
Keisha kini menatap kekasihnya penuh damba. Alvares tersenyum simpul melihat Keisha yang tadi terus menatapnya. Sekarang dua pasangan kekasih itu berada di cafe.
"Mau mulai belajar darimana dulu ini". Ucap Alvares membuka suara. Mengetahui nilai matematika Keisha sedikit membuat Alvares yang jadi kekasihnya ingin mengajak Keisha belajar bareng, yang pastinya cowok itu yang akan mengajar cewek itu.
Lamunan Keisha pun buyar. "Emm dari mana aja boleh" Balas Keisha seraya tersenyum lebar. Alvares pun mengangguk kepalanya paham, ia pun membuka buku matematika dan melihat yang mana akan mereka mulai pelajari.
"Menurut kamu bagian mana yang susah matematikanya" Tanyak Alvares yang pandangannya tadi ke buku kini menatap ke arah Keisha. Keisha pun mengeryitkan dahinya melihat yang mana pelajaran matematika yang susah ia jawab di pas sekolah.
"Kayak semuanya deh" Balas Keisha sembari menggaruk kepalanya yang gak gatal. Alvares mendengarnya hanya tersenyum simpul.
"Sayang kita mulai yang bagian ini aja ya." Ucap Alvares seraya menunjukkan bagian pelajaran matematika yang mereka harus pelajari.
Blush
Keisha mendengar kata sayang, langsung menjadi salting sendiri. Dan pipinya merah merona. Dengan cepat cewek itu mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
Mereka berdua pun memulai belajarnya. Alvares sungguh pintar cara menjelaskan cara-cara bagaimana mendapatkan hasil jawaban matematika. Membuat Keisha menatap kagum pada pacarnya. Kok bisa ia bisa pacaran sama Alvares padahal dulu ia sangat membenci pada cowok yang lagi dekat sama Keisha saat ini.
Cewek tu pun memulai menjawab soal matematika yang dikasih Alvares. Cowok itu menatap Keisha yang terlihat serius menjawab dengan soal yang dia kasih. Tangan cowok itu pun terangkat dan menyelipkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah cantik Keisha.
"Duh ini kok susah banget ya?" Gumam Keisha di dalam batin. Ia terhenyak dengan soal yang satu ini, menurutnya sangat susah. Alvares yang melihat Keisha yang terlihat susah menjawabkan soal, cowok itu pun membantu mengajarinya.
"Ouhh gitu" Sahut Keisha sambil mengangguk paham. Melihat ke arah buku yang dimana Alvares mencoret-mencoret buku tulis itu untuk mencari bagaimana cara dapat menyelesaikan soal matematika yang susah satu ini.
"Keisha paham! ada yang susah lagi gak" Tanyak Alvares menaikkan alisnya.
Keisha mengeleng kepalanya pelan. "Enggak ada lagi kok cuman ini aja Keisha gak paham sayang." Tawa Keisha pun pecah saat menyebut Alvares sayang. Alvares pun mengeleng kepalanya pelan melihat Keisha yang sedang tertawa.
Cewek itu menyeruput air jus yang dia pesan. Ia menatap Alvares yang sedang memeriksa soal yang ia kerjakan tadi. Otaknya merasa mendidih di air panas mengerjakan matematika yang sungguh sangat menguras otak. Herannya lagi pacarnya yang sangat tampan ini mampu dapat nilai sempurna di ulangan matematika. Bahkan ulangan matematikanya juga mendadak, cowok tu pun sebenarnya juga sama halnya dengan Keisha yang tidak tau kalau ada ulangan matematika disekolah.
Alvares pun selesai memeriksa soal yang di kerjakan Keisha. Ia pun mengasih buku tulis itu ke Keisha. Dengan segeranya cewek itu menerima bukunya. Kemudian ia pun membuka buku tulisnya itu dan melihat berapa nilai yang ia dapat.
