![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
akibat ulah andra yang terus merengek, dan mengancam mengadu pada bunda, disinilah dinda sekarang, di pasar malam yang rame sesak dengan orang.
"kak, andra mau masuk rumah hantu." ucap andra antusias, saat melihat wahana rumah hantu di depan matanya.
"mati gue, ngapain sih ke rumah hantu, mending ngajak gue berantem aja sinilah." dumel dinda dalam hati.
"lu pergi sendiri kalo mau ke sana. gue di sini aja." ucap dinda datar.
"kakak gak asik, masa jago berantem takut hantu." ledek andra yang sudah berlalu menuju rumah hantu.
"hemmm....... nyesel gue nemenin lu dek."
dinda duduk di kios minuman bubble, menunggu andra keluar dari rumah hantu.
÷÷÷÷÷
"cinderella ku,...... bagaimana mungkin aku bisa menemukan mu disini, sudah ku cari kau ke penjuru istana tapi tak kunjung kutemukan juga, malah nyangsang di pasar malem. halahhhh.... gak keren banget sih."
ucap seseorang yang tak lain adalah babas.
entah datang darimana mahluk satu ini, kenapa harus muncul di depan gue.
"ck..... pergi satu, datang musibah lain." gerutu dinda.
babas yang kebetulan sedang belibur di daerah situ, memang sengaja ingin melihat pasar malam. tanpa disangka dia bertemu dinda yang sedang duduk sendirian di kios minuman. tidak pakai pikir panjang babas langsung nyamperin dinda.
"di, kok lu bisa disini?, sama sapa lu?, sendirian doang tah?, gak nyangka demen pasar malem juga lu? jangan-jangan lu dagang minuman ya???" cerocos babas.
dinda masih diam, tak menjawab babas, lebih asik meminum bubble coklat.
"atau jangan-jangan kita jodoh di," ucap babas sambil menaik turunkan alisnya.
dinda hendak melayangkan jitakan ke babas, "eitss......." cegah babas. "lu mau jitak gue kan?, gak usah, biar gue jitak pala gue sendiri. nih.... lu liat." babas menjitak kepalanya sendiri.
dinda nyengir mengejek, melihat ulah babas yang luar biasa konyol di matanya.
"tino, ayo balik. ditungguin sama mamah dan papah di rumah." ucap seseorang lelaki yang berdiri agak jauh dari babas dan dinda.
"iya kak," jawab babas.
lelaki itu memperhatikan dinda dengan seksama, "seperti tidak asing dengan wajahnya, tapi pernah bertemu dimana ya?" lelaki itu berfikir.
"ayang.... cinderella, pangeran babas pulang dulu ya. jangan kangen, kangen itu berat. biar dilan aja yang rindu milea, cinderella gak usah ikutan." ucap babas ngaur.
"udah balik sono," usir dinda. "anak balita keluyuran malem-malem, nyokap lu udah nyariin tuh, jangan lupa sampe rumah cuci tangan, kaki, pake sabun, terus sikat gigi, abis itu minum obat cacing." ledek dinda.
terlihat wajah babas kesal dengan ucapan dinda. "lawan lu mah gak bisa menang gue, kalah mulu." sahut babas.
"babay.... ayang cinderella." babas melambaikan tangan, "makasih ya udah perhatian sama pangeran babas," lalu babas mengedipkan sebelah matanya.
dinda mencibir, babas malah tersenyum lebar, menghampiri kakaknya.
"pacar aku kak, cakep kan?" dengan bangga babas memberitahu kakaknya walau tak di tanya.
"gak nanya." jawab kakanya acuh.
"iri kan lu kak, makanya jangan kelamaan jomblo." ledek babas.
÷÷÷÷÷
liburan telah selesai, dinda dan andra sudah kembali ke rumah. besok mereka sudah masuk sekolah seperti biasa.
dinda dan james lagi di kantin sekolah, makan bakso kesukaan dinda. "james kata om andre, yang begal lu waktu itu udah di tangkep," dinda membaritahu.
"hemm...." hanya itu tanggapan james. dinda melirik james sebentar, kemudian kembali memakan baksonya.
"nanti pulang sekolah kita ke kantor om andre, sekalian ngambil motor lu." ucap dinda.
"hemm....." james kembali menjawab seperti tadi. dinda memutar bola matanya malas.
"demen lu nebeng terus sama gue?, kayaknya lu gak seneng motor lu ketemu." selidik dinda.
"gue udah ikhlas kalau pun itu motor gak ketemu," jawab james santai.
"serah lu dah." sahut dinda.
÷÷÷÷÷
"lagi kencan lu bedua, makan bakso beduaan aja, duduk hadap-hadapan," sindir babas, yang baru datang menepuk pundak james.
"menurut lu?", sahut james.
"menurut gue??? lu takut baksonya gue minta kan." ucap babas, mangkok bakso james sudah pindah ketangan babas. dengan santai babas memakan bakso milik james.
"enak juga ternyata bakso gratisan ya," babas makan bakso yang tinggal tiga butir itu hingga habis.
"bang baksonya satu mangkok lagi," pinta james pada abang bakso. "gak pake mie bang."
"gak pake sayur juga," timpal babas.
"apaan sih lu bas, bakso gue itu." ucap james kesel.
"bang jangan pake bawang juga." babas masih mengoceh.
"bas...." kesal james.
"sekalian bang gak usah pake mangkok." sahut dinda datar.
james dan babas melirik dinda. lantas saling lihat-lihatan. kemudian mereka tertawa ngakak.
