
Pengintaian dimulai oleh Lyta sejak pagi buta ia menyelundup ke gedung untuk mengetahui letak Lisa dan Luna berada serta sistem keamanan disana agar mudah masuk saat rencana di mainkan, Alex juga tak kalah sibuk ia berusaha mencari tahu informasi teman – temannya yang lain guna memberitahu mereka rencana ini, namun ia belum mengetahui jika mereka dalam kondisi yang sangat berat
Di ruang isolasi kamar Lisa dan Luna tergabung menjadi satu hanya dibatasi oleh kaca, pengambilan sel dilakukan pada Luna terlebih dahulu karena kondisi fisik nya yang lemah para tim medis khawatir jika kehilangan Luna sebelum pengambilan sel itu berhasil jadi diputuskan untuk Luna yang diambil lebih dulu, saat aku baru tersadar dan melihat kearah Luna ia sedang di kepung oleh lebih dari 10 orang tenaga medis, aku melihat tubuhnya yang pucat pasih dan sempat mengalami kejang, aku terperanjat bangun dengan kepala yang masih sakit “ Luna, apa yang kalian lakukan padanyaa!!” teriakku dengan menggedor-gedor kaca pembatas antara aku dan Luna.
Melihat diriku yang memberontak dan terus mengetuk kaca salah satu dari orang yang ada di ruangan Luna seperti menyuruh yang lainnya untuk menanganiku agar tidak mengganggu mereka, tiga orang yang menghampiriku, “ mau apa kalian” kataku galak
“ tenanglah, jangan melukai dirimu sendiri” kata tim medis itu
Lalu mereka menangkapku dengan paksa menggotongku ke atas tempat tidur dan menyuntikan obat bius padaku “LEPASKAAAAN, DASAR KALIAN HANYA PESURUH YANG TAK TAHU RASA KEMANUSIAAN” teriak ku mengamuk, lama kelamaan tubuhku terasa semakin lemah mataku semakin berat dan akhirnya akupun kalah oleh obat bius itu
Alif sedang menjalani pemeriksaan agar Dokter dapat segera mengambil tindakan penyedotan racun besok walau sudah disedot keluar kemungkinan efek atau kecacatan akan terjadi pada Alif, itu yang disampaikan pada Rey
BRAAAK
Rey menggebrak meja “ kau tidak mengatakan hal itu padaku tadi” suaranya Rey terdengar marah
“ maaf tuan, aku baru mengecek keseluruhan pemeriksaan yang dilakukan hari ini dan ada kemungkinan itu terlihat tuan”
“ cacat?, apa dia akan lumpuh?, atau APA!!” bentak Rey
“ untuk kecacatannya kami belum tahu pasti akan terjadi dimana, itu akan terlihat jika proses penyedotan dan pemulihan dijalani pasien” jelas Dokter
Rey nampak memalingkan wajah ia marah karena mengetahui penerus keluarganya akan mempunyai kekurangan fisik “ buat dia sadar saja dulu, untuk kecacatannya akan ku tangani untuk memperbaiki nya”
“ sekarang pengambilan sel itu bukan?, jadi bagaimana hasilnya?” tanya Rey
“ benar, sample mengalami trauma saat pengambilan tubuhnya sempat kejang –kejang , sepertinya dia akan mengalami masa kritis”
Rey pun meminta Dokter agar menghubungi Letnan untuk bertemu dengannya di ruang itu, setelah 1 jam berlalu Letnan pun datang “maaf kau harus menunggu lama” sapa Letnan
“ apa kau sesibuk itu hingga aku harus menunggu diruang pengawasan pasien selama 1 jam?” ketus Rey
“ jujur aku yang menjalankan proyek ini, dan kau menyumbang sangat besar jadi aku sedikit sibuk karena harus mensukseskan rencana kita bukan”
Letnan pun melihat ke luar jendela terlihat Alif yang terbaring lemah “ anakmu yang selama ini menghilang ternyata seorang surviver”
“ kenapa kau bertanya padaku, seharusnya kau yang lebih tahu jika dia ada di camp dan kau jebloskan ke dalam permainan test mu itu. Atau kau sengaja mau membunuh anakku?”
