
Alex pun pergi dengan anak buahnya untuk mencari Alan ia pikir harus turun tangan karena ingin langsung bertemu dengan Alan dan bertanya tentang kabar keluarganya, sebelum berangkat ia mengunjungi Komandan kakeknya yang sedang terbaring lemah
“kenapa tidak anak buah mu saja?”
“kau tau Alan anak Letnan ia ada di pulau itu sendirian” jelas Alex
“anak itu baik ia berbeda dengan kakak dan ayahnya, selamatkan dia” dengan suara
lemahnya
“kau harus sehat ya, bukankah kau ingin melihat cicitmu lahir?”Alex tersenyum
Komandan tertawa “ baguslah kau sudah bisa bangkit dari masalalu, siapa wanita itu?”
“itu dia aku memintamu untuk jaga kesehatan karena mungkin butuh waktu lama untuk kau melihat cicitmu” Alex menatap dengan sayu
Komandan menghela napas dan batuh sesekali
“ini yang membuatku sakit aku merasa bersalah sekali, bahkan kau tidak bisa bangkit dalam masalalumu jika saja aku berikan masa lalu yang indah bukan yang kelam”
“kau ini bicara apa? Masalalu ku bukan kau yang atur sudah tuhan tulis takdirku yah memang aku kesal dengan sikapmu dulu” Alex menyeringai mengejek kakekknya
Setalah mengunjungi kakeknya ia pergi ke pualu yang dimaksud oleh Arya dengan di kawal oleh beberapa prajurit. Disebuah ruangan seorang pria tengah menerima laporan jika Alex akan pergi ke pulau itu pria itu ialah yang membawa Lisa dan menyembunyikannya disana selama 5 tahun
Pria itu menghela napas “sialan bagaimana dia bisa ke sana? Ada perlu apa dia kesana?”
“ misinya dirahasiakan, tidak ada yang tahu ia kesana dengan tujuan apa tapi ada kabar jika itu permintaan Arya” jelas seseorang di telepon
“kau tidak tahu? BRENGSEK KERJAMU APA SAJA HAH?” bentak pria itu
Ia menutup telepon itu dan hendak menghubungi seseorang.
***
Di pelabuhan transit yang tengah di kerumuni oleh Kroon Arya berusaha bertahan dengan para pedahang lain “ sial, mana pasukan khusus yang Alex katakan” ia bertahan di kapal agar tidak diserang
“ bagaimana ini?” pada pedagang dengan jumlah 5 orang itu pun ketakutan
“ kalian tetap disini, aku akan mencari pasukan khusus itu” Komando Arya
“sial pasukan khusus macam apa mereka” gerutunya
Arya menuruni kapal dengan memperhatikan sekitar ia membekali diri dengan senjata api, terdengar suara Kroon namun karena kabut yang lumayan tebal ia sulit melihat jarak jauh matanya tetap awas dalam memperhatikan “dimana mereka” gumamnya lalu
DUAAR
Refleks ia menembak Kroon yang ada di belakangnya karena pengalamannya ia sudah sangat peka dalam kemunculan Kroon yang mendadak. Mendengar suara tembakan pasukan khusus itu segera bergegas mencari sumber dari mana tembakan berasal
“ waaah kalian baru menemukanku setelah suara tembakan ini?” ketus Arya
“maaf kami kesulitan karena kabut” ujar kapten pasukan khusus
Segera mereka mengawal para pedagang yang ada di kapal, sedangkan Arya dan kapten serta dua anggota pasukan khusus ikut mencari bahan bakar mereka untuk melanjutkan perjalanan
“para pedagan tetap dikapal, biarkan 2 lainnya ikut denganku dan kau kapten juga ikut denganku” Komando Arya
Kembali ketempat dimana Alan dan Lisa berusaha keluar dari rumah besar itu Alan menggengong Lisa keluar dari sana dengan berhati – hati, mereka keluar dengan menuruni tangga lantai dua yang langsung mengarah ke luar atau bisa dibilang tangga darurat
Wuiing terdengar suara sirine berbunyi
“ itu mereka!!” Para petugas di luar mempergoki Alan yang menuju ke dalam hutan
Dengan napas tersengal ia berlari sembari membopong Lisa “sial, mereka banyak”
Brugh
mereka terjatuh “Lisa..” Alan memeluk Lisa dan mencoba membopongnya lagi, ada sesuatu yang menancap di pohoh depan mereka ternyata itu peluru bius Alan bisa mengenali itu karena ia dulu yang membantu mempoduksi perluru bius itu denga para ilmuan lain “peluru itu” dengan simbol yang khas Alan ingat “I.V.V sialan mereka benar – benar masih menggunakan manusia untuk percobaan” ia segera bangkit dan berusaha kembali untuk lari.
