![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
james memperhatikan wajah dinda dengan seksama.
"apaan sih lu james." ucap dinda kesal.
"muka lu.." tunjuk james.
"biasa aja lah. udah sono balik kebangku lu." perintah dinda dengan suara tegas.
james tau betul wajah dinda terdapat luka lebam semalam, tapi pagi ini luka itu bahkan tak ada di wajahnya. wajah dinda terlihat mulus seperti biasa.
james, terbayang dinda yang mematahkan jari tio. james langsung angkat kaki dari hadapan dinda.
kembali duduk di kursinya dengan tenang.
lebih baik menjauh, dari pada ngeliat dinda kaya semalem.
÷÷÷÷÷
"morning..." lyli masuk kelas dengan wajah yang ceria.
"abis dapet lotre lu ly," ejek babas.
"ini lebih dari lotre guys, gue kemaren di kenalin sama anak temen nyokap gue, sumpeee... ganteng banget."
"lu kalo liat pasti ngiler sa," ejek lyli.
"ganteng mana sama gue," tanya babas
"ahh... lu mah jauh bas, ini mah udah ganteng, keren, dan gak ingusan kaya lu."
"gue ingusan??" babas mengecek hidungnya.
"mulut lu ly, udah ketular si salsa ya."
lyli melengos duduk di kursinya.
bu ita, guru kimia masuk.
"anak-anak hari ini kita ulangan."
semua murid bersorak, menolak untuk ulangan, karena dadakan dan belum belajar.
tapi bu ita tetap memberikan soal ulangan.
"waduh ancur nih bas, gue blon belajar." ucap wayan yang duduk di sebelah babas.
"lu tinggal jawab aja yang ada di otak lu, yang penting kan di jawab."
"lima menit lagi kumpulkan," bu ita memperingati.
"yang sudah selesai boleh kumpulkan sekarang dan boleh istirahat duluan."
adi, james, dan lyli ngumpulin duluan, di ikuti anak-anak lain. setelahnya dinda dan yang lain ikut mengumpulkan.
÷÷÷÷÷
mereka sudah di kantin, memesan makanan dan minuman, hanya abi dan dinda yang belum kelihatan
"lu semua boleh pesen apa aja, yang banyak, jangan nangung, gue yang traktir." ucap babas sombong
"uang jajan naik bas," tanya wayan.
"halah... paling babas ngerampok warung sebelah rumahnya, iya kan bas," ejek salsa.
babas hanya menaik turunkan alisnya sambil tertawa.
"bu ita ngadain ulangan mendadak, tau deh tadi gue ngisi apa jawabannya." protes wayan
"iya bener yan, gue juga belon belajar." timpal james
"mana semalem gue sama di---"
"woy james, makan apa lu," dinda dateng mengagetkan sambil menepuk pundak james.
"ishh.. si adi dateng gak di undang pulang gak di antar," sindir babas
"uhuk..uhuk..." james terbatuk
dinda menatap james tajam.
"belum pernah lihat mulut sobek karena terlalu banyak bicara kan." ancam dinda
"belon," salsa geleng-geleng
"emang bisa, kebanyakan ngomong mulutnya sobek??" "lu tu bas, mulut lu kan, awas sobek, kreekkk," sindir salsa
"iya kan james?" tanya dinda
james hanya mengangguk kepala, tersenyum kecut. kenapa dia bisa lupa adi bakal ngamuk kalo dia sampe keceplosan soal semalam.
"adi, lu mau pesen apa? tuh si babas lagi kesambet, katanya dia yang mau neraktir kita semua." lyli memberitahu dengan semangat.
"beneran lu bas? tumben," ucap dinda
"udah makan aja di, yang banyak, biar badan lu gemuk, kan sexy," goda babas.
dinda memukul sendok ke kepala babas, "aduhhh.. sakit di."
"makanya bas, jaga tu mulut, jangan bikin dinda marah. serem tau." james bergedik ngeri.
dinda sudah menatap james, james langsung terdiam, menutup mulutnya rapat.
"mana si abi," tanya babas.
"masih di kelas kayaknya." jawab dinda
"bang berapa semuanya?" tanya babas pada penjual makanan di kantin
"totalin semua ya, sekalian sama minum."
"semua dua ratus lima ribu." ucap abang penjual.
babas ngeluarin dompet, dia mengambil uang seratusan dua lembar, dan uang sepuluh ribu selembar. kemudian menyerahkan pada abang penjual.
"bang, kembaliannya ambil aja buat abang, itung-itung nikmatin rezeki bareng-bareng bang." ucap babas
"bas, dompet lu baru." tanya lyli
"iya baru, baru nemu." babas melirik james, sambil tersenyum.
yang lain geleng-geleng kepala, melihat ulah babas. mereka sudah tau bahwa babas sedang ngerjain james.
"itu dompet gue bas, kupret lu ya, gaya lu mau traktir, taunya duit gue." james mengambil paksa dompetnya dari tangan babas.
"salah lu sendiri, dompet dibiarin geletak di lantai, ya gue pungut lah, dari pada mubajir." ledek babas.
