
Dalam waktu 5 tahun Rey dan para petinggi lain sudah bisa membangun negara kesatuan I.V.V, walau masih berusaha untuk stabil karena perputaran keuangan tentu tidak selancar dulu saat masih banyak negara tersebar karena kini hanya ada I.V.V dan beberapa wilayah yang masih bertahan
Beberapa petinggi ingin memisahkan diri dan membantu wilayah yang tersisa namun Rey berhasil membujuk mereka dengan caranya hingga para petinggi itu tidak jadi keluar dari I.V.V walau tidak semua terbujuk karena sebagian memilih untuk mengembangkan wilayah diluar I.V.V
Kriing...
“ bicara!”
“hormat, Letnan ada kabar terbaru wilayah timur mengalami krisis karena kesulitan menjangkau pasar pangan” Lapor bawahan Alex
“bukankah penjualan pangan sudah tersebar, apa mungkin tidak sampai ke timur”
“ benar mereka menghentikan ekspor karena banyaknya Kroon yang ada di pelabuhan tempat transit sebelum sampai ke daerah timur”
“kenapa tiba- tiba” gumana Alex
“oke permasalahannya ialah pelabuhan itu jadi aku akan mencari tahu kenapa tiba – tiba kroon itu bisa muncul disana lalu siapkan pasukan khusus milikmu untuk pergi ke pelabuhan” komando Alex
“siap laksanakan”
Ia pun mencoba menghubungi Adam, Adam menjadi pengusaha dan distributor pangan terbesar didunia saat ini dengan modal yang diberikan Komandan karena rasa bersalahnya pada Lisa dulu ia sudah menghianati Lisa dan teman temannya. Adam yang saat itu menolak namun dibujuk oleh Alex karena ini bentuk permintaan maaf nya
Kini ia mampu mempekerjakan masyarakat yang ada walau uang masih belum ada karena kehancuran dunia saat itu sangat parah, saat ini barter menjadi cara utama lagi dalam perniagaan
Tok ... tok...
Seorang gadis remaja membukakan pintu ny
“yaa?”
“rara?”
“siapa kau?” rara terlihat berusaha mengingat
“aku..”
“aaah kau paman yang dipukuli oleh ka Lyta” lanjut Rara
Rara terlihat sedikit kembali menutup pintunya karena melihat banyak pengawal di belakang Letnan
“kenapa kau membawa begitu banyak pengawal?” tegur Alex pada ajudannya
“ ini untuk keamanan pak?”
“iiish, kau tunggu diluar dan usir para pengawal itu” tegas Alex
“ Rara dimana ibu mu?”
“dia di rumah sakit berusaha menyembuhkan orang disana”
Lalu Lyta terlihat keluar dari dapur “ kenapa kau tidak menyuruhnya masuk ra? Siapa tamu.” Lyta terdiam melihat Alex sudah cukup lama mereka tidak bertemu walau di dalam kota yang sama
“ masuklah” lanjut Lyta
Lyta menyuguhkan kue dan roti yang baru ia buat, ia sekarang membuka toko pastry dan susu
“ apa kabarmu lex, bagaimana Komandan?”
“dia baik walau sudah pensiun”
“ada perlu apa kau kemari?”
“kenapa kau sangat kaku, aku kesini untuk menyapa kalian”
Lyta tersenyum “ kau masih mau menyapaku? setelah Rara mengingatmu sebagai paman yang dipukuli oleh Lyta”
“oh makanlah roti ini buatanku”lanjut Lyta
“hahahaha, yah aku ingin segera pulang tadi tapi ada seseorang yang harus ku temui”Alex memakan roti itu
Rara hanya menyimak sambil memakan kue buatan Lyta dengan menatap Alex malu – malu
“Hanna dan Ben tidak ada kau sudah tau kan dimana mereka, yang satu sibuk dengan pasiennya yang satu sibuk dengan perkembangan teknologi nya”
“apa Adam tidak kemari?”
“adam?, diakan sibuk dengan usahanya banyak
sekali permintaan pangan dari berbagai wilayah”
“benar tapi aku tadi dari tempatnya namun dia tidak ada”
Lyta diam dan melihat pedang kayu yang masih terpajang di tempat yang sama saat kejadian saat ia memukuli Alex
“hm... kau tinggal dimana?” Rara tiba – tiba bertanya
“bolehkah aku mampir kerumahmu?”tanya Rara pada Alex
Lyta mencubit pipi Rara “ darimana kau belajar kata kata itu hah? Kenapa kau genit, ini bukan Rara yang kukenal”
Alex tertawa kecil dengan lesung pipi yang samar terlihat “ada apa nona kecil? Apa kau akan
mengunjungiku?”
