun membalikkan badannya kedepan, melanjutkan niatnya yang ingin membuka pintu ruang ICU Alvares.
Dino yang di belakang Keisha semakin tersenyum mengembang lebar. Bisa nya Keisha sok ngelak dari perkataan Dino, dari sikap nya cewek tu terlihat jelas kalau apa yang di bilang Dino. sebenarnya kalau Keisha takut itu benar. Cukup menarik. Batin, Dino.
Pintu pun terbuka lebar nampak Ruangan kosong. "Alvares dimana." Tanyak Keisha Sudah masuk di ruang, dan tidak terlihat ada Alvares di ruangan ICU itu.
"Tadi ada la-".
"Jangan-jangan Alvares di bawa setan." Pontong Andi dengan tuturnya sambil teriak ketakutan.
...----------------...
...Jangan lupa dukunganya...