Di kapal Alex tengah memandang langit sore yang dengan sapuan angin laut dimukanya ia memejamkan matanya merasakan angin yang menerpa ia mengingat memori bersama ayah dan ibunya yang sangat kelam begitu juga dengan memori tentang Lisa ia sangat ingin bertemu dengan orang tuanya “ benar kenapa Adam tidak menceritakan apapun tentang orangtua mereka” gumamnya
“tapi kenapa hatiku merasa kau masih ada Lisa” lanjutnya
Petir terlihat dan suara gemuruh pun terdengar Arya sudah berhasil membantu para pedagang untuk mengisi bahan bakar dan mereka segera menuju ke timur, sedangkan Alex baru saja sampai di pulau yang Arya maksud untuk menjemput Alan. Alex menyebar anak buahnya untuk mencari keberadaan Alan
Alan mencoba untuk lolos dari kejaran para petugas langkah Alan terhenti ia melihat hamparan bunga indah ada yang berwarna kuning, merah muda dan yang berbentuk ilalang dengan pemandangan langit yang mulai memperlihatkan bintang nya ia menoleh dan bergegas sembunyi di ilalang dan bunga bunga itu
Alan dan Lisa berbaring dan menutupi diri dengan bunga dan ilalang itu, terdengar suara para petugas itu yang mengejar mereka Alan hanya bisa pasrah tak lama para petugas itu terdengar menjauh
Muka Alan tampak lega dengan sisa keringat di wajahnya ia menatap wajah Lisa “kenapa kau membuka tudungmu orang lain dapat melihat rambut tebal ini” gumamnya
Tak disangka Lisa membuka matanya perlahan “Lisa kau sadar!” Lisa refleks mendorong Alan dengan keras karena ia terkejut muka Alan sangat dekat dengan wajahnya
Alan mengaduh karena jatuh didorong “kau baru saja siuman tapi kenapa tenagamu kuat sekali?”
“dimana aku? Kau benar – benar membawa ku keluar dari rumah besar itu?”
Alan mengangguk “sepertinya mereka sudah pergi” ia berdiri dan segera pergi
Lisa hanya terdiam memandangi hamparan bunga yang indah “aku tidak pernah tau ada tempat seperti ini selama bertahun tahun disini”
Alan kembali duduk disamping Lisa ia menatap Lisa lagi yang sedang menatap langit bagai di museum geologi atap bumi ini nampak indah dengan siluet nya dan bintang nya yang menghiasi bagai menghibur hati Lisa yang tengah hancur dan bingung “tuhan” ucap Lisa
Alan terkejut Lisa masih ingat akan tuhan “ Lisa kau masih-“
“aku mungkin tidak ingat manusia yang ada namun aku tidak pernah lupa dengan yang menciptakanku, ia seperti tidak mau aku lupa tentang nya ia yang menemaniku selama ini ia yang melindungiku” Lisa meneteskan air mata nya
Lisa menatap Alan “aku tidak lupa, aku hanya melupakan kalian” mata Lisa tampak bergetar dan segera memalingkan wajahnya ia beranjak pergi Alan menahannya “jadi kau ingat aku?”
Lisa terdiam ia mengingat memori yang seperti film di dalam pingsannya, efek dari obat bius yang terlalu sering di berikan kepada Lisa membuat memorinya lemah namun tidak hilang , Lisa hanya menunduk terlihat basah pipi nya
Lisa melepaskan tangan Alan dan pergi “kau mau kemana? Itu arah yang salah” Alan menghalangi nya
“ jangan halangi aku, aku kamu pulang”
“pulang kau bilang, itu bukan rumahmu Lisa”
“lantas apa kau tau rumahku dimana? Tolong tunjukan arahnya?”
Alan terdiam “kau punya sahabat yang sudah seperti keluarga bukan, aku akan membawamu pada mereka” lanjut Alan
Lisa tertawa “aku bilang aku tidak ingat kalian seperti apa, aku hanya mengingat potongan kejadian dan muka kau ada didalamnya itu semua membuatku bingung”
“jadi minggir” kata Lisa dengan wajah datar
Alan menggendong paksa Lisa saat ia hendak menangkat Lisa tanpa diduga Lisa menangkis dengan sangat epik dan menjatuhkannya “kau seirus Lisa” Alan tidak bisa bergerak karena Lisa menguncinya dengan kuat Lisa mengambil bebeapa ilalang dan mengikat tangan Alan lalu pergi
“LISAAA” teriak Alan teriak oleh Alex.