Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode EMPATPULUHSATU



james telah selesai mengambil beberapa lembar uang dari mesin atm itu, saat keluar dilihat dinda tak ada, tapi motornya terparkir di depan mini market dalam kawasan pom bensin tersebut. james menghampiri motornya, matanya mencari sekilas dari balik kaca mini market, mungkin akan terlihat dinda di dalam. tapi lama james menunggu dinda tak kunjung terlihat. james memutuskan masuk kedalam mini market.


setelah berkeliling di dalam mini market yang luasnya tak seberapa itu, james tidak menemukan sosok dinda.


"kemana si adi???" james ngomong sendirian.


"jangan ngelamun nanti kesambet" dinda menepuk bahu james dan mengejutkannya.


"dari mana di? gue nyariin lu" tanya james.


"biasa, tadi kebelet"


mereka kembali melanjutkan menuju ke tempat babas berada. dinda dan james sampai di alamat yang babas berikan. dinda dan james melihat sekeliling, tapi tidak tampak batang hidung babas.


"coba lu telpon lagi di, si babas" saran james.


dinda mencoba menghubungi babas, tapi tidak tersambung. mencoba sekali lagi dan masih sama tidak tersambung.


"gimana di?" tanya james.


"gak nyambung, kayanya hp babas mati"


"terus gimana nih? masa iya babas beneran di culik?" james berspekulasi.


"gue telpon ke rumahnya aja" ucap dinda. kemudian dinda menelpon ke rumah babas. lama menunggu akhirnya ada yang mengangkat telepon dinda. suara seorang lelaki terdengar di sebrang sana. dinda mengucapkan salam dan di balas oleh lelaki itu. dinda menanyakan apakan babas ada di rumah, dan lelaki itu menjawab tidak ada. dinda tak bertanya lagi, mengucapkan terima kasih dan mengakhiri panggilan telepon itu.


"babas gak di rumah juga" dinda memberitahu james.


"terus gimana sekarang?"


"gue juga gak tau james, bikin perkara aja nih si dekil"


÷÷÷÷÷


"adiiiiiiiii.........." tampak seseorang lelaki berlari menghampiri, lengkap dengan jubah hitam terpasang di leher menutupi bahu hingga sepinggang.


dinda yang mendengar teriakan itu menoleh ke asal suara, melihat dengan aneh lelaki di depannya.


james yang juga melihat tampak biasa saja, seolah mengerti yang sedang terjadi.


"adi, tolongin gue" rengek lelaki itu yang tak lain adalah babas.


alis dinda tampak beradu, tampak sekali kebingungan bercampur rasa kesal di wajahnya. dinda menggelengkan kepalanya, antara pusing dan malas.


"james kita pulang aja" ajak dinda.


"adi, tolonngin gue" sekali lagi babas merengek seperti anak kecil, babas menggoyangkan lengan dinda.


dinda pun menyerah dengan ulah babas, melihat orang-orang mulai memperhatikan ke arah mereka.


dinda dan james turun dari motor, memarkirkan motornya. babas sudah menggeret dinda memasuki sebuah tempat yang tak lain adalah barber shop.


"dia yang bikin rambut gue kayak gini" adu babas pada dinda menunjuk salah seorang lelaki yang bertugas memotong rambut babas.


dinda melihat rambut babas yang sudah terpotong pinggirnya separuh, dan tampak memang terjadi kesalahan potong.


lelaki yang di tuduh babas seperti tidak terima dan memberi pembelaan. dinda yang waras mengerti lalu sudah melotot ke arah babas, tampak sekali menahan amarah dan geram pada ulah babas.


babas memang tidak pernah mau memotong rambutnya, dia lebih suka rambutnya tumbuh panjang hingga menutupi leher. kalian masih ingatkan rambut babas yang ikal jika panjang, tetapi akan tampak lurus jika pendek. nah babas tidak menyukai rambut pendek itu.


babas berniat hanya ingin merapihkan rambutnya saja, tapi karena pas sedang di potong babas mengantuk, alhasil saat kliper mulai berkerja kepala babas miring akibat kantuknya, jadilah rambutnya cepak sebelah.


"diam duduk di sini, kalo lu begerak gue pastiin gak ada sisa sehelai rambut pun" ancam dinda pada babas. anehnya babas seperti seorang bocah lima tahun yang takut dan menurut begitu saja.


dinda meminta lelaki itu mulai mencukur rambut babas, dinda menunjuk sebuah model rambut sebagai contoh. lelaki itu menuruti ucapan dinda dan mulai mencukur babas.


dinda tak habis pikir entah bagaimana temannya yang satu ini bisa membuat ulah yang luar biasa konyol hanya gara-gara mencukur rambut. "nyusahin aja" dinda menghela napasnya.


dinda dan james duduk di bangku tunggu, menunggu babas selesai dicukur. kalau dipikir untuk apa menunggui babas, tapi dari pada adegan babas berteriak beberapa menit lalu itu terulang lagi, dinda pasrah menunggu babas hingga selesai di cukur. sedangkan james hanya mengikuti dinda saja, tidak banyak berkata atau bertanya.


"pacarnya ya bang?" tanya tukang cukur itu pada babas.


babas hanya memicingkan matanya, menatap tajam pada tukang cukur itu. mungkin babas masih kesal dengan tukang cukur itu karena rambut kebanggaannya tidak akan ada lagi.


