DIE Or LIFE

DIE Or LIFE
episode 31 manusia picik dan egois



Semua tertidur karena kelelahan menyusun rencana untuk sampai ke pulau I.V.V Alif terbangun dari tidurnya ia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Mual, pusing dan tubuhnya terasa linu semua, Alif mencoba untuk berjalan perlahan dengan memegangi tembok rumah menuju halaman, ia tidak mau suara nya terdengar oleh kami yang sedang terlelap, Alif pergi kesamping rumah Ben ia memuntahkan isi perutnya padahal kami saja terakhir makan saat beristirahat di perbatasan markas ini


“hah-hah-hah, sebenarnya ada apa denganku seingatku aku belum pernah tergigit oleh Kroon itu” gumamnya yang menyekah peluh di dahi lalu ia teringat dengan tebasan pedang di lenganannya saat duel dengan petarung milik Marko “ sial, Marko pasti menaruh racun di pedang itu” gumamnya lagi


“uoeeeek,” suara itu terdengar oleh Lisa, mendengar suara aneh Lisa tersadar dari kritis tahap terakhirnya. Rasanya tubuhku sangat segar walau masih terasa lemas mungkin efek dari tertidur dan jatuh pingsan berkali – kali, aku pun perlahan berusaha bangun dari tidurku dan mendengar seseorang seperti sedang memuntahkan sesuatu lantas aku telusuri asal suara itu dengan perlahan berjalan memegangi tembok agar tidak jatuh perlahan aku mendekati sumber suara itu dan Alif keluar dari belakang samping rumah Ben membuatku terkejut hingga terjatuh


“ Lisa sedang apa kau disini?” tanya Alif membantuku berdiri


“ kau dengar tidak ada suara seperti orang yang sedang memuntahkan sesuatu?” selidiku


“ hah, mungkin itu Kroon kali” jawabnya dengan muka pucat pasih


“ lif kau baik – baik saja kan?”


“ aku baik, sudahlah ayo masuk disini bahaya” Alif mendorongku untuk masuk kedalam rumah


Didalam semua sedang panik karena tahu aku tidak ada di sana, Alan memarahiku “bisakah kau tidak menghilang seperti itu, kau membuatku dan yang lainnya panik Lisa”


“ hei, tenanglah dia kan bersamaku” sahut Alif yang kembali duduk di sofanya


Lyta melihat muka Alif yang pucat “ kau sakit?”


“ tidak, aku hanya butuh istirahat saja” sahut Alif menyandarkan kepalanya lalu memenjamkan mata


“ bagaimana kondisimu , apa yang kau rasakan?” Alan memastikan


“ sangat baik, aku merasa sehat seperti semula” senyumku


Luna menghampiri dan memeluku “ kaka berhasil melewatinya”


“ melewati apa?” tanyaku


“ sudahlah ayo segera bersiap untuk pergi ke perbatasan sekarang” sahut Ben


Alif berusaha mengontrol tubuhnya, kepalanya sekarang terasa berputar “ sial kenapa lagi ini, aku tidak bisa membuat mereka khawatir jika tahu kondisiku” batin Alif


Kami segera bersiap menuju perbatasan,keluar dari markas kota I.V.V dan melewati rumah rumah sebelumnya, sangat buruk sekali keadaan disini terlihat dampak perbuatan Marko hingga keluar markas banyak mayat di sekitar jalanan dan halaman rumah mereka tidak jauh berbeda dengan didalam markas kota I.V.V bahkan Luna hingga memeluk kakanya karena terkejut melihat mayat yang mati tertusuk pagar rumahnya sangat mengenaskan darahnya terus bercucuran mengalir ke jalanan, aku pun melihat darah mengalir itu Arya yang mengetahui kelemahanku berusaha mengahalangi pandanganku dengan tubuhnya ia menutup wajahku dengan memeluknya


“ harusnya kau biasakan mereka untuk melihat mayat – mayat itu” sahut Alif yang berjalan di sampingku


“ terutama Lisa, bukankah kau seorang surviver seharusnya hal itu sudah biasa untukmu” lanjutnya


“ yah, tapi tidak untuk seorang pasien Blood Phobia” jawab Arya


“blood Phobia? Setahuku kau hanya takut dengan ketinggian” kata Alif


“ maaf lif aku memang memiliki banyak kelemahan termasuk ini” jawabku


“ sepertinya kehidupanmu penuh dengan tragedi ya sampai kau banyak mengalami gangguan phobia itu” kata Alif


