![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
ayah dan bunda sudah kembali ke kota dimana ayah di tugaskan. bunda berpesan pada dinda agar tidak membuat masalah apapun lagi. bunda juga memperingati dinda tidak boleh pulang malam. banyak sekali pesan bunda pada dinda sebelum bunda pergi, sampai dinda tidak tau akan ingat semuanya atau tidak.
sedang andra hanya di suruh jaga diri baik-baik selama bunda tidak ada. dinda menghela napas, kenapa sepertinya bunda lebih ketat dan keras pada dinda. bunda bilang semua itu demi kebaikan dinda.
pagi ini dinda berangkat ke sekolah bersama andra diantar mang bowo.
"ndra inget langsung telpon gue kalau si angga itu berani macem-macem lagi" dinda memperingati.
"siap kak" sahut andra.
÷÷÷÷÷
"adi, besok libur mau ikut kita gak" tanya salsa dan lyli, mereka sedang istirahat jam pertama.
"emang besok libur?" dinda balik bertanya.
"ya elah di, kebanyakan makan jangkrik sih jadi angongkan" ledek salsa.
"adi bukan kebanyakan makan jangkring sa, tapi kebanyakan yang di inget jadi banyak juga yang lupa, iya kan di?" timpal lyli tertawa.
"gak jelas lu pada berdua" sahut dinda malas.
"emang besok tanggal merah ya? kok gue lupa ya" pikir dinda dalam hati.
"besok itu hari besar nasional adi, nih tanggal merah, LIBUR" salsa menekankan kata libur, kemudian menunjukan kalender di ponselnya pada dinda. sedang dinda hanya manggut-manggut aja.
"jadi mau ikut kita gak?" tanya lyli.
"kemana?"
"kita mau jalan-jalan ke mall, sekalian shopping" ucap salsa antusias.
"ogah gue ahh... mending gue tidur di rumah" tolak dinda malas.
"kerja lu molor aja, kebanyakan molor lama-lama pikun lu" hardik salsa.
"woyy.... makan gak ngajak-ngajak" ucap babas, kemudian duduk di sebelah dinda.
"ngapain sih lu kesini, ganggu aja" ucap salsa.
"dihhh.... siapa yang ganggu lu, berharap lu di ganggu gue" balas babas.
salsa melempar sepotong remahan gorengan pada babas. "ckk.... yang gede kalo mau lempar, ini remah doang, ya gak kenyang" ledek babas.
"rese lu dekil, pergi sono" usir salsa.
"gue kesini mau makan weee...." sahut babas. babas sudah memesan semangkok bakso dan mie ayam pada abang jualan yang ada di kantin.
"adi ikut ya..." salsa masih membujuk dinda.
"emang pada mau kemana?" tanya babas.
"bukan urusan lu" hardik salsa.
"ayo.. lah di" rengek salsa. kalau sudah begini pasti dinda tidak bisa menolak. dinda kan paling gak bisa lihat orang merengek.
tiba-tiba telpon dinda berbunyi, ada panggilan dari dodi. "bentar gue angkat telpon dulu, penting" ucap dinda, dalam hati dinda selamat dari salsa.
÷÷÷÷÷
"kak babas, boleh gak aku nebeng pulang bareng kakak?" tanya seorang siswi pada babas.
babas tersenyum, memasukan tangan ke saku celana (biar telihat keren gitu), "emm... maaf ya, tapi kakak hari ini gak bisa antar kamu, udah ada janji"
"gitu ya, kalo besok kak?" tampak sisiwi yang merupakan adik kelas dua itu masih berusaha.
"besok ya?" babas pura-pura berpikir. "oke, besok bisa"
terlihat adik kelas itu sangat senang, "sampai jumpa besok ya kak" lantas melambaikan tangan dan tersenyum lebar pada babas.
babas membalas dengan senyuman juga. "hemmm... pulang sono besok entah sama sapa, besok kan tanggal merah, libur" babas tertawa lantas pergi menuju parkiran.
memang semenjak babas merubah penampilan rambutnya, hampir tiap hari cewek-cewek di sekolah memintanya untuk pulang bareng. sampai babas sering menolak, karena gak mungkin mengantar mereka semua dengan motornya. tapi kesannya kok babas malah seperti abang ojek ya???.
babas memang suka menggoda para murid perempuan, tapi dia tidak suka dengan perempuan yang terlalu centil atau agresif. menurut babas kurang menarik.
"beda sekarang mah yang banyak di kejar-kejar cewek" ledek wayan ketika ketemu babas di parkiran.
"iya dong, biasa di kejar guguk sekarang di kejar cewek" sindir abi.
"hahaha... lu bedua iri apa dengki???" sahut babas tertawa ngakak.
"bas" sapa siswi perempuan yang hari ini pulang bareng babas.
"guys gue balik duluan ya" ucap babas berlalu meninggalkan wayan dan abi di parkiran. babas dan siswi perempuan itu lantas pulang bersama.
÷÷÷÷÷
"si angga dan teman-temannya gak ada ganggu lu kan?" tanya dinda pada andra.
"gak ada kak"
"bagus lah"
sesampai di rumah dinda langsung mengganti bajunya, kemudian pergi menuju panti untuk bertemu dengan dodi dan ipul.