“ hehehehe, kau ini berfikiran terlalu jauh, untuk apa aku membunuhnya kau kan selalu mendukung ku lagi pula anak zaman sekarang sulit untuk dibunuh ALOT” tegas Letnan
“ heh, itu hanya karena kemampuanmu saja yang kurang kompeten, anakmu juga bagaimana bisa menolong mereka?” tanya Rey
“ dia dari dulu selalu menentangku tidak pernah sejalan denganku juga kakaknya”
Rey pun langsung ke point yang ia ingin ketahui “ langsung saja, kudengar sample sedang dalam masa kritis lalu sample yang satunya apakah akan bernasib sama?”
“ kedua sample memiliki ketahanan fisik dan organ yang berbeda sample yang sedang kritis baru berumur 16 tahun, mungkin karena belum cukup matang perkembangan tubuhnya sehingga tubuhnya mengalami trauma dan pendarahan hingga ia kritis” jelas Letnan
“ yang satunya?” tanya Rey
Letnan menoleh “ tunggu, kenapa kau mempertanyakan dan sangat peduli dengan kondisi mereka?, bukankah hanya sel nya saja yang kita butuhkan, jika masalah mereka mati atau hidup itu tergantung nasib mereka
“ jawab saja” singkat Rey
“ sample yang satunya sedang dalam proses pemeriksaan keseluruhan untuk diambil sel nya besok, dan dari pengambilan sebelumnya di markas I.V.V , kondisi nya memang sempat mengalami kritis namun dari informasi Komandan ia bisa melewati masa kritisnya hingga tahap kedua dan dari situ fisik serta daya imunnya meningkat”
“ Komandan, bukankah dia membelot?”
“ tadinya, tapi kau tahu siapa aku bukan tuan Prakarsa?, dia tidak akan bisa menolak tawaran menggiurkan dariku” senyum liciknya
“ heh, terserah saja, tolong kirimkan data sample yang akan menjalani pengambilan sel itu”
Letnan yang baru saja membuka mulut dan akan menanyakan alasannya terhenti sebelum sempat bicara karena Rey sudah menduga jika dia akan menanyakan hal itu, maka dari itu Rey menyuruhnya untuk tidak banyak tanya dan lakukan saja permintaanya
Alex yang terus menelusuri segala kemungkinan pasca penangkapan mereka telah menemukan sebuah petunjuk jika Arya dan Ben masih hidup namun masalahnya ia tidak tahu dimana mereka sekarang padahal denah dokumen itu sangatlah penting semoga saja Komandan tidak berbohong lagi kali ini, dokumen itu ada pada Arya jika itu jatuh ketangan musuh maka Alex tidak tahu lagi harus melakukan apa
Lyta yang berhasil menemukan ruangan Lisa dan Luna pun hanya dapat mengawasi dan melihat dari jauh ia tidak dapat menahan air matanya
melihat Lisa yang sedang terduduk dengan tatapan kosong sedangkan Luna tak terlihat karena terhalang oleh Lisa “ tunggu aku Lisa, aku tidak akan membiarkanmu disakiti oleh mereka” gumamnya dengan nada penuh tekad, terlintas kenangan bersamanya, mereka sering menghabiskan waktu bersama semasa sekolah menengah atas dulu, kami sering tertawa bahkan menangis bersama. Saat Lyta hendak kembali dan mengabari Alex ia melewati sebuah ruang rawat tak jauh dari tempat Lisa hanya beberapa langkah ruangan itu dari ruangan Lisa dan Luna lantas refleks ia melihat ke arah kaca ruangan itu betapa terkejutnya Lyta hingga langkahnya terhenti dan mendekati kaca itu “ Alif, bagaimana bisa” gumamnya
Lalu ia melihat Letnan dengan seseorang yang membelakangi Letnan “ siapa pria itu?” gumamnya, karena takut Letnan menyadari kehadirannya Lyta bergegas berbalik lalu pergi dari sana, ia segera menghubungi Alex melalui earphone mereka “ masuk Alex” kata Lyta yang sudah menaiki taxi
“ yah ada apa?”
