![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
"kamu sakit??? kok gak bilang bunda? kenapa gak telpon bunda? gak kasih tau juga" bunda mulai lagi deh.
"maksud dinda itu dinda pura-pura sakit bun, dinda cuman mau ngerjain babas aja kok bun, ehhh... babasnya aja yang kurang kerjaan" jawab dinda mulai mengalihkan perhatian bunda agar gak curiga. "emang bunda udah tau babas ngirim buah apa?"
"anggur, seger-seger lagi, itu kulkas sampe penuh sama anggur" jawab bunda.
"ada lagi bun selain anggur, emang bunda gak tanya sama tina? itu tina, bunda tanya aja" dinda berhasil mengalihkan bunda dan melarikan diri ke kamar, sekarang tina yang mulai di introgasi oleh bunda.
saat dinda melewati tina, dinda berbisik di telinga tina.
"gak usah cerita yang macem-macem sama bunda" ancam dinda.
dinda merasa lega sudah terbebas dari pertanyaan bunda tentang babas. dinda pun lega karena bunda tidak mengetahui soal andra yang di gebukin waktu itu, dan soal dinda yang berkelahi karena membela andra, sehingga menyebabkan luka pada tangannya. ya iya lah bunda gak lihat luka di tangan dinda, karena dinda mengenakan kaos lengan panjang.
÷÷÷÷÷
"tina kemari" panggil bunda
"iya bu" tina menghampiri bunda.
"memang teman dinda kirim buah apa selain anggur, coba kamu ceritakan" pinta bunda.
"waktu itu sebelum kirim anggur, teman non dinda datang ke rumah bawa buah juga bu satu keranjang, tapi non dinda gak mau bu, kata non buahnya boleh buat tina aja." tina menjelaskan.
"lalu?"
"terus lusa, ada kiriman datang, tina gak tau bu kalau itu dari teman non. pas di buka isinya buah anggur"
"sebelumnya buah apa yang di bawa teman dinda?"
"itu bu, itu, ---- emm... pete, jengkol, talas, sama singkong bu" tina menyebutkan sambil menghitung jarinya.
"hahahahaha......." bunda sudah tertawa terbahak-bahak. lantas memberi isyarat tangan pada tina untuk pergi.
tina pun sudah pergi meninggalkan bunda yang masih tertawa mendengar cerita tina tadi. sepertinya bunda senang sekali.
÷÷÷÷÷
saat makan malam bunda masih tersenyum sendiri mengingat dinda yang di bawakan buah-buah oleh babas. dinda yang tau bundanya tersenyum karena sesuatu, memilih diam saja dari pada kena lagi sama bunda.
sedangkan andra yang penasaran melirik bunda berkali-kali tapi tak berani bertanya. soalnya andra ini agak susah kalau berbohong, jadi dari pada nanti ketahuan soal perkelahian itu andra memilih untuk tidak banyak bicara, hanya bermanja seperti biasa pada bunda.
ayah sudah di rumah, dan sekarang sedang dihalaman belakang memberi makan beo kesayangannya. memang benar ayah tak di beritahu oleh bunda soal kejadian dinda pergi malam-malam itu. tapi bunda cerita pada ayah soal babas anak om bram yang mengirim buah satu keranjang. tak di sangka ayah tertawa juga mendengar cerita bunda soal dinda yang dibawakan buah-buah yang tak biasa itu.
"ayah gimana kalau kita undang pak bram dan keluarganya untuk makan malam di rumah kita" tanya bunda meminta persetujuan ayah.
"boleh juga bun, bunda hubungi mereka ya" sahut ayah.
bunda pun sudah menghubungi mamah babas, mengundang mereka sekeluarga untuk makan malam di rumah. setelah itu bunda menyuruh dinda dan andra untuk bersiap-siap karena nanti malam akan ada tamu yang datang untuk makan bersama mereka. namun bunda tidak memberitahu pada dinda bahwa yang datang adalah babas dan keluarganya. bunda berpikir untuk memberi kejutan pada dinda.
dinda sedikit heran dengan ayah dan bundanya, soalnya baru juga sehari ayah dan bunda di rumah, tapi sudah ada acara makan malam dengan teman ayah, sesuatu yang tidak biasa menurut dinda, dalam hati dinda bertanya siapa yang akan datang, tapi dinda sama sekali tidak terpikir kalau babas dan keluarganya yang akan datang ke rumah.
÷÷÷÷÷
mamah babas yang mendapat undangan makan malam dari bunda sangat antusias dan senang, mamah sinta langsung menelpon papah bram memberitahu perihal undangan makan malam itu. papah babas pun senang saat mendengar berita tersebut.
lalu mamah sinta memberitahu babas untuk bersiap-siap acara nanti malam. babas yang tidak terlalu beraemangat hanya menanggapi biasa saja, babas lebih asik bermain dengan play station kesukaaannya. babas tidak tau kalau mereka akan pergi ke rumah dinda. jika saja babas tau pasti dia sudah sibuk bersiap-siap biar terlihat keren dan memukau.
mamah sinta dan bunda sengaja bersekongkol untuk tidak memberitahu kepada dinda dan babas tentang acara makan malam itu. hanya meminta mereka untuk bersiap saja.
÷÷÷÷÷
"kak emang siapa yang dateng untuk makan malem?" tanya andra pada dinda.
