Geng Motor And School

Geng Motor And School
Ulangan matematika dadakan



"Vin!, anak geng motor si Ryan ajak tawuran, gimana" Tanyak Gilang kepada paketu. Vino mendaratkan bokongnya di sofa tunggal dan menaikkan alisnya sebelah menatap para inti Geng Bet Life.


"Ajak tawuran? emang mereka ada masalah apa sama geng motor kita." Lontar pertanyaan dari vino kepada anggotanya. Membuat para inti Geng Bet Life saling pandang.


"Mereka gak terima kekalahan"


"Biasa anak mami"


Dino dan Andi terlihat seperti kesal kepada anak geng motor si Ryan, soalnya mereka dah kalah masih aja banyak gaya. Kemudian mereka sok nantang anak geng motor BET LIFE. Gak tau, mereka seperti geng apa yang mereka nantang. Geng motor BET LIFE terkenal dengan keganasannya pada saat bertarung. Anak Geng motor BET LIFE kalau emosi gak akan beri ampun.


Pandangan vino kini mengarah menatap Alvares yang wajahnya yang ada lebam."Lo abis berantem sama siapa Alvares" Tanyak vino to the point yang melihat luka lebam di wajah cowok itu.


"Anak geng motor Ryan"


......****......


Di bangku taman SMA school teladan terlihat dua pasangan duduk di bangku tersebut. Tempat mereka duduk tersebut lumayan sepi, karena para murid kini sibuk pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.


Keisha menyelipkan helaian rambut kebelakang telinga. Dirinya ntah kenapa merasa gugup jika berdekatan dengan Alvares, yang terlihat lebih sangat tampan Sekarang.


Bola mata Keisha membulat sempurna melihat luka lebam di wajah cowok. "Di wajah kamu kok ada luka lebam, kamu habis berantem ya, sama siapa" Tanyak Keisha dengan menaikan alisnya sembari memegang rahang bawah cowok itu. Karena merasa gugup ia telat menyadari kalau di wajah yang telah jadi kekasihnya itu ada luka lebam.


Alvares memperhatikan Keisha yang sekarang sungguh perhatian kepadanya, ntah kenapa perasaannya menghangat jika bersama cewek itu. "Sakit gak" Tanyak Keisha kembali dengan mengangkat alisnya.


Pertanyaan keisha tidak di gubris oleh Alvares, cowok itu tengah menatapnya. Membuat Keisha jadi salting karena melihat tatapan cowok itu yang tengah menatapnya hangat kepada dirinya.


"Kamu cantik kei." Tiga kata keluar dari mulut Alvares mampu berhasil membuat pipi Keisha merah merona.


"Kamu bisa aja" Balas Keisha sambil memegang pipinya sudah merah merona. Tangan cowok itu terangkat menyelipkan helaian poni yang berada kening gadis itu.


Deg


Jantung Keisha sekarang berdetak lebih kencang dari pada sebelumnya. Sungguh situasi ini membuatnya menjadi salting parah.


"Hem, Alvares kamu ajak aku kesini buat apa." Sebelumnya cowok itu mengajaknya bertemu di bangku taman SMA. Tujuan bertemu karena apa dirinya tidak tau. Kalau bertemu hanya untuk berduaan jangan di sekolah soalnya status mereka akan terbongkar, dan pastinya akan membuat Keisha risih kepada cewek yang tergila-gila pada Alvares. Hal itu ia tidak ingin terjadi, Keisha lebih suka hubungan mereka privat dari di umbar-umbar.


Terlihat Alvares mengeluarkan sebuah kontak ponsel di paper bag. Keisha mengeryitkan dahinya heran melihat cowok itu seperti ingin mengasih kontak tersebut padanya.


Cowok itu segera meraih tangan Keisha dan melentakan Kontak ponsel tersebut. Keisha menatap bingung ponsel tersebut. Keisha menatap Alvares dengan tatapan meminta penjelasan.


"Bukalah itu hp buat kamu" Ucap Alvares yang melihat kebingungan di raut wajah Keisha. Tangan Keisha pun bergerak membuka kotak tersebut. Matanya berbinar-binar melihat Hp bermerek iPhone 12 pro max.


"Serius ini buat aku" Tanyak Keisha dengan penuh harap. Hpnya yang layarnya retak Kini terganti dengan hp yang baru, tentu saja ia merasa sangat senang. Apalagi yang membelikannya kekasihnya.


"Iya buat kamu sayang" Kata yang di ucapkan Alvares mampu membuat Keisha berdetak tidak karuan. Keisha menatap cowoknya itu dengan tatapan senang.


"Makasih ya." Alvares mengangguk kepalanya pelan sebagai jawaban. Cowok itu pun bergeser mencoba mendekati Keisha, melihat Alvares yang sudah sangat dekat dengannya cewek itu memejamkan matanya. Dalam pikirannya mungkin Alvares bakal menciumnya.