Alif yang memegangi lengannya merasakan lagi efek racun dari Marko, kini lukanya terasa panas dan kepalanya juga terasa sangat sakit ketika aku menengok kearahnya ia berpura – pura tidak merasakan apapun, sesampainya kami di gerbang perbatasan disana sudah ada mobil pickup tapi dipasangi besi seperti mobil jeep entahlah, mobil itu sepertinya mampu menampung jumlah kami, ''ini kuncinya ada beberapa senjata di dalam dan juga kotak medis, kalian bisa membuka gerbangnya dengan kartu ini” sahut pria yang keluar dari mobil itu dengan mengenakan seragam seperti anak buah I.V.V yang lantas memberikan kuncinya pada Ben


“ terimakasih” sahut Ben


“ siapa dia?” tanya Lyta pada Alan


“ dia mungkin orang suruhan komandan untuk membawa fasilitas yang akan kita perlukan” jawabn Alan


Pria itu pergi kearah markas kota I.V.V. semua segera memasuki kendaraan aku, ben, Arya dan Alif duduk di bagian belakang mobil pick up terbuka ini sedangkan Luna dan Alan di bangku kemudi kami pun memulai perjalanan dengan menuju hutan dimana medan permainan terakhir kami itu, Alif yang sangat pucat dan jelas kali ini dia tidak bisa menyembunyikan rasa sakitnya “ Alif kau sakit kan?” seldiku


Arya melirik kearah Alif begitu juga dengan Ben “ jujur saja kau tidak bisa menyembunyikan apapun karena itu bisa berdampak buruk untuk semuanya” desaku


Aku menarik lengannya dan ternyata ada luka tebasan pedang disana “ ini apa lif, sebelumnya luka ini tidak ada” desaku lagi


Alif memalingkan wajahnya “ aku bertarung dengan bawahannya Marko untuk mendapatkan informasi tentang Rachel karena saat pertama aku melihat nya ada yang aneh dan mengganjal dengan wanita itu, jika ia seorang kelinci percobaan lantas kenapa dia terlihat sangat santai saat kalian diserang oleh distriku juga saat melihat kau dan Liam terjebak oleh Kroon hanya pada saat Alex berlari menyelamatkanmu dia baru berteriak histeris, juga saat masuk kedalam markas ia memiliki koneksi yang kuat untuk menaha ku dan Kye agar tidak masuk kesana,”


“ lalu informasi apa yang kau ketahui tentang nya?” tanyaku


“ dia seorang peneliti dari lab milik I.V.V juga anak dari ketua pelaksana pembuatan vaksin yaitu Letnan Gerryldin, jadi tidak heran jika dia bisa seenaknya masuk dan mengontrol secara langsung para peserta tanpa takut terluka atau terbunuh di medan itu, juga masalah koneksi dia sendiri sudah memiliki jabatan yang cukup kuat untuk dapat mengontrol kalian ditambah lagi dengan ayahnya, dan kau pasti tahu Lisa Alex dan Rachel pasti pernah memiliki hubungan sebelumnya untuk itu kau tanyakan saja langsung pada Alex” jelas Alif


“ kenapa tidak kau saja yang menjelaskan?” tanyaku


“ aku tidak mau merusak hubungan orang”


“ aku dan Alex tidak punya hubungan apapun lagipula masa lalunya dulu tidak berpengaruh apapun untuku”


“ tapi kau mencintainya bukan” Alif melirik ku dengan senyuman jahilnya


Aku menatap Alif “ lagipula Alex sendiri yang mengatakan jika perasaan akan hanya membuatku bingung dan akhirnya menyerah pada situasi seperti ini” kataku yang mengutip perkaaan Alex saat dijembatan


Alif menatap padang rumput yang luas ini “yah, memang tapi karena situsi seperti ini jangan sampai kau menyesalinya di suatu hari nanti atau mungkin hari dimana kau menyatakan perasaanmu benar – benar tidak akan pernah datang”


“ begitu juga denganku” batin Alif


Perkataan Alif itu sebenarnya juga ditujukan untuk dirinya sendiri yang sudah menyukai Lisa sedari dulu namun kenyataan bahwa Lisa yang mencintai Arya maka ia harus merelakannya walau perasaanya masih sama sampai saat ini, yang lagi – lagi kini perasaannya terhalang oleh Alex yang sudah mengambil start lebih dulu dihati Lisa,


benar saja Alif sudah dalam kondisi lemah karena racunnya sudah menyebar di dalam tubuhnya “ uoeeeek” dia memuntahkan lagi isi perutnya


