DIE Or LIFE

DIE Or LIFE
DIEorLIFE SEASON 2 (REVISE)



“jelaskan dengan rinci” ucap Rey pada Alex yang sedang ada di podium ruang rapat itu, “pada tanggal 10 saya mengirim pasukan khusus dengan beberapa pedagang dengan tujuan misi mengantar pangan ke wilayah timur”


Brugh..


Salah seorang eksekutif nampak emosi mendengar itu karena berita saat pelabuhan transit menuju wilayah timur itu terpapar semua di blokade namun Alex tidak memberitahu pasal misi tersebut pada pemipin lainnya


“lancang sekali kau menjalankan sebuah misi tanpa ada konfirmasi dari kami, apa persiden tau soal ini?”


“aku sudah memberi surat resmi pada presiden, namun beliau tidak merespon maka aku menjalankan misi ini tanpa persetujuan” jelas Alex


Rey nampak menghela napas “ bagaimana kau bisa selancang ini? Aku sudah peringatkan dengan cara tidak meresponmu”


“namun seharusnya kau juga tegaskan melarangnya bukan hanya sekedar mengabaikan saja, anak ingusan ini terlalu berani” sahut eksekutif lain


“lanjutkan” sahut Rey


Alex menampilkan foto yang dikirim oleh pihak wilayah timur “ ini adalah pedagang  yang jatuh sakit saat hendak kembali dari misi” terpampang foto dan video di proyketor


“dia sudah terkena virus” sahut salah satu eksekutif


“kita belum mengetahui ia terpapar atau tidak maka –  “


“apa maksudmu Letnan jelas ia meraung seperti kroon, apa kau mau memasukan sebuah kroon kedalam ibu kota?”


“benar lalu bagaimana dengan para pedagang dan pasukan mu yang sudah sampaijangan – jangan mereka juga sudah terpapar”


Para eksekutif dan petinggi lainnya gaduh karena hal ini, Rey pun berdiri dan mengambil alih podium “dengarkan saya, untuk saat ini para pedagang dan pasukan yang sudah tiba sedang  menjalani proses pemeriksaan menyeluruh, jika ada yang terjangkit maka jelas ia akan diberi vaksin segera, untuk masalah pedagang yang sudah terinfeksi meski belum mengetahui itu virus k19 atau bukan masih dalam proses penelitian di wilayah timur saya akan mengirim tim peneliti untuk pergi kesana” jelas Rey


Salah satu dari eksekutif itu berdiri hendak meninggalkan kursinya ia menegaskan agar Rey segera menangani hal ini dan menyindir Alex untuk terbuka serta tidak bisa se-enaknya mengambil keputusan namun Alex berbeda pendapat ia menjawab pria itu “ jika aku diam dan mengikuti perintah kalian yang tentu akan melarang untuk mengirim pedagang ke wilayah timur maka akan banyak manusia tewas kelaparan disana”


“ benar kau benar, lalu setelah itu banyak juga yang tewas disini karena virus itu” timpal eksektuif itu


“kita punya vaksin” jawab Alex


“vaksin sekarang tidak sekuat saat tower vaksin tersebar karena stok sudah menipis dan sample untuk riset keakuratan dan pengembangan vaksin itu juga sudah mati”


“DIA MANUSIAA!!!” bentak Alex emosi mendengar eksekutif itu menyebut Lisa seakan ia hewan percobaan , semua melihat ke arah Alex


“tenang kan dirimu” tegur Rey


“kalian memang selalu seperti ini, mengaku diri kalian manusia mengkoar koarkan tentang kemanusiaan saat pemilihan pimpinan namun kenyataannya kalian tidak pernah memanusiakan manusia lain, jika satu kata terdengar meremehkan atau seakan menganggap Lisa hanya sebuah sample seperti binatang percobaan, maka kalian akan melihat tindakanku yang akan membuat kalian merasa ingin menyerah”


“LETNAN! Tidak sepantasnya kau seperti ini, aku tau kau tersinggung dengan ucapan tuan eksekutif namun jaga sikapmu” tegu Rey


Alex menegaskan akan segera menangani kasus ini dan pegi ke wilayah timur sembari pergi tanpa menggubris lagi


“kau angkat dia menjadi pemimpin kemiliteran lihat lah anak itu melunjak!”


