Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode TIGABELAS



subuh tiba, pukul 5 dini hari. tina terbangun. mengecek kembali keadaan dinda. dilihat dinda masih terlelap, tina membenarkan letak selimut yang tersingkap.


tina membuat segelas susu hangat dan dua buah roti isi selai kacang kesukaan dinda.


"buat siapa itu tina?" tanya bi ijah.


"buat non dinda, tadi tina di suruh anter ke kamar si non, mak."


tina masuk ke kamar dinda tanpa mengetuk pintu, dia menutup pintu pelan. dilihat non dinda masih tertidur.


tina meletakan susu dan roti diatas meja.


sudah jam 06.10, semalam non dinda pesan minta dibangunkan sebelum bundanya non datang ngebangunin.


dengan hati-hati, takut kena marah sebenarnya. tina membangunkan non dinda.


"non..non.." tina mengusap lengan non dinda pelan.


"non dinda, bangun..."


dinda bangun, membuka mata, menatap tina.


tina kira bakal kena marah, tina udah ketakutan aja.


"udah pagi ya tin?" tanya dinda.


"i..iya... non..."


tina mengambil susu hangat memberikan pada dinda.


"non minum dulu, biar seger."


dinda merubah posisi menjadi duduk menyandar pada ranjang.


meminum susu yang diberikan tina.


"makasih ya tin, ucap dinda tulus."


"sama-sama non."


"gimana luka non, masih sakit?"


dinda menggeleng.


"muka gue ada luka gak tin?" tanya dinda


"gak ada non."


"gue mau mandi tin."


"oh.. iya non, kalo gitu saya permisi ya non."


"tin nanti kalo bunda nanya bilang gue mandi ya."


"iya non."


"salepnya tinggalin aja tin, nanti gue obatin sendiri."


tina meletakan salep di atas meja.


÷÷÷÷÷


untung aja muka gue gak ada luka, kalo sampe luka, mau buat alesan apa gue sama bunda dan ayah.


****Pesan WhatsApp****


"adi, udah bangun? jangan lupa kita kumpul jam 08.00 di halaman sekolah." (james)


"udah, trims james, udah ngingetin." (adi)


"aduh badan gue, remuk semua rasanya," dinda menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri.


kemudian pergi mandi membersihkan dirinya.


tidak lupa dia mengoleskan salep pada luka di tubuhnya.


÷÷÷÷÷


"adi, kok telat sih," lyli protes yang melihat dinda baru datang.


"gue ngantuk," hanya itu jawaban dinda. kemudian dinda berjalan kearah lapangan.


lyli melirik salsa, "kenapa si adi?" mereka sama-sama tidak tau apa yang terjadi dengan dinda.


dinda melewati arahan dari guru untuk perjalanan study tour, kerena dinda datang terlambat.


guru sudah menyuruh para siswa untuk naik ke bus yang telah di tentukan.


dinda berjalan seperti tak bersemangat, sangat jelas terlihat muka dinda masih mengantuk. dinda juga tidak menyapa sahabatnya.


dia kemudian masuk ke bus, dan duduk di baris ke dua dari depan.


dinda menyandarkan tubuhnya pada kursi.


babas hendak duduk di sebelah dinda, belum sempat dia mendaratkan dirinya di bangku, secara tiba-tiba james langsung duduk di sana.


"woy.. maen serobot aja. kaya mak emak berebut sembako." ucap babas


"lu cari tempat lain sana bas, gue mau duduk sebelah adi." sahut james.


"iya lah ekor," ledek babas


babas hanya bisa terpaksa merelakan james mengambil tempat duduknya secara paksa.


"lu tidur aja di, pasti semalem lu tidur cuman sebentar kan." tutur james.


dinda melirik james, lantas menyengir, "lu tau aja james." ucap dinda


"ya iya lah, masa ya iya dong. pepaya di belah bukan di bedong." ucap james ngaur.


"gak usah ketularan si babas lah james, cukup satu orang di dunia ini kaya babas," hahaha mereka berdua tertawa.


"kenapa lu sa?" tanya lyli.


"tuh si james, deket banget ama adi."


"lah wajar, kan kita sahabatan sa."


"tapi james gak kaya gitu ke gue," salsa tidak terima.


"ya lu sih kecentilan," oopss lyli menutup mulutnya dengan tangan, "maaf sa, keceplosan." lyli menyengir


salsa melirik lyli dengan sinis, lantas mereka diam tak bicara lagi.


"masa sih gara-gara itu ly?" tanya salsa tiba-tiba


lyli merasa bingung, "gara-gara apa sa?"


"ya kan lu bilang gue kecentilan makanya james gak suka sama gue, emang harus gue berubah kaya si adi, baru james bisa suka sama gue?" salsa sewot sendiri.


"ogah gue, mending cari gebetan lain lah, dari pada kaya si adi, laki bukan, perempuan juga bukan."


lyli tertawa mendengar salsa.


"gak boleh gitu sa, adi itu tetap perempuan kali, cuman dia emang gitu style nya. beruntung kita punya sahabat kaya adi." lyli menjelaskan.


