Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode TIGAPULUHDUA



"sekarang lu cerita sama gue, siapa yang mukulin lu?" tanya dinda pada andra yang sudah selesai di obatin tina.


andra masih diam, belum membuka mulutnya untuk bercerita.


"lu denger gue gak dek." bentak dinda yang sudah tidak sabar karena melihat andra yang diam saja.


andra lebih takut melihat amarah kak dinda, ketimbang di pukulin sama angga.


"kakak kelas andra kak." jawab andra cepat, kemudian melihat kearah dinda.


dinda masih menunggu cerita andra.


"namanya angga sanjaya. dia kakaknya cinta. katanya andra di suruh jauhin cinta."


"sebenarnya beberapa hari yang lalu dia juga ngancem andra, dia bilang andra harus jauhin cinta."


"andra udah jauhin cinta kak. tapi gak tau kenapa hari ini malah andra di pukulin."


"tapi waktu itu kak angga pernah bilang katanya kakak jangan ganggu cewek dia." andra memberitahu.


dinda yang sedang menyimak cerita andra mengerutkan keningnya, agak bingung apa yang dimaksud dengan jangan mengganggu cewek angga. "emang siapa cewek angga?" pikir dinda.


perasaan dinda gak pernah mengganggu mahluk yang berjenis cewek itu. apalagi dinda paling malas cari masalah, dinda justru selalu menghindari yang namanya masalah.


dinda masih menunggu cerita andra selanjutnya.


tadi juga kak angga bilang gini kak :______


"sana ngadu sama kakak lu, bilang angga sanjaya yang mukulin lu, dan angga sanjaya juga nantangin buat duel".


mendengar cerita andra, dinda menjadi emosi. entah siapa angga sanjaya itu sebenarnya. seingat dinda, dia tidak pernah punya urusan dengan orang yang bernama angga sanjaya.


terus kak angga juga bilang gini :______


"gue tunggu besok setelah pulang sekolah di lapangan belakang. awas kalo kakak lu gak dateng. lu yang bakal gue gebukin".


dinda tampak geram, sepertinya orang yang bernama angga sanjaya itu memang sengaja mencari masalah dengan dinda.


dinda mengecek muka andra, dilihat luka andra tidak terlalu parah.


"udah sana lu istirahat, jangan lupa nanti di salepin lagi lukanya." perintah dinda.


"oya jangan bilang sama ayah dan bunda." ngerti lu.


"iya kak." jawab andra.


bunda semalam menelpon dinda bahwa akhir pekan ini tidak bisa pulang, karena ayah ada tugas, dan bunda harus menemani ayah.


jadi dinda pikir bunda dan ayah tidak perlu tau jika andra diganggu kakak kelasnya. toh saat bunda pulang nanti, pasti luka di wajah andra sudah sembuh total.


dinda juga sudah melarang bi ijah, tina dan mang bowo untuk tidak memberitahu bunda dan ayah. untung saja anggota ayah tidak melihat wajah andra, sehingga mereka tidak akan memberitahu ayah.


____________________


sebenarnya kalo ayah dan bunda sampai tau, maka bisa dipastikan akan berurusan dengan yang namanya hukum, tapi pasti ujung-ujungnya diselesaikan secara kekeluargaan. mengingat ayah dan bunda adalah orang yang terlalu baik, menurut dinda.


ayah dan bunda mudah sekali memaafkan orang. tapi kalo dinda yang berbuat salah, maka tiada maaf sebelum dinda menjalankan hukuman.


_____________________


berdasarkan cerita andra, dinda menyimpulkan bahwa kakak kelas andra itu memang sengaja untuk nantangin dinda. tentang di suruh menjauhi adiknya yang bernama cinta sepertinya hanya alasan saja, tujuan utamannya adalah untuk mengincar dinda.


dinda makin penasaran dengan kakak kelas andra yang bernama angga sanjaya itu.


"dek, besok lu tetap sekolah." ucap dinda lalu pergi meninggalkan andra di kamarnya.


"tapi kak----- " andra ingin bilang bahwa besok dia takut untuk pergi le sekolah, tapi dinda sudah pergi keluar kamarnya.


di kamar dinda masih berpikir, siapa angga sanjaya itu sebenarnya?, dinda tidak akan melepaskan begitu saja orang yang sudah melukai adiknya. dinda membenci orang-orang yang menyakiti orang terdekatnya. dinda tidak akan pernah mengampuni orang yang bernama angga itu.


"besok gue mau lihat siapa pengecut yang berani bikin adek gue luka." ucap dinda menahan marah.


÷÷÷÷÷


"udah lu salepin lagi luka lu dek?" tanya dinda yang sedang sarapan roti bakar dan segelas susu.


"sudah kak", jawab andra yang ikut duduk untuk sarapan.


"kak" panggil andra.


"hemmm..."


"andra gak usah masuk sekolah ya?" pinta andra.


"kenapa?" tanya dinda.


"andra takut, nanti kak angga muk------" belum juga andra selesai bicara dinda sudah memotongnya.


"lu sekolah aja, justru kalo lu gak masuk, nanti mereka pikir adek gue seorang pengecut". ucap dinda tegas.


