Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode TUGAPULUHTIGA



"kak, tadi kedua teman kak angga ngingetin ancemannya yang kemaren" ucap andra.


"mereka nunggu kakak di lapangan belakang sekolah" andra memberitahu sekaligus ngadu.


"hei ndra, kok belum pulang?" cinta datang menyapa andra.


"ini udah mau pulang ta" sahut andra.


cinta tampak memperhatikan dinda, cinta tidak mengenali dinda karena wajah dinda yang tertutup helm.


"cinta duluan ya ndra" ucap cinta.


andra hanya menganggukan kepala. melihat cinta berjalan menjauh menuju mobil yang menjemputnya.


dinda memberikan helm kepada andra.


"kita cari tau apa yang dimau si angga itu" ucap dinda datar.


÷÷÷÷÷


dinda menuju tempat dimana angga dan kedua temannya telah menunggu. tidak ada rasa takut atau gentar buat dinda.


james dan babas masih terus membuntuti dinda dan andra. james dan babas makin bingung ketika dinda menuju sebuah lapangan yang tampak sepi. lapangan itu penuh ilalang dan jauh dari keramaian.


"berani dateng juga mereka", ucap angga kepada kedua temannya ketika melihat dinda dan andra datang.


dinda memfokuskan pandangan ke arah angga, seperti tak asing dengan wajah itu, tapi dinda tak ingat pernah melihatnya dimana.


"turun ndra", perintah dinda pada andra. dinda pun turun dari motornya. membuka helmnya. meletakan helmnya di atas jok motor.


angga sempat terdiam, memperhatikan dinda. angga pun merasakan hal yang sama dengan dinda, merasa tak asing dengan wajah dinda, tapi pernah melihat dimana, angga pun tidak mengingatnya.


memang selama ini angga tidak pernah melihat langsung wajah orang yang bernama adi. tetapi yang angga yakini orang itu adalah lelaki yang telah mencuri perhatian angel, dan itu membuat angga tidak senang.


"lu adi?" tanya angga datar.


dinda tidak menjawab pertanyaan angga. malah bertanya kepada andra.


"ndra mereka yang ngancem dan mukulin lu kemaren?" tanya dinda, yang diangguki oleh andra.


"wah songong lu ya, ditanya malah gak jawab" celoteh angga yang kesal karena dinda mengacuhkannya.


angga melirik kedua temannya, memberi isyarat agar mulai menghajar dinda.


÷÷÷÷÷


di semak-semak tak jauh dari tempat dinda dan angga, james dan babas tampak bersembunyi memperhatikan keadaan.


"james ngapain si adi di situ?" tanya babas. "siapa mereka?", dalam hati babas sungguh penasaran dengan apa yang akan dilakukan dinda.


james fokus memperhatikan dinda, dan tak menghiraukan pertanyaan babas. james tau pasti ujung-ujungnya dinda akan berkelahi. melihat gerak-gerik dinda.


"pletak...." babas menoyor kepala belakang james. "woy... pak-lek gue nanya malah di cuekin, budeg lu?" babas kesal dengan james.


"shutttttt.......," hanya itu yang keluar dari mulut james.


"udahlah kita keluar aja, ngapain juga pake ngumpet di semak-semak gini, gatel ini udahan badan gue" ucap babas sambil garuk-garuk.


"mana banyak nyamuk lagi" keluh babas yang sudah tepok sana tepok sini.


james menahan lengan babas yang akan berdiri, "tunggu dulu bas, kita liatin dulu aja, nanti kalo adi butuh bantuan baru kita tolongin" ucap james datar.


"ya jelas adi butuh pertolongan kita lah, dia kan perempuan mana mungkin bisa lawan tiga cowok itu" sahut babas sok yakin.


"pletak...." giliran james yang menjitak kepala babas. "berisik......, lu kalo gak tau apa-apa diem aja kenapa". tumben banget kan james ngomel.


"berani lu ya jitak gue" babas marah di jitak james.


"nah lu yang jitak gue duluan tadi" sahut james tak mau kalah.


babas pun akhirnya mengikuti perkataan james, walau dia sudah tidak tahan berada di antara semak-semak itu.


÷÷÷÷÷


melihat kedua teman angga yang telah maju hendak menghajar dinda, andra yang takut memundurkan langkahnya kebelakang dinda. dinda hanya melirik adiknya yang tampak ketakutan. dinda tersenyum tapi tak terlihat.


kedua teman angga, maju menghajar dinda. salah satu dari mereka melayangkan pukulan tepat ke wajah dinda, dengan sigap dinda menangkisnya. dinda menghadiahi satu pukulan di perut. membuat teman angga langsung jatuh tersungkur.


melihat kawannya jatuh, teman yang satunya melayangkan tendangan mengarah ke kepala dinda, dinda menghindar, kemudian memberikan tendangan tepat di dada. membuat teman angga yang masih berdiri itu terpental ke tanah yang penuh semak.


angga yang melihat kedua temannya dikalahkan oleh dinda, kemudian langsung melayangkan satu pukulan yang dengan cepat di halau oleh dinda. dinda langsung memberi satu pukulan pada angga. terlihat darah menetes dari sudut bibir angga, lalu angga mengelap darah itu.


angga melihat ada sebuah balok kayu tepat di sebelahnya. angga langsung mengambil balok kayu itu, "sok jago lu ya" ucap angga, melayangkan balok kayu kearah kepala dinda. dinda menangkis menggunakan kedua tangannya, membuat dinda menahan sakit pada tangannya karena hantaman dari balok kayu itu.


