![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
bel pulang sekolah sudah berbunyi, tampak murid-murid sudah banyak yang pulang. terlihat babas kesulitan menghidupkan motornya.
"kenapa motor lu bas?" tanya wayan.
"tau nih, gak idup," babas mencoba mengengkolnya lagi.
"gara-gara keujanan kali jadi mogok." ucap abi.
"bisa jadi bas." sahut wayan.
"mau kita bantuin gak bas." tawar abi.
"gak usah, tenang aja, nanti juga idup sendiri ini si gomes, lagi ngambek aja." ucap babas santai.
padahal dari tadi babas udah kesel, ngidupin, gak idup idup juga.
"ya udah gue sama wayan balik duluan ya bas." pamit abi.
dinda tampak menunggu di lobby depan.
"kok belum balik adi?" tanya james.
"lagi nunggu mang bowo." jawab dinda.
"mau bareng gue aja gak?," tawar james.
"gak usah james. tengkiu..." tolak dinda.
"ciuss nih..???" tanya james.
"iya cius. soalnya tadi gue udah minta mang bowo jemput. coba dari tadi lu nawarin barengnya."
"ya udah gue balik duluan ya di." ucap james.
÷÷÷÷÷
babas masih berusaha menghidupkan motornya, karena kesal babas pun menendang motornya. lalu sedikit mengumpat pada motornya.
dinda melihat dari kejauhan babas yang belum pulang.
dinda nyamperin babas.
"udah bosan hidup kayaknya motor lu bas," dinda mengagetkan babas.
"ahh.... ternyata cinderella. ada apa cinderella ku tayang? mau pulang bareng babas ya?"
"udah lah bas gak usah pura-pura gitu, mau tetap jaim lu depan gue."
babas malah nyengir.
"lu balik bareng gue aja, bentar lagi mang bowo dateng."
"terus si gomes gimana di?" tanya babas.
"ya elah, ya lu tinggal aja di sekolah, nanti suruh supir lu ambil. kaya orang susah aja sih lu bas." sindir dinda.
terkadang kesal juga dengan babas, yang selalu terlihat sederhana, bahkan seperti orang susah aja. niatnya sih bagus gak mau pamer kekayaan orang tua. tapi ya gak gitu juga.
padahal babas itu paling kaya diantara teman satu sekolah yang lain. hanya teman-teman tidak ada yang tau seberapa kaya keluarga babas. cuman dinda yang tau rahasia babas.
"iya juga ya, kok gue kaya orang susah aja, bokap nyokap gue kan kaya raya ya. ampe lupa gue karena kelamaan belajar sederhana." ucap babas dalam hati.
"mang, tolong anter teman dinda dulu ya ke rumahnya." pinta dinda pada mang bowo.
"siap non." jawab mang bowo.
"non, den andra gak sekalian di jemput ini." tanya mang bowo.
"nanti aja setelah nganter si tuyul satu ini mang."
"sembarangan mulut lu di, mana ada tuyul gondrong kaya gue di." protes babas.
"ooppsstt.... salah ya gue," dinda pura-pura menutup mulutnya. "lu bukan tuyul, tapi gerandong." dinda pun tertawa.
babas menepuk jidatnya, gerandong malah lebih buruk dari tuyul.
÷÷÷÷÷
mereka sudah di dalam mobil, hendak menuju rumah babas.
dinda mengeluarkan hoodie dan topi dari tasnya. dinda memakai hoodie, kemudian menggulung rambutnya ke atas, lalu memakai topi kupluknya.
tanpa sadar babas tampak memperhatikan dinda.
"woooyyyyy....... biasa aja liatnya." dinda mengagetkan.
"gue culek juga itu mata." ancam dinda.
"siapa yang ngeliatin lu," elak babas. "lagian lu cuman make hoodie sama topi, kecuali lu bugil, iya juga gue pelototin."
"itu buktinya ampe ngences." ledek dinda.
babas menjilat bibirnya sendiri.
pletak....... dinda menjitak kepala babas.
"sakit hulk...." maki babas.
"lagian keGeEran amat kali jadi perempuan. amit-amit gue merhatiin hulk." ucap babas sambil melihat ke luar jendela, mengalihkan perhatian dinda.
bisa kacau kalau dinda sampe tau babas sempat memperhatikan dinda sampe segitunya.
"haduhhhh..... kenapa juga gue pake merhatiin si adi, bisa gesrek juga ini lama-lama otak gue di jitak mulu." maki babas dalam hati.
mang bowo yang memperhatikan dari kaca tengah tersenyum melihat tingkah konyol dinda dan babas.
÷÷÷÷÷
"mampir dulu di," tawar babas.
"serius lu suruh gue mampir?" tanya dinda.
"ya iya lah. mau gak?, tenang nanti gue kasih makan sama minum." ucap babas.
"ckkk.......... dikira gue pengemis apa." maki dinda.
"bentar." jawab dinda. kemudian memeriksa hape, melihat tidak ada pesan atau telpon dari andra.
"mang bowo tunggu bentar ya." pinta dinda.
"siap non." jawab mang bowo.
"helehhh gaya lu pake kagum gitu liat rumah gue, kaya baru pertama kesini aja." ucap babas.
"siapa yang kagum, biasa aja. lu aja yang ke PeDean. lagian ini bukan rumah lu juga. rumah bokap nyokap lu, lu kan cuman numpang." ledek dinda.
