DIE Or LIFE

DIE Or LIFE
Episode 40 Chapter 2 - The Last Mission : penyelidikan Lyta



14 hari yang lalu...


Helikopter  milik Komandan mendarat di pulau saat itu juga ia segera menyuruh orang – orang nya untuk membawa Hanna dan anaknya ke hunian yang sudah di persiapkan dan saat Komandan


bertemu dengan Alex saat itu juga Lyta sudah mengikuti Komandan  dan mulai menyelidiki saat Alex dan Rachel berada dikamar Lyta mendengarkan percakapan mereka dari luar saat, Rachel sudah keluar dari kamar dan bergumam akan menyingkirkan Lisa ia terus mengikuti nya hingga Rachel masuk kekamarnya dan Lyta melihat isi kamar Rachel sekilas terlihat Rachel yang langsung melepaskan rompi baju tidur miliknya dan ia tidak memakai sesuatu selain dres dan rompi nya itu pintu langsung menutup Lyta kala itu sangat terkejut dengan apa yang ia temukan di hari pertamanya menyelidiki “ jangan – jangan me-mereka sudah” gumam Lyta yang menutup mulut tak percaya


Hari itu juga ia pulang dengan raut wajah tak mengenakan hingga ia bertemu dengan Alex dan mengatakan semuanya, hari berikutnya ia pergi pagi – pagi buta dan menuju lokasi yang Komandan berikan padanya melalui jam digital canggih yang diberikan Komandan padanya saat di helikopter


Ia menuju sebuah gedung dengan bagian paling atasnya runcing seperti sebuah jarum suntik raksasa, Lyta menyamar ia memasuki ruangan yang ada di sana ternyata gedung ini sama fungsinya dengan gedung I.V.V yang ada di markas sebelumnya hanya disini lebih luas ada banyak ruangan yang belum di selidiki oleh nya. Saat Lyta mencoba menuju sebuah ruangan ia melihat Rachel memasuki salah satu pintu yang ada disana dengan sigap dan berhati – hati Lyta pun mengikutinya masuk kedalam ruangan itu, ternyata itu adalah ruangan rapat yang luas seperti bioskop dengan monitor besar Lyta pun duduk di bangku paling belakang dan gelap yang ada disana ia berusaha bersikap normal dengan masker yang ia pakai dan jas putih pegawai yang ia kenakan itu sudah cukup mengelabui mereka “ konfrensi hari ini adalah tentang membangun medan permainan untuk tamu kesayangan kita” jelas Letnan


“Letnan jangan bertele – tele kau mau membuat test untuk apa lagi jika benar yang akan datang ke pulau ini adalah pemilik imun yang kuat untuk apa kau membuat jebakan seperti rencana mu di konferensi kemarin” protes orang berjas disana


“dengarkan dulu, aku membuat ini harus ada persetujuan kalian pemegang saham dan pemodal besar, alasan ku untuk menyambut mereka dengan sebuah test atau sebuah permainan yang aku rencanakan itu untuk menyingkirkan tikus – tikus yang membawa keju lezat milik kita, kalian paham?” jelas Komandan


Semua saling bergumam dan berbisik Letnan menghela nafas ia segera menunjukan foto Alif, Arya, Ben, di layar monitor dan ia menyebut bahwa mereka adalah tikus yang ia maksud tapi liciknya ia tidak menyantumkan nama dan foto Alan disana “ cih dia tidak memasukan nama anaknya” gumam Rachel yang tersenyum sinis melihat presntasi Letnan


“ jika mereka berhasil masuk ke pulau maka akan sulit untuk menyingkirkannya tapi jika kita singkirkan mereka sebelum memasuki pulau maka akan lebih mudah untuk memulai proyek kita bukan” lanjut Komandan


Mengetahui semua itu aku hampir terperanjat bangun dan berteriak ‘dasar keparat’ tapi untunglah Komandan yang juga berada disana menyadari kehadiran ku dan tahu akan emosiku ia mengirim pesan padaku untuk tetap berkepala dingin tapi melihat rencana bejad Letnan pada teman – temanku membuat dadaku sesak .


“ intrupsi” Rachel berbicara lewat mic di meja nya “ kau ketinggalan satu tikus Letnan” ketusnya


Letnan menatap Rachel dengan tatapan tajam seolah memberi peringatan dapa Rachel untuk diam, Rachel pun meninggalkan ruangan sebelum ada yang menyadari keberadaan Lyta ia pun pergi dengan bersikap sewajarnya ia pun memutuskan untuk mengikuti Rachel


Rachel masuk ke salah satu  lab yang ada disana Lyta terus mengikutinya berpura – pura mengecek sesuatu yang ada dimeja “ bagaimana perkembangan sel – sel itu?” tanya Rachel pada salah satu profesor disana


“ lemah, mereka butuh pendorong kita harus segera menemukan pemilik imun itu” jawabnya


“ jika hanya satu pemilik imun apakah cukup?” tanya Rachel lagi


“ yah satu saja sudah cukup kuat”


Rachel pun pergi lagi dan kali ini Lyta tidak dapat mengikutinya karena ia menghilang saat turun ke lantai dasar tidak mau mengambil resiko Lyta memutuskan untuk menyudahi penyelidikan hari ini kemarin saja sudah mengejutkan sekarang mengetahui  rencana mereka membantai teman – temannya sudah membuat Lyta gemas sehingga tubuhnya gemetar menahan amarah.