“jika boleh”senyum Rara
“iiiih, tidak boleh!!, dia sudah ada yang punya”tegas Lyta
“benarkah” Rara murung
Alex dan Lyta tertawa melihat tingkah Rara “baiklah aku akan pamit” Alex berdiri
Lyta mengantarnya sampai pintu “ lex, coba cari dia disana” ujar Lyta
Alex terdiam sejenak “aah, baiklah” ia pergi menuju tempat yang selalu ia kunjungi seminggu sekali itu
Mobil berhenti di parkiran pemakaman tanpa dikawali oleh penjaganya dan hanya di temani ajudan Alex berjalan menyusuri makam, dan benar saja Adam sedang mencabuti rumput yang ada di makam kakaknya itu
Alex segera membantu, “kau? Apa mau mengunjunginya juga?” tanya Adam melihat Alex yang tiba – tiba datang
“aku baru akan mengunjunginya besok, tadi aku kerumah Lyta ternyata kau ada disini”
“ada apa?” singkat Adam
“apa kabar Lisa? Apa kau sedang melihat kami, lihatlah adikmu ini yang sangat dingin padaku”
Adam berdiri setelah selesai membersihkan kuburan “jangan bicara disini, kita ke pastry L saja” lalu ia pergi
Alex kembali menatap nisan Lisa “maaf ya aku ada urusan dulu, besok aku akan kesini lagi” lalu ia pun menyusul Adam setelah pamit pada Lisa
Mereka pergi ke cafe pastry L milik Lyta selama diperjalanan Alex sudah membahas tentang permasalahan wilayah timur pada Adam, kenapa Adam menghentikan pasokan pangannya pada wilayah timur.
Pelayan memberikan teh dan roti yang sama persis seperti buatan Lyta, “roti ini..” Alex tertawa kecil mengingat Lyta bilang itu roti buatannya “kurasa dia berbohong” gumam Alex
“siapa?apa?” tanya Adam
“Lyta ia memberiku jamuan roti ini di rumahnya tadi, dia bilang dia yang buat”
“memang ini buatan dia”
“benarkah?”
“pastry ini punya Lyta” Adam menyeruput teh
Alex mengangguk sembari mengunyah roti, “ aku memang menghentikannya karena membahayakan pegawaiku” lanjut Adam yang menjelaskan percakapan di perjalanan tadi
“ kenapa kau tidak memberitahuku? Aku bisa membantumu agar kau bisa menuju wilayah timur”
“ kau pikir aku mau membuang – buang tenaga dan orang - orang ku?”
Alex mengerutkan dahi “ maksudmu?”
“aku tahu jika kau akan memaksakan pedagangku untuk teteap menuju wilayah timur entah dengan cara pengawalan atau semacamnya, aku tidak mau ambil resiko apapun” adam berdiri ia hendak pergi dan mengakhiri pembicaraan
Alex menghela napas “ baiklah aku sudah mengirim pasukan khusus kesana, mereka akan mencari tahu kenapa tiba – tiba kroon itu berada di pelabuhan transit karena sebelumnya pelabuhan itu aktif kan untuk para pelaut, namun bisakah kau kirim sebagian saja pasokan panganmu karena mereka disana kelaparan dan barang barter mereka aka rusak jika terlalu lama”
“ tentu saja mereka barter dengan daging unta atau domba barang itu akan membusuk dalam waktu 5 hari atau seminggu jika hanya diberi sedikit pengawet alami, jika aku kirimkan orang apa akan sempat barang itu tidak busuk?”
Alex merasa Adam hanya mencari alasan untuk menolak “dengar, apa kau hanya memikirkan keuntunganmu?''
“aku ini pengusaha, lalu jika tidak untung untuka apa?”
“kakakmu akan kecewa melihat kau sedingin ini”
Ekspresi Adam berubah ia mengkerutkan dahi “jangan bawa – bawa dia, apa kau tidak bisa melakukan sesuatu tanpa membawa namanya?”
“ADAAAM!!” bentak Alex
Beberapa pengunjung terkejut dan melirik mereka
Alex berusaha menahan emosinya “dengar mereka kirisis dan kelaparan coba untuk –“
Belum selesai ia bicara Adam sudah meninggalkan Alex “perangainya memang tidak baik”gerutu Alex
Saat Alex memasuki mobil ia diberi sebuah pesan oleh ajudannya “pak, tuan Adam bilang ia akan mengirim pedagang dan pangan nya walau hanya sebagian”
Alex terdiam karena bingung dengan sikap adik dari wanita yang ia sayang itu, Adam bersikap sangat dingin namun ia memiliki hati yang hangat dan akhirnya mau membantu warga wilayah timur.