
Lyta yang sedang termenung menatap langit kamarnya tengah mencerna semua yang telah ia alami mulai dari bertemu dengan Lisa sahabatnya sampai harus kehilangan Liam temannya yang selalu melindunginya saat kami dikirim menjadi surviver. Semenjak kami sampai di kota markas milik I.V.V ini Lyta sudah memisahkan diri tanpa sepengatahuan yang lainya, ia merasa kecewa pada Alex, Lisa dan yang lain karena membiarkan Liam mati begitu saja dilahap oleh Kroon saat di padang rumput 4 hari yang lalu. Ia sudah tidak peduli lagi dengan kondisi yang lainnya, tapi setelah tiga hari berlalu ia merasa ada yang aneh kenapa Lisa tidak mencarinya dan juga kemana Arya dan Alex,
Lyta bangun dan terduduk di tempat tidurnya “ini aneh, aku memang tidak berharap mereka datang mencariku tapi kota ini tidak seluas kota pada umunya seharusnya kami bisa saja berpapasan secara tidak sengaja dimanapun. Tapi semenjak aku memisahkan diri kenapa mereka tidak pernah terlihat di sekitar kota” gumamnya, Lyta melihat jam “ini baru jam 10 malam” ia merasa sesak dengan semua pikiran yang ada di kepalanya khawatir, kecewa, marah semua bercampur di kepalanya
Lyta pergi mencari udara agar perasaannya bisa lebih tenang, ia masuk ke sebuah Toserba atau toko serba ada dekat apartemennya “ selamat datang di market place I.V.V, gunakan kartu identitas anda untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya, terimakasih” terdengar suara sambutan dari speakers di sana kartu identitas disini bisa digunakan untuk apa saja kota ini menggunakan tunai hanya untuk kegiatan tertentu selebihnya menggunakan kartu identitas diri, saat sedang memilih makanan di rak makan yang ada di sana semua pengunjung teralihkan dengan berita di tv yang disediakan Toserba tepat diatas sisi kanan dan kiri mereka terlihat segerombolan pemberontak yang sedang menerobos masuk gerbang utama, mereka tidak hanya menghancurkan tapi terlihat diberita mereka juga membawa serta para Kroon sebagai senjata penghancur mereka, terdengar suara tangis dari seorang anak pengunjung ia ketakutan melihat berita itu, serta mini market menjadi gaduh dengan mereka yang ketakutan segera berhamburan keluar mencari perlindungan diri
“ada apa ini” gumam Lyta yang masih menatap layar tv ‘AAAAAA’ teriak orang diluar Toserba itu ia tengah di serang oleh Kroon sialan itu kegaduhan semakin menjadi jadi “ tutup pintu masuk “ teriak penjaga Toserba
Marko yang memimpin pemberontakan itu mengarahkan para anak buahnya serta petarungnya untuk menyerang titik – tiitk penting di markas ini, ia pun melepas bebas Kroon peliharaannya untuk menyerang penduduk setempat, Alif terkejut melihat ia melepas Kroon di kotak besar yang ia bawa sebelumnya Alif tidak tahu jika isi kotak kontainer ini adalah para Kroon “ Marko, kau gila apa yang kau lakukan dengan melepas monster itu” Alif menarik baju Marko, segera Marko melepaskan cengkraman Alif “HEII, jangan berani – berani kau menghalangi ku bocah” bentak Marko
“ KAAU”
“ sudahlah kita pergi sekarang” Kye mencoba menarik Alif yang tengah emosi dengan Marko
“ Kye kau ini kenapa hah, kenapa kau selalu membela dia? Apa kau berpihak pada si gila itu” emosi Alif
“ Alif dia punya tiket masuk ke pesawat I.V.V ke pulau pribadi yang dimana aman dari ancaman virus dan Kroon, apa kau tidak ingin ke sana?” bisik Kye
“ lalu kau akan meninggkalkan yang lainnya?”
“ yang lainnya? Distrik 4 maksudmu, heh untuk apa memikirkan mereka yang bahkan tidak peduli saat kita dilarang masuk kesini” Kye memalingkan wajah
“ mereka tidak sadar Kye, saat kita di cegah masuk kemari”
“ terserah, jika kau memang tidak mau ikut denganku dan lebih peduli pada mereka maka pergilah aku tidak peduli lagi denganmu lif” Kye pergi
“ ada apa dengan dia” gumam Alif lalu pergi mencari keberadaan Lisa dan yang lainnya.
