Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode DUAPULUHSEMBILAN



tin..tin....tin... dinda mengklakson motor ketika sudah di depan rumah teman andra.


"ta, itu kayaknya kakak gue udah jemput. gue balik dulu ya." ucap andra pada cinta.


cinta mengantar andra ke depan rumah. "dah ta..."


cinta pun melambaikan tangan pada andra.


dinda memberikan helm pada andra. andra memakai helm itu.


"adi...." teriak angel.


dinda membuka kaca helmnya.


"hai gel," sapa dinda.


"kok lu disini?" tanya angel.


"ini jemput adek gue, di rumah kawannya."


"ooo..." angel hanya ber ohhhh ria.


"ya udah gue balik dulu ya gel."


"hati-hati ya di." tampak angel dan cinta melambaikan tangan pada dinda dan andra.


"kak angel kenal kak dinda juga ya?" tanya cinta.


"iya, teman latihan." ucap angel.


"ya udah ya cin, kakak pulang dulu." pamit angel.


"iya kak." jawab cinta.


"jadi dia kakaknya, hemmm..... liat nanti gue bales lu." ucap seseorang yang sejak tadi memperhatikan dari atas balkon.


÷÷÷÷÷


"darimana kalian?" tanya bunda yang sudah melipat tangan di dada sambil berdiri di depan pintu rumah.


"ini bun, tadi dinda jemput andra di rumah temannya." dinda memberitahu.


"iya bun, tadi andra ada belajar kelompok di rumah cinta, terus pulangnya andra minta jemput kak dinda."


tampak wajah bunda yang tadinya mau marah, melunak dan tidak jadi ngomel-ngomel.


dinda mencium tangan bunda, begitu pula dengan andra.


"bunda kapan sampe?" tanya dinda.


"tadi siang." jawab bunda.


"ayah mana bun?" tanya dinda yang tidak melihat sosok ayahnya.


"dikamar, lagi istirahat." bunda memberitahu.


"bun, andra kangen," andra bergelayut manja di lengan bunda.


"anak nakal, bunda juga kangen dengan kalian," bunda mengelus sayang kepala andra.


"ckkk.... dasar manja." cibir dinda.


"wee...." andra menjulurkan lidahnya, mengejek dinda.


"kak dinda iri kan???"


÷÷÷÷÷


babas sedang asik menonton film superhero di kamarnya. mamah sinta masuk dan duduk di sebelah babas.


"kata bibi tadi ada teman kamu ke sini ya?" tanya mamah sinta.


babas hanya manggut-manggut, karena lagi fokus menonton film.


"temen biasa apa temen spesial?" mamah sinta mulai kepo.


"hemmm...." babas hanya berdehem.


mamah sinta tampak makin tertarik.


"siapa namanya???" tanya mamah.


"Adi"


mamah tampak mengerutkan keningnya mendenger nama yang di sebutkan babas.


masa anak aku suka sama lelaki, wahhh..... udah gak bener ini. pikiran mamah sinta udah aneh-aneh.


"Lelaki??" tanya mamah ragu.


"bukan," jawab babas.


syukurlah... lega mamah dalam hati


"terus???"


"preman???"


mamah sinta makin penasaran.


mendengar mamah sinta yang mulai kepo akut dan sedikit ngaur, karena bawa-bawa preman, menurut babas.


babas mengalihkan perhatiannya. memencet tombol pause, sehingga film yang di tontonnya terhenti sementara.


"dia tomboy."


"yang pasti dia cantik."


babas memberitahu dengan tersenyum.


mamah yang melihat senyum babas makin dibuat penasaran.


namun mamah teringat motor babas yang tak terlihat di garasi rumah.


"kemana motor kamu?" tanya mamah.


"motornya tino tinggal di sekolah mah, abis mogok. untung adi mau anterin tino. nanti suruh supir ambil motor tino ya mah, terus langsung bawa ke bengkel aja." pinta tino.


"ya sudah, ayo kamu minum obat dulu, nanti tambah parah itu bersin-bersin." ucap mamah sinta yang sejak tadi mendengar babas bersin.


"iya mamah ku cayang." babas bergelayut manja di lengan mamahnya.


siapa sangka babas yang terkenal konyol dan nyeleneh itu, adalah anak yang manja dengan mamahnya.


÷÷÷÷÷


dinda masih bermalas-malasan dikamarnya. seperti kebanyakan anak sekolah, kalo sudah hari libur, pasti bersantai ria.


"tina," coba kamu lihat apa dinda sudah bangun. perintah bunda.


"non," tina mengetuk kamar dinda.


"non......"


"iya tin, ngapa?" teriak dinda.


"non di cari ibu" tina memberitahu.


"iya nanti gue turun" ucap dinda yang masih bergelung dengan selimutnya.


"sudah bangun tin?" tanya bunda.


"sudah bu." jawab tina.


"iya nanti bunda buatkan, sana pergi cuci muka dulu, dan sikat gigi. bau..." bunda pura-pura menutup hidungnya.


"asikkk..... makasih bun." andra mencium pipi bundanya.


"hei... bauu....." teriak bunda.


"hehe...." andra malah cengir-cengir.


"bun sekalian sama susu coklat ya."


andra sudah lahap memakan nasi goreng seafood buatan bunda. tidak lupa dengan susu coklat hangatnya.


"mana kakak mu ndra?" tanya bunda.


"masih di kamar kali bun." jawab andra.