"gak waras pada otak lu semua," abi baru datang bersama wayan dan langsung duduk mengapit dinda.
"ini baksonya jadi gak?" tanya si abang bakso yang masih memengang mangkok kosong.
"jadi bang, bikin tiga mangkok." sahut wayan.
÷÷÷÷÷
dinda dan james ke kantor om andre setelah pulang sekolah. om andre berterima kasih kepada james dan dinda, karena begal yang mereka jadikan target operasi sudah tertangkap. sudah lama ketiga orang begal itu dicari oleh pihak berwajib, karena ulah mereka sangat meresahkan masyarakat.
james juga sudah memdapatkan motornya kembali, beruntung begal itu belum menjual motor james.
mereka berpamitan dengan om andre, mengucapkan terima kasih atas bantuan om andre.
"muka lu kok gak seneng gitu james?" tanya dinda.
"padahalkan motor lu dah balik lagi."
"kenapa motor gue mesti ketemu sih, mending hilang aja." ucap james pelan, tetapi masih terdengar oleh dinda.
"dasar aneh lu, kebanyakan makan bakso kali, jadi anggong kan." ledek dinda.
"gue jadi gak bisa berangkat dan pulang bareng lu lagi kan. gumam james, yang kali ini tidak di dengar oleh dinda.
"james kita ke panti dulu yuk,udah lama gue gak ke sono." ajak dinda.
"oke." jawab james singkat padat dan jelas.
÷÷÷÷÷
saat tiba di panti terlihat dodi berlari menghampiri, napasnya masih ngos-ngosan.
"di...di....ii... itu...." dodi terbata...
"tenang dod, lu kenapa, nih minum dulu." dinda menyodorkan minuman.
dodi mengambil minuman itu, meminumnya hingga habis.
"si ipul ketangkep pol pp." dodi memberitahu.
dinda dan james kaget bersamaan. "kok bisa dod?" tanya dinda. "gimana ceritanya?"
"udah gue bilang jualan di pasar aja, dia ngotot jualan di perempatan. lagi apes kali, baru juga hari ini jualan di sono, eh... malah kena ciduk pol pp." ucap dodi.
"hayo di kita ke kantor pol pp, bebasin ipul." ajak dodi.
dinda bergegas, james juga ikut. "eh... tunggu, kita harus aja mak parti," ucap dinda.
mereka pun memberitahu mak parti.
setelah membebaskan ipul, mereka kembali ke panti.
"pul besok jangan jualan di perempatan lagi, lu jualan di pasar aja." ucap dinda.
"iya pul, gue juga udah bilang ke lu jualan di pasar aja." timpal dodi.
"iya di, dod, maafin gue ya, nyusahin aja kerja gue." ucap ipul menyesal.
÷÷÷÷÷
"non kok baru pulang? tadi ibu nelpon nanyain non," tina memberitahu.
"ngapain bunda nyariin gue?" tanya dinda.
"tina gak tau juga non."
"ya udah nanti gue telpon bunda. gue mau mandi dulu."
setelah selesai mandi dan mengganti pakaian dinda menelpon bunda.
"hallo bun, kata tina tadi bunda nyariin dinda ya?"
"kamu kemana? kok bunda tepon kamu gak ada?
bukannya jam tiga sudah pulang sekolah. ini jam berapa dinda?"
"ooo.... maap bun. tadi dinda ke panti, nolongin ipul."
"kenapa dengan ipul?" tanya bunda.
"ipul di tangkep pol pp karena jualan di perempatan." dinda memberitahu.
"terus gimana? udah bebas? kalo gak minta tolong ayah aja."
"gak perlu bun, tadi dinda dan mak parti udah jemput ipul dari kantor pol pp."
"ya sudah hati-hati ya di rumah, minggu depan bunda dan ayah pulang."
"oke bun."
"jaga adik kamu." pesan bunda.
"siap bun."
dinda turun ke lantai bawah, duduk di ruang keluarga, menghidupkan tv.
notifikasi hp dinda berbunyi, ada pesan whatsapp.
Pesan WhatsApp
"adi apa kabar? udah lama gak ketemu, gue mau kasih tau minggu depan gue mau berangkat ke luar kota, ada tournamen tingkat nasional. doain gue dapet emas ya." (angel)
bukan membalas chat angel, dinda malah vidio call. melihat adi melakukan vidio call, angel segera mengangkatnya. tampak wajah angel, dia sedang duduk di teras balkon kamarnya.
WhatsApp Vidio Call
"hai di," sapa angel.
"hai gel." balas dinda.
"gimana kabar lu di? kangen gue udah lama kita gak ketemu." angel begitu senang.
"gue baik gel, lu gimana kabarnya?"
"baik juga," jawab angel.
"gue doain lu bawa emas." ucap dinda. "jangankan emas, kalo ada berlian gue doain lu bawa berlian, hehehe."
"thanks di. tapi kalo ada berlian, nanti jadi incaran perompak lagi gue." mereka terkekeh.
"besok pulang sekolah lu kemana?" tanya dinda.
"gak ada, kenapa di?"
"besok kita ketemuan gimana?"
"emm.... "angel tampak berfikir.
"helehhh..... sok pake mikir, katanya kangen sama gue." sindir dinda.
"iya deh.." sahut angel. "tapi jemput gue ya."
"siap." jawab dinda. kemudian mengakhiri vidio call dengan angel.
÷÷÷÷÷