Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode SEMBILANBELAS



setelah dinda berjanji pada om andre tidak akan ikut balapan liar lagi, om andre pun berjanji tidak akan memberitahu ayah dan bunda.


om andre pulang pada sore hari, setelah mengobrol bersama bunda dan dinda, juga andra.


÷÷÷÷÷


****Pesan WhatsApp****


"adi, tadi lu kemana? kok gak dateng ke rumah wayan? gimana sih lu." (lyli)


astaga gue lupa tadi pulang sekolah mau ngumpul di rumah wayan.


__________


Pesan WhatsApp


"maaf ly, tadi gue di jemput om gue, ada urusan keluarga. maaf ya..... tolong bilang ke yang lain ya." (adi)


"gak pernah-pernahnya lu kaya gini di, emang urusan apa sih?" (lyli-)


"lu jelasin sendiri ke yang lain, marah tu pada sama lu." (lyli)


dinda menepuk jidatnya, kenapa dia bisa sampe lupa janjinya dengan para sahabatnya.


÷÷÷÷÷


begitu sampai di dalam kelas, dinda di tatap horor oleh yang lain. dinda pun merasa bersalah, jadi pasrah saja.


"woyy... ngapa lu gak dateng?" tanya babas menepuk bahu dinda.


"maaf bas, gue --------"


abi, wayan, salsa, lyli, dan babas sudah tertawa melihat raut wajah dinda yang merasa bersalah itu.


xkok kalian ketawa, emang lucu apa?" protes dinda.


"ya abis muka lu kaya panci mak gue di, jelek banget." ejak babas.


"lu pada gak marah ama gue?" tanya dinda.


"ya elah, ngapain juga kita marah di, kita cuman kesel karena lu gak ngabarin." ucap abi.


"iya maaf ya guys." dinda mengaruk kepalanya sendiri, salah tingkah.


"terus apa tugas gue?" tanya dinda.


dinda celingak celinguk, seperti mencari sesuatu.


"ngapain woyy.... nyariin james ya?" tanya babas.


"gak masuk tuh anak, kemaren dia juga gak dateng ke rumah wayan. kita kira lu pergi ama james." ucap babas panjang kali lebar.


"emang ada apa lu sama james?" tanya salsa.


"maksudnya?" dinda balik bertanya.


lyli menyenggol lengan salsa, entah mulut salsa sama sekali gak bisa disaring.


"gak usah di dengerin si salsa di, biasa lagi "m", jadi gitu bawaanya sensi."


"gue gak ada apa-apa sama james, lagian gue udah kasih tau lyli, kemaren gue dijemput om gue, ada urusan keluaraga." dinda menjelaskan.


abi dan lyli menjelaskan tugas biologi bagian dinda. lusa mereka akan kembali berkumpul di rumah wayan, sekalian membawa bahan-bahan yang di butuhkan.


bel berbunyi, mereka bubar dan kembali duduk di bangku masing-masing.


dinda masih bertanya-tanya kenapa james gak masuk sekolah, apa masalah bokap dan nyokapnya lagi.


ketika pulang sekolah dinda menghubungi james, tapi james tak menggangkat telpon dinda.


dinda mengirim pesan pada james. tapi belum sempat dinda mengetik, ada pesan masuk dari james.


Pesan WhatsApp


"adi, tadi lu tlp gue ya? ngapa di?" (james)


"kenapa lu gak masuk sekolah?" (adi)


lama dinda menunggu balasan dari james, tapi james tak membalas pesan dinda. akhirnya dinda memutuskan untuk pulang ke rumah.


÷÷÷÷÷


sudah tiga hari james tidak masuk sekolah. terakhir kali dinda menanyakan keadaan james, james tak membalas chat dinda.


mereka semua menghawatirkan keadaan james, tapi surat keterangan yang di berikan ke sekolah, memberitahukan james izin tidak masuk sekolah, bukan karena dia sakit.


jadi mereka tidak punya alasan untuk menjenguk james. james pun di telpon tidak tersambung.


mereka hanya bisa berdoa agar james baik-baik saja, dan segera bisa masuk sekolah kembali.


÷÷÷÷÷


dinda diberitahu oleh dodi, kalau sore ini angel akan bertanding di final. mereka sudah berjanji akan menonton pertandingan angel.


dinda sudah di parkiran sebuah stadion olah raga, dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikannya. dinda turun dan masuk ke dalam stadion untuk mencari dodi dan ipul, dia sudah melepaskan kupluk dan jaketnya.


setelah bertemu dengan dodi dan ipul, mereka duduk di bangku penonton.


"kapan angel tandingnya?" tanya dinda.


"10 menit lagi." jawab ipul.


ada seorang lelaki dengan gaya badboy tampak mencari sesuatu, dia mengedarkan pandangan ke segala arah, tapi tidak menemukan apa yang dia cari. lantas lelaki itu duduk sendiri di salah satu bangku penonton yang tampak kosong.


"kemana dia? tadi gue lihat dia masuk, tidak mungkin gue salah lihat." ucap lelaki itu geram.


pertandingan angel dan lawannya di mulai, semua bersorak mendukung juara masing-masing. begitu pula dinda dan dodi, teriak begitu nyaring meneriaki nama angel, diikuti ipul yang suaranya kalah nyaring.


lelaki itu tau, mereka sahabat angel, "tapi dimana dia???...." lelaki itu yang tak lain adalah angga.


sama sekali tidak mengenali dinda, karena dinda sudah melepas jaket dan kupluknya. sekarang yang terlihat hanya seorang gadis tomboy yang cantik, salah,... sangat cantik.