“ kerumah Hanna sekarang, aku menemukan Lisa” kata Lyta
Di rumah Lyta sudah mondar – mandri menunggu Alex yang belum juga datang “kemana dia” gumamnya, Hanna hanya bisa menenangkan Lyta dan menyiapkan mereka makan malam “ Lyta, ada apa?” Alex akhirnya datang juga
Mereka pun duduk membahas apa yang diketahui oleh Lyta “ dia ada di ruang rawat khusus yang ada di gedung, berbeda jalur seperti di markas yang ini lebih banyak cctv dan perlu menggunakan kartu untuk membuka setiap jalur pintu yang ada di dalam
“ lalu bagaimana kau mendapatkan kartunya?” tanya Alex
“ saat aku disuruh menyelidiki Komandan membuatkan ID yang sudah ia rekayasa, untukmu kita ambil saja dari salah satu staf yang ada disana” saran Lyta
“ bagiamana caranya, mungkin kita bisa saja merebutnya dan membuatnya pingsan tapi setelah itu ia pasti akan melaporkan apa yang terjadi”
“ bunuh saja” datar Lyta
Mendengar saran ekstrem itu Hanna melotot kearah Lyta terkejut begitu juga dengan Alex “Lyta, kau bilang apa?” kata Hanna
“ mereka sudah membunuh banyak orang diusia dini dan remaja jadi membunuh satu dari mereka bahkan belum cukup bukan” sinis Lyta
Hanna tertunduk lalu kembali menatap Lyta ia tahu rasa sedih dan kehancuran dihatinya, Hanna takut Lyta menjadi orang lain dan ia berubah menjadi jahat “ sayang, ini bukan Lyta yang kukenal jangan ubah siapa dirimu hanya untuk membalas dendam Lyta. Kau sudah kuanggap sebagai putriku sendiri aku tidak mau melihatmu menjadi orang yang terjebak dijalan yang salah” Hanna menitihkan air matanya
“ dengar Lyta itu mungkin efektif namun apa bedanya kita dengan mereka jika seperti itu, bahkan yang kita bunuh tidak tahu apa – apa mereka juga di bodohi” sahut Alex
“ lalu kau punya cara apa?”
“ aku akan memikirkan itu, lalu apakah Lisa dan Luna baik – baik saja?” tanya Alex
“ Lisa sepertinya belum menjalani pengambilan sel itu karena ia terlihat masih bisa duduk dan termenung kalo Luna aku tidak tahu” jelas Lyta
“ gadis malang ia pasti sedang memikirkan nasibnya” sahut Hanna
Alex hanya menatap lantai mendengar itu ia membayangkan betapa ketakutan dan frustasinya Lisa juga Luna
“ Alex ada satu hal penting lagi, setahuku teman – teman kita sudah terbunuh bukan, tapi aku melihat Alif terbaring disana tidak jauh dari tempat Lisa berada, tubuhnya di penuhi oleh selang dan alat bantu pernafasan entah apa yang terjadi padanya lalu aku juga melihat ada Letnan dan seorang pria tapi sayangnya pria itu sedang menghadap arah yang berlawanan dari ku jadi wajahnya aku tidak tahu” jelas Lyta
“ benarkah!!, dia masih hidup, tapi seharusnya dia sudah dihabisi, jika pun dia selamat kenapa dia bisa ada di sana, karena setahuku hanya orang – orang penting seperti pejabat dan petinggi I.V.V. Tidak sembarang orang ada di ruangan khusus seperti itu” kata Alex
Hanna terlihat murung ia menghela nafas dalam menyadari itu Lyta pun bertanya soal Ben pada Alex “ lalu bagaimana penyelidikanmu tentang Arya dan Ben?”
