Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode DUAPULUH



biasanya kalo nonton film superhero yang baru, mereka akan nonton bertiga. dinda, babas, dan james.


kalo yang lain, pada gak mau nonton film superhero.


kalo salsa lebih memilih menonton drama korea.


kalo lyli lebih suka film mandarin dan kungfu.


kalo adi dan wayan lebih suka film petualangan dan horor.


kalo babas, ahh..... babas jangan di bilangin, dia nonton semua. tapi tetap kesukaannya film superhero.


kalo dinda paling malas nonton film horor, jangankan nonton, dibayarin pun dinda bakalan nolak mentah-mentah.


bukan takut, tapi ngeriiiii...... haha dinda bergurau.


tampang galak masa takut hantu, sungguh memalukan jika teman-temannya sampai tau.


__________


****Pesan WhatsApp****


"oke, nanti malem dibioskop biasa, jam 7" (adi)


"lu yang pesan tiketnya" (adi)


"ajak babas lah, pasti dia girang banget, apalagi gretongan, hahaha." (adi)


"emmm... jemput gue lah james, gue males bawa kendaraan." (adi)


"kalo denger kata superhero, langsung deh balesnya bertubi-tubi. ah......yang penting dinda udah gak marah sama gue." ucap james.


_________


Pesan WhatsApp


"oke, gue jemput jam 6.30 " (james)


"tiket dah gue pesen" (james)


÷÷÷÷÷


james sudah di rumah dinda, duduk di teras menunggu dinda. tadinya disuruh tunggu di ruang tamu, tapi james segan dan memilih menunggu di teras saja.


ini pertama kali james masuk ke rumah dinda, walau hanya sebatas teras dan halaman depan. "kok rumah dinda banyak yang jaga ya. kaya rumah pejabat aja." ucap james dalam hati seraya memperhatikan sekeliling.


"non dinda, ada teman non di luar." tina memberitahu.


"ohh.... dah dateng si kutcrut....."


"si non aneh, bukan kutcrut non, tina gak tau nama teman non, tina lupa nanya tadi."


"tapi non ------, teman non ganteng gitu, kok dibilang kutcrut..... rada-rada bule malah non." ucap tina nyerocos.


"iya gue tau, namanya james. udah sono, kasih minum aja si kutcrut. gue mau ketemu bunda dulu." ucap dinda.


"oooo.... namanya james. bagus non namanya. sesuai sama mukanya." timpal tina.


dinda yang malas mendengar ocehan tina, pergi mencari bunda.


"bun, dinda pergi nonton sama james dan babas ya, ada film superhero baru bun." dinda meminta ijin bunda.


"masa kak ada film superhero yang baru?" andra nimbrung, "andra ikut ya kak," pinta andra memohon.


"gak boleh," jawab dinda cepat. "lu pergi nonton sama kawan-kawan lu aja."


"non, den james sudah tina kasih minum." tina tiba-tiba muncul memberi tahu.


dinda memberi kode agar tina pergi. dia masih harus membujuk bunda untuk memberi ijin.


bunda ternyata sudah menatap dinda.


"kok liatin dinda kaya gitu bun?" tanya dinda.


"siapa james?" tanya bunda penasaran.


"teman sekelas dinda bun," jawab dinda.


"kok dia jemput kamu? tumben, pacar kamu ya?"


"gak...... bun.... bukan......" dinda langsung mengelak.


"ahh... bilang aja kalo pacar lu kak," andra menimpali.


dinda melotot ke arah andra. bisa-bisanya bocah tengik ini ikut-ikutan manasin bunda. bisa gagal ini nonton.


james melihat jam tanganya, kok dinda lama banget ya keluarnya. james melihat ke arah pintu, dinda belum juga muncul.


setelah bersusah payah meminta ijin bunda, akhirnya bunda mengijinkan dinda pergi nonton, tapi dengan syarat harus membawa andra ikut serta.


awalnya dinda malas mengajak andra. tapi kalo andra gak di ajak, maka dinda pun tidak bisa pergi. jadi dengan terpaksa dinda menyetujui syarat dari bunda.


÷÷÷÷÷


mereka sudah di bioskop, james terpaksa mengantri untuk membeli tiket satu lagi, karena andra ikut.


"lah si babas kok gak ikut james?" tanya dinda.


james hanya cengir-cengir sambil garuk kepalanya.


"lu gak ajak si babas ya?" protes dinda.


"kak andra mau beli pop corn sama minuman donk," ucap andra pada dinda.


"ya udah sono beli sendiri," jawab dinda


"duitnya mana?" andra menadahkan tangannya.


"dihh.... ya pake duit sendiri lah, masa minta duit gue."


"ndra, ayoo... beli sama gue," ajak james.


"weeee....." andra meledek dinda. lantas berbisik.


"cowok kakak gak pelit kaya kakak."


srekkkk..... dinda menarik rambut dekat kuping andra.


"kalo berani ngomong macem-macem lagi, gue gundulin rambut lu." ancam dinda.


andra memegang rambut yang habis di tarik dinda, menggosoknya pelan untuk mengurangi rasa nyerinya.


"kenapa rambut lu?" tanya james.


andra cengengesan, gak apa-apa kak james.