Pintu masuk mini market telah di kunci oleh para penjaga mini market “semua menjauh dari pintu masuk dan kaca” peringatan itu terdengar di speakers
Kwwwrrrk
Kwwwwrkkk
Kroon itu menggedor gedor kaca dan pintu masuk yang juga terbuat dari kaca dengan kepala mereka juga badan mereka, pengunjung semakin ketakutan dengan apa yang terjadi di depan mereka salah satu pengunjung di samping Lyta adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak mereka, ayah dari anak itu bergumam “ tidak lagi, kenapa harus monster itu lagi bahkan sampai disini pun mereka masih ada” gumamnya, Lyta yang melihat mereka teringat perjuangan Lisa yang sangat ingin bertemu dengan ayah dan ibunya “ ayah aku takut” anak nya memeluk erat pinggang ayahnya
Dengan celana panjang dan kaus abu di balut jaket Lyta mengeluarkan senapanya dari kantung jaketnya “ pintu itu tidak akan bertahan lama” gumamnya, ia selalu membawa senjata cadangannya kemanapun ia pergi dengan begitu Lyta selalu merasa aman,
“ dia seorang surviver” gumam ayah anak anak itu
Ia menghampiri Lyta “ apa kau seorang surviver” selidik nya “ ada apa?” singkat Lyta
“ tolong bawalah anak ku, selamatkan dia”
Lyta melihat anak perempuannya yang masih berumur sekitar 3 tahun, “ ben, apa kau yakin” kata istrinya “ dia seorang surviver hanna” sahut ben
“darimana kau tahu aku seorang surviver?” tanya Lyta
Ben menunjukan id pegawai miliknya “ aku yang mengurusi kalian dari awal dan mengetahui info kalian karena aku yang mengurus semua berkas dokumen dari 20 distrik yang ada” jelas Ben
KREEEK
Suara retakan kaca dan pintu masuk Toserba yang semakin membesar ‘AAAAA’ teriak panik para pengunjung yang berlarian menjauh dari pintu masuk dan kaca mereka semua berlari ke arah pintu darurat yang berada di belakang gedung itu,
KREEEK,KREEK
TRAAANG
Sebagian kaca pecah dan beberapa Kroon itu berhasil masuk kedalam gedung Toserba, beberapa pengunjung sudah terinveksi dan tergeletak di lantai, mereka menyerang dengan ganas, Lyta sigap menembaki para Kroon itu dari jarak jauh “ kalian cepat pergi ke arah pintu darurat” Ben menyuruh istrinya
“ jangan, itu sangat berbahaya” Lyta melihat ke arah langit langit Toserba, gedung ini memiliki langit – langit yang terbuat dari jaring besi yang ukurannya lumayan bisa dmasuki oleh manusia dan ada celah disana cukup untuk manusia merangkak “ kita lewat atas”
“ cepat bantu aku” komando Lyta
Mereka berusaha menaiki rak makanan ini dengan menyingkirkan makan yang ada agar dapat dengan mudah menaikinya “ sepertinya ini tidak cukup tinggi” kata ben dengan terus menerus menjatuhkan makanan yang ada di rak. Semua pengunjung berlarian menabraki hanna dan anaknya, Hanna melihat sebuah kotak penyimpanan buah yang terbuat dari kayu “ sayang, pakai kotak ini” Hanna menyerahkan kotak itu
“ letakan disini” kata Lyta yang berada di atas rak bersama Ben
Kwwrrk
Satu Kroon terjatuh di depan Hanna dan anaknya “ AAA” teriak Hanna “ HANNA” Ben berusaha melempar kotak yang sudah mereka susun
Kroon itu ditembak tepat di kepalanya oleh Lyta dan tidak bergerak lagi “ jika kau melempar itu bagaiman kita naik” kata Lyta
“ maaf reflek” Ben membantu menaikan anaknya “ Rara naik duluan nanti papah susul”
Lyta mencoba membantu Hanna menaiki rak ‘BRUUG’ Hanna terjatuh karena raknya bergoyang, ada salah satu pengunjung menabraknya ia sedang diserang oleh Kroon tepat beberapa meter dari Hanna terjatuh ‘to-long a-aku’ katanya dengan suara berat karena lehernya digigit oleh Kroon itu,
“CEPAAAT” teriak Lyta pada Hanna yang berusah berdiri dan kembali menaiki rak “MAMAH” teriak Rara melihat ibunya susah payah menaiki rak, Hanna kembali menaiki rak dengan berpeganga pada tangan Lyta, Kroon yang sedang menyantap pengunjung itu melihat keberadaan Hanna ia segera berlari menghamipiri Hanna yang tengah menaiki rak
