
“hei kau sedang apa, jangan sembarangan kita tidak tahu ada apa disini” Kye memberi peringatan kepada Lyta yang tengah menuju ruang bawa tanah rumah ini, “ kau ini hanya tampilan luar saja lelaki tapi nyalimu, aduh ” Lyta tersenyum sinis “kita hanya mencari lampu disini, untuk apa kau pergi ke ruangan bawah?”
“Ssst, apa kau mencium sesuatu?” Lyta mengendus
Mereka masuk lebih dalam
“ entahlah, aku tidak peduli”
“ lalu kenapa kau mengikuti kemari?” Lyta melirik sinis
Sesampainya mereka di dasar ruangan terdapat beberapa ranjang terjajar di dalamnya, lalu Lyta mendekati ranjang itu perlahan, ia membuka penutupnya perlahan “ haahp” Lyta tertahan karena terkejut dia hampir teriak tapi mencoba menahannya “ma- mayat”. Kye mengecek mayat itu satu persatu “ kau jangan sentuh apapun” Lyta memberi peringatan “ jasad mereka sudah tidak berupa tapi jelas mereka bukan mati karena Kroon” Kye mengabaikan Lyta
“ lantas kenapa mereka mati?” Lyta menutupi hidungnya
“ kemungkinan ini jasad para pemilik imun, dilihat dari punggung mereka banyak sekali luka suntikan yang dipaksakan oleh para ilmuan bodoh” jelas Kye
“ Lisa, bagaimana jika Lisa memasuki markas nanti” batin Lyta dengan mata berkaca kaca
Lyta pergi meninggalkan tempat itu di susul oleh Kye yang mengikutinya dari belakang,
“mereka kemana sih” gumamku yang terduduk di tangga rumah itu sembari menunggu Arya, Alif, dan yang lainnya entah kemana. Rachel sudah geram dengan sikap Alex yang begitu tulus kepadaku tanpa sepengetahuanku ia bersembunyi dekat pepohonan samping rumah itu dengan mengarahkan senapannya entah darimana dia mendapatkannya, ia siap menembaku “kau, aku tidak peduli walaupun kau memiliki imun, aku akan menyingkirkanmu hanya aku yang boleh menerima perasaan Alex dan hanya aku yang boleh ia khawatirkan” Rachel mengangkat senjatanya
“a-aah, aau huuft,, aku tidak mau berbaring disini terus” Alex yang mencoba menahan rasa sakit di lukanya melihat kearah jendela disampingnya yang pas mengarah ke posisi aku duduk “sedang apa dia disana sendirian” gumamnya, lalu Alex melihat ke arah pohon ia memperhatikan dan melihat disana ada Rachel yang siap menembaku
“ sial, apa yang dia lakukan? Ee-eaah hah hah,, luka ini terasa sakit sekali tapi aku harus menyelamatkan Lisa” Alex berdiri dan berjalan sekuat tenaga, “haah,,haaah,, LI- SA” Alex hampir sampai ke teras depan dengan kaki bergetar menahan sakit dan lemas karena kehilangan banyak darah saat tertembak, aku masih belum menyadarinya masih dengan posisiku hingga Alex berdiri di depanku “ hei sedang apa kau disini?” cemasku melihat wajah pucat Alex dengan penuh keringat dingin disana “kau kenapa disini sendirian?” napasnya tersengal dengan sedikit melirik ke arah pohon tempat Rcahel bersembunyi menyadari hal itu Rachel segera menurunkan senjatanya “Alex kenapa dia disitu, sial padahal sedikit lagi gadis lemah itu aku habisi” gerutunya
Bruug
tubuh Alex terduduk di rerumputan halaman rumah dekat tangga Lisa duduk “ALEEX, kau tidak apa – apa” cemasku mencoba menahan tubuhnya, Lyta dan Kye yang melihat itu segera berlari dari dalam rumah untuk membantu “Alex, ada apa ini Lisa?” tanya Lyta
“entahlah dia tiba – tiba ada di depanku lalu terjatuh” jelasku
Kye membantu membopong Alex “biar aku saja yang membawanya kedalam, kalian sebaiknya cepat cari Arya dan Alif mereka sudah terlalu lama pergi” kata Kye mencoba membopong Alex
“ tunggu, Lyta tolong jangan biarkan dia sendirian, itu sangat berbahaya” lirih Alex “baiklah, lebih baik sekarang kau istirahat”
Kye pergi membawa Alex ke dalam, saat aku dan Lyta baru saja akan menyusul Arya dan Alif mereka sudah terlihat berjalan pulang kemari,”itu mereka, wah seperti nya kita akan kenyang malam ini” Lyta nyengir melihat Arya membawa buah buahan dan satu ekor anak rusa
“ haai, kami membawa banyak makanan” senyum lebar Alif
“ kerja bagus, ternyata kalian pergi lama ada hasilnya juga” kataku
“kau pikir kami ngapain pergi lama – lama ini semua untuk kita makan malam sekarang” Arya cemberut
“hahahaha, iya iya gak usah manyun kaya gitu dong” aku tertawa melihat ekspresinya seperti itu
