![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
"di sini senang
di sana senang
di mana-mana hati ku senang
di kiri jalan
di kanan jalan
di tengah-tengan orang ketiga"
peletak..., wayan menoyor kepala babas.
"nyanyi apa sih lu bas, gak mutu banget."
"suka-suka gue yan, mulut punya siapa?
gue kan. ya terserah gue mau nyanyi apaan."
"pada hari minggu, ku tu----"
babas mau nyanyi lagi, tapi langsung di potong wayan
"ini hari sabtu bas, besok baru minggu"
"hari aja lupa bas, bas.." ledek wayan
babas gak mau kalah, dia lanjut bernyanyi.
"pada hari sabtu ku turut pak yanto pulang
"pak yanto supir bus"
naik bus besar istimewa ku duduk di depan
di sebelah pak yanto yang sedang menyetir
megendarai bus gak ugal-ugalan
brem...embrem...embrem...
brem...embrem...embrem...
suara bus pak yanto."
anak-anak yang ada di dalam bus pada ketawa terpingkal-pingkal medengar babas bernyanyi.
"babas, bus pak yanto emang gitu bunyinya," sahut salsa
"emang kaya mana?" tanya babas
"brum...brum... brum..." jawab salsa
"ya itu kalo bus nya gendut kaya lu sa,"
"bus nya kan keker kaya gue, jadi pake "e" gak pake "u"
"siapa yang gendut, sembarangan lu bas, gue langsing begini kok." ucap salsa emosi.
entah kenapa perempuan lebih sensitif kalo di singgung berat badan. hanya perempuan yang tau isi hatinya.
"langsing sa, kalo liat dari teropong di atas monas." ledek babas. mereka semua tertawa lagi, mendengar kekonyolan babas dan salsa.
÷÷÷÷÷
"syukurlah lu dah sembuh pul," ucap dodi
"iya ini semua berkat adi, dan lu dod."
"kayaknya gue bukan dokter deh pul, lu sembuh ya karena udah waktunya sembuh pul." sahut dodi dengan tertawa.
"itu gue tau dod, tapi kan karena kalian berdua gue baik-baik aja sampe saat ini." ucap ipul tulus.
"besok lu mau dagang lagi?"
"iya dod, gue harus dagang lagi lah, masa gue ngarepin bantuan adi terus. gini-gini gue lelaki, harus bisa berusaha dengan kerja keras sendiri kan."
"motor kemaren masih di gudang pul?"
"iya masih tu."
"mak parti gak tau kan pul?,"
"ya gak lah, kalo ampe tau pasti udah kena omel kita."
"terus kapan kata si adi tu motor mau di angkut?" tanya ipul
"kata adi, setelah dia balik dari study tour."
"jangan lama-lama dod, bagaimana pun bangkai di simpan pasti akan ketahuan juga akhirnya."
"belum jadi bangkai lah pul, masih kinclong gitu." ucap dodi tertawa
"ya berdoa aja mak parti gak tau, klo emak sampe tau, pasti dia langsung lapor polisi ngeliat tu motor. bisa runyam urusan kalo sudah begitu."
terlihat mak parti keluar, berjalan ke arah teras.
"st... ada mak parti." ucap ipul
mereka berdua terdiam saat mak parti sedikit lebih mendekat.
rupanya mak parti tidak nyamperin ipul dan dodi, tapi menuju arah gudang di depan.
refleks ipul langsung bangun dari duduknya,
"mak mau kemana?" tanya ipul
"mau ambil kain di gudang, itu kain di dalam pada kotor mau dicuci." terang mak parti.
"biar ipul aja yang ambilin mak."
"ohh.. ya udah, tolong ya pul."
"iya mak, nanti ipul anter ke dalam kainnya, dod, ayo bantuin gue." ipul menarik tangan dodi pergi menuju gudang.
dodi dan ipul mengelus dada masing-masing, "untung aja mak parti gk ke gudang ya pul."
"makanya gue bilang jangan lama-lama itu bangke di simpan." sahut ipul.
"besok adi udah balik kok pul, nanti gue wa dia lah."
÷÷÷÷÷
Pesan WhatsApp
"di, lu jadi balik besok kan?" (dodi)
"ni motor gak bisa lama-lama di gudang, nanti bisa ketahuan mak parti." (dodi)
"si ipul udah kaya satpam komplek tiap hari jaga depan gudang, hehe." (dodi)
"iya gue balik besok, sekarang masih di jalan. besok kalo udah sampe gue kabarin." (adi)
÷÷÷÷÷
"james, menurut lu kita jual kemana tu hadiah ya?" tanya dinda
"hadiah apa di?"
"owghh, ya nanti gue bantu lu jualnya." ucap james.
"trims ya james."
"woy hulk, nyanyi lah." ajak babas pada dinda
"berisik sih bayi..." jawab dinda
"babas dekil dibilang bayi," salsa tertawa ngakak.
"bayi kaya gitu, kasian gue sama emaknya."
babas diam tak membalas.
dalam hati, babas takut kalo adi ngebongkar kenyataan pahit babas karena ulah nyokapnya yang suka cerita sana sini. maksud hati membanggakan anak.