"sembarangan lu di, kalo ngomong suka bener." babas mengacungkan jempol tepat didepan muka dinda.
hahaha mereka tertawa bersama.
"gue duduk di teras aja deh bas, gak enak kalo masuk." ucap dinda.
"kaya tukang anter paket aja lu, maunya nunggu di teras." sahut babas.
"rese lu." hardik dinda.
"ya udah makanya ayo masuk, gak bakal gue apa-apain kali di. ada juga gue yang takut di apa-apain sama lu." ledek babas terkekeh.
"mau lu itu mah bas. dasar piktor lu." maki dinda.
"dihh.... siapa yang piktor. nama gue BAS-TI-NO, bukan piktor. hahaha.... " babas menekankan namanya.
"lu tunggu bentar ya, gue mau ganti baju dulu." ucap babas.
"bi..." panggil babas pada art yang berkerja di rumahnya.
"tolong buatin minum buat temen aku ya, sama bawain camilan." perintah babas.
"baik tuan kecil." jawab bibi.
tampak ada seorang lelaki berjalan turun dari lantai dua, lelaki itu memperhatikan dinda. dinda duduk membelakangi sehingga wajahnya tidak terlihat.
"siapa itu? kok ada di ruang keluarga?" pikir lelaki itu.
"mungkin teman tino." lelaki itu tak menghiraukan dinda. pergi menuju ruang buku.
"silahkan minum non," ucap pelayan yang menghidangkan minuman dan camilan untuk dinda.
"terimakasih bi." ucap dinda.
"kan gue bilang juga apa, pasti gue kasih minum sama makan." ucap babas yang datang, sudah dengan pakaian rumah.
÷÷÷÷÷
Pesan WhatsApp
"kak, andra sudah kelar kerja kelompoknya. bilangin ke mang bowo jemput sekarang ya." (andra)
"iya." (kak dinda)
÷÷÷÷÷
"bas, gue balik lah, ini si andra udah minta jemput." dinda memberitahu.
"ya elah cepet amat, belon juga ngapa-ngapain." ucap babas sok kecewa.
"emang mau ngapain?" tanya dinda polos.
"ya mau lu ngapain di? mau deket-deket gue juga boleh." ledek babas.
"ck....mau gue jitak lagi lu." ancam dinda.
"ogah." sahut babas.
"udah sono balik." usir babas.
"nyesel gue mampir." ucap dinda.
babas hanya tertawa.
"adi, minum sama camilannya belum di makan ini." ucap babas.
"bungkus aja, boleh gak?" canda dinda.
"boleh banget." jawab babas.
"bi...." babas memanggil.
"canda kali bas, serius amat. gue bukan anak SMP ya."
"yang bilang lu anak SMP sapa, udah bangkotan gitu." ledek babas.
"SMP apaan di?" tanya babas belenyon.
dinda tertawa mendengar babas yang tumben lemot.
"Sudah Makan Pulang." jelas dinda.
babas hanya cengir-cengir aja.
"gue balik ya." pamit dinda pada babas.
"thanks ya di udah nganterin gue."
"yooo sama-sama."
"sering-sering ya di." ledek babas yang mengantar dinda ke depan.
"ngelunjak itu namanya." balas dinda.
÷÷÷÷÷
saat sudah di jalan hendak menjemput andra. tiba-tiba andra telpon, bilang kalo gak usah di jemput dulu, soalnya langsung ke rumah teman.
dinda pun tidak jadi menjemput andra. "mang pulang langsung aja. si andra masih di rumah temannya." ucap dinda.
"siap non." jawab mang bowo.
"non yang tadi pacar ya?" tanya mang bowo.
"babas mang?" hahaha...... dinda tertawa.
"mamang heran aja, baru kali ini non dinda nganter cowok." ucap mang bowo.
"geblek gitu mang, masa jadi pacar dinda. babas itu sahabat dinda mang, satu kelas sama dinda. anaknya emang gitu." jelas dinda.
Pesan WhatsApp
"adi bisa ke panti sebentar gak? ada yang mau gue omongin." (dodi)
"oke. sejam lagi ya." (adi)
÷÷÷÷÷
"ngapa dod?" tanya dinda yang sudah sampai di panti.
"ada balapan lagi, tapi ini beda di." dodi memberitahu.
"beda gimana?" tanya dinda.
"balapannya bukan di jalanan, jadi aman gak bakal di ciduk kaya waktu itu."
"tapi gue udah janji gak bakal ikut balapan lagi, kecuali balapan legal." ucap dinda.
"ya ini bisa di bilang semi legal sih."
"semi legal gimana dod?"
"balapannya di lintasan, tapi gak ada peraturan aja."
"ogah lah gue dod, nanti gue kena marah sama om andre. kalo gue ikutan lagi bisa-bisa gue beneran di aduin ke ayah. bisa abis gue."
"ya udah kalo lu gak ikut." ucap dodi sedikit kecewa.
"adi, kapan lu dateng?" tanya ipul yang baru pulang dari pasar.
"belum lama pul. gimana dagangan? laris pul?"
"lumayan. hari ini ludes." jawab ipul.
hp dinda berbunyi. telpon dari andra.
"kak, jemput andra di rumah cinta ya, yang waktu itu kakak pernah anter dia."
"iya. 10 menit ya."
"oke."
"dod, pul, gue balik dulu. mau jemput adek gue di rumah temannya." pamit dinda.
÷÷÷÷÷