
"Lo ikut nonton pertandingan basket gak vino?".
"Pertandingan basket?".
"Ck'itu loh pertandingan basket Alvares."
"Ouhh ikut ikut. Kenapa?."
"Gak ada cuman nanyak."
Keisha menanyakan kakaknya ikut nonton pertandingan basket Alvares karena, merasa kepo. Soalnya mereka itu kan sahabatan otomatis pasti vino akan ikut pertandingan basket Alvares. Atau sebaliknya vino mungkin gak ikut.
"Sha kamu ikut juga?". Tanyak vino menaikin alisnya sebelah.
"Enggak." Balas keisha sambil menyuapkan keripik di mulut nya.
"Kenapa gak ikut. Kan pertandingan basket itu anak sekolah Lo kan. Jadi Lo kenapa gak ikut nonton, Setidaknya Lo itu harus ikut gitu. Beri dukungan untuk pertandingan basket sekolah kalian semoga menang". Ucap mengebu-ngebu vino. Menatap adiknya di seberang sofa.
"Males aja." Balas Keisha dengan tatapan mata ke arah telivisi.
"Orang cewek-cewek di luar sana. Malahan mau banget ikut nonton pertandingan basket. Lah Lo males". Ujar Vino sambil menggeleng kepala nya. Bahkan para cewek sekolah nya vino akan ikut nonton pertandingan basket, Sekolah School teladan dan SMA harapan. Yang dimana ada Alvares dan Ryan. Apalagi Ryan terkenal main basket dengan ganasnya. Padahal yang bertanding bukan sekolah vino. Tetapi para cewek sekolah vino tidak mau membuang kesempatan menonton pertandingan basket yang banyak para cogan goodloking. Sekalian mereka cuci mata melihat para cogan. Terutama Alvares cowok dingin itu pasti akan sangat ganteng dan cool bermain basket.
"Cewek sekolah Lo, sama gue itu beda. Cewek sekolah Lo tu anak alay kalau gue enggak anak alay kayak sekolah lo". Ketus Keisha.
"Ck'bacot Lo. Daripada gue dengar ocehan Lo gajelas mending gue pergi ikut balap motor." Balas vino seraya bangkit dari sofa.
Keisha mencebik kesal." Yaudah pergi sana hus...hus." Usir keisha dengan sebelah tangan memperagakan gerakan mengusir. Tanpa melihat ke arah Vino. Keisha hanya sibuk memperhatikan televisi yang menayangkan film ulat larva. Vino pun pergi menuju pintu keluar rumah.
Setelah membuka pintu rumah. Terlihat dua orang gadis menatap vino dengan kagum. Dua orang gadis itu adalah neha, dan Dina.
"Kak ada Keisha." Tanyak neha yang duluan membuka suara.
"Ada didalam." Balas vino. Menatap dua gadis terlihat salting berada di dekat nya.
"Bisa tolongin panggilin gak, kak keisha nya." Titah neha.
"Masuk aja kalian kedalam. Btw kalian berdua mau kemana" Balas vino. Dua gadis di depan nya terlihat perpakaian rapi. Membuat vino merasa kepo mereka hendak pergi kemana.
Neha dan Dina saling memandang satu sama lain."Pergi nonton pertandingan basket." Balas kompak neha dan Dina dengan antusias. Pertandingan basket yakni akan di mulai sebentar lagi.
"Nonton pertandingan basket?. Pertandingan basket mana?". Seru vino heran sekaligus penasaran mencampur jadi satu.
"Ya! nonton pertandingan basket SMA high school teladan lawan SMA harapan." Balas dina.
"Kok dadakan?" Balas vino dengan tau wajah terkejut.
Neha saling dan Dina memandang. Kemudian mengeleng kepalanya."Gak dadakan kok kak. Pengumuman pertandingan basket nya aja di kasih tau Minggu kemarin." Jelas Dina. Sekarang ini aja sudah keminggu ketiga. Yakni Alvares sudah tiga Minggu cowok itu keluar dari rumah sakit.
Vino mengaguk kepalanya paham."Kalian mau manggil Keisha kan. masuk aja kedalam, dia lagi nonton televisi." Setelah mengatakan itu vino pergi ke garasi. Mengambil motor sport dan memutar kunci motor nya. Sekarang itu juga vino pergi dari karangan rumah.
Neha dan Dina menatap vino kini sudah menghilang dari karangan rumah. Mereka berdua pergi masuk kedalam rumah mewah Keisha. Sampai di ruang tamu terlihat Keisha santai menonton televisi sambil memakan keripik.
"Keisha." Mendengar suara memanggil namanya pandangan nya langsung berada dimana suara itu ada. Dua gadis berjalan pergi mengarah nya. Dengan senyuman mengembang di bibir mereka berdua yakni teman karibnya. Keisha mencebik kesal. Buat apa temanya datang kemari. Pasti mengajak dirinya untuk jalan jalan melihat cogan cogan. Sekarang ini dirinya merasa malas ajak jalan-jalan.
"Ada apa." Tanyak Keisha. Neha dan sudah berada di hadapan nya. Senyuman dua gadis itu makin mengembang. Bukannya terlihat cantik di matanya Keisha melainkan bergedik ngeri melihat senyuman mengembang neha dan dina.
"Ajak Lo nonton pertandingan basket lah." Balas dina dengan antusias.
"Nonton pertandingan basket anak sekolah kita." Timpal neha pandangan menunduk. Karena Keisha tiduran berada di sofa. Sedangkan mereka berdua berdiri.