÷÷÷÷÷÷


di perjalanan pulang setelah nonton, andra tertidur di mobil james, andra duduk di kursi belakang, tepat dibelakang dinda.


dinda melirik adiknya yang sudah tertidur, "dasar bocah, tadi ngotot ikut, ujungnya molor." oceh dinda.


"sekarang lu mau cerita, kenapa lu gak masuk beberapa hari ini?" tanya dinda pada james.


"lu di cariin salsa, james. katanya rindu sama babang james." ledek dinda sambil tertawa.


james hanya bergedik ngeri, terlihat dari mimik wajahnya. dinda makin tertawa kencang.


melihat dinda yang tertawa, membuat james ikut senang. dia tidak ingin menyembunyikan kebenaran lagi. takut tawa itu hilang. tapi kalo dia tidak mengatakan yang sebenarnya, nanti dinda bisa lebih marah padanya.


"mungkin gue gak lama lagi tinggal di indo," ucap james terhenti, sambil melihat ekspresi dinda.


"setelah lulus gue bakal ikut nyokap ke tempat kakek di jerman. gue bakal ngelanjutin kuliah di sana." ucap james.


dinda langsung terdiam, tawanya otomatis menghilang terganti dengan wajah serius menatap james.


"kata kakek, nyokap kondisinya kurang baik, jadi kemaren pas gue gak masuk, gue nemuin nyokap di sana. gue gak tega lihat nyokap, ucap james dengan wajah sendu.


"gue cuman bisa doain yang terbaik buat lu james," dinda menepuk bahu james.


"kalo gitu lu harus sering-sering ngumpul bareng, biar nanti kalo lu udah ke jerman, lu gak bakal lupa sama teman-teman lu di sini." ucap dinda tersenyum, tapi dipaksakan. dinda tau bahwa saat ini james sedang sedih, dinda hanya ingin menghiburnya.


"gimana mungkin gue bisa lupa sama lu di," ucap james dalam hati.


"gak mungkin lah gue lupa sama kalian, kalian sahabat terbaik buat gue." ucap james.


"teman-teman yang lain belum ada yang tau ya?" tanya dinda.


"iya, baru lu yang tau," jawab james.


"terus kapan lu mau kasih tau mereka?"


"nanti pas masuk sekolah gue bakal bilang sama yang lain."


"berarti gak ada yang gue boncengin lagi donk," ledek dinda.


james tersenyum, "kan ada salsa." ucap james.


"james..... pesen gue biar pun ortu lu dah pisah, lu gak boleh benci mereka, lu harus tetap jadi anak yang berbakti." ucap dinda.


james hanya tersenyum mendengar ucapan dinda.


tapi james tidak bisa janji untuk tidak membenci bokapnya.


"thanks ya di." ucap james tersenyum tulus.


÷÷÷÷÷


mereka sudah sampai di rumah dinda, "adek lu gimana tu di?" tanya james melihat andra yang tertidur pulas.


"bangunin aja," jawab dinda.


"gak kasian di," balas james.


"halahhhh..... dia laki-laki harus kuat," lantas dinda membangunkan andra.


"ndra... bangun ndra..... udah sampe rumah." dinda mengguncang bahu andra.


andra mengucek matanya. "udah sampe rumah ya kak?" tanya andra, lalu turun dari mobil.


"menurut lu? masa iya kita sampe empang, makanya melek tu mata, dari tadi sepanjang jalan molor aja." omel dinda.


"james makasih ya," ucap dinda melihat ke arah james.


andra menyender ke bahu dinda, matanya dia pejamkan.


"ndra," panggil dinda, andra hanya berdehem.


"apaan sih lu" dinda mendorong kepala andra dari bahunya. tapi andra malah menyender kembali.


"ihhhh......." dinda sudah mau menjitak kepala andra. tapi andra malah bergelayut di lengan dinda.


dinda mendengus kesal. "kaya anak nyonyet lu." ucap dinda kesel ke andra.


james yang memperhatikan hanya tersenyum, dalam hati james sangat senang melihat kedekatan dinda dan andra. james ingin sekali punya saudara, tapi apa daya dia anak tunggal.


"di.. gue balik ya." ucap james sambil melambaikan tangan.


"yooo... james. thanks ya...." ucap dinda.


"iiiihhhhhh..... gue punya adek cowok, tapi berasa punya adek perempuan." sungut dinda masih kesal di gelayutin andra, yang membuatnya susah berjalan.


dinda melepaskan andra, tapi andra hampir terjatuh, dengan cepat dinda menahan tubuh andra.


"de... lu nyusahin gue aja sih..." dumel dinda


akhirnya dinda menggendong andra di punggungnya, membawa adeknya kaya anak nyoyet.


"lah si andra kenapa itu?" tanya bunda yang melihat dinda masuk menggendong andra.


"nyebelin nih anak kesayangan bunda, molor aja." ucap dinda.


dinda tampak kesusahan menggendong andra. walau badan dinda lebih besar sekarang ini, tapi tetap aja andra menurutnya sangat berat.


"ya sudah bawa adeknya ke kamar sana." suruh bunda.


setelah meletakkan andra di ranjangnya, dinda mengambil bantal dan melemparnya ke arah andra, andra malah memeluk bantal yang di lempar dinda.


dinda makin kesal melihat andra yang cuek dan tidak terganggu sedikit pun. malah tertidur pulas.


"uuuuu..... badan berat juga." dinda meninggalkan kamar andra.


÷÷÷÷÷