"kak dinda" jerit andra.


james dan babas yang sembunyi sejak tadi langsung keluar dan berlari membantu dinda.


"pengecut lu ya", maki james pada angga, karena menggunakan senjata, sedang dinda hanya tangan kosong.


saat james hendak memukul angga, tanpa di sangka babas lah yang justru melayangkan sebuah pukulan tepat di wajah angga, membuat angga tersungkur.


"kurang ajar lu ya, dasar pengecut, berani lu nyentuh sahabat gue." ucap babas yang masih menghajar angga tanpa ampun, angga sudah tak berdaya, dan masih terus mendapat pukulan dari babas.


james menghentikan babas yang hilang kendali. "bas stop" ucap james tegas. "lu bisa bunuh dia", james mengingatkan.


babas yang mulai sadar melepaskan angga yang sudah tampak kacau. babas meredakan emosinya. menatap angga tajam.


"sayang temen gue menghentikan, kalo gak pasti lu udah tinggal nama." ucap babas pelan namun penuh ancaman, tepat di depan wajah angga. lantas menghempaskan tubuh angga yang sudah tidak berdaya.


"kabur lu sono" maki babas pada angga dan kedua temannya.


babas melihat pada james, dan langsung sadar apa yang terjadi.


"hehehe.... gue kira tadi lagi maen perang-perangan di games, gak taunya mukul orang beneran ya," ucap babas sambil nyengir mengalihkan perhatian.


"aduh tangan gue ampe gatel gini, harus cuci tangan pake sabun nih" babas masih ngoceh ngelantur.


james tadi sempat terkejut melihat babas yang menurutnya cukup hebat, jadi langsung hilang kagum mendengar ucapan babas dengan tingkah konyolnya.


"gue kira lu serius, gak taunya masih aja becanda" ucap james sinis. babas malah terkekeh.


÷÷÷÷÷


"di, lu gak apa-apa kan?" tanya james.


dinda tersenyum, "gue gak apa-apa", sambil menggoyangkan kedua lengannya, agar james dan babas tidak curiga.


padahal lengan dinda tidak baik-baik saja, bisa dipastikan lengan dinda memar akibat hantaman balok kayu tadi, untung saja tidak sampai patah. tapi dinda menyembunyikan rasa sakitnya.


"kak...." panggil andra lirih.


dinda langsung menatap andra, agar bersikap biasa saja. andra pun terdiam.


"gile lu di, maen combat gak ngajak-ngajak" ucap babas cengengesan.


"lu ganggu gue aja bas, padahal gue hampir menang kan," jawab dinda meladeni tingkah konyol babas. biar gak tegang-tegang amat.


"tangan lu masih utuh?" tanya babas sok acuh.


babas memperhatikan dinda dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"kenapa si adi kaya cowok gini ya???, batin babas"


"lu gak mau bilang terima kasih gitu sama pangeran lu ini" babas mulai dengan banyolannya kepada dinda.


"apaan sih lu bas, masih aja sempet-sempetnya" sahut james kesal.


"gue ngomong sama adi ya, bukan sama lu," hardik babas pada james.


"yukk.... ah pulang, udah sore, nanti gue dicariin bunda" ucap dinda berbohong, padahal bunda gak ada di rumah pun.


mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


babas dan james masih cemas dengan keadaan dinda, tapi sama-sama jaim satu sama lain, karena gak mau ketahuan kalo terlihat mengkhawatirkan dinda.


÷÷÷÷÷


dinda dan andra sudah di rumah.


"kak.., lengan kakak gimana?", tanya andra khawatir dengan keadaan kakaknya.


"udah sono masuk, mandi, ganti baju," perintah dinda.


dengan wajah yang masih cemas pada kakak perempuannya, andra pun pergi menuju kamarnya.


"tin..., tinaa......" dinda berteriak memanggil tina.


tina berlari kecil segera menghampiri dinda begitu mendengar suara dinda memanggilnya.


"iya non"


"ikut gue"


tina pun mengekori dinda dari belakang.


"non sini tasnya tina bawain," tina mengambil tas dinda kemudian membawanya, dinda membiarkan tina membawa tasnya. dinda menuju kamarnya.


"tutup pintunya tin" ucap dinda.


tina menutup pintu kamar dinda. meletakan tas dinda di atas meja belajar.


dinda hendak melepaskan jaketnya, tapi kesusahan karena nyeri di tangannya. dinda masih berusaha.


melihat dinda yang kesusahan melepaskan jaketnya, tina berinisiatif membantu.


"biar tina bantu non" tina langsung membantu dinda melepaskan jaket.


"ast-------- " tina langsung menutup mulutnya menggunakan tangan.


"parah gak?", tanya dinda.


"eee....no...n..... kenapa bisa kaya gini???" tanya tina antara takut dan ngeri.


"ambil obat sana sama kompres, cepet bantu gue obatin" perintah dinda.


"ii....ya.... non..."


tina langsung keluar kamar dinda, mengambil baskom berisi air, handuk kecil, dan kotak p3k.


bi ijah yang melihat tina langsung bertanya.


"buat apa itu nduk?"


"buat non dinda, udah ya mak, non dinda nungguin, nanti tina kena marah lagi" ucap tina berlalu meninggalkan emaknya.


÷÷÷÷÷