Lyta pun terus mengikuti perkembangan rencana Letnan hingga pada beberapa hari sebelum berkunjung ke ruman Komandan ia sempat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Rachel dan Alex, Lyta pun menyamar menjadi pelayan di hotel itu lalu menyelidiki semuanya hingga rumor yang ada lalu Lyta membawa peralatan celaning service yang biasa dilakukan oleh pelayan hotel ia memasuki kamar Alex dan menaruh penyadap disana,


di kamar Lyta terus menerus mendengarkan apapun yang ada didalam kamar Alex tidak ada yang penting hingga Lyta tertidur dengan masih menggunakan earphone di telinganya, terdengar suara benda pecah Lyta pun terbangun karena terkejut suara itu berasal dari kamar Alex “ kau keterlaluan Alex, aku sudah mencintaimu dan kini kau membuangku karena kesalahan yang bahkan akupun tidak ada niat untuk melakukannya” suara seorang wanita terdengar dengan nada tinggi “kau bahkan tidak mengingat sekilas saja saat kau membisikan bahwa aku adalah wanita yang kau sayangi saat itu, ketika kita tidur bersama” lanjut nya


mendengar itu Lyta pun semakin penasaran siapa suara wanita itu, “ CUKUP, Rachel kau hanya mementingkan perasaan mu dan itu cukup untuk aku dengan mudah melepasmu” bentak Alex


wanita yang ada disana Rachel, Lyta menutup mulut tidak menyangka tangannya gemetar mengetahui masa lalu Alex dan Rachel, lalu setelah suara pertengkaran itu terdengar Alex yang mencoba menahan Rachel “ hentikan apa yang kau lakukan”


Terdengar beberapa barang berjatuhan “ kau wanita gila” bentak Alex


“ kau yang membuatku gila seperti ini” balas Rachel


Lyta pun mematikan penyadap saat mendengar suara yang tak pantas setelah pertengkaran mereka “ brengsek” bentak Lyta, mendengar itu Hanna menggedor pintu kamarnya “ Lyta kau kenapa?”


Lyta tidak menjawab ia pergi malam itu hingga pagi hari baru ia pulang, sehari sebelum bertemu dengan Alex, Lyta terus mengikuti perkembangan rencana Letan dan menyelidiki gerak gerik Rachel yang cukup aneh setiap habis menghadiri rapat tentang rencana Letnan ia langsung pergi dam mengilang akhirnya Lyta mengikuti Letnan yang saat itu menuju arah yang sama dengan terakhir kali Rachel terlihat menaiki mobilnya Lyta mengikuti mereka sampai di sebuah rumah mewah.


Rumah itu dijaga oleh beberapa pengawaln diluar maupun di dalam rumah nya hampir saja Lyta kehabisan akal ia melihat seorang pelayan ruamah itu keluar membuang sampah Lyta dengan sigap membuatnya pingsan dan berganti kostum dengan pelayan itu sekarang pelayan itu menggunakan pakain Lyta


Setelah berhasil masuk lewat belakang rumah Lyta segera mencari keberadaan Letnan terlihat di garasi ada mobil milik Rachel, Rachel bertanya pada salah satu pelayan disana dimana mereka berada kata pelayan mereka ada di kamar atas dan jangan diganggu Lyta beralasan disuruh mengantarkan minuman yang ia ambil dari dapur


Lyta diam – daim mendengarkan dari luar kamar itu apa yang mereka bicarakan terdengar suara Komandan yang marah dan membentak Rachel lalu terdengar Rachel yang membalas nya


“ kau pikir aku begini karena siapa, aku yang berbuat kesalahan tapi aku yang dihukum. Sekarang Alex sudah benar – benar tidak mengharapkanku lagi lalu untuk apa aku mengikuti kemauanmu” bentak Rachel


“ gadis bodoh, jika semuanya berjalan sesuai rencanaku kau akan mendapatannya dia tidak akan bisa membantah, lagipula kenapa kau menjadi kacau karena hanya ditingal pria itu, masih banyak yang bisa kau pilih”


“ dia sudah mengambil kehormatanku dan itu hanya akan aku berikan pada satu pria yaitu Alex, sekarang dia mengabaikanku karena ulahmu” bentak rachel


“ jika kau ingin membalaskan amarahmu balaskan saja padaku jangan pada adikmu, untuk apa kau mempertanyakan  hal tidak penting saat konfrensi kemarin”


“ yah kau benar kenapa juga aku harus marah padanya, karena kau yang salah, kau yang selalu membedakanku dengannya seharusnya targetku adalah kau” senyum jahat Rachel


Lalu hening sejenak terdegar suara gagang pintu yang akan dibuka sontak Lyta segera bersembunyi kini Letnan sudah pergi Lyta mengintip rachel yang ada ruangan itu karena pintunya masih terbuka sedikit, Rachel tengah terduduk dilantai ia sepertinya sangat frustasi kehilangan Alex dan tekanan yang diberikan oleh ayahnya Lyta sedikit iba padanya


Setelah mengetahui semua itu Lyta sudah gatal ingin bertemu dengan Alex dan membuatnya menjauhi Lisa hingga saatnya tiba Lyta mengancam nya untuk melepaskan Lisa


“ Alex aku akan membeberkan semuanya pada Lisa jika kau tidak melepaskannya” ancam Lyta


“  Lebih baik kau bunuh saja aku disini sekarang” jawab Alex


“ jika kau tidak ingin melepaskannya, cobalah jujur katakan yang sebenarnya pada Lisa”


Alex pun meninju meja lalu keluar ruangan dengan wajah emosi, Lyta pun bergegas kembali kerumahnya ia tidak mau ditanyai macam – macan oleh Hanna