"lah...... kenapa gue jadi terpesona sama cewek itu." sunggut angga dalam hati.


angel masuk sebagai juara pertama, semua bersorak saat wasit mengangkat tangan angel, menandakan pertandingan berakhir dan angel keluar sebagai pemenang.


dinda, dodi, dan ipul mendekat ke arah angel. angel yang melihat dinda langsung berlari memeluk dinda.


"yeayyyy....... di, gue menang......" teriak angel.


angga dari bangkunya hanya memperhatikan.


"cewek itu ternyata teman angel juga." ucap angga. mata angga masih mencari sosok yang dikiranya lelaki di parkiran motor tadi.


"kemana dia, seharusnya dia akan nyamperin angel bukan." gerutu angga dalam hati penasaran dengan sosok lelaki yang bernama adi, yang sudah beberapa kali dilihatnya mengantar angel.


angga merasa kecolongan, bagaimana mungkin dia bisa kehilangan sosok yang dicarinya. padahal tadi dia lihat dengan benar sosok itu masuk kedalam stadion. "masa ngilang gitu aja, manusia beneran apa jadi-jadian." angga bergumam sendiri.


"gel, hebat lu, makin mahir aja sekarang." puji dodi.


angel hanya tersenyum bangga, merangkul bahu teman-temannya.


"kayaknya habis ini kita bakalan di traktir nih," ucap dodi. ipul mengiyakan dengan mengacungkan jempolnya.


"oke, habis ini kita mau makan di mana?" tanya angel.


"ketoprak mang ujang enak kayaknya." sahut dinda.


"setuju," timpal ipul, kembali mengacungkan jempolnya.


"kalo gitu kalian duluan dulu, tunggu gue di parkiran. gue ketemu pelatih dulu ya." ucap nagel. "terus gue mau ganti baju sekalian, kan gak enak nanti ketoprak mang ujang jadi asem rasanya." anggel tertawa, yang lain ikut tertawa.


÷÷÷÷÷


"adi, kita ketemu di tempat mang ujang aja ya, soalnya gue tadi parkir di belakang," dodi memberitahu.


"oke," dinda menyetujui.


dinda keluar stadion, sambil memakai jaket dan kupluknya. dinda duduk di atas motor, kemudian memakai helmnya.


dia mengeluarkan motor dari parkiran, menunggu angel di depan gerbang masuk.


angga keluar stadion, dia kesal karena tidak menemukan orang yang di carinya. dia menendang udara di depannya, meluapkan kekesalannya.


"andai lelaki itu yang di depan gue, pasti dia yang gue tendang saat ini." maki angga dalam hati.


saat angga menuruni tangga stadion, dia melihat sosok yang di carinya, angga mempercepat langkah kakinya, ia ingin segera melayangkan bogem ke arah orang itu.


saat sudah akan mendekat, dia melihat anggel berlari mendekati dinda, angel tampak tersenyum senang. itu membuat angga semakin merasa cemburu.


omong-omong sampai sekarang angga belum tau guys, kalo orang yang dicemburuinya bukan lelaki, tapi perempuan.


angel menerima helm yang di berikan dinda. saat angel akan memakai helm, tampak kesusahan, karena barang yang di bawa angel. kemudian dinda membantu angel memakaikan helmnya.


"mana dodi dan ipul?" tanya angel pada dinda.


"mereka duluan ke temoat mang ujang, soalnya mereka parkir di belakang." jelas dinda.


tampak angel merasa senang, dan bahagia. anggel pun tampak memegang pinggang dinda saat motor dinda melaju keluar stadion.


sebenarnya bukan megang, tapi hanya mencengkram jaket dinda sebagai pegangan agar tak terjatuh.


angga yang melihat makin panas dan geram, tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena angel. angga tidak mau semakin terlihat buruk dan egois di mata angel.


"angel hanya gak tau siapa lu sebenarnya, nanti kalo dia tau, pasti angel bakal ngejauh dari lu. lelaki itu gak baik buat lu gel, dia gak sebaik apa yang lu kira, gue harus bisa nyadarin angel." tekad angga dalam hati.


÷÷÷÷÷


Pesan WhatsApp


"adi, lu dimana? ketemu di cafe biasa ya." (james)


"lah baru nonggol nih anak, ngapain sih ngajak ketemu di cafe lagi, nanti kaya kemaren, diem-dieman."


kemudian dinda membalas pesan james.


___________


Pesan WhatsApp


"gue di rumah, lu di cariin anak-anak yang lain. ngilang tak meninggalkan wasiat apa-apa. sekarang minta ketemu di cafe. males gue, besok libur, mau molor aja." (dinda)


james menghela napasnya setelah membaca pesan dinda. sepertinya dinda agak marah padanya, karena james gak ngabarin dan gak membalas pesan terakhir dinda.


__________


Pesan WhatsApp


"maapin gue di," (james)


"salah apa lu minta maaf" (adi)


"berarti lu mau dong ketemu gue" (james)


"ogah, nanti lu diem aja paling duduk di cafe, kaya waktu itu." (adi)


"gue mau ngajak lu nonton, ada film superhero baru tanyang di bioskop" (james)


"ahhh..... masa ada film superhero yang baru tayang??? kok gue gak tau ya." dinda tampak berpikir. soalnya dia dan james sangat suka film superhero. eh.... babas juga suka kok.


__________