÷÷÷÷÷


tukang cukur itu memberitahu kepada dinda bahwa dia telah selesai memotong rambut babas sesuai dengan permintaan dinda.


dinda melihat pada babas, rasa ingin tertawa tidak tertahan, tetapi dengan sekuat tenaga dinda tahan. sebenarnya menurut dinda babas lebih terlihat rapih dan tampan dengan rambut barunya. eitsss.... dinda tidak memuji ya. maaf hanya khilaf. nanti kalau babas tau dinda memuji bisa terbang kelangit ke tujuh dia.


"gimana di? jelek ya?" tanya babas soal rambut barunya.


"emm.... lumayan" jawab dinda datar.


"lumayan apa? lumayan jelek?" tanya babas mulai sewot. "gue bilang juga apa, ini gara-gara pak wahyu nyuruh gue potong rambut"


÷÷÷÷÷


"adi lu pulang bareng gue aja" pinta babas.


"lu pulang sendirian aja, gue bareng james, tadi juga gue dateng bareng james" sahut dinda datar.


babas tampak mencari akal agar dinda dapat pulang bersamanya. saat dinda hendak tancap gas, babas menahan tangan dinda.


"apa lagi sih bas?" tanya dinda kesal.


"pulang bareng gue di" babas masih kekeh meminta. "kalo lu gak mau pulang bareng gue, gue teriak lagi nih ya, biar diliatin orang-orang" ancam babas.


"bodo ahh... awas bas" dinda menyingkirkan tangan babas yang menahannya.


"adiiiiii.........." babas beneran teriak, membuat beberapa orang yang lewat menoleh kepada mereka.


"apa si bas, bikin malu tau gak" hardik dinda.


"ya udah pulang bareng gue" ucap babas.


dinda yang memang tidak bisa melihat orang merengek akhirnya menyerah dan menuruti kemauan babas untuk pulang bersamanya.


james pun akhirnya pulang sendirian memgendarai motornya.


÷÷÷÷÷


babas tampak senang dinda mau pulang bareng.


"ngapain lu cenger-cengir gitu? mau pulang gak" bentak dinda pada babas.


"iya ayo kita pulang, makasih ya di udah nemenin gue potong rambut" ucap babas.


"hemmm..." hanya itu jawaban dinda.


"naek pa kita? mana motor lu?" tanya dinda.


babas menggaruk kepalanya "hehe... gue gak bawa motor di"


dinda sudah melotot gak percaya. dalam hati dinda nyesel nurutin babas, mending tadi pulang bareng james.


"lu itu lebih ngerepotin dari andra tau gak" ucap dinda membandingkan babas dan adik lelakinya yang super manja.


"ya udah kita naek angkot atau bus aja" ucap dinda.


"gue emang gak bawa motor di, tapi gue kan gak bilang kalo gue gak bawa kendaraan" ucap babas santai.


"yukk.. pulang" babas menarik tangan dinda untuk di genggamnya agar mengikuti langkah babas.


"ya gak usah gandengan juga kali" protes dinda menarik tangannya, tapi di tahan babas kuat.


"kan kita mau nyebrang ya gandengan lah" sahut babas.


dinda mendengus kesal. babas berjalan kesebrang jalan, kira-kira mereka berjalan 50 meter. ada sebuah mobil sport berwarna merah maroon metalik terparkir di sana. "ayo naik" babas sudah membuka pintu mobil untuk dinda.


dinda sepertinya terkejut lagi dengan apa yang dilihatnya, dinda masuk kedalam mobil itu. babas sudah memutar kearah pintu kemudi, babas masuk dan sudah duduk di dalam mobil.


"biasa aja dong, gak usah kagum gitu sama mobil gue, gue tau mobil gue keren" ucap babas senyum-senyum.


"pletakkkk....." dinda sudah menjitak babas.


"auchhh.... sakit di" babas mengusap kepalanya yang di jitak dinda.


"bagus, kalo masih berasa sakit, berarti lu masih waras. gue takut lu gak waras lagi bas" sahut dinda.


babas memasang sabuk pengaman, dinda juga demikian. kemudian babas melajukan mobilnya membelah jalanan. babas mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang.


__________________


kalian tau babas membawa mobil jenis apa???, kalau soal mewah jangan ditanya, mobil ini salah satu mobil sport yang cukup mewah.


salah satu yang juga memiliki mobil ini adalah seorang artis terkenal. harganya sangat mahal, karena menjadi salah satu mobil sport terbaik di dunia yang memiliki performa tercepat di kelasnya. hal ini tak lepas dari pemakaian mesin 6.5 liter V12 yang bisa mengeluarkan tenaga sebesar 730 horsepower. performanya sangat brutal, sehingga mampu menghasilkan top speed mencapai 350 km/jam dan bisa berakselerasi dari 0 sampai 60 mph dalam waktu 2.9 detik. hayooo.... udah ketebak belum ini mobil jenis apa?


__________________


"pantes lu maksa nyuruh gue pulang bareng, mau pamer lu" hardik dinda membuka suara memecah keheningan antara dia dan babas.


"iya, kok tau" jawab babas santai.


"gak ngaruh buat gue, besok kalo mau pamer sama salsa aja, atau sama cewek-cewek kelas sebelah aja sana."


babas tertawa mendengar ucapan dinda, "gue emang cuman mau pamer sama lu doang, kalo sama yang lain mikir-mikir dulu lah" sahut babas.