Cup


"Aku sangat sayang kepada kamu Keisha Nathaline". Setelah cowok itu mengatakan kata tersebut ia melenggar pergi dari tempat itu juga. Keisha memantung menatap punggung Alvares kian yang menjauh. Keningnya di cium sekilas oleh orang yang ia cintai


"Aku juga Alvares" Gumamnya.


"Sangat sayang padamu" Ucap jelas Keisha.


...----------------...


"Darimana aja Lo" Tanyak Dina dengan ketus. Soalnya cewek itu dah capek-capek nungguin Keisha di kantin. Yang tadi katanya pergi cuman sebentar lupanya perginya lama. Sampai waktu istirahat dia terbuang sia-sia, kemudian jam istirahat sebentar lagi bakal berakhir.


"Ya dimana-mana" Balas Keisha enteng dan tidak merasa bersalah. Padahal Dina dan neha perut mereka sudah sangat keroncongan menunggu Keisha. Karena gak mau dianggap, gak setia kawan. Dina dan neha tetaplah menunggulah cewek itu datang, walaupun perut sudah minta diisi segera. Pas datang dengan wajah tidak bersalah bilang, dimana-mana. Memanglah dasar kawan laknat.


"Besok-besok kami berdua gak bakal nungguin Lo lagi. Kalau mau makan, makan aja sendiri sana. Gausah ngajak-ngajak kami lagi" Sarkas Dina yang sudah kesal.


"Betul tuh, teman gak tau di untung" Timpal Dina yang juga kesal pada Keisha.


"Tunggu-tunggu kok mereka jadi ngancam gue sekarang, padahal di tinggalin cuman dua puluh menit aja marah" Batin Keisha kesal sama temannya yang main ngancam pada dirinya, yang gak mau nungguin lagi dirinya lagi jika makan. Padahal Keisha pergi cuman dua puluh menit. Walaupun dua puluh menit itu waktunya sangat berharga karena waktu jam istirahat mereka di kasih cuman hanya sebentar empat puluh menit.


"Yaudah beh, jangan marah napa. Kalau aku traktir gimana" Tawar Keisha dengan senyuman terukir di bibirnya.


Mata Dina dan neha langsung berbinar-binar mendengarnya. "Mau-mau" Sahut mereka kompak. Masak di tawar rezeki di tolak, yang kasian kan. Lebih baik rezekinya di terima aja.


Setelah beberapa menit kemudian mereka bertiga pun selesai makan. Keisha pun sudah membayar makanan yang mereka pesan. Harga makanan yang mereka pesan begitu banyak hingga membuat Keisha yang membayarnya sampai terkuras uang di dompetnya. Meski begitu, dia tidak marah karena cewek itu sangat begitu bahagia pada harini dapat iPhone baru dari kekasihnya.


Cewek itupun mengeluarkan hp dari saku roknya. Hp yang di berikan Alvares sudah ada casingnya sekalian, yang di lihat sangat imut.


"Hp baru ya Keisha" Tanyak Dina sambil menyeruput pop ice. Ia penasaran dengan hpnya Keisha soalnya kini Hpnya terlihat berbeda daripada sebelumnya ia lihat. Habistu casingnya sangat imut.


Neha yang tadi sibuk makan chitato kini pandangannya beralih ke Keisha yang memegang hp. Cewek itu mengeryitkan dahinya heran melihat hp Keisha terlihat seperti baru di beli.


"Bukannya hp Lo kemarin masih bagus-bagus aja ya, kok tiba-tiba dah beli hp baru aja" Ujar Dina dengan tatapan bingung melihat ke arah Keisha yang berada di depannya.


"Hp kemarin layarnya dah retak, jadi gue beli hp baru deh" Ujar Keisha dan dapat anggukan kepala dari teman-temannya.


"Kalau boleh tau Lo beli casingnya dimana? tolong belikan buat aku juga dong" Pinta neha dengan wajah memelas.


"Iya aku juga Keisha, pengen punya casing kayak Lo" Timpal Dina sambil menaikkan alisnya. Kening Keisha nampak berkerut, dia berpikir bagaimana mau ngasih tau kawannya itu. Bahwa dia sendiri tidak tau casing ini dimana beli, lagipun Alvares yang membelikannya otomatis yang tau, cuman cowok itu aja. Tetapi gak mungkin kan kalau Keisha bilang casingnya di beli oleh Alvares sekalian hpnya yang ada mereka malah curiga.


"Napa Lo gak bisa ya" Ucap Dina seperti agak kecewa padanya.


"Bukannya aku gak mau beli buat kalian ya, tapi ini casingnya tinggal satu aku beli kemarin. Jadi casingnya udah habis, maaf ya" Ujar Keisha dengan berbohong. Dina dan neha saling pandang terus menatap Keisha kembali.