"Masak Lo gak ikut sih." Kata Dina dan neha merasa Sedih dengan suatu terdengar rendah. Kalau salah satu di antara mereka gak ikut. Rasanya pasti ada yang kurang dan gak seru. Apalagi bertiga selalu pergi pergi kemana harus bertiga. Makanya misalnya, dari kita gak ikut pasti rasanya hampa dan kurang seru.
Keisha mendongak menatap neha dan Dina bergantian."Kenapa gak kalian berdua aja pergi." Ucapnya enteng.
"Gak seru tau kalau gak ada ke."
"Iya tuhh."
"Masak Lo gak ikut nonton pertandingan basket sekolah kita. Ada Alvares Lo sebagai kaptennya." Dina membayangkan betapa ganteng nya Alvares bermain basket. Apalagi cowok itu jago dan lebih menantang nya lagi anak SMA harapan main nya kasar dan ganas. Apakah Anak sekolah SMA teladan akan kalah melawan SMA harapan. Itu tidak tau soalnya kita belum melihat siapa yang akan menang. Bahkan mereka berdua aja kini belum berada dimana pertandingan nya di mulai.
"Emang kenapa ada Alvares." Tanyak Keisha menatap dua temannya karibnya itu.
"Yahh seru aja. Apalagi Alvares ganteng, terus jago main basket. Kemudian jadi kapten basket. Asal Lo tau yah Keisha? Lawan anak SMA kita. Ngeri tau. kalau gue denger denger ya. Lawan anak SMA kita sudah beberapa kali berturut-turut, memenangkan pertandingan basket. Dan lagi mereka mainnya kasar dan ganas. Apalagi cowok ganteng bernama Ryan sebagai jadi kapten basket. Banyak cewek-cewek yang menyukai Ryan katanya gitu gue denger denger dari cewek cewek sekolah." Yah! Anak SMA harapan sudah berkali kali memenangkan pertandingan basket. Apalagi main mereka dengan cara kasar. Berarti bukan nya membuat SMA school teladan takut pada mereka. Yang ada mereka semakin semangat melawan SMA harapan. Bahkan mereka akan mencetak kemenangan sekaligus kekalahan bagi SMA harapan.
"Ganteng nya kek mana. Lo pernah lihat." Tanyak antusias neha. Merasa kepo dengan ketampanan yang bernama Ryan.
"Gue gak pernah liat." Membuat neha memutar bola matanya dengan jengah.
"Kok lu tau banyak tentang dia." Neha melempar pertanyaan lagi Dina.
"Kan dah gue bilang. Gue tau banyak tentang tu cowok dari anak anak cewek sekolah kita lah." Balas Ketus Dina.
"Yukk lah ikut Keisha. Bentar lagi pertandingan basket nya akan mulai loh"
Keisha yang tadi menyimak Perbicangan mereka berdua terlihat biasa biasa dan tanpa minat ingin ikut, tapi terbesit di hatinya ia merasa kepo seperti apa lawan Alvares. Apalagi Lawannya main nya kasar. sedangkan Alvares baru aja sembuh dari sakit sekaligus sadar koma. Jauh lubuk hati nya ia sangat khawatir dengan kondisi Alvares. Tapi mau gimana lagi dah berkali-kali di bilang cowok itu tetap kekeuh ingin mengikuti pertandingan basket sekolah.
"Enggak!. Gue bilang gak mau ikut." Balas Keisha dengan penuh penekanan.
******
"Gue kepo bet anj*r sama cowok namanya Ryan." Ucap tilana gak sabaran melihat wajah Ryan tampan bagaimana. Apakah melebihi Alvares atau tidak.
"Ganteng sih tu cowok, menurut aku." Balas Riri. Riri pernah melihat cowok bernama Ryan secara langsung tapi dirinya lupa dimana ia pernah bertemu dengan cowok itu.
Bella yang berada disitu tidak sabar ingin melihat Alvares Sekaligus lawan nya. Sampai ia datang lebih awal hanya ingin duduk paling depan. Bahkan Bianca juga gak ingin kalah juga dari Bella. Dirinya juga datang lebih awal sampai mereka duduk kursi pertama bersebelahan dengan Bella. Mereka berdua dari tadi melempar tatapan tidak suka dan sinis. Yang datang sudah ramai padahal pertandingan basket masih dikit lama lagi akan mulai. Dengan semangat 45 mereka tetap ingin datang lebih awal.
Tampilan gadis yang dua alay itu. Juga kak mau kalah juga makeup mereka terlalu tebal. Dan baju terlihat sangat seksi. Pihak panitia pertandingan basket sampai mengeluarkan mereka karena penampilan mereka tidak sewajarnya. Gak mau mau, mereka pun mengganti kan pakaian dengan sewajarnya. Setelah berdebat dengan satpam terlebih terdahulu sama satpam. Belum apa apa sudah menarik perhatian banyak orang.
Dan mereka bertemu dengan rival baru yang akan menjadi persaingan mereka. Dari cewek SMA harapan.
*****
"Lo yakin mau ikut." Tanyak Dino setelah mendarat kan bokong nya di kursi sampai Alvares sambil menepuk punggung cowok itu. Membuat Alvares meringis pelan karena sakit punggung nya di pukul oleh Dino. Sebab luka punggung nya belum sempurna sembuh dan luka nya belum kering.
...----------------...
...Tentunya nantik ada cerita novel baru saya....
Jangan lupa dukunganya
like
VOTE
LANJUT? JANGAN LUPA komen