“benar kau ini kenapa Arya ?” Lyta akhirnya tertawa lepas lagi setelah kepergian Liam ia selalu terlihat murung
Rachel datang entah darimana “Alif sebaiknya kau segera nyalakan api untuk memasak” ia memberi perintah “ dan kau dan Lisa pergi bersihkan rusa dan buah buahan dengan air yang dibawa Alif” lanjutnya
“ bisakah kau membantu Lyta karena aku tidak bisa membersihkan rusa” kataku
“kenapa juga harus aku, itu tugas kalian” ketus Rachel
“ sudah sudah, biarkan itu tugas pria yang membersihkan rusa kalian bersihkan saja buah buahannya” lerai Alif
Rachel pergi ke dalam rumah, “Lisa kenapa sih kau menghalangiku, perempuan seperti itu harus diberi pelajaran sesekali” Lyta marah ,
“tenanglah Lyta dalam kondisi seperti ini marah hanya akan membuang tenaga dan membuat fikiran kita buntu, cobalah mengatur emosimu keluarkan disaat yang tepat saja okey, jika hanya untuk meladeni dia itu hanya membuang tenagamu saja “ kataku
“bagaimana mungkin Alex bisa memilihmu lagi Rachel, sikapmu sendiri sudah menunjukan siapa dirimu, andaikan bukan karena adikku aku tidak akan menerima tawaranmu untuk menyerahkan Lisa nanti” Arya bergumama dalam hati
Seperti biasa kami mulai membagi tugas dan memasak, hari sudah semakin gelap hanya nyala api unggun yang terlihat, kami berkumpul untuk makan malam begitu juga Alex karena kamarnya terlalu gelap dan ia merasa pengap akhirnya Alex memilih tidur di teras bersama kami , Alex tidur dengan posisi terduduk karena lukanya, ia sudah tertidur pulas sekarang. Aku baru saja mau mengecek kondisinya tapi Rachel datang dan tiba – tiba saja tidur dengan memeluk Alex jika saja Alex sadar mungkin dia sudah dibentaknya,
“ekhem, sabar” Alif tiba – tiba saja ada disebelahku
“ kau ini, mengagetkan saja” bisiku karena yang lain sudah mulai terlelap
“ Lisa jika saja Alex lebih memilih Rachel dibandingkan kau, lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya nya
“ lif bisa kau sedikit menjauh dari ku, rasanya tidak nyaman tidur dekat denganmu” kataku
“ jawab saja Lisa tidak usah merubah topik” datar Alif
“ sudah pernah ku bilang, aku tidak bisa memikirkan hal seperti itu mengetahui dia memiliki perasaan padaku saja rasanya sudah membuatku sulit bergerak sekarang, aku hanya ingin bertemu dengan keluargaku dan ingin ini semua segera berakhir” jelasku
“ cobalah dulu Lisa mungkin memang berat tapi justru pada saat seperti ini teman atau pasangan membuat kita lebih kuat dan mampu bertahan, kau bisa sampai sini karena keluargamu bukan” Alif membalikan badanya
“ benar juga, aku bisa sampai sejauh ini karena keluargaku” fikirku, kami tidur dengan saling membelakangi
Semua terlelap malam itu, ini pertama kali nya kami bisa tidur dengan begitu tenang karena Kroon sudah tidak ada disekitar kami jadi lebih santai untuk yang berjaga malam ini juga.
Namun Alex ternyata belum tertidur “ maksudmu apa hah, melakukan hal keji seperti tadi” membahas Rachel yang akan menembak Lisa diam – diam
“ kau tahu bukan kalau aku ini tidak suka menjadi yang kedua, kau miliku dan hanya aku yang dapat memilikimu” jawab Rachel dengan suara rendah
“ itu asumsimu, siapa kau bisa memaksaku hah,” Alex melepas pelukan Rachel dengan kasar
“ jika aku melihatmu melakukan hal yang membahayakannya, aku tidak akan segan membunuhmu” ancam Alex,
mendengar ancaman itu seperti petir di siang bolong menyambar badannya, Rachel menjadi lemas dan sesak terasa di dadanya ''bahkan kau juga mau membunuhku lex?” air matanya tak terbendung lagi
“ apa aku terlalu kasar, tapi apa yang dia lakukan memang sudah terlewat batas jika saja aku tidak memaksakan diri pergi melindungi Lisa mungkin sekarang Lisa sudah mati oleh nya” batin Alex
Alex pun tertidur dengan memalingkan wajahnya” menjauhlah dariku” kata nya, Rachel pergi ke sebelah Arya yang ternyata ia pun belum tertidur Arya mendengar semua percakapan Rachel dan Alex “kau sangat jahat lex, kenapa kau tidak bisa memaafkanku, aku sakit lex” gumamnya sembari menutup mata dan terisak menangis
“ kau terlalu memaksakan diri, aku tahu kau terluka tapi cara mu sangatlah salah hel” batin Arya yang berpura pura tertidur