![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
setelah mengetahui dari dokter yang memeriksa dodi, bahwa luka yang di alami dodi tidak terlalu parah, dinda meminta ipul memberitahu emaknya dodi.
"di, kenapa gak lu aja yang nelpon emaknya dodi, gue ngeri sama emaknya dodi" ipul memberi alasan.
"laki atau perempuan?" tanya dinda.
ipul yang di tanya malah bingung, tapi kemudian mengerti maksud dinda. "ya laki lah gue di, tapi emaknya dodi itu iiiiiiiiii........" ipul merinding sendiri.
"udah sono telpon, gak usah banyak alesan" sahut dinda.
"makanya gue tadi gak nelpon emaknya dodi, pas dodi gue bawa ke sini, hemmm... gak taunya gue juga yang di suruh nelpon. semoga emaknya dodi tidur pules jadi gak ngangkat telpon gue." doa ipul dalam hati.
ternyata doa ipul tak terkabul, emak dodi mengangkat telpon di dering ke dua. ipul pun memberitahu bahwa dodi masuk rumah sakit karena kecelakaan, untung aja ipul gak di tanya macam-macam. emaknya dodi segera menuju rumah sakit setelah mendapat kabar dari ipul.
÷÷÷÷÷
dodi sudah di pindahkan keruang rawat, dinda dan ipul menemui dodi yang sudah sadar sejak di pindahkan ke ruang perawatan.
"syukur dod, lu masih selamat, gue udah takut banget tadi pas lihat lu pingsan" ucap ipul yang sudah duduk di sebelah ranjang dodi, sedang dinda masih berdiri melipat tangan di dada.
dodi yang melihat dinda langsung menciut takut, soalnya wajah dinda terlihat seperti akan memarahi dodi.
"maapin gue di" ucap dodi lirih.
dinda diam tak menjawab dodi, ya benar dinda sedkit kecewa dengan dodi.
"pul, gue beli minum sebentar ya, lu mau minum juga gak?" tawar dinda.
"boleh di, teh manis anget ya di"
lantas dinda pergi membeli minuman. sambil menunggu emaknya dodi datang, ipul menemani dodi.
"adi marah sama gue ya pul?" tanya dodi.
"ya wajar lah, lu juga ngeyel dibilangin jangan ikut, masih aja ikut balapan itu, ujungnya gini"
÷÷÷÷÷
gak lama emak dodi datang, raut wajahnya tidak dapat di tebak, ipul sudah mundur dan sedikit menjauh. siap-siap kalo nanti dodi kena omel sama emaknya.
"dodi kamu gimana nak?" mak dodi sudah duduk di sebelah dodi, "mana yang sakit?"
mak dodi sedih melihat keadaan dodi. dodi adalah satu-satunya yang dimiliki emak sebagai pelindung keluarga, karena dodi anak yatim, ayah dodi meninggal waktu dodi masih SD, dodi memiliki adik laki-laki yang sekarang duduk di bangku SMP.
emak dodi menghidupi kedua anaknya dengan berjualan kue. dodi juga sering membantu emaknya.
dulu dodi pernah ingin berhenti sekolah dan memilih bekerja, tapi emaknya melarang dodi, kata emak sekolah itu penting untuk masa depan yang lebih baik. tapi namanya anak laki-laki, pasti ada nakal-nakalnya kan.
"dodi gak apa-apa mak, cuman luka ringan aja" jawab dodi menenangkan emaknya.
melihat anaknya baik-baik saja emak dodi merasa lega, sejak berangkat dari rumah emaknya takut kalo terjadi sesuatu yang buruk dengan dodi.
"kok bisa kaya gini sih dod, emang kamu kemana?" tanya emak.
dodi diam tak berani menjawab emaknya, ipul pun diam saja tidak berani bersuara.
"kamu berantem ya? udah emak bilang jangan aneh-aneh, kamu sih suka gak denger omongan emak" nah kan emak udah mulai ngomel, tapi walau pun begitu, emak sangat menyayangi dodi. namanya juga emak-emak pasti khawatir dengan kondisi anaknya.
"dodi jatuh dari motor mak, bukan berantem"
"owwww.... kamu ikut trek-trekan kan, anak bandel, udah emak bilang berapa kali jangan ikut, kamu mau bikin emak cepet di panggil tuhan hah?" emak sudah memarahi dodi dan menjewer kuping dodi.
"ampun mak, sakit mak" keluh dodi yang menahan perih di telinga yang di jewer emak.
"di jewer emak kamu bilang sakit? ini apa, luka-luka gini emang gak sakit?" emak sudah menekan luka dodi satu persatu, menunggu reaksi dodi.
