Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode EMPATPULUHSEMBILAN



setelah memilih dan mencoba beberapa baju di butik itu, mom lucy membelikan dinda beberapa baju, walau dinda sudah menolaknya, tapi mom lucy tetap memaksa. "mom pergi bayar dulu ya" ucap mom lucy.


"adi" salsa dan lyli berteriak saat melihat dinda di butik yang sama.


"lu bilang males jalan-jalan, mau molor aja di rumah, gak taunya udah ada di sini aja, jalan sama siapa? sama cowok ya? ooo...pantes gak mau kita ajak, mana cowok lu?" salsa sudah melotot seperti emak-emak yang ngomelin anaknya. matanya seperti mencari seseorang.


"adi ayo kita makan dulu, mom sudah membayar belanjaan kita" mom lucy datang dengan beberapa tas belanjaan di tangannya.


"oh... iya mom, biar adi yang bawakan" jawab dinda memngambil tas belanjaan membantu mom lucy membawanya.


salsa dan lyli senggol-senggolan, berbisik mempertanyakan siapakah wanita yang bersama dinda. apa lagi mendengar dinda memanggil wanita itu dengan sebutan mom. menurut mereka tidak mungkin wanita berwajah seperti bule ini nyokapnya dinda. walau wajah dinda cantik dan kulit putih, hidung mancung, tapi dinda tidak berwajah bule, salsa sudah melirik kepada dinda.


dinda yang mengerti maksud kedua temannya lantas memperkenalkan salsa dan lyli pada mom lucy.


"mom, kenalkan ini sahabat dinda"


salsa dan lyli memperkenalkan diri mereka, "kalian teman adi di sekolah ya?" tanya mom lucy.


"i...iya tante" jawab salsa dan lyli bersamaan.


"tan, boleh pinjem adi sebentar?" pinta salsa sudah menggandeng lengan dinda.


"baiklah, mom tunggu di cafe depan ya adi" ucap mom lucy tersenyum.


"iya mom" sahut dinda.


salsa dan lyli mengapit dinda, "siapa itu? bukan nyokap lu kan?" salsa sudah mulai kepo.


"ishhh.... kalian berdua ini apaan sih" omel dinda. lantas pergi meninggalkan salsa dan lyli.


salsa dan lyli masih dengan penasaran mereka, "kita tanya besok ketika masuk sekolah" ucap lyli. mereka pun melanjutkan acara belanja.


setelah makan, mom lucy dan dinda kemudian pulang. bukan mengantar dinda pulang ke rumah, malah mom membawa dinda ke rumahnya. mom lucy bilang biar james yang mengantar dinda.


÷÷÷÷÷


"sebentar ya adi, mom ganti baju dulu. james temanin adi" perintah mom lucy.


james melihat dinda dari bawah ke atas, dari atas ke bawah lagi. "kenapa lu liatin gue kaya gitu?" tanya dinda risih.


"lu pake jimat apaan di?" james malah nanya yang menurut dinda aneh. dinda sampai mengerutkan keningnya.


"dasar gak waras" hardik dinda.


"james kamu antar dinda pulang ya" perintah mom lucy.


james pun mengantar dinda kembali ke rumahnya. "thanks di, udah mau nemenin nyokap gue" ucap james tulus.


"tadi lu bilang gue pake jimat" protes dinda.


"hehe... habis gue heran aja kok bisa mom langsung deket dan akrab sama lu"


"karena gue orang baik" sahut dinda asal.


james tampak merenungi ucapan dinda, orang baik? yah... dinda memang baik, sangat bahkan. perduli dan selalu bisa diandalkan. sebenarnya james tau kalau dinda bukan lah type orang yang suka jalan-jalan di mall atau pun shopping tapi dinda tetap mau menemani nyokapnya. james tersenyum pada dinda.


÷÷÷÷÷


Pesan WhatsApp


"adi, tolongin gue, si salsa hilang" (lyli)


dinda menghiraukan pesan whatsapp dari lyli, dinda pikir itu hanya lelucon salsa dan lyli saja. karena tidak mendapat respon dari dinda, lyli memutuskan untuk menelpon dinda.


saat menerima telpon dari lyli, terdengar suara lyli yang panik dan khawatir dengan salsa.


"tenang dulu ly, lu ceritanya pelan-pelan" ucap dinda.


lyli menarik napasnya, mulai bercerita tentang kejadian yang di alaminya di mall tadi.


"ya udah, biar gue coba hubungin salsa ya ly" ucap dinda menenangkan lyli.


dinda mencoba menghubungi salsa, tapi salsa tidak menjawab telpon dari dinda. sudah beberapa kali dinda mencoba, tapi tetap saja salsa tidak mengangkat telpon dari dinda.


dinda mencoba menerka apa yang terjadi pada salsa, mendengar cerita lyli tadi, salsa tidak mungkin hilang begitu saja. pasti sekarang salsa ada di suatu tempat.


ponsel dinda berbunyi, tertera nama salsa di sana. dinda segera mengangkat. terdengar salsa menangis sesegukan.


"sa, lu dimana? biar gue ke sana" ucap dinda. salsa memberitahu dinda dimana keberadaannya. lantas dinda pergi ketempat salsa berada dengan mengendarai motornya seperti biasa.