“ hei, ada apa denganmu” panik Ben


“ lif apa kau terin-,”kalimatnya Arya tepotong


“ TIDAK, kau tidak lihat tadi ada luka di lengannya itu luka tebasan bukan gigitan” kataku yang juga panik


TOK TOK, “ hei Alan berhenti kami butuh bantuan disini” teriak Arya


Alan pun menghentikan mobilnya ia segera beranjak turun dari mobil dan melihat Alif yang sangat pucat “ biar ku lihat”


“apakah semuanya baik- baik saja?” tanya Luna dari bangku depan yang hendak keluar melihat kondisi Alif


“ Luna diam disana jangan kemari” perintah Arya


Alan mengkonfirmasi jika racun itu bukan racun yang diambil dari Kroon jadi masih ada peluang untuk Alif walau racun itu masih belum diketahui jenis apa karena butuh diteliti lebih lanjut akhirnya Alan memberikan obat antibiotik, pereda mual dan nyeri untuk Alif


“ sebenarnya siapa Marko itu, kenapa dia melakukan ini” kataku dengan menatap sedih Alif yang terkapar


Saat kami sedang fokus pada Alif tiba – tiba Marko muncul dengan beberapa anak buahnya juga Kye ia menyandra Luna yang sedang duduk di bangku depan mobil dengan mengarahkan pistol di kepalanya “ kau mau tahu siapa aku?”


Semua menoleh terlihat Luna sudah dalam kondisi tidak berdaya karena Kye mengarahkan pistol kearah kepalanya sembari menyekapnya


“ sialan kau Marko” Arya mengarahkan senjatanya


“ tembak saja, tapi sebelum pelurumu sampai disini adikmu sudah tewas” ancam Marko


Arya mengatupkan rahang tanda kesal bukan main, aku turun dari mobil “ Lisa” cegah Alan namun aku tetap turun untuk berbicara dengan Marko“ kau ini mau apa hah?”


“ wah, wah wanita ini sangat tidak sabaran” Marko melangkah maju menghampiriku


“ aku mau dirimu” bisik Marko padaku


Melihat itu Alif yang tengah lemah pun beranjak loncat dari mobil “ HEI, keparat menjauh darinya”


“ cih kenapa orang lemah seperti kalian sangat sombong sekali” Marko meludah


Arya dan Ben juga Alan pun turut menghadapi Marko “ lebih baik kau tidak perlu banyak bergerak” kata Alan pada Alif


“ terserah saja” ketus Alan


Aku menatap tajam Marko “ kau mau aku? Apa ini perintah Rachel?” tanyaku


“ heh, wanita licik itu aku akan memanfaatkanmu untuk menghancurkannya” senyum jahat nya


Baju yang diberikan Ben untuku benar benar berguna sekali untuk menyembunyikan senjata agar tida di ketahui musuh bukan hanya aku tapi yang lainnya juga mengenakan baju ini, baju yang ringan dan sangat nyaman jika dibawa untuk berlari dan bertarung “kalau begitu lepaskan Luna”


“ LISAA!! Cepat kemari sekarang juga” bentak Alif


Aku menoleh dan menatap Arya ia mengangguk tanda mengerti apa yang aku isyaratkan padanya


“ oke, akan ku lepas jika kau melangkah mendekati anak buahku maka akan ku lepas gadis itu”


Aku masih menatap galak Marko dan berjalan kearah Luna “ lepaskan dia” kataku pada Kye, Marko mengangguk tanda perintah untuk melepaskan Luna saat Luna terlepas “ Lari Lunaa” teriaku dengan langsung memukul hidung Kye ia tersungkur kesakitan melihat itu anka buah Marko yang lainnya segera menyerangku tendanganku mendarat di salah satu muka mereka dibelakangku masih ada petarung Marko aku mencoba menyikutnya tapi ia berhasil mengelak dan menendangku hingga terjatuh


DUAAR


DUAAR


Arya dan Alif melepas tembakan mereka pada anak buah Marko dan Kye mereka saling baku tembak “ gawat sebentar lagi mereka akan datang” gumam Alan yang mencoba memperhatikan sekitar dan bersiaga jika ada Kroon yang datang


“ siapa lagi yang datang” sahut Ben


“ Kroon” singkat Alan


Ben menelan ludah mendengar jawaban Alan karena Marko dan anak buah nya saja sudah membuat kami repot ditambah lagi dengan Kroon


DUAAR


Penglihatan Alif kembali kabur dan lukanya terasa sakit kembali “ sial disaat seperti ini” tak disadari anak buah Marko yang menggunakakn pedang sudah siap menebas Alif dari samping “ Aliif” teriak Arya