"Gpp kok, mendingan kita kembali ke kelas aja. Soalnya bel masuk bentar lagi berbunyi" Ujar Dina. Karena keenakan di kantin mereka sampai lupa bel masuk udah berbunyi dari tadi. Alhasil mereka kenak maki, apalagi yang ngajar pak Bobby guru paling killer disekolah school teladan, yang pelajaran di ajarkan oleh bapak itu adalah pelajaran matematika. Dahlah, udah pelajaran matematika sekaligus gurunya juga bikin rasanya ingin segera mati jika belajar diajarkan oleh bapak Bobby.


Di dalam kelas terasa sangat hening. Gak ada dari mereka yang bersuara cuman pak Bobby aja yang bersuara. Para murid hanya sibuk dengan kertas ulangan di berikan oleh guru tersebut.


"Eh buset soal matematikanya tentang x dan y semua, rasanya otak ku ingin pecah, ah mama pengen pulang" Ucap Dina frustasi pada kertas soal ulangan di depannya.


"Ini x nya di bagi apa di kali sih. Ah gak taulah ku duain ajalah" Ucap neha sambil memengang pulpen dan menulis di kertas soal ulangan.


Keisha nampak serius dengan kertas ulangan cewek itu nampak terlihat biasa aja dan santai aja. Soalnya terlalu mudah bagi Keisha hingga matematika di suruh mikir jadi karangan oleh cewek itu buat.


"Waktunya habis, siap gak siap harus kumpul" Ucap pak Bobby dengan suara melenggar satu kelas. Mereka pun kocak kacir mengumpulkannya dan kekasih pak Bobby.


"Duuh gimana ni baru beberapa soal baruku ku kerjain"


"Alah mampus sana, dapat nol-nol terus sana. Gak peduli aku rasanya otak ku pengen pecah"


"Dadakan kali men ulangannya, tadi malam aku belum belajar sama sekali lagi"


Para murid banyak frustasi dengan soal ulangan matematika dadakan ini. Mereka pun hanya pasrah aja dapat nilai berapa. Lagipun mereka tidak ada persiapan tentang ulangan matematika.


Soal pun dikembalikan kembali pada murid semua dengan nilai tidak ada satupun mencapai KKM. "Gimana sih kalian semua, soal mudah gini gak ada satupun dari kalian mencapai KKM. Ntah apa kalian jawab saya tidak tau, cuman seekor katak aja yang tau apa yang kalian jawab." Pandangan semua murid menunduk kebawah mereka semua juga sangat kecewa dengan hasil nilai ulangan mereka dapatkan.


"Lihat Alvares dapat nilai seratus." Pandangan murid yang tadi kebawah kini nampak kagum mendengar cuman cowok itu yang mendapat nilai sempurna.


"Gak kek kalian dapat telur itik semua" Sambung Pak Bobby sambil memengang kumisnya. Pandangan para murid pun kembali menunduk kebawah.


Bel pulang pun berbunyi para murid semua pun berhamburan keluar dari kelas.


"Keisha dapat nilai ulangan MTK berapa lo" Tanyak Dina kepo. Dina pun menjawab dengan ber-oh ria saja.


"Tiga puluh, kalau Lo berapa" Tanyak Keisha balik kepada Dina.


"Sepuluh."


"Kalian masih mending tiga puluh terus sepuluh, lah gue nol anjir." Ujar Neha dengan raut wajah frustasi sekaligus sedih.


"Pintar banget lo" Balas Keisha dengan senyuman lebar.


"Bala Bapak kau pintar." Tawa Keisha dan Dina pun pecah, mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat Neha yang cemburut kesal.


"Jangan lupa di goreng ya telur itiknya". Seloroh Neha dan Keisha dengan iringan terkekeh geli.


"Ck' dasar kawan laknat kalian". Ucap Neha Dengan muka merah padam menahan amarahnya. Ia ingin sekali menendang teman laknatnya itu ke lubang buaya.


"Udah jangan sedih lagi, nantik kita remedial lagi kok ulangannya. Kita sama-sama kalahin nilai Alvares, hahaha" Ucap Dina mencoba menenangkan Neha yang terlihat sedih.


"Gimana cara mau kalahin Alvares. Dia aja dapat nilai seratus" Balas Keisha jengah. Gak mungkin kan mereka semua bakal ngalahin nilai tu cowok sedangkan nilai tu cowok nilai seratus. Yang ada sama dapat nilai kayak itu cowok itu, baru benar.


"Ouh iya" Balas Dina dengan cengengesan. Keisha melihatnya memutar bola matanya malas.


...----------------...


...INI VISUAL HP KEISHA YANG BARU...



Jangan lupa dukunganya


LIKE


KOMEN


HADIAH


JANGAN LUPA VOTE YA 😉♥️