÷÷÷÷÷


dinda sampai di sebuah taman kota, terlihat salsa duduk di sebuah bangku panjang dekat air mancur. "sa.." panggil dinda.


dinda duduk di sebelah salsa, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut salsa, mereka hanya berdiam diri, memandang air mancur di depan mereka. lama mereka duduk dalam diam. lalu dinda menatap salsa, seolah bertanya apa yang terjadi.


salsa tidak berkata apa pun, melihat dinda dengan sendu, matanya mulai berkaca-kaca, lalu salsa menangis memeluk dinda.


dinda mengusap punggung salsa, menenangkan salsa. "hiks....hiks...." salsa masih menangis hingga membasahi jaket yang di kenakan dinda.


"sa.." dinda melepaskan pelukan salsa, menghapus air mata salsa. "udah ya nangisnya, lu jelek kalo nangis, bedaknya luntur, mau?" dinda berusaha menghibur salsa.


"aadii...." salsa merengek, namun tersenyum.


"bentar gue beliin lu air minum ya" lantas dinda pergi membeli dua botol air mineral. "nih minum" dinda menyodorkan air mineral pada salsa.


salsa meminum air itu, setelah beberapa teguk dia berhenti, " adi kok air mineral sih, pelit, gue mau susu" ambek salsa.


"kata abang yang jual susunya habis, sapinya lagi ngambek jadi gak ada susunya" gurau dinda membuat salsa tersenyum lagi.


"mau pulang? atau mau gue anter kemana?" tanya dinda.


salsa menggeleng, "gue gak mau pulang di, kemana aja yang penting gue gak mau pulang ke rumah".


"nanti nyokap lu khawatir, pasti nyariin lu"


"kalo lu mau pulang, sono pulang aja, gue bilang gue gak mau pulang ke rumah, gue gak mau ketemu sama nyokap gue, gue benci sama dia di" salsa marah-marah dan bicara dengan penuh emosi.


dinda menghela napasnya, baru ini melihat salsa yang begitu emosi. dinda tampak berpikir bagaimana menghadapi salsa. dinda sendiri gak tau apa yang terjadi sama salsa.


dinda teringat cerita lyli tentang bagaimana kejadian salsa di mall tadi. "salsa ketemu dengan nyokapnya, terus dia bicara sama nyokapnya, gue gak dengar apa yang dibicarain salsa dengan nyokapnya, tapi kalau gue lihat mereka sedikit bertengkar, terus nyokap salsa nampar salsa. setelah itu salsa nangis dan pergi" begitulah kira-kira cerita lyli tadi.


dinda ingin mendengar langsung dari salsa apa yang sebenarnya terjadi, tapi dinda tidak ingin memaksa salsa, seperti biasa dinda hanya tidak ingin ikut campur urusan orang lain. makanya dinda menunggu salsa dengan sendirinya cerita.


"ya udah kalau lu gak mau pulang" ucap dinda. membiarkan salsa tenang dahulu. setelah salsa tenang dinda bertanya pada salsa. "kalau cerita gimana? mau kan?"


salsa terdiam, dia tidak tau harus cerita bagaimana dengan dinda. tapi jika dia memendam ini sendiri dia pun gak bisa. bahkan tadi salsa meninggalkan lyli begitu saja. salsa menatap dinda, salsa tau dinda teman yang baik yang bisa dia andalkan, yang tidak mungkin bercerita sana sini. tapi apakah pantas menceritakan tentang masalahnya pada dinda. nanti dinda akan membencinya.


"ya udah kalau gak mau cerita gak apa-apa" ucap dinda. lalu mereka duduk terdiam lagi di bangku taman itu. matahari sudah mulai terbenam.


"terus kalau gak pulang lu mau kemana?" tanya dinda.


"gak tau"


dalam hati dinda merasa pusing juga jika salsa terus begini. dinda juga gak tau harus gimana, kalau membawa salsa ke rumah, nanti kena introgasi lagi sama bunda, tapi kalau gak di bawa masa salsa di tinggal sendirian di taman, mana mungkin dinda tega.


terdengar ponsel dinda berbunyi, ipul menelponnya. "bentar ya sa, gue angkat telpon dulu" dinda sedikit menjauh dari salsa.


"iya pul"


"adi, tadi gue lihat tio sama anak buahnya di pasar, tapi gak ada yang mencurigakan dari mereka"


"mereka gak ada bahas tentang sesuatu gitu?" tanya dinda.


"gak ada di, mereka hanya jaga kaya biasanya aja, malah sekarang lebih manusiawi gitu, gak kasar kaya dulu" ipul memberitahu yang dilihatnya.


"ya udah kita lihat aja dalam beberapa hari ini, terus gimana kabar dari dodi?"


"dodi tadi cerita sama gue, markas tio juga gak ada yang mencurigakan, mereka cuman main kartu aja di sana"


"ya udah nanti kalau ada info lain kabarin gue"


"oke di" ipul hendak menutup panggilan telponnya, tapi dinda menghentikan.


"pul, emm... gue mau tanya, di panti masih ada kamar kosong?"


"ada, kenapa di? lu mau nginep di sini? gue siapin ya kamarnya buat lu" ucap ipul semangat.


"gak, bukan gue, tapi temen gue. bilangin ke mak parti ya, bentar lagi gue otw ke sana" lalu dinda mengakhiri panggilan telpon dengan ipul.


÷÷÷÷÷