“AAAARRRGGH” Ben Refleks menembak anak buah Marko tapi karena baru menggunakan senjata itu ia reflekas menembak tanpa henti “ Aaaa, matii kauu” teriaknya sembari terus menebaki tubuh anak buah Marko yang sudah tidak bernyawa dengan ekspresi lucu karena gemas dengan anak buah Marko yang menyebalkan “ hey sudah Ben dia sudah mati, kau hanya akan menghabiskan pelurumu” Alan yang melihat kelakuan Ben


Alif tersenyum geli melihat kelakuan Ben “thanks bro”


Aku mencoba merangkak menjauh tapi kakiu ditarik oleh petarung milik Marko tubuhnya lebih besar dari anak buah Marko yang lain sepertinya dia lebih mahir dari yang lain “lepaskan sialan” aku berbalik dan mengarahkan senapanku pada nya, ia melepaskan kakiku ini kesempatan untuk kabur tapi Marko menghalangi jalanku ia tersenyum licik “ mau kemana cantik”


“ MARKOOO MATI KAUU” teriak Alif yang siap melepaskan tembakannya


Tapi Kye datang dan melindungi Marko sembari mengarahkan senapannya kearah Alif, melihat kelakuan Kye Alif sangat geram dan tak mengerti apa yang ada di pikiran kakanya itu “ Kye minggir kau sekarang juga” kata Alif


“ menyerahlah serahkan Lisa kalian akan kami bebaskan lagi pula sebentar lagi Kroon akan datang karena mendengar keributan ini” jawab Kye


Alif melangkah mendekati Kye “ paduli apa kau hah, aku sudah tidak bisa mengenalimu lagi Kye, kau sudah menjadi manusia picik dan egois hanya untuk keselamatan dirimu saja yang kau pikirkan” ketus Alif


Marko mencengkram lenganku dan menarik ku mencoba membawaku, terlihat pisau kecil miliknya yang ia sembunyika dibelakang bajunya, ini kesempatan bagus aku segera memanfaatkan situasi dan mengambil pisau itu segera kutusukan pada Marko tapi Kye menghalangi dan akhirnya perut Kye tergores oleh pisau itu, aku berlari menajuh


“ semuanya naik ke mobil Kroon sudah mendekat” teriak Alan


Semua panik termasuk Marko dan anak buahnya mereka datang denga meletakan kendaraan jauh di samping Kiri kami mungkin niat Marko agar kami tidak mengetahui kedatangannya “ bawa Kye cepat pergi ke mobil” komando Marko


Arya segera memasukan Luna ke bangku depan Mobil “ Alan cepat lah” teriak Arya “Luna pasang sabuknya jangan panik tutup matamu jika tidak mau melihatnya” Arya mencoba menenangkan Luna yang sudah tegang dan pucat


Aku dan Alif dibantu naik oleh Alan dan Ben, Alan segera menyalakan Mobil Kroon itu sudah sangat dekat sekarang jumlahnya sangat banyak sama seperti saat aku dan distriku melewatinya teringat dengan Liam yang tewas dan menadi Kroon disini


DUARR


DUAAR


Ben mulai mahir sekarang ia memanfaatkan kroon untuk target latihannya, Kroon itu sangat ganas mereka berlari mengejar kami, Alif yang tengah berusaha membantu Ben dan Arya hampir terjatuh karena mulai kehilangan kesadarannya tubuhnya sempoyongan di atas mobil pick up ini, dengan sigap aku menarik tubuh Alif dan ia terduduk “ sudahlah kau jangan memaksakan diri, jika terjatuh tadi bagaimana” aku marah karena Alif tidak mendengarkanku


Mobil kami mulai menjauhi Kroon “ lihatlah” kata Ben yang melihat kondisi Marko dan anak buahnya yang kewalahan mengahadapi Kroon


Arya dari jauh sudah membidik Kroon yang mengerumuni kendaraan Marko dengan maksud unuk membantu mereka “ hey barkan saja, biarkan mereka mati” Ben yang melihat itu berusaha mencegah


“ diamlah aku berusaha menyelamatkan kakanya Alif jika mereka diserbu maka Kye juga akan tewas” jelas Arya, walau Kye sudah berkhianat tapi tetap saja Alif akan sedih jika melihat keluarga satu – satunya yang ia miliki tewas


Mobil marko berhasil lolos dan menuju kearah berlawanan dengan kami “ huuuft, inikah yang kalian rasakan selama ini” kata Ben melihat aku, Arya dan Alif secara bergantian


