![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
mamah sinta masih menanyakan kepada babas perihal pembelian anggur satu keranjang.
"bukan masalah tagihannya tino, tapi ini untuk apa kamu anggur satu keranjang?" suara mamah udah meninggi, tanda terpancing emosi.
"untuk adi mah" jawab babas enteng.
"adi???, pacar kamu itu???" tanya mamah.
"belum jadi pacar kali mah" sahabat tino.
"bukan pacar kok ngasih anggur sampe sekeranjang, matre dia?"
"ya gak lah mah, tino itu kemaren bikin salah sama adi" ucap babas memberitahu. belum sempat melanjutkan kata-katanya, mamah sinta langsung menimpali.
"emang kamu bikin salah apa?"
"kemaren adi sakit, terus babas bawain buah sekeranjang, ehhh... malah si adi ngambek" mamah sinta mulai bingung dengan penjelasan babas.
"kok dia ngambek" tanya mamah yang sudah mengerutkan keningnya.
"tino bawain adi, -------,"
"apa???"
"tino bawain adi itu, pete, jengkol, talas, sama singkong"
"ya ampun tino, wajar adi marah, kamu ini gimana?? mamah juga bakal marah kalau lagi sakit malah di bawain apa itu tadi? buah-buahan itu" mamah sudah mulai pusing dengan kelakuan babas.
"makanya sebagai permintaan maaf tino kirim anggur satu keranjang buat adi."
"astaga tino..., nular siapa sih sifat aneh kaya gitu???" mamah sudah menepuk jidatnya pusing dengan kelakuan anak bungsunya ini. kalo dipikir kelakuan tino gak jauh beda sama papahnya, suka aneh dan di luar dugaan mamah.
"masa minta maaf sama cewek ngirim anggur satu keranjang sih tino? orang itu kirim bunga, malah ngirim anggur. cewek itu luluh kalo di kasih bunga. emang si adi itu kingkong jadi kamu kirim buah." ngoceh mamah.
"mamah lebih aneh" timpal babas.
"maksud mu??" tanya mamah heran.
"ya si adi juga gak makan kembang kali mah, masa di kirim bunga, emang dia tante kunti. bagus makan anggur mah, sehat" jawab babas santai.
mamah sinta sudah pusing ngadepin babas, memilih pergi ke kamarnya meninggalkan babas yang mulai menghidupkan lagi tv dan PSnya.
tidak lama mamah sinta balik lagi, tapi hanya menonggolkan kepala di pintu kamar babas.
"tino jangan lupa kamu harus memotong rambut mu" mamah sinta memperingati.
÷÷÷÷÷
dinda dan james sudah di panti menemui ipul.
"ada apaan sih pul? serius banget kayaknya" tanya dinda yang sudah duduk di teras panti.
"hai pul, pa kabar?" sapa james.
"baik james" jawab ipul.
"adi, itu kayanya kecelakaan si dodi mencurigakan deh" ucap ipul.
"mencurigakan giman pul?" tanya dinda.
"kaya ada yang sengaja nyelakain si dodi"
"ahh, jangan asal ngomong pul, dari mana lu tau kalo ada yang sengaja bikin dodi celaka?"
"tadi pagi gue bawa motor si dodi ke bengkel, kata orang bengkel kabel remnya putus, kaya ada yang sengaja motong"
dinda tampak berpikir, siapa kira-kira yang sengaja mau nyelakain dodi. memang agak aneh sih dodi kok bisa kecelakaan, padahal setahu dinda dodi cukup jago mengendarai motor. kalau cuman kesalib gak mungkin dia sampe jatuh.
"ya udah kita ke rumah dodi aja sekarang" ajak dinda.
dinda, ipul, dan james pergi menemui dodi di rumahnya.
÷÷÷÷÷
"mak dodi ada?" tanya dinda pada emak dodi.
"ehh... nak dinda, ada itu dodi lagi di kamar istirahat. masuk dinda" emak berkata dengan lemah lembut.
"hayo.. hayo.. masuk," emak mempersilahkan dinda, ipul, dan james masuk, mereka menunggu di ruang tamu.
"sebentar mak panggil dodinya ya"
"dodiiiiii......" emak sudah berteriak, sampai dinda dan yang lain tutup kuping, suara emak nyaring banget, petasan banting aja kalah.
emak membuka pintu kamar dodi, "dodii.... itu ada dinda sama ipul dateng" emak masih dengan suara nyaringnya. "bangun lagi, keluar, jangan ngerem aja di kamar, lama-lama betelor. sakit kok di manjain, sono keluar" emak sudah mulai dengan omelannya.
"iya...iya... mak" dodi keluar kamar menemui dinda, ipul dan james.
"ehh.... yang kaya bule ini siapa?" tanya emak yang udah bawa minuman sirup.
james tersenyum pada emak "saya james mak" james memperkenalkan diri.
"sesuai sama muka ya namanya, sama-sama cakep" celetuk emak. ipul udah senyum-senyum aja.
"kenapa kamu pul? mesem-mesem aja, mau di tanya juga? halahhh... emak udah tau nama kamu, jadi gak perlu ditanyakan, james, dinda, diminum, mak tinggal ke belakang dulu ya"
"iya mak, makasih mak" ucap dinda.
÷÷÷÷÷
"gimana keadaan lu dod?" tanya ipul"
"udah mendingan pul, thanks ya udah bawa gue ke rumah sakit"
sedang dinda masih diam, melipat tangan di dada.