"gue juga gak tau ndra"
"kok kayanya istimewa banget ya kak? bunda semangat gitu, masak aja banyak banget kak, macem-macem kaya untuk pesta" andra memberitahu.
"au...ah.. gue gak perduli ndra" jawab dinda acuh.
"kak...., kok gue curiga ya. apa jangan-jangan lu mau di jodohin ya kak???" andra meledek dinda.
dinda sudah melempar andra dengan biskuit yang sedang di makannya. "kalo ngomong gak usah ngaco ya lu, tak sobek-sobek baru tau"
"haha... gak cocok kak, apa yang di sobek-sobek" andra malah tertawa menanggapi lelucon dinda.
÷÷÷÷÷
Pesan WhatsApp
"adi, besok bisa temenin gue gak?" (james)
"ke bandra jemput nyokap gue, bisa?" (james)
"emmm...." (dinda)
"???" (james)
"okelah" (dinda)
"besok gue jemput jam 9 ya" (james)
dinda memberi emotions jempol tanda setuju.
÷÷÷÷÷
mamah sinta lupa memberitahu kakak babas bahwa ada acara makan malam. kebetulan kakak babas sedang ada di rumah, dan besok sore baru balik lagi ke paris untuk melanjutkan studynya.
"ardo, kamu ada waktu malam ini?" tanya mamah sinta.
"ada mah, kenapa mah"
"kamu bisa ikut papah dan mamah nanti malam, teman papah mengundang kita sekeluarga untuk makan malam di rumahnya." mamah sinta menjelaskan.
ardo hanya mengangguk, menyetujui permintaan mamah sinta untuk ikut ke acara nanti malam.
mamah sinta tampak tersenyum senang, biasanya susah sekali untuk mengajak ardo ke sebuah acara, jarang sekali ardo mau ikut. tapi kali ini tidak banyak bertanya atau pun menolak ardo setuju untuk ikut. walaupun mamah sinta agak sedikit heran tapi mamah sinta tidak perduli dan tidak mau memikirkan kenapa anak sulungnya itu mau ikut.
÷÷÷÷÷
Pesan WhatsApp
"dod, gimana kabar lu?" (dinda)
"udah lebih baik di, senin udah bisa masuk sekolah lagi" (dodi)
"syukurlah, oke nanti senin kita ketemu di panti ya, gue dapat info tentang balapan itu" (dinda)
"oke di" (dodi)
_____________________
"adi ya dod?" tanya ipul pada dodi.
"iya, nanti senin janji mau ketemu di sini, katanya adi dapat info soal balapan waktu itu" ucap dodi.
"menurut lu siapa dod yang mau nyelakain lu?"
"gue juga gak tau, malem itu gak ada yang mencurigakan kok, memang di sana ada dino, tapi gue rasa dino gak mungkin lah ngelakuin hal serendah itu, walau dino itu emang licik juga."
"tapi bisa jadi dia dod, mungkin aja dia dendam waktu kalah dari adi" prasangka ipul.
"gue gak tau, dan gak mau asal nuduh pul, tapi kalau itu bener dino, gue akan bikin perhitungan sama dia"
÷÷÷÷÷
"tinooo....." mamah sinta berteriak dari lantai bawah memanggil babas yang belum juga bersiap, padahal udah mau berangkat ke rumah dinda. sedangkan kakak babas yang biasanya cuek malah sudah siap sejak tadi. papah bram saja sampai terkejut melihat ardo, sempat melirik dan bertanya dalam diam dengan mamah sinta. mamah hanya senyum-senyum saja.
"anak itu entah sedang apa dia" mamah sinta sudah mulai kesal karena babas belum juga turun.
mamah sinta memerintahkan salah seorang yang berkerja sebagai art di rumah untuk memanggil babas ke kamarnya.
"nyonya, tuan kecil tidak menjawab apa-apa ketika saya mengetuk pintu kamarnya" lapor art itu pada mamah sinta.
mamah sinta akhirnya melangkahkan kaki menuju kamar babas dengan sudah mengomel. langsung dibuka pintu kamar babas tanpa mengetuk dahulu.
"bastino, lama se----" ucapan mamah langsung terhenti ketika melihat babas yang tertidur lelap di atas kerpet berbulu depan tv.
"astaga tino, pantes saja dipanggil tidak bersuara rupannya malah tidur" mamah sinta sudah kesal melihat ulah anak bungsunya itu.
"tino bangun" panggil mamah mengguncang tubuh babas agar terbangun. babas hanya menggeliat tanpa membuka matanya.
"tinoo...." mamah sinta mencubit pipi babas, membuat babas mengaduh dan langsung terbangun.
"mamah sakit tau, bangunin anak kok kejem amat, bukan di cium malah di cubit" protes babas yang mengelus pipi bekas cubitan mamah.
"anak nakal" mamah sinta menjewer kuping babas, "cepat ganti baju kita mau pergi ke acara makan malam teman papah" mamah memberitahu.
"mamah...." babas protes lagi karena jeweran mamah. "tino gak mau ikut mah, males, di rumah aja lebih enak. lagian itu kan acara mamah sama papah, ngapain tino pake ikut segala"
mamah yang sudah kehabisan akal membujuk babas akhirnya menyerah, membiarkan babas untuk tidak ikut.