"lu inget gak waktu kita di godain sama preman, pas kita lagi makan bebek goreng di warung tenda.


coba kalo saat itu kita cuman bedua, entah deh gue gak ngebayangin."


"untung aja ada si adi kan, lu lihat sendiri kan, si adi menghajar mereka, ngelindungin kita, karena adi pereman itu pada ngacir tunggang langgang."


"lu aja udah ketakutan ngumpet di belakang adi." terang lyli mengingat kejadian itu


salsa juga mengingat kejadian itu, adi sahabat yang walau perempuan tapi kuat kaya laki-laki, bahkan lebih.


"kok bisa ya si adi jago bela diri kaya gitu," tanya salsa di sela bayangannya.


"tiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sa, jadi cukup bersyukur aja dengan yang kita miliki, itu jauh lebih baik, dari pada kita iri dengan apa yang di miliki orang lain."


"udah lu cari gebetan lain aja, james mah jangan diharap."


"tapi kan mungkin aja kalo nanti james kerasukan, terus ngejer-ngejer gue kan ly." ucap salsa melihat ke arah james.


"jadi lu berharap james kerasukan, pacaran ama jin dong lu," lyli tertawa ngakak.


"kalo menurut gue babas lumayan juga kok sa." ucap lyli.


"ampe ujan duit dari langit, ampe ikan berenang di daratan, ampe gue bisa ninggalin lipstik gue, gak bakalan gue ngecengin babas ly. dekil gitu, acak-acakan, bagus gue sama thor, biar tukang palu tapi keren." ucap salsa menggebu.


"kwkwkw, sa, sa, terserah lu, suka-suka lu, asal lu seneng aja sa." ucap lyli sambil ngakak.


÷÷÷÷÷


baru saja bus keluar dari gerbang sekolah, dinda sudah tertidur. kepalanya bersandar pada kaca jendela di sebelahnya.


abi yang duduk dengan wayan di depan bangku dinda, menoleh kebelakang. melihat dinda tertidur.


"si dinda baru jalan udah molor aja." ucap wayan yang juga kebetulan menoleh.


abi menatap james, seolah bertanya kenapa dengan dinda. james tak menjawab meyilangkan tangan di dadanya. mengangkat bahu tanda gak tau.


"abis begadang kali tu anak semaleman, jadi sekarang teler." ucap wayan.


"st.... jangan berisik lah lu pada. biar aja si adi tidur, jangan di ganggu." james memperingati


abi dan wayan pun kembali ke posisi duduk mereka.


saat ada polisi tidur, bus sedikit bergoyang, membuat dinda yang menyandarkan kepala di kaca jendela tiba-tiba terpentok, tapi itu tak membangunkan dinda dari tidurnya.


james yang melihat hal itu merasa kasihan pada dinda.


padahal james sendiri masih mengantuk, karena setelah mengantar dinda semalam, dia tidak langsung tidur ketika sampai rumah.


james membenarkan posisi tidur dinda, dia menggeser kepala dinda agar bersandar di bahunya, membuat dinda merasa lebih nyaman.


dari belakang babas melihat hal itu, entah kenapa dia merasa tak rela james yang menjadi sandaran dinda, padahal kalo dia yang tadi duduk di sebelah dinda, pasti dia yang berada di posisi james sekarang.


"woy...ini masih di mobil, udah mesra-mesraan aja," bisik babas di belakang james.


james tak menghiraukan babas.


setelah itu james pun tertidur, karena memang dia masih sangat mengantuk.


÷÷÷÷÷


selama study tour mereka bersenang-senang, mereka juga belajar banyak hal, tentang situs prasejarah dan sejarah yang ada di kota tujuan mereka.


james selalu mengekor pada dinda, dia tau tangan dinda ada luka lecet, dan pasti juga ada luka lebam, tebak james. hanya saja karena tertutup baju jadi tidak terlihat.


sesekali jika mereka sedang bercanda, terlihat dinda meringis menahan sakit.


james hanya bisa menghela napas melihat keadaan dinda, dia berharap dinda cepat sembuh.


akhirnya study tour itu berakhir, mereka menuju pulang dengan bus yang sama saat membawa mereka ke sana.


bahkan babas sudah akrab dengan supir bus itu, saat pulang babas duduk di depan tepat di sebelah supir bus. seakan dia adalah kernet dari supir bus itu.


salsa yang usil selalu saja mengganggu babas, mengejek atau menyindir babas. babas ya tentu dan pasti tidak mau kalah dan terima begitu saja saat salsa mengejaknya. babas selalu membalas salsa.


yang lebih aneh, babas membeli sebuah kalung lonceng besar yang biasa di pakai di leher sapi.


mereka bertanya untuk apa babas membeli benda itu, babas hanya bilang buat hadiah.


entah siapa yang ingin dihadiahi oleh babas dengan benda itu, yang pasti orang itu pasti sial. itu menurut mereka.


kalung sapi itu akan berbunyi setiap babas menggendong ranselnya, karena kalung sapi itu dia taro di dalam ransel.


teman-teman yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan babas yang super nyeleneh.