÷÷÷÷÷
kedatangan dinda sudah di tunggu oleh dodi dan ipul.
"lu bilang udah dapat info soal balapan itu di?" tanya dodi pada dinda, mereka sudah berkumpul di halaman panti.
"iya waktu itu gue gak sengaja ketemu salah satu anak buah tio" sahut dinda. tampak dodi bingung, apa hubungan dengan anak buah tio, lantas dinda menceritakan apa yang di dengarnya.
saat mengantar james ke atm di pom bensin waktu itu, dinda melihat dua orang lelaki keluar dari mini market, mereka berbincang soal balapan. dinda sebenarnya tidak perduli, tapi dinda merasa mengenal salah seorang dari lelaki itu. dinda teringat lelaki itu salah satu anak buah tio yang dulu sempat terlibat perkelahian dengan dinda dan dodi, karena membela ipul yang dulu di tindas oleh tio.
pembicaraan kedua lelaki itu menarik perhatian dinda, dinda pun mengikuti mereka tanpa diketahui. dari pembicaraan mereka dinda teringat dodi. dinda bertanya dalam hati mungkinkah mereka yang mencelakai dodi. kedua lelaki itu pun pergi dan dinda tidak mengikuti lagi.
"kalau memang tio orang yang di balik kecelakaan lu, bakal gue patahin tangannya yang lain" ucap dinda pada dodi.
dinda, dodi, dan ipul membuat rencana untuk mencari tau tentang kecelakaan yang menimpa dodi. mereka akan mulai menyelidiki anak buah tio yang biasa mangkal di pasar.
dalam beberapa hari ini dinda meminta ipul untuk memperhatikan gerak-gerik anak buah tio di pasar. sedang dodi memata-matai markas baru tio.
÷÷÷÷÷
saat sedang asik nonton tv di kamarnya dinda mendapat sebuah telpon dari nomor yang tidak di kenalnya. dinda memutuskan untuk menjawab panggilan telpon itu.
"hallo" sapa dinda pada penelpon.
"hallo, adi, ini mom lucy"
"owgh iya mom, maaf dinda tidak tau nomor mom"
"tidak apa, oya besok dinda libur sekolah kan? jika tidak keberatan bisa temani mom jalan-jalan?"
ingin rasanya dinda menolak, karena memang malas untuk pergi, namun dinda tidak sampai hati untuk menolak permintaan nyokap james. "iya mom, mau jalan-jalan kemana mom?"
"terserah kamu, mom bosan di rumah saja"
"memang james tidak menemani mom?"
"tidak asik pergi bersama james"
"owgh, gitu ya mom" lantas dinda tersenyum sendiri, memang james itu kalau tidak diajak ngomong ya pasti diam saja. "besok dinda akan datang ke rumah mom"
"tidak usah, biar james jemput kamu ya"
"baiklah mom, sampai jumpa besok" lantas dinda mengakhiri panggilan telpon dengan nyokap james.
÷÷÷÷÷
Pesan WhatsApp
"adi, tadi mommy meminta nomor telpon lu, jadi gue kasih" (james)
"iya tadi mom telpon" (adi)
"ngomong apaan?" (james)
"masih kepo?" (adi)
james hanya mambaca pesan dinda, lantas penasaran sendiri apa yag momnya bicarakan dengan dinda. james juga gak menyangka momnya bisa langsung dekat dengan dinda.
"james" panggil mom lucy.
"iya mom" sahut james.
"besok kamu jemput adi di rumahnya ya, mom mau jalan-jalan dengan adi"
james terbengong mendengar perkataan momnya, tapi dia menganggukan kepala saja. mom lucy terlihat tersenyum dan bahagia.
james merasa senang bisa melihat senyum bahagia di wajah mom lucy, sudah lama sekali semenjak berpisah dari daddynya, james tidak pernah melihat momnya sesenang ini.
÷÷÷÷÷
seperti perintah mom lucy, james menjemput dinda di rumahnya, kemudian membawa dinda ke rumah mom lucy.
begitu bertemu dinda, mom lucy langsung memeluk dinda. "mom senang sekali kamu bisa menemani mom" ucap mom lucy tersenyum.
"kita berangkat sekarang mom?" tanya dinda.
"james kamu mau kemana?" tanya mom lucy.
"ya mau ikut kalian jalan-jalan" jawab james.
"no, mom hanya mau pergi berdua adi saja" mom merangkul dinda dan tersenyum. dinda merasa tidak enak pada james.
mom dan dinda pergi jalan-jalan. mereka pergi ke sebuah mall terbesar di kota itu. mom mengajak dinda ke salon. lantas berkeliling melihat-lihat. kemudian mereka shopping beberapa barang, mom juga menyuruh dinda untuk membeli beberapa, tapi dinda terus menolaknya.
mom mengajak dinda masuk ke sebuah butik, mom memilih beberapa baju untuk dinda, dinda hanya menuruti kemauan mom lucy dengan sabar. walau sebenarnya dinda tidak suka berjalan-jalan di mall, apa lagi pergi shopping dari butik satu ke butik lainnya.
dinda hanya teringat perkataan james saat tadi menjemputnya. "makasih di, karena lu nyokap gue bisa tersenyum lagi. udah lama gue gak lihat nyokap tersenyum seperti ini. dia senang banget pas bilang mau pergi jalan sama lu"