"anak itu selalu saja malas bangun pagi." omel bunda. "tina coba panggil dinda lagi, bilang suruh sarapan."


tina kembali mengetuk kamar dinda, memanggil, tapi kali ini dinda sama sekali tak menyahut.


"bu, non dinda sudah tina panggil tapi gak ada suaranya." ucap tina polos.


"ya sudah, makasih ya tina."


"sama-sama bu."


bunda beranjak dari kursi makan, hendak membangunkan dinda. sepanjang jalan ke kamar dinda, bunda tidak berhenti mengomel.


bunda membuka pintu kamar dinda, dan ternyata dinda masih di dalam selimutnya.


"dinda..... bangun...." bunda sudah menarik selimut dinda.


"masih ngantuk bun," ucap dinda yang masih memejamkan matanya, kemudian menarik selimut kembali.


"dinda... bangun..." bunda berteriak, bunda masih mencoba membangunkan dinda.


"iya bun, nanti lima menit lagi," jawab dinda mengguman.


bunda sepertinya terlihat menyerah membangunkan anak gadisnya yang super malas bangun pagi. tapi bunda tidak kehabisan akal menghadapi anaknya. bukan kah memang selalu begitu sikap seorang ibu, tidak menyerah menghadapi anak-anaknya.


"ya sudah, kalau kamu tidak mau bangun." ucap bunda.


"ayahhh......." teriak bunda yang berjalan kearah pintu kamar dinda, dan menunggu reaksi dinda.


seketika dinda menyingkap selimutnya, "dinda sudah bangun bun. nih lihat." dinda langsung bangun dari tempat tidur.


bunda menahan tawanya.


tapi dinda belum membuka matanya, dan hendak kembali merebahkan diri di kasur.


"ay...-----" belum selesai bunda berucap, dinda langsung membuka matanya dan berdiri tegak.


"dinda udah bangun bun, nih kan, udah bangun. nih bunda lihat dinda bangun. oke." dinda membuka matanya, dan nyengir yang dibuat-buat.


"bunda curang, pake bawa-bawa ayah." dumel dinda sambil meregangkan ototnya.


"siapa yang bawa-bawa ayah. bunda cuman mau manggil ayah saja, untuk sarapan." bunda terkekeh sendiri melihat tingkah dinda.


"cepat turun sarapan." perintah bunda. "bunda panggil ayah lagi nih." ancam bunda.


dinda langsung berlari ke kamar mandi.


"haha...." bunda tertawa. bunda sudah ingin tertawa sejak tadi, tapi di tahannya.


÷÷÷÷÷


"ayah mana bun?" tanya dinda yang sudah duduk di kursi makan.


"itu di taman belakang, lagi kasih makan beo."


"emang ayah gak sarapan bun?" tanya dinda lagi.


"ayah sudah sarapan sejak tadi, nunggu kamu mah keburu kelaperan, terus kambuh maag ayah. memang kamu pikir ini jam berapa?"


"jam 9 bun," jawab dinda biasa aja.


bunda menggelengkan kepalanya, melihat tingkah anak gadisnya yang lebih seperti anak laki-laki.


sedangkan andra, malah manja dan aleman seperti anak perempuan. tanpa sadar bunda memijat keningnya yang tidak pusing.


"tadi bunda bilang manggil ayah buat sarapan. bunda bohongin dinda ya." ambek dinda.


"salah mu sendiri bunda bangunin gak bangun, bunda panggil ayah baru kamu loncat." bunda tersenyum.


"sungguh teganya bunda..." ucap dinda yang sudah sibuk mengunyah nasi goreng.


"memang selama bunda gak di rumah kamu bangun siang terus ya? lalu sekolah mu gimana?, terlambat terus?"


"ishhh bun merdu banget lah nyanyinya." sahut dinda.


"dinda bangun pagi lah bun, ya walau gak pagi-pagi amat."


"masa sih??" bunda meragukan dinda.


"kalo bunda gak percaya tanya aja andra tu," ucap dinda.


"iya ndra, kakak kamu bangun pagi." tanya bunda.


andra hanya menganggukan kepala, karena mulutnya penuh nasi goreng dan sibuk mengunyah, lalu memasukan kerupuk ke mulutnya.


dinda dan bunda yang melihat andra, jadi tertawa.


"pelan-pelan andra makannya, nasi gorengnya masih banyak ini." bunda memberitahu.


"eeeem......" andra masih asik mengunyah.


÷÷÷÷÷


****Pesan WhatsApp****


"andra besok jangan lupa bawa buku catetan gue ya." (cinta)


"oke." (andra)


cinta adalah satu-satunya teman andra yang tidak memanggil andra dengan nama dian.


sedang teman andra satu sekolah memanggil andra dengan nama dian. masih ingat nama panjang andra kan??


diandra.


÷÷÷÷÷


"dinda, bunda mau ke mall sama andra, kamu mau ikut?" tanya bunda.


"gak ahh... bun, dinda di rumah aja."


"ayah, bunda pergi dulu ya." pamit bunda.


bunda pergi ke supermarket untuk belanja beberapa kebutuhan di rumah, andra menemani bunda belanja, andra mendorong trolley belanja, dan bunda sibuk memilih beberapa produk.


"bun sebelum pulang makan dulu ya," pinta andra.


"bukannya tadi sebelum berangkat kamu sudah makan ndra. itu perut atau karet??? masih muat?" tanya bunda.


andra cengengesan, "makan yang ringan-ringan aja bun. camilan gitu."


"ya sudah, nanti setelah selesai belanja kita cari cemilan." ucap bunda.


"yes......" andra besorak senang.


÷÷÷÷÷÷