“ sekarang kau tahu bagaimana memuakannya ini semua” ketus Arya


“ tidak, tidak bukan itu, maksudku ini sangat seru dan menegangkan” senyum Ben


Aku hanya bisa tersenyum melihat Ben, dan berusaha memegangi tubuh Alif agar tidak jatuh karena guncanga mobil kini Alif sudah tidak sadarkan diri entah tertidur karena obat yang diberikan Alan atau sebaliknya


TOK, TOK suara Arya yang mengetik jendela penghubung dengan kemudi Alan


“ kau mau memasuki hutan? Disana tidak ada jalan untuk mobil juga banyak Kroon yang berkamuflase” jelas Arya


“ tidak aku tahu jalan rahasia yang biasa digunakan staf pengurus untuk keluar dari arena game ini” sahut Alan


Aku menghela nafas “ kalian sepertinya menggap ini taman hiburan atau semacamnya ya, huh staf katanya” ketusku


Alan yang mendengar itu merasakan hal yang sama denganku ia juga sudah muak bekerja unutk I.V.V tapi ia tidak punya pilihan lain


“aku akan membantu kalian hingga akhir walau nyawa taruhannya” sahut Alan dengan intonasi pasti


Aku dan Arya saling melirik “ maaf Alan omonganku tadi-,” kalimatku terpotong


“ tidak apa apa Lisa, kau memang benar semua ini sudah sangat diluar batas dan akal sehat” sahutnya


Karena perjalanan kami masih lama untuk sampai di pintu keluar dari hutan ini kami mencoba memanfaatkan waktu untuk kembali menyusun strategi berjaga – jaga jika Marko muncul lagi saat sedang membahas itu aku penasaran dengan Alif yang sedari tadi tidak sadarkan diri karena terdengar suara dengkuran aku pikir dia pingsan tapi kenapa endekngkur seperti orang tidur


“ dia ini tidur atau pingsan sih?” aku mencoba mengecek kondisinya, Alif refleks memegang tanganku yang hendak menyentuh keningnya


“ aku hanya tertidur” kata Alif


“ dasar kau ini membuat orang khawatir saja” aku memukul keningnya


“ heei, sakit Lisa” kata Alif


Aku tertawa dan karena lelah setelah melawan Marko mataku sangat berat dan akhirnya aku tertidur disebelah Alif karena ini mobil bak terbuka jadi bebas mau tidur selonjoran juga, karena dingin saat tertidur aku tidak menyadari jika posisiku berbalik kearah Alif berusaha mengahngatkan diri Alif yang terbangun melihatku ia berbalik dan menatapku yang tengah tertidur “ kenapa kita bertemu disaat dunia sedang seperti ini Lisa, kesempatanku pun sudah lenyap untuk yang kedua kalinya karena kau sudah mencintai Alex” batin Alif


Melihat Alif yang memandangiku Arya segera mengeserkan tubuhku secara perlahan ia memposisikan dirinya ditengah antara aku dan Ailf “ kau ini kenapa hah?” sinis Alif


“ maaf saja Alif tapi aku sudah berjanji akan menjaga Lisa untuk Alex” jelas Arya datar


“ wah, kau benar - benar kejam aku ini temanmu sekarang kau berpihak pada orang lain” kata Alif yang menyunggingkan bibirnya


“ ini tidak ada hubungannya dengan pertemanan, kau sudah gagal dalam kesempatan kedua padahal aku sudah memberimu kode saat menolak perasaan Lisa tapi kau malah pindah keluar negeri dan meninggalkannya” jelas Arya


Alif menghela nafas ia menatap awan yang diterpa angin “ yaah, untuk itu terimakasih kau sudah menolaknya tapi walau kau menolaknya itu tidak akan merubah apapun karena dia hanya menyukaimu saat itu” sahut Alif


“ baguslah setidaknya aku tahu jika temanku bukan manusia egois yang memaksakan perasaanya” kata Arya


“tapi aku sedikit menyesal kenapa tidak aku nyatakan saja sebelum berangkat keluar negeri yah” Alif mengusap dagunya


Arya menatap galak Alif, melihat itu Alif tersenyum jahil “bercanda bro, aku juga tahu itu akan membuatnya sakit” sahut Alif


Manusia picik yang bernama Marko dan manusia egois yang bersamanya yaitu Kye terus mengikuti mobil milik kami dari jarak jauh mereka belum puas jika tidak medapatkan umpan untuk membalas perlakuan Rachel padanya yaitu aku