Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode ENAMBELAS



salsa yang di tertawakan merasa bingung, lantas bercermin di sepion motor dinda.


saat melihat wajahnya di cermin, salsa kaget sendiri, "aaaaa....." salsa berteriak.


"kok tampang gue kayak gini," salsa sudah mengomel, entah apa yang di ucapkan, mulutnya terus saja komat kamit, sambil jalan meninggalkan para sahabatnya.


"woy.... sa, cakep banget deh lu, lebih cakep dari si gomes." teriak babas. lantas tertawa ngakak.


gomes (nama motor babas).


dinda dan yang lain masih tertawa, mereka pun masuk kedalam kelas bersama-sama.


"gile lu bas, motor udah butut, ditambah kalung kelontong, tambah aneh aja motor lu bas." ucap wayan sambil ngerangkul bahu babas.


"itu bukan aneh yan, tapi unik." sahut babas bangga.


"satu-satunya di dunia itu yan." babas tertawa merasa bangga dengan motor kesayangannya.


babas memang tak pernah terlihat seperti anak orang berada, dia berpenampilan biasa saja. bahkan terlalu cuek dan tidak peduli dengan penampilannya.


tapi jangan di tanya, semua yang babas pakai adalah barang bermerek. bagi orang yang mengerti brand pasti tau berapa harga setiap helai benang yang di pakai babas. memang sederhana dan biasa saja, tapi harganya cukup luar biasa.


÷÷÷÷÷


mereka sudah di dalam kelas, duduk di bangku masing-masing. bel berbunyi, semua murid menuju lapangan untuk upacara.


"ishhh males banget deh ikut upacara," ucap salsa. "gue pura-pura sakit perut aja deh, biar gak ikut upacara." salsa membuat alasan.


"terus kalo lu sakit perut beneran, mau?" tanya dinda


"emm.. ya gak lah di," jawab salsa tak yakin.


"kalo gitu ya udah ikut upacara aja."


dengan langkah males salsa ikut upacara, baris di belakang dinda, sengaja biar bisa berlindung dari panas, soalnya dinda lebih tinggi.


"ya tuhan ku, turunkan lah hujan, biar kami semua bisa upacara di kelas masing-masing," wayan berdoa.


"aminnn..." sahut babas


apapun ulah mereka, upacara tetap berlangsung.


"panas banget sih," lyli udah kipas-kipas pake tangan.


"itu kepala sekolah lama banget ya pidatonya." ucap salsa. "luntur lah ini bedak gue."


di pidato terakhir kepala sekolah memberikan peringatan, bagi seluruh murid untuk tidak terlibat dengan narkoba, balap liar, dan geng motor.


seketika james menatap dinda yang berdiri sejajar dengannya. dinda hanya mengedipkan sebelah matanya pada james.


perlu dicatat dinda tidak terlibat dalam geng motor, apalagi bersentuhan dengan narkoba. dinda hanya suka balapan, tapi salahnya dia memilih ikut balapan liar, andai dia menyalurkan hobby dengan mengikuti balapan yang sesuangguhnya, mungkin dinda tidak akan pernah ikut balap liar. tapi dinda tau, ayahnya tidak akan mengijinkan anak perempuannya ikut balapan, baik itu liar ataupun legal.


upacara pun selesai dan semua murid kembali ke kelas masing-masing.


÷÷÷÷÷


pagi ini mata pelajaran bahasa indonesia, pelajaran yang sangat di sukai oleh babas dan wayan, karena gurunya yang asik dan menyenangkan. ibu santi namanya.


bu santi berjalan di koridor, suara sepatunya menggema terdengar, dia menuju ke arah kelas.


ketika bu santi sudah masuk, dan meletakan buku di atas meja. seperti biasa babas membuat ulah.


"semua....bersiap." teriak babas


"beri salam...."


semua murid sudah dikompakin oleh babas langsung menjawab.


"se-la-mat pagi cek gu...." (dengan logat ala negara tetangga)


bu santi hanya tersenyum, lalu membalas salam semua murid dengan nada dan logat yang sama.


"selamat pagi murid-murid."


semua murid lantas tertawa.


"sekarang buka buku kalian, halaman 62." perintah bu santi.


"bastino, hari ini kamu ke sekolah naik apa?" tanya bu santi sambil tersenyum.


"sapi bu..." jawab salsa


yang lain pada tertawa mendengarnya.


bu santi ikut tertawa.


sedang babas cengir cengir aja.


hampir seluruh penghuni sekolah melihat kedatangan babas dengan motornya, begitu juga dengan bu santi yang hanya dapat mengelus dada melihat muridnya yang satu itu.


÷÷÷÷÷


saat bel pulang sekolah berbunyi semua murid dengan semangat menyusun buku di dalam tas. semua sudah bersiap-siap berdoa sebelum pulang, dan mengucap salam kepada guru.


saat pulang sekolah adalah saat yang di nanti oleh semua murid, apalagi kalau di beritahukan akan pulang cepat, semua murid pasti bersorak senang.


mereka sudah punya rencana masing-masing apa yang akan di lakukan saat pulang sekolah nanti.


babas sudah duduk di atas motor kesayangannya.


"wayan lu gak nebeng gue aja," tawar babas.