“ hem, kemungkinan mereka masih hidup sepertinya Letnan tidak benar – benar membunuh mereka” kata Alex
“ tapi jika dia melakukan itu pasti ada yang masih dia butuhkan dari mereka” sahut Hanna
“ benar, aku juga menduga hal yang sama” kata Alex, lalu ia nampak seperti memikirkan sesuatu , “tapi aku ragu jika mereka tahu soal dokumen itu” baitn Alex
Malam itu mereka putuskan untuk melanjutkan penyelidikan agar mendapatkan petunjuk yang rampung, Rey mendapatkan telepon dari Dokter yang menangani Alif jika Dokter akan malakukan penyedotan malam ini karena Rey yang meminta untuk mempercepat proses tersebut agar Alif cepat pulih karena setelah penyebaran gas vaksin itu Alif akan segera diangkat menjadi penerus keluarga Prakarsa, “jika ada perkembangan kabari aku” Rey menutup telponnya.
Setelah mengabari wali pasien Dokter pun segera memerintahkan perawat dan asistennya untuk membantu melakukan operasi penyedotan itu, operasi dimulai pukul 21.00, mereka segera memasukan selang terus kedalam tubuh Alif terlihat cairan ungu tersedot dari tubuhnya lalu mereka mengganti alatnya menggunakan selang yang lebih kecil ruang operasi dipenuhi setidaknya lima orang tnaga medis termasuk Dokter dan asistennya, selang itu masuk ke pembuluh besar dan setelahnya ke paru – paru dan beberapa organ yang terinfeksi racun itu, setelah selesai menyedot semua racun itu pendeteksi jantung pun menunjukan intensitas penurunan drastis kondisinya drop,
“ gawat, perawat siapkan pengejut jantung” kata Dokter
Mereka mulai melepaskan alat yang tertempel di dada Alif lalu mengejutkan jantungnya, satu kali kejutan pendeteksi masih menunjukan garis lurus, kejutan kedua garis itu sedikit bergelombang namun kembali lurus, kejutan ketiga gelombang garis pada pendeteksi kembali normal
Dokter menghela nafas panjang “ hampir saja, jika dia mati selanjutnya aku yang mati” gumam Dokter
“ menangani pasien VIP memang merepotkan ya Dok, nyawa taruhannya” sahut salah satu perawat
Mereka pun merasa lega karena operasi bisa dikatakan sukses walau pasien sempat kehilangan detak jantungnya
operasi selesai pukul 2.00 pagi, Alif pun dikembalikan keruang rawatnya kini kabel dan alat ditubuhnya berkurang hanya tinggal oksigen dan pendeteksi jantung didalamnya yang masih tertempel, di ruang isolasi Lisa yang terpaut dua kamar dari ruang rawat Alif , ia sedang berdiri melihat Luna yang terbaring di sebrang kamarnya melewati akca pembatas itu.
Banyak yang ia fikirkan dari keluarganya yang entah dimana padahal Komandan bilang mereka ada di pulau dan bahkan Rachel sempat memperlihatkan rekaman mereka yang sedang tertawa bersama meningat itu Lisa sudah tidak bisa menangis lagi, air matanya sudah kering karena terlalu banyak menangis bahkan hingga kantung matanya terlihat memerah dengan wajah pucat pasihnya, Lisa juga memikirkan teman – temannya yang hilang padahal Alif sangat dekat denganya sekarang
Saat semua yang terjadi ia fikirkan terlintas ucapan Rachel saat di markas yang memberi saran untuk nya agar memilih pilihan yang tepat yaitu MATI atau HIDUP , Lisa sudah memutuskan pilihan mana yang ia akan lakukan.
Beep, Beep
suara alat deketksi jantung, Alif yang baru saja menjalan operasi masih tertidur kini mukanya tidak terlalu pucat seperti sebelumnya walau masih belum kelihatan seperti orang sehat seutuhnya. Dokter pun sudah mengabari jika operasi berjalan dengan lancar pada Rey
“ lalu kau sudah mengetahui kecacatannya?” tanya Rey
“ karena dia belum sadar kami belum tahu, jika sudah sadar akan kami lakukan pengecekan ulang seluruh tubuhnya saat masa pemulihan” jelas Dokter
“ baiklah” tutup Rey