"au.. au... ya sakit mak, ampunn... mak"
"udah tau sakit, tapi masih bikin ulah"
"iya mak, ampunn... dodi janji gak bakal ikut lagi"
"janji kamu itu anget-anget eek ayam, paling lama tahan 3 hari doang"
"lah bau dong dodi mak, disamain dengan eek ayam"
emak menyentil mulut dodi, kesal sama dodi. "masih bisa ngejawab aja ya"
dodi menutup mulutnya dengan tangan, takut kalo-kalo disentil emak lagi.
ceklek... dinda masuk dengan membawa dua botol air mineral, dan dua gelas teh manis hangat.
emak yang masih memarahi dodi gak sadar kalo dinda sudah di dalam. dodi melirik emaknya memberitahu kalo ada dinda, "ngapain kamu lirik-lirik, mau mak sentil itu mata biar bintitan" emak masih mengomel.
dodi yang kesal lalu memberitahu emak sambil berteriak. "ada dinda itu mak"
"mak" sapa dinda.
emak yang mendengar suara dinda langsung menoleh, "ehh.... ada nak dinda, duduk nak, loh kok bawa minuman, gak usah repot-repot dinda" emak langsung berubah 180° begitu melihat dinda, manis dan baik luar biasa.
dodi dan ipul yang melihat langsung menghela napas.
namun dodi merasa lega karena secara tidak langsung dinda sudah menyelamatkannya dari omelan emak.
"nak dinda makasih ya sudah menolong dodi" ucap emak.
"yang bawa dodi ke rumah sakit ipul mak, dinda tadi di telpon ipul, jadi dinda susulin ke sini" dinda memberitahu.
"pul makasih ya" ucap emak tulus.
setelah mengobrol dengan emak dodi, dinda dan ipul mohon pamit, karena harus pergi ke sekolah.
"mak dinda sama ipul pulang dulu ya" ucap dinda pada emak dodi.
"iya nak, terimakasih ya sudah jagain dodi"
"dod kita balik dulu ya" pamit ipul. sedang dinda masih diam saja.
dinda mengantar ipul ke panti terlebih dahulu. "pul nanti kasih tau gue perkembangan dodi ya, paling pulang sekolah baru gue bisa jenguk lagi"
"iya di"
÷÷÷÷÷
dinda sudah sampai di rumah, dinda kemudian tidur sebentar, karena matanya terasa sangat mengantuk. tadi ketika tina membukakan pintu untuk dinda, dinda sudah berpesan untuk dibangunkan jam 6.
dinda ke sekolah bareng andra di antar mang bowo, dinda sengaja tidak membawa motor karena dia masih mengantuk. bisa bahayakan nyetir kendaraan dalam kondisi mengantuk. kalau kata pak polisi bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.
ketika sampai di sekolah dinda langsung duduk di kursinya. meletakkan tas ransel kemudian menyandarkan kepalanya di meja dengan tasnya sebagai tumpuan. dinda pun melanjutkan tidurnya.
"ya ampun si adi, belon juga bel udah molor aja dia" ucap wayan yang baru masuk kelas.
"abis begadang lu di?" tanya wayan.
yang di tanya tidak merespon, asik tidur aja.
"adi.."teriak salsa. "bangun, molor aja. sekalian besok bawa bantal sama kasur"
dinda tidak menggubris salsa, lanjut tidur aja, anggep aja ocehan salsa nyayian pengantar tidur.
"lah si adi, masih pagi udah teler. sehat lu di?" tanya babas yang baru datang. sama seperti tadi dinda tak terganggu dengan suara babas.
"busyet dah ni anak, tidurnya kaya kebo" omel salsa.
"jangan-jangan kompor meleduk juga slow aja si adi gak bangun" timpal lyli.
"udah lah biar aja, mungkin si adi emang masih ngantuk" ujar abi.
"iya biar aja si adi tidur" timpal james.
÷÷÷÷÷
bel pun berbunyi, menandakan jam pelajaran pertama di mulai. pagi ini pelajaran pak wahyu, guru fisika.
wayan menyenggol lengan abi. "bi bangunin si adi"
abi malah melirik pada james yang duduk pas di belakang dinda.
"james" panggil abi pelan. "bangunin si adi" lirik abi ke arah dinda dan pak wahyu.
james yang mengerti maksud abi, mencoba membangunkan dinda.
"adi, bangun, itu pak wahyu sudah datang" james menggoyang pelan bangku dinda menggunakan kakinya. dinda masih tak bergeming.
"pagi anak-anak" sapa pak wahyu.
"pagi pak" jawab semua murid bersamaan.
"hari ini kita latihan soal" pak wahyu memberitahu.
"yahhhh...." keluh beberapa murid.
"uuuuuu......" lanjut ada yang ngeluh lagi.
"pak belum belajar" ucap babas.
"emang kamu kalo belajar pas ada ulangan saja?" sahut pak wahyu.
"ya gitu deh pak" jawab babas di setujui oleh teman-temannya yang lain.
"gak ada alasan, kita tetap akan latihan soal. ucap pak wahyu tegas.
"psttt...., itu si adi bangunin, nanti ketahuan pak wahyu" ucap lyli berbisik pada james.
james mengangkat bahunya, mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "adi gak bangun juga, udah gue bangunin".
pak wahyu membagikan soal satu persatu kepada semua murid. ada 30 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.