"di.." panggil dodi lirih.
"maapin gue di, gue tau gue salah udah ikut balapan itu, padahal lu sama ipul udah ingetin gue" dodi menyesal atas perbuatannya.
dinda menghela napasnya, dinda tidak marah sama dodi, tapi lebih kecewa karena dodi tidak mendengarkan ucapan teman-temannya.
"udah di, tadi emak udah kasih obat gue". jawab dodi.
"lu gak marah sama gue di?"
"gak guna juga kan gue marah, emang luka lu langsung sembuh sekarang juga kalo gue marahin lu? kalo iya, dengan senang hati gue bakal marahin lu" ucap dinda tersenyum.
dodi merasa lega karena dinda tidak marah padanya, soalnya kalo sampe kehilangan sahabat terbaik seperti dinda gara-gara ulah dodi yang ceroboh, maka dodi akan sangat menyesalinya.
"gimana ceritanya kok lu bisa kecelakaan?" tanya dinda serius.
"gue juga gak tau di, sebelum balapan, gue udah cek kondisi motor gue, dan semuanya oke. tapi -----,"
"motor lu gak bisa di rem?" tebak dinda.
dodi tampak terkejut, kenapa dinda bisa tau, padahal dia belum cerita sama siapapun termasuk ipul.
"kenapa? gue bener" tanya dinda meyakinkan.
"iya di, pas gue di salip sebenarnya gue bisa menghindar, tapi pas gue mau ngerem, ------!! gue juga gak tau bisa gitu" ucap dodi yang juga berpikir kenapa rem motornya bisa rusak.
"ya udah lu cepet sembuh, nanti kita cari tau sama-sama siapa yang mau nyelakain lu"
diluar rumah terdengar suara seorang cewek sedang nanyain dodi, lalu emak menyuruhnya masuk.
"adi, lu di sisni? kenapa lu dod? akrobat tah?" tanya angel yang sudah ikut duduk di sebelah dinda.
"biasa gel, anak cowok" jawab dodi santai.
"anak cowok juga gak gini kali dod" angel menekan perban di kepala dodi.
"auchh.... sakit gel" protes dodi.
"cengeng" hardik angel.
"tau dari mana lu gue sakit?" tanya dodi.
"noh, si ipul" angel menengok ke arah ipul.
ipul hanya cengir saja, "adi kok lu jenguk dodi gak ngajak gue?" tanya angel.
"kita juga tadi ke sini dadakan kok" jawab dinda.
"tahu bulet kali dadakan" sahut dodi.
"masih bisa ngelawak lu?" ledek angel pada dodi.
"hai james, apa kabar?" sapa angel.
"baik gel, lu gimana kabarnya?" james nanya balik.
"gue juga baik"
"cie.... ada yang iya iya nih" ledek dodi. "dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak"
"apaan sih lu dod, otak lu kayaknya yang luka parah jadi perlu di periksa" dumel angel.
setelah asik mengobrol dan bertanya pada dodi, dinda pamit pulang.
"ya udah kita balik dulu dod, nanti kabar-kabari aja ya" ucap dinda dan pamit pada mak dodi untuk pulang, yang lain juga pamit pulang.
÷÷÷÷÷
saat dinda hendak pulang bersama james, ponsel dinda berbunyi, ada panggilan masuk dari babas.
"hallo" sapa dinda.
"adiiii........., diiiiii........, tolongin gue diii....." babas teriak-teriak kaya orang ketakutan.
dinda yang mendengar agak heran, "kenapa lu bas?"
"gak mau, gue gak mau, jangannnn......" babas berteriak disebrang telepon sana.
"woyy..... bas, ngapa lu?" tanya dinda yang mulai agak cemas.
"adiiiiiii...... tolongin gue, cepet kesini di...." teriak babas.
"lu dimana?" tanya dinda.
"di jalan bla....bla...bla...." sahut babas kemudian panggilan terputus, batre hp babas low. "aaaaa... pake mati lagi ini hp" kesal babas.
"awas lu ya jangan macem-macem" babas mengancam orang dihadapannya.
÷÷÷÷÷
"kenapa di?" tanya james.
"gak tau, itu si babas teriak-teriak minta tolong"
"minta tolong? emang kenapa dia?"
"diculik kali" jawab dinda asal
"ada orang yang mau culik dia apa?, nyebelin gitu, paling juga penculiknya di buat kesal sama babas, terus di lepas deh" sahut james santai.
"gitu kayaknya, ya udah hayoo kita samperin aja si babas, nanti di culik beneran, gak nemu lagi temen aneh kaya dia"
dinda dan james pergi ke alamat yang babas sebutkan tadi. seperti biasa dinda yang menyetir motor james.
"james lu gak apa-apa kan pulang kesorean?" tanya dinda sedikit beteriak karena bising jalanan.
"nyantai kali di, gue anak laki, nah lu itu yang anak perempuan dicariin nyokap lu gak? udah sore gini"
"nyantai juga, bonyok lagi di luar kota"
"pantes, biasanya lu udah di cariin kan"
"di mampir bentar ke atm di pom bensin depan ya" pinta james.
dinda memberhentikan motor disebuah mesin atm yang ada di pom bensin. james turun dan masuk ke dalam bilik kaca yang berisi mesin tarik uang tunai itu.