"gue bareng abi aja bas," sahut wayan.


haha babas tertawa, "kenapa lu malu naek motor sama gue."


"gak lah bas, biasa aja kali, gak ngaruh gue mah, mau tu motor lu kalungin rante kapal pun, gue gak ngaruh.


hari ini abi mau nginep di rumah gue, makanya gue balik bareng abi." ucap wayan menjelaskan.


"salsa..."bpanggil babas dengan suara centil.


salsa yang di panggil memalingkan wajahnya.


"gak, makasih." jawab salsa ketus.


"adi gue pulang bareng lu ya," ucap salsa manja, melihat adi yang menuju motornya.


"aduh.. sa, kayanya gue gak bisa nganterin lu, habis ini gue ada urusan." ucap dinda.


"terus gue pulang bareng siapa di?" tanya salsa, "lu ada urusan apa sih, gue temenin ya." salsa sedikit memohon.


"maaf ya sa, tapi beneran gak bisa," dalam hati dinda bingung cari alasan apa. "i..itu sa gue di suruh nemenin bunda, jadi di suruh pulang cepet."


"lu pulang bareng babas aja ya," ucap dinda


"dihhh... ogah di, amit-amit gue pulang naek sapi." ejek salsa.


"maaf ya sa, beneran, kalo gue gak di suruh bunda, pasti gue anterin lu," lantas dinda pergi melajukan motornya.


"yakin gak mau pulang bareng gue?," tanya babas pada salsa.


salsa membuang wajahnya, "heh.... gak bakal bas." jawab salsa.


abi dan wayan sudah pulang saat dinda datang tadi. sedang james gak tau kemana, gak kelihatan sejak keluar kelas langsung hilang, mungkin sudah pulang, motor james juga gak ada diparkiran.


"udah sepi loh sa, serius gak mau bareng gue, kalo gak mau gue tinggal nih ya," ucap babas.


salsa memperhatikan sekitar, keadaan sekolah sudah sepi, lyli juga udah pulang, salsa berpikir sejenak.


"masa iya, gue harus pulang bareng babas naek sapi, haduhhh bisa jadi tontonan sepanjang jalan. tapi kalo gue gak bareng babas, gue sama siapa donk."


"ya udah, gue balik duluan ya sa." babas sudah akan melajukan motornya.


salsa langsung menghentikan babas,


"bas, i...iya.... gue mau." ucap salsa.


"mau apa?" tanya babas pura-pura.


"ya itu..." sahut salsa.


"itu apa sa?" babas masih pura-pura gak ngerti.


"iya gue mau pulang bareng lu," ucap salsa cepat.


"nah gitu kek dari tadi, ngomong setengah-setengah." ucap babas.


salsa masih berdiri, belum naik ke motor babas.


"kata lu mau bareng gue, lah ngapain masih berdiri di sono?" tanya babas.


salsa manyun, melipat kedua tangan di dada, menghentakan kaki sebelah kanannya.


"buru ah naik, gue tinggal nih ya," ancam babas sambil memainkan gas motornya.


"iya..." ucap salsa cemberut. lantas salsa naik ke motor babas, duduk di belakang babas.


"loh kok gak jalan bas?" tanya salsa heran.


"pegangan nanti jatuh," ucap babas.


"iya ini udah," salsa memegang bahu babas.


"lu ngarep gue pegang pinggang gitu," ucap salsa marah, "jangan ngarep bas, otak lu mesum." maki salsa.


babas tertawa ngakak. lalu melajukan motornya.


brum........ brummmm....... brummm.......


klonenggg...... kelooonenggg.... kelonengggg......


suara motor babas langsung berbunyi.


"enak kan sa? naik sapi?" tanya babas tersenyum.


salsa memukul bahu babas, "enak di lu bas, eneeg di gue." ucap salsa.


babas hanya tertawa mengetahui salsa yang terlihat kesal. "harusnya lu bersyukur sa, masih bisa pulang gratisan, diantar sampe depan rumah, gak jalan kaki." ucap babas.


"coba kalo jalan kaki bisa gede betis lu, hahaha...." babas tertawa.


"mingkem napa bas, fokus nyetir aja sono." ucap salsa kesal.


seketika salsa menutupi wajahnya dengan buku yang di pegangnya.


"kenapa? lu malu ya?, klo malu dah turun aja, sono naek ojek." ucap babas


salsa hanya diam sambil cemberut.


"sa, pake lah helmnya, nanti di tangkep polisi gimana," tutur babas.


salsa yang masih kesal, memakai helm sambil mengerutu, tapi sebenarnya helm itu membantu salsa menutupi sebagian wajahnya yang menahan malu.


÷÷÷÷÷


"prit....priittt..... priitttt.........." suara peluit dari petugas polisi.


"bas kenapa kita di stop?" tanya salsa.


motor babas di stop oleh seorang polisi yang berjaga saat di persimpangan lampu merah.


babas hanya menaik turunkan bahunya. lantas memberhentikan motor ke pinggir jalan.


babas membuka helmnya, lantas turun dari motornya. lalu sebelum polisi menegur, babas mengucapkan salam duluan.


"siang menjelang sore pak....." sapa babas sopan.


"siang," balas polisi itu.


"saya salah apa pak, kok di berhentikan?" tanya babas.


semua orang yang melintas, tak luput memperhatikan mereka.