Geng Motor And School

Geng Motor And School
Berusaha ekstra sabar



Vino yang mendengar perkataan Nana yang bilang, sebentar lagi dirinya pacaran sama cewek itu. Berjalan dan menarik tangan cewek itu.


"Maksud Lo apa!" Ucap Ketus Vino.


"Maksud apanya" Balas Nana pura-pura gak tau apa yang telah ia lontarkan. Membuat Vino mengeram kesal terhadap cewek yang sedang lagi di hadapannya.


Vino menghirup udara bebas dalam-dalam. Ia harus menghadapi cewek di depannya ini dengan kesabaran yang ekstra. "Maksud Lo apa, bilang sama teman gue Kalau kita sebentar lagi bakal pacaran" Kata vino datar.


"Siapa bilang?" Balas Nana enteng.


"Emang kamu mau ya jadi pacar aku...?" Seloroh Nana seraya mengedipkan matanya sebelah.


Vino melihat Nana mengedipkan matanya sebelah, bergidik ngeri. "Ish ogah gue jadi pacar Lo. Mending gue jomblo seumur hidup dari pada harus pacaran dengan cewek kayak lo" Gerutu Vino kesal sembari membayangkan misalnya dirinya pacaran sama cewek yang suka cerewet ini, pastinya hubungan mereka pernah akur.


"Ish Vino mah nyebelin. Kamu tega banget gak mau sama aku yang cantik jelita ini" Ucap Nana dengan raut wajah sengaja di buat hampir nangis. Vino yang melihatnya menjauhi cewek itu beberapa langkah.


"Hem. Gimana dah siap ngobrol antara suami istrinya" Celetuk Gilang. Sontak mengundang tawa dari teman-temannya.


Vino yang mendengar anggotanya yang beraninya menjelekkan dirinya. Sangat mengumpat cowok itu, lihat aja nantik ia akan membuat Gilang bonyok di tangannya.


Vino yang sudah muak dan kesal. Gara-gara Nana harga dirinya sebagai ketua Geng motor yang kejam terhadap musuh. Kini harga dirinya terasa di remehkan dan di terhina di hadapan anggotanya gara cewek itu.


"Nana lebih baik Lo pergi dari sini" Usir Vino tegas dengan nada rendah dan mengerikan. Seketika para anggotanya pada diam. Mau meneguk ludahnya aja seakan susah.


Nana yang sebenarnya takut berusaha untuk tenang, ia harus ingat tujuan awalnya datang kemari untuk mengajak cowok itu jalan-jalan bersamanya.


"Kamu ngusir aku." Anggota Bet life mati-matian menahan tawanya. Masih-masihnya cewek itu menanyakan hal itu, padahal terdengar jelas cowok itu menyuruhnya pergi.


"Tadi kamu ngomong apa?. Soalnya aku gak ngerti bahasa Inggris" Balas Nana sembari cengengesan. Vino lupa kalau cewek yang di depannya ini otaknya sangat minus.


"Gue bilang, dasar Lo utang udang" Cibir Vino yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap blo'on cewek di depannya ini.


"Pfttt.. Plis gue tahan lagi soalnya ini terlalu ngakak" Celetuk Andi sembari tertawa. Begitu juga semuanya ikut turut tergelak tertawa. Kecuali Alvares, cowok itu hanya menatap mereka datar.


Vino mengusap wajahnya kasar. Kemudian menatap anggotanya tajam. "Diam atau mati!." Mendengar suara tegas dan menakutkan itu sontak semuanya langsung diam.


"Dan Lo, sekarang cepat pergi dari hadapan gue. Sebelum kesabaran gue habis!"


...***...


Keisha terkekeh kecil sembari menatap Alvares. Alvares yang di tatapin terus oleh pacarnya ikut membalas tatapan pacarnya.


Keisha langsung salting melihat pacarnya ikut turut menatapnya. "Ih kamu mah, jangan balas natap aku. Akunya kan salting liat kamu ganteng banget" Ucap Keisha dengan pipi bersemu merah.


"Yaudah maaf. Ya sayang" Balas Alvares seraya mengusap rambut hitam kecoklatan nya Keisha. Membuat Keisha kembali lagi salting.


Setelah beberapa jam mereka jalan-jalan. Sekarang memutuskan untuk pulang karena waktunya sudah mau makin malam.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan. Akhirnya Keisha sampai pada rumahnya, diantar oleh Alvares. Keisha dengan senyuman merekah melambaikan tangannya yang melihat Alvares yang sudah mau melajukan motornya.


Ia pun masuk kedalam rumah mewahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama seseorang yang selalu ia berusaha hindari.