"Delapan puluh" Gumam Keisha sembari menyeruput jusnya. Matanya pun mencari soal mana yang ia jawab salah. Matanya pun berhenti melihat soal yang ia jawab salah. Alvares pun menjelaskan kembali soal yang Keisha jawab yang salah.
senyuman canggung terukir di bibir Keisha. Lupanya ia tadi ada keliru saat menjawabnya dan Alhasil jawabannya jadi salah.
Cowok itu menghela nafas panjang. "Gpp kok namanya keliru sedikit, lagipun sayang udah bagus kok belajarnya dah mulai meningkat" Ujar Alvares seraya tersenyum hangat. Cowok itu sekarang terlihat berubah dari pada sebelumnya. Yang dulu cuek, dingin, sekarang menjadi harmonis pada pasangannya. Itupun sikapnya hanya dengan Keisha doang tidak dengan orang lain.
Setelah itu mereka pun makan-makan dulu sebelum memutuskan untuk pulang. Banyak cewek-cewek di cafe tersebut curi-curi pandang ke Alvares yang begitu sangat tampan. Apalagi saat cowok itu tersenyum, duuh bikin mereka disitu semua pada meleleh melihat senyum manis cowok itu. Sayangnya cowok itu sudah punya pacar, yang sedang duduk didepan cowok itu. Tapi kalau di liat-liat mereka sangat serasi sih, yang cowok tampan dan ceweknya juga cantik
Akhirnya mereka pun selesai makan di cafe tersebut dan jalan berbarengan menuju ke kasir. "Biar aku bayar aja Alvares" Ucap Keisha yang tidak ingin makan yang ia makan tadi di bayar oleh Alvares. Kini mereka berada di depan kasir.
"Gpp biar aku aja." Sebagai cowok ia ingin membayar makanan pacarnya. Bukan cewek yang membayar makanannya. Tapi Keisha bukan tipe cewek yang langsung mau di bayar sama cowok. Ia ingin membayar makanannya tanpa di bayarin sama Alvares.
Tapi sudah telat cowok itu sudah membayar semua makanan yang mereka makan membuat Keisha jadi cemburut.
"Kamu marah" Tanyak Alvares menaikkan kedua Alisnya. Kini Alvares berada di atas motor sportnya, menatap ceweknya yang sedang cemberut.
"Enggak kok" Balas Keisha tanpa menatap ke Alvares. Membuat Alvares menghela nafas panjang melihatnya.
"Jangan digituin bibirnya ntar aku cium loh" Goda Alvares di telinga Keisha. Keisha yang mendengarnya menjadi salah tingkah langsung memukul lengan Alvares.
Cowok itu pun tertawa melihat Keisha jadi salah tingkah dengan ucapannya. Alvares pun memasangkan helm di kepala cewek cantiknya ini. Setelah semuanya siap cowok itu pun melajukan motornya memecah jalan raya yang lumayan padat.
Beberapa menit mereka pun sampai di rumah mewah Keisha. "Makasih ya" Ucap Keisha sambil tersenyum manis sembari mengembalikan helmnya.
"Sama-sama, kamu langsung tidur terus ya jangan begadang loh ntar sakit. Nantik kalau kamu sakit, aku gak ada yang siapa nemenin lagi kayak begini" Ujar cowok itu tersenyum di balik helm Full facenya.
"Enggak cari cewek lain?" Balas Keisha sambil menaikkan alisnya.
"Enggak akan, karena cuman kamu yang akan selalu di hatiku" Sahut Alvares dan langsung menyalakan motor sportnya meninggalkan tempat itu juga.
Keisha terpaku mendengar jawaban Alvares, membuat jantungnya berdetak kencang. Ia pun memengang pipi nya yang merah merona.
"Argh mama aku sayang banget sama dia".
...***...
Jalanan yang Alvares lewati terlihat sepi. Tiba-tiba terdengar suara deruman motor di belakang punggungnya, membuat Alvares menoleh seketika ke arah belakang dan mendapati segerombolan anggota Geng motor tengah mengejarnya.