Geng Motor And School

Geng Motor And School
Bukan suami istri



Keisha makin di buat bingung oleh dokter. Bahwa Dokter itu mengatakan kalau dirinya istri Alvares?. Boro boro nikah pacaran aja enggak. Batin, Keisha.


"Dokter salah. Saya sama perempuan itu, yang dokter maksud kalau perempuan itu istri tu salah. Saya ada hubungan dengannya. karena Abang nya teman sama saya". Balas Alvares mengkoreksi kesalah pahaman apa yang di ucapkan dokter, bahwa dirinya sama Keisha itu bukan suami istri.


Keisha berdecih pelan atas penuturan Alvares."Siapa juga yang mau temanan sama lu." Tutur nya kesal di dalam hati.


Dokter itu menjadi terasa canggung atas penuturan nya yang salah."Ouhh maafkan saya. Saya kirain kalian suami istri. Soalnya kalian berdua terlihat serasi. Lagipun mbak keisha setiap hari menjenguk mas Alvares di rumah sakit. Sampai pernah nginap di rumah sakit, hanya untuk menjaga mas Alvares." Jelas dokter itu dengan panjang lebar.


Keisha yang berada di situ pipinya menjadi merona merah, kesal, salting, emosi, bercampur menjadi satu."Dokter ni kenapa payah pakai bilang segala. Kalau gue tiap hari jenguk tu cowok. Anj*r sekarang pasti itu cowok dah mikir aneh aneh tentang gue. Sumpah gue malu banget, mamah keisha pengen pulang." kata Keisha di dalam hati.


Alvares ntah kenapa mendengar penuturan dokter itu menjadi perasaan nya menjadi berbunga-bunga. Senyuman tipis muncul di bibirnya namun senyuman itu hanya tipis sampai orang tidak bisa melihat senyuman nya.


Merasa suasana begitu canggung. Perawat yang mengikuti dokter itu pun mengucapkan kalau kita ada pasien yang harus kita periksa lagi. Dokter itu pun mengangguk kepalanya pelan.


"Saya undurkan diri dulu ada pasien yang harus saya periksa lagi. Ni resep obat nya jangan lupa di tebus di apotek." Ucap dokter itu mengundurkan diri, seraya mengasih kertas yang bertulis resep obat itu ke Keisha. Keisha pun menerimanya dengan tersenyum canggung.


Kini mereka tinggal berdua di dalam satu ruangan. Suasana nya begitu senyap karena dari mereka tidak ada yang mau bersuara. Setelah lama mereka berlarut dengan pikirannya sendiri. Akhirnya dari antara mereka berdua juga mau mengeluarkan suara.


"Kamu jangan pikir-pikir aneh tentang apa yang dokter itu bilang."Ucap Keisha. Alvares mengerutkan dahinya yang tidak ngerti arah pembicaraan.


Keisha mengehela nafas berat yang menyadari ada kerutan di dahi cowok itu. Berarti Alvares tidak mengerti apa ia sampaikan.


Alvares menjadi merasa gemas melihat Keisha yang terlihat sebal. Ingin sekali ia mencubit pipi Keisha yang terlihat sedikit chubby.


Matanya membulat melihat ada makanan di atas nakas. "Lo udah makan." Tanyak Keisha.


"Belum". Balas Alvares singkat. Mancam mana dirinya makan sedangkan tangan aja di perban. Jadi agak susah di gerakkan.


"Kenapa gak makan?." Tanyak Keisha kepo.


Alvares yang bersandar dirinya ranjang rawat inap. Sambil memejamkan matanya. Ia menghela nafas panjang. Sebenarnya ia terasa laper tapi tangga nya di perban jadi agak susah di gerakkan.


"Kamu kalau laper makan aja." Pinta suara rendah Alvares.


"ck' aku tu lagi tanyak sama kamu udah makan apa belum. Bukan suruh aku makan." Balas Keisha kesal.


Alvares menoleh ke samping yang dimana ada Keisha yang lagi menatap nya."Tangan ku luka jadi susah di gerakkan nya." Ucap Alvares apaadanya.


Keisha yang tahu maksud Alvares mengganggu paham."Mau aku suapin gak".