÷÷÷÷÷
angel baru pulang dari latihannya. dia baru akan membuka gerbang rumahnya. tiba-tiba angga menegurnya.
"cowok lu itu gak sebaik yang lu lihat," ucap angga pada angel.
angel yang merasa tak mengerti perkataan angga, mengurungkan niatnya membuka pintu gerbang rumah.
"cowok siapa maksud lu? apanya yang gak baik?" tanya angel.
"cowok lu, cowok siapa lagi." sahut angga.
angel tampak berfikir, mencerna apa maksud angga.
"gue capek, males tebak-tebakan." lalu angel membuka pintu gerbang rumah.
"lu bakal nyesel udah milih cowok kaya dia gel." ucap angga geram.
angel tak perduli dengan kata-kata angga, dia meninggalkan angga yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya. lantas masuk kedalam rumah.
÷÷÷÷÷
di sebuah ruangan tampak seorang lelaki dengan seragamnya, sedang melaporkan sesuatu pada atasannya saat ini. menyerahkan beberapa bukti.
memberitahu dengan hati-hati.
lelaki itu lantas mohon izin meninggalkan tempat.
sebelum pergi dia memberi hormat.
lelaki yang terlihat sebagai atasan di kantor itu, tampak memperhatikan bukti yang di serahkan oleh anggotanya, lelaki itu menghela napasnya. dia tau betul siapa anak di foto itu.
jika mas nya sampai tau, bisa di pastikan akan terjadi keributan, tidak hanya anak itu yang di hukum, tetapi kakak tersayangnya pun pasti akan beradu mulut dengan ayah dari anak di foto itu.
lelaki itu tidak mengerti apa yang di lakukan anak di foto itu, pada saat dan tempat itu. dia sebenarnya tadi sempat ragu, jika anak dalam foto sangat dikenalnya.
÷÷÷÷÷
"bun, kak dinda balik besok ya?" tanya andra pada bunda.
"iya, tadi pas bunda telpon katanya gitu."
"kenapa kamu kangen sama kakak mu?"
"dihh... bunda.."
andra pergi meninggalkan bunda di dapur. dia menonton tv di ruang tengah. tidak lupa camilan dan jus di tangan kanan dan kirinya.
"ibu, di depan ada pak andre datang." bi ijah memberitahu.
"andre bi? tanya bunda meyakinkan?"
"iya bu".
tumben sekali andre datang, "ada apa ini?"
bunda bertanya-tanya dalam hati. soalnya adik bunda yang satu ini jarang sekali datang kalau bukan urusan penting.
"mba," sapa andre.
"loh dre tumben, ada apa nih datang? mas santo belum pulang loh."
"andre gak cari mas santo kok mba. emang gak boleh andre main ke rumah mba."
"boleh dong, yuk ke ruang tengah aja, itu si andra lagi nonton tv."
"om andre," sapa andra.
"asik nih ya, lagi santai ndra."
"hehe.. l" andre menyengir. "biasa om ngabisin cemilan. om mau gak?." andra menawari snack yang di pegangnya.
"gak ah, om udah manis, nanti tambah manis kalo makan itu."
"buahaha.... om lebay..."
"dinda mana mba?" tanya andre
"lagi study tour sekolah, besok baru balik."
"kapan berangkat kak?"
"hari apa itu ya, senin pagi kalo gak salah ndre."
"kejadian itu minggu malam, kalau dinda senin pagi pergi study tour, apa iya dia??, tapi bukti foto itu???" andre berfikir,
"loh kok malah ngelamun dre?" tanya bunda
"eh...enggak mba."
"mba andre balik dulu ya," pamit andre
"gak nunggu mas santo,"
"gak usah mba, kan andre kesini mau main aja, bukan urusan kerjaan."
"ya udah, hati-hati di jalan ya ndre."
"sering-sering main ke sini ya ndre."
"iya mba."
÷÷÷÷÷
di perjalanan andre terus berfikir, apa sebaiknya yang harus ia lakukan.
lebih baik mas santo dan mba dewi gak usah tau lah, nanti aku coba ngomong sama dinda aja.
bunda dinda itu tiga bersaudara. bunda anak kedua, ada abangnya bunda, dan adiknya bunda.
jadi bunda itu punya abang laki-laki yaitu "om bayu" (masih ingatkan om bayu yang kasih hadiah ulang tahun dinda sebuah motor sport).
lalu "om andre", yang tadi baru datang ke rumah alesan main, padahal sebenarnya ingin menemui dinda.
nah om andre ini juga yang sering jagain dan belain dinda. bisa dibilang dari kecil dinda lebih banyak waktunya bersama om andre. jadi om andre sangat dekat dengan dinda.
semenjak om andre menikah, om andre tidak tinggal bersama keluarga dinda lagi, dia tinggal di rumahnya sendiri. kesibukan akan perkerjaan lah, yang membuat om andre jarang main ke rumah dinda.
om andre juga yang mengenalkan dinda pada olah raga pencak silat, karate, dan taekwondo. kata om andre cewek juga harus bisa membela diri sendiri.