"lagian lu fokus aja sih maen games di hp."
james mengecek isi dompetnya, "masih utuh james, baru juga gue jajanin sekarang." sahut babas
james langsung memasukan dompet itu kedalam saku celananya.
james kesel bukan main sama ulah babas yang ngerjain dia. james hanya bisa mengikhlaskan uangnya yang di jajanin sama babas.
"james, tadi lu bilang semalem lu sama siapa??." tanya salasa
"emang semalem lu kemana james," timpal babas
"aduh gue kebelet pipis, tar ya guys." james langsung ngacir pergi meninggalkan teman-temannya.
idih si james, kebelet ampe segitunya.
"ehh.. pada tau gak si james sama siapa semalem?" tanya salsa yang merengek
"lu curiga aja sa, james gak mungkin lah aneh-aneh, orang kemaren kan dia cabut duluan bareng si adi."
"ya kan di?" tanya lyli
"hemm.." jawab dinda
"terus lu bedua kemana sih di?" babas mulai kepo
"emang pergi bareng james ya lu semalem?"
salsa sudah melirik ke arah dinda. menanti jawaban dinda. menaruh tangannya di dagu.
"gue balik ke rumah, bunda nyuruh gue pulang. gak tau si james kemana." ucap dinda.
james sudah berjalan cepat ke arah toilet sekolah, dia berdiri di tembok samping toilet.
dari pada mesti di cecar pertanyaan sama si salsa dan babas mending gue kabur. belum lagi si adi ngeliatin gue kaya mau matahin rahang gue aja.
"ngapain lu bengong james," abi melihat james berdiri di pojok dekat toilet.
"ee....gak, gue mau balik ke kelas bi."
james udah langsung ngacir ke kelas.
"yang lain mana james?" teriak abi
"noh, dikantin." james menyahut dengan teriak juga
÷÷÷÷÷
"guys kita study tour minggu depan ya, jangan lupa harus ikut semua ya." lyli mengingatkan
"iya, harus ikut semua," salsa membenarkan
"adi, si andra di ajak aja," ucap salsa, "kan lumayan adek lu ganteng."
"lah si andra mah, beda sekolah sa, lagian ada gue juga, gue lebih ganteng salsa." sahut babas
"yang kakaknya si andra lu apa adi, kok lu yang nyosor aja sih." salsa sebal sama babas
"ribut aja kalo ketemu, gak bisa apa kalo ketemu tuh lagi sayang-sayangan." ucap abi yang baru datang
"najiss.... gue bi, sayang-sayangan sama si dekil." ucap salsa. "halahhh... nanti lu naksir gue beneran sa," sahut babas.
"adi, si james kenapa, tadi gue liat bengong sendirian, mukanya pucet lagi." tanya abi
"mana gue tau bi, emang gue emaknya si james."
"ya kali di, emak james kaya lu, abis si james di gundulin." ledek babas.
"pala lu nanti bas yang gue gundulin." balas dinda
"yakin lu bisa gundulin pala gue," tanya babas cengir-cengir.
babas bangga sama rambutnya yang super tebal dan keriting itu. gak perlu di sisir, soalnya sama aja gak ada beda mau di sisir apa gak. tetep berantakan maksudnya.
dinda melihat rambut babas, rambut babas keriting, bisa di bilang agak kribo, udah gitu lebat kaya pohon beringin.
"gunting patah duluan bas, sebelum motong rambut lu." salsa tertawa meledek babas
"pake gunting rumput aja sa potong rambut si babas," timpal wayan.
mereka tertawa semua. dinda gak kalah ngekek, ngeliat rambut babas. ajaib punya sahabat kaya babas.
÷÷÷÷÷
dinda sudah duduk di atas motor, hendak pulang.
"adi, gue nebeng pulang bareng lu ya." ucap salsa dengan gaya centilnya, nyamperin dinda di parkiran.
"sa udah siang menjelang sore gini, bedak lu masih tebel aja." tanya dinda.
"ya iya lah, kan salsa kalo sekolah bawa tepung, biar tebel tu muka." ejek babas yang menuju motornya di parkiran, gak jauh dari dinda memarkir motornya.
"rese aja sih lu bas, gue sumpahin lu dapet bini gak bisa dandan." maki salsa.
"wuihhhh maen sumpah aja, lu aja sini yang jadi bini gue." babas dengan cengirnya menggoda salsa.
"pulang bareng om babas aja yuk yang," tawar babas pada salsa.
"ogah..."
"adi, gue duluan." pamit babas
"yoo.."
"sa lu bareng wayan aja, tu wayan bawa mobil. nanti naek motor bedak lu luntur." tolak dinda secara halus.
"iya juga ya di, kalo bedak gue luntur, nanti muka gue jelek dong. ya udah gue bareng wayan aja. dah... adi..." salsa melambai dengan manjanya.
salsa pergi mencari wayan, terus nebeng mobil wayan. padahal wayan males banget bedua sama salsa di dalam mobil. kuping bisa budeg, pengang, bunyi nguing..... dengerin salsa nyerocos sepanjang jalan.
dinda terpaksa menolak mengantar salsa, soalnya dia mau ke panti menjenguk ipul.
dia sudah menelpon dodi, untuk janjian ketemu di panti.