“ HANNAAA” teriak Ben berusah membantu menarik tangan Hanna
“ mana senapanku” Lyta meraba jaketnya, senapannya terlempar hampir jatuh kebawah karena guncangan tadi, sekarang Kroon itu sudah memegangi kaki Hanna Lyta dengan cepat mengambil senapannya lalu
DUAAAR
Tepat sasaran, Lyta, Ben, Hanna, dan Rara berhasil naik ke atap Toserba. Mereka melihat orang – orang berlari ke arah pintu darurat dan benar saja disana justru tidak ada jalan keluar karena semua orang mebludak berbut ingin keluar gedung dan malah mempermudah Kroon menyantap mereka
“huuuft, pantas kalian dapat bertahan di medan yang sangat mengerikan itu, kalian benar – benar cerdas untuk menghidar dari monster itu” Ben memuji kecerdikan Lyta
“ kau pikir kami mau ada di medan sialan itu” sinis Lyta
“ ehm, sudahlah Ben, terimakasih kamu sudah menyelamatkan kami” sahut Hanna
“ sebaiknya kalian berhati hati dalam merangkak jaring besi ini cupu lebar jika salah atau licin kalian bisa terjatuh kebawah” saran Lyta
Mereka merangkak secara perlahan menuju pintu masuk Toserba “ sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa markas ini bisa di masuki Kroon sedangkan saat aku melintasi perbatasan saja sudah ada pagar besi disana” kata Lyta
“ entahah, terkahir yang kudengar para petinggi sedang merisaukan masalah pemberontak diluar kota markas ini tapi mereka lebih memilih mengabaikannya” jawab Ben
“pemberontak” gumam Lyta
Mereka sampai di sebuah tembok “ Ben kau dobrak tembok ini” kata Lyta
“ apa, memangnya bisa tembok ini di dobrak?” tanya Ben
“ ini hanya papan nama Toeserbanya jadi tidak akan sekeras tembok biasa” jawab Lyta
Ben pun mencoba mencari posisi yang benar ia duduk dengan berpegangan di jaring besi dan kakinya mencoba mendobrak tembok nama Toko ini, “ kaka , kau seharusnya memangil ayahku paman bukan” sahut Rara “kenapa begitu” jawab Lyta
“ dia lebih tua darimu” kata Rara
“ aku sudah lupa rasanya memiliki keluarga begitu juga dengan cara memanggil mereka dengan sebutan apa” ketus Lyta
Hanna memandang sendu Lyta ia merasa kasihan pada Lyta yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang orang tuanya “kenapa kau melihatku begitu” kata Lyta pada Hanna
“ tidak, kau anak yang kuat” senyum hangat Hanna
BRUUAK
Tembok itu hancur dan terlihat suasan jalan diluar sangat kacau akibat penyerangan Kroon itu, Ben pun meloncat terlebih dahulu “berikan Rara” kata Ben dari bawah, Rara pun loncat dan ditangkap oleh Ben, lumayan tinggi sebenarnya tapi apa boleh buat “ Lyta kau loncatlah” Hanna menawarkan “duluan saja” kata Lyta, Hanna pun Loncat terlebih dahulu lalu di tangkap oleh Ben “ kau berat sekali sayang” kata Ben yang menangkan Hanna “issh kau ini” Hanna menepuk bahu Ben
Lyta termenung melihat kehangatan mereka “ Lytaa, kau mau turun tidak” teriak Ben, Lyta pun loncat yang juga di tangkap oleh Ben
“ kalian pergi saja ke tempat evakuasi sekitar kota” kata Lyta yang hendak pergi
“ tunggu , aku punya tiket untuk menuju pulau I.V.V dengan kapal itu. Kau ikutlah dengan kami” Ben menawari
“iya kau ikut saja dengan kami” sahut Hanna
Lyta terdiam sejenak kembali melihat jalanan yang kacau balau mengingatkan nya dengan perjalanan mencari kartu bersama distrik 4,
“tunggu dulu, Lisa dia pasti sedang berada di gedung I.V.V , jangan – jangan dia sudah “
Lyta baru teringat Lisa seorang imunity human, ia lupa jika Lisa ketahuan pasti sudah menjadi bahan percobaan I.V.V karena melihat Kroon tadi,
“ kalian pergi saja, aku harus pergi” kata Lyta segera bergegas berlari menuju gedung I.V.V
Lyta mencari letak gedung lewat jalur bus yang ada di papan halte, jaraknya lumayan dekat dari sini