"lu tenang aja nanati gue yang bakal beresin orang yang bernama angga sanjaya itu"


"udah cepet sarapannya, lu ke sekolah bareng gue aja, gak usah sama mang bowo. nanti pulang sekolah gue juga bakal jemput lu". ucap dinda gak mau di bantah.


andra pun menuruti apa yang dinda katakan, andra tau bahwa kakak perempuannya itu lebih dari mampu untuk menghajar angga, tapi andra hanya tidak mau kakaknya terlibat perkelahian. andra sangat menyayangi kakak perempuannya itu, walau andra sering usil dan meledek dinda.


÷÷÷÷÷


dinda mengantar andra sampai depan sekolah. andra memberikan helmnya pada dinda.


"udah sana masuk, gak perlu takut" perintah dinda.


andra masuk ke kelasnya, sepanjang jalan matanya terus mengawasi sekeliling, takut kalo kakak kelasnya itu akan mengganggunya lagi.


"andra.... muka lu kenapa?" tanya cinta cemas, melihat sedikit lebam di muka andra.


"gue gak apa-apa" jawab andra cuek.


cinta mendekati andra, namun andra menyuruh cinta kembali ke tempat duduknya. sebenarnya cinta sedikit kecewa dengan sikap andra. cinta berpikir apakah andra berkelahi, melihat luka di wajah andra seperti orang yang habis berkelahi.


÷÷÷÷÷


dinda menelpon dodi, menanyakan apakah dodi mengenal orang yang bernama angga sanjaya.


dodi mengatakan bahwa tidak mengenal, tapi mendengar nama angga seperti tidak asing. tapi dodi tidak mengingat pernah dengar dimana.


"sial siapa sebenarnya angga itu, gue harus cari tahu" umpat dinda.


"siapa yang sial di?" tanya james kemudian duduk di sebelah dinda.


"gak ada james". sahut dinda yang masih terlihat raut kesal di wajahnya.


÷÷÷÷÷


"buru-buru banget sih ayang cinderella," tegur babas pada dinda yang terlihat berjalan cepat menuju parkiran motor.


dinda juga tidak menanggapi ucapan babas. dinda bergegas ke sekolah andra untuk menjemput andra.


"woy... james, kenapa si adi"? tanya babas pada jemas yang juga sudah akan pulang.


james mengangkat bahu, tanda tidak tau apa yang terjadi pada dinda.


"agak aneh tau si adi, kaya mau gebukin orang aja, mukanya garang amat" ucap babas.


james terdiam, teringat saat tadi dinda mengumpat seseorang, tapi ketika ditanya dinda tidak bilang apapun. mungkin saja itu berhubungan dengan sikap dinda barusan.


"bas, kita ikutin adi yuk" ajak james.


"mau ngapain ngikutin si adi?, kurang kerjaan, mending gue nonton kartun di rumah" sahut babas.


"udah ikut aja, gue curiga sama si adi, cepetlah gak usah banyak mikir." ucap james tegas.


dalam hati, babas lah yang curiga sama james, dilihat dari sikap james saat ini, bukan james yang biasanya.


"sebegitu khawatirnya si james sama si adi" ungkap babas dalam hati.


babas pun akhirnya mengikuti apa yang dikatakan james. mereka mengikuti dinda cukup jauh, tanpa membuat dinda curiga kalo sedang diikuti.


dinda membelokkan motornya disebuah pom bensin, dinda memarkirkan motornya. kemudian pergi menuju toilet.


dinda sengaja mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian ala dinda, yang akan membuat dinda tampak seperti laki-laki. tak lupa dinda menggunakan kupluk dan jaket hitamnya.


setelah itu dinda melajukan motornya menuju sekolah andra.


james dan babas yang melihat dinda mengganti pakaian, tambah menaruh curiga, terlebih james yang memang tau bagaimana dinda.


_______________________


kalian tau bagaimana dinda kesekolah mengendarai motor sportnya? dinda tentu tidak memakai rok, dinda sengaja memakai celana yang senada warnanya dengan seragam sekolahnya. baru kemudian setelah sampai di sekolah dinda mengganti dengan roknya. kecuali dinda naik mobil, maka dia tidak mengganti rok dengan celana.


makanya orang yang melihat dinda, tidak akan menyangka kalo yang mengendarai motor adalah seorang perempuan. apa lagi dinda selalu memasukan rambut panjangnya kedalam kupluk, kemudian melapisi baju sekolahnya dengan jaket kulit pemberian om andre.


postur tubuh dinda yang tinggi dan ideal sangat mendukung penampilannya. jika orang tidak melihat rambut panjang dinda maka akan mengira dinda seorang lelaki.


suara dinda pun tidak seperti perempuan pada umumnya. suara dinda ketika bicara memang sedikit seperti suara pria. antara bersyukur atau menyesal, tapi dinda tidak pernah menyesali apa yang ada pada dirinya.


menurut dinda apa yang dimilikinya adalah anugrah dari tuhan untuknya.


mungkin semua ada hubungan dengan ayah dan bundanya, nanti di ceritakan lagi ya, kenapa dinda bisa jadi tomboy seperti sekarang.


_______________________


dinda berhenti di depan sekolah andra, dia menunggu andra keluar. tak lama andra keluar dan nyamperin dinda.


james dan babas berhenti agak jauh dari dinda dan masih mengawasi dinda.


"ngapain si adi di sekolah andra? tumben banget dia jemput adiknya. pake acara ganti baju dulu lagi." ucap babas curiga.


james tampak tak banyak bicara, perhatianya fokus mengawasi gerak gerik dinda. james takut jika dinda akan berkelahi seperti waktu itu.