“tenang tuan – tuan dia memang masih anak – anak emosinya masih gampang tersulut apalagi tadi kalian menyinggung sample itu, sample itu maksudku Lisa juga seorang pahlawan bukan”


“bereskan saja masalah ini” para eksekutif itu pergi dengan rasa marah dan kecewa


Tinggal Rey yang ada di podium sendiri dengan ekspresi dinginnya ia tengah memikirkan sesuatu  


“bagaimana hasil nya?” ucap rey yang nampak sedang berbicara dengan seseorang di earphone miliknya


***


Di rumah sakit Hanna sibuk mengatur agar pasien lain tidak mengetahui dan membuat mereka resah, pedagang dan anggota pasukan khusus diarahkan ke ruang isolasi mereka menjalani serangkaian proses pemeriksaan secara akurat dipimpin langsung oleh Hanna selaku direktur rumah sakit itu


Adam menghampirinya lalu tidak  menggubris Alex ia hanya menaburkan bunga dan mengirimkan doa untuk kakakknya, setelah selesai ia pun hendak berdiri selang beberapa langkah “kau mau minum kopi?” Adam menawarkan


“tidak perlu” suara serak Alex


“aku tidak marah padamu perihal anak buahku yang terjangkit, tidak perlu  menangis dan bercerita pada kakakku jangan ganggu dia” Adam sudah  mengetahui masalah pedagang yang terjangkit virus itu


“kau pikir aku ini lemah hanya karena masalah itu” ketus Alex lalu pergi


Hasil dari pemeriksaan akan keluar dalam dua hari, sementara itu pedagang dan anggota pasukan khusus total 5 orang itu akan dirawat dan diislolasi di rumah sakit, Lyta yang khawatir akan Hanna yang tidak pulang semalaman pun membawakan sarapan untuknya


Karena Lyta memiliki insting yang kuat dan pernah terlatih menjadi penyidik dibawah bimbingan Komandan ia merasakan atsmofer yang berbeda, “ aku mau bertemu dengan ibu Hanna” Lyta bicara dengan bagian resepsionis


“ maaf sudah ada janji?”


“saya keluarganya”


“maaf tapi saat ini beliau sedang tidak bisa diganggu”


Lyta mengangguk dan memastikan jika  perawat tadi tidak memperhatikannya untuk belok dan masuk kini Lyta sedang dalama mode menyelundup untuk bertemu dengan Hanna  dan berhasil sampai di ruangan Hanna namun Hanna tidak ada disana, “ya halo ada apa Ra?” Lyta mendapat telepon dari Rara


“aku harus pergi kesekolah, aku lupa memberitahumu jika hari ini belajar di luar kami akan belajar tentang alam”


“bagaimana ini, aku ada dirumah sakit”


“tidak apa – apa aku hanya memberitahu mu saja, aku bisa sendiri aku sudah besar”


“aiih kau ini, oh ambil roti di dapur aku baru memanggangnya untuk sarapan dan bawa juga untukmu bekal ya”


Lyta kembali mencari keberadaan Hanna ia menelusuri lorong dan menuju lab yang ada namun tidak bisa masuk ke dalam area lab biasanya orang di rumah sakit ini sudah tau Lyta sudah biasa masuk kesana karena ia juga pernah beberapa kali membantu Hanna dalam proses penyelidikan jika ada pasien yang terkena suatu penyakit yang diakibatkan oleh suatu hal maka Hanna meminta Lyta menyelidikinya itu lah kerja sampingan Lyta selain menjadi owner caffe pastry


Lalu Hanna tiba – tiba keluar dari salah satu ruang lab yang ada “ apa yang terjadi?” Lyta bertanya begitu Hanna keluar


“kau mengejutkan ku, sedang apa kau disini?”


“aku hanya mengantar sarapan, kau tidak pulang semalam, Ben pun sama”


Hanna mengambil tas bekal Lyta “makasih, aku sedang sibuk mungki Ben juga”


“ aku tau tapi kalian punya anak jangan abaikan dia” ketus Lyta


Hanna tersenyum ia tahu Lyta khawatir akan kondisinya karena tidak pulang dan juga khawatir dengan Rara namun Hanna tidak bisa bilang apa yang terjadi ini masih menjadi rahasia pemerintah karena tidak boleh sampai bocor ditakutkan akan membuat masyarakat panik, namun Lyta pintar membaca mimik wajah seseorang dan kondisi serta situasi


“aku tidak bisa mengatakannya” kata Hanna yang sudah menduga jika Lyta sedang mencurigai sesuatu


Lyta pun mengangguk, “apa Rara sudah menelponmu?”


“entahlah di lab tidak ada telepon”


Mereka menuju ruangan Hanna, “dia akan pergi ke alam dalam sesi belajar outdor katanya”


Hanna menghela napas ia merasa sudah menjadi ibu yang buruk karena tidak bisa memberikan perhatian lebih pada Rara, “sudahlah ada aku lagipula Rara mengerti kok” Lyta merangkul Hanna memberi semangat


Lyta merogoh tasnya ia mencari sesuatu namun tidak ada “dimana ya” gumamnya lalu ia nampak mengingat dimana menaruh nya