Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode EMPATPULUHDUA



dinda mengeluarkan ponselnya membuaka vitur vidio, kemudian menekan tombol play. dinda yang sudah mengarahkan ponselnya mulai melancarkan aksinya.


"hai guys, gue di mobil mewah punya babas nih, kalian ada yang mau nebeng gak?, dengan senang hati loh babas bakal nganterin kalian" dinda mengoceh bak seorang youtuber.


"adi apaan sih lu???" protes babas.


dinda menekan tombol stop pada ponselnya, menandakan vidio telah selesai. "bentar gue share digrup whatsapp kelas ya" ucap dinda santai.


citttt...... tiba-tiba babas menghentikan mobilnya di pinggir jalan. melirik ke arah dinda.


"mau bales dendam ceritanya?" tanya babas nyolot.


"menurut lu?"


"oke gue minta maaf wahai cinderella ku" ucap babas sudah merapatkan kedua tangan memohon pada dinda.


dinda hanya melihat sekilas pada babas, meliriknya sinis, kemudian kembali kepada ponsel ditangannya.


"adiii......" rengek babas pada dinda.


"gue kan udah minta maaf di, gue cuman bercanda aja, gue juga gak maksud pamer, cuman mau jailin lu doang, dikittt...., maaf di, maaf...., janji gue gak bakal kaya gini lagi. please jangan ya di. cuman lu yang tau gue sebenarnya, gue mohon jangan kasih tau teman-teman yang lain" babas memohon dengan kesungguhan.


dinda yang melihat babas memohon, lantas tersenyum dalam hati, soalnya dinda juga tidak merekam seperti yang di katakannya tadi, dinda hanya membalas kejahilan babas saja. dinda hanya pura-pura saat merekam menggunakan ponselnya.


"oke gue maafin"


"makasih ya di"


"tapi gak janji, kalo gak ngasih tau teman-teman"


"kok gitu di, hayooolah dii.." babas merengek lagi.


"ada syaratnya" ucap dinda.


"apa??? kirim buah lagi sekeranjang? atau roti sekeranjang? atau bakso satu gerobak?" babas sudah nyerocos.


"lu kira gue mau dagang" maki dinda.


babas mengingat apa yang di ucapkan mamahnya, kalau wanita itu akan luluh jika di kasih bunga. "owgh.... gue tau, lu mau gue kirimin bunga kan, tenang di, gue bakal kirim bunga ke rumah lu satu keranjang cukup gak?" tanya babas dengan percaya dirinya seolah tau keinginan dinda.


dinda gak menjawab malah melotot kearah babas, dan itu malah dianggap babas bahwa dinda tidak mau bunga satu keranjang. mungkin dinda mengiginkan lebih dari satu keranjang, pikir babas.


"ya udah bunga satu truk, gimana? udah banyak itu di...." ucap babas membujuk.


"lu gak waras apa gimana sih bas, buat apa gue bunga satu keranjang, malah satu truk pula, lu kira gue tante kunti, makan kembang" hardik dinda sudah emosi.


babas terdiam. "kan gue bilang juga apa, si mamah sih sok tau, cewek kaya adi mana mungkin suka bunga" dumel babas dalam hati.


"jadi lu mau apa di???" tanya babas penasaran.


"nanti gue pikirin" jawab dinda datar, membuang muka memandang keluar lewat kaca jendela di sebelahnya.


"kok nanti di? sekarang aja, mending syaratnya kaya di dongeng-dongeng di" tawar babas menyeringai.


"maksud lu???"


"ya kan kalo di dongeng begini, siapa yang bisa menemukan selendang ku, jika wanita akan ku jadikan saudara, jika lelaki akan ku jadikan suami" babas memperagakan.


"pletakkk......" lagi dinda menjitak babas. "jangan kebanyakan ngimpi, sekarang anter gue pulang" perintah dinda mutlak.


babas pun mengantar dinda pulang, bukan babas kalau tak membuat ulah, hampir saja dia membuat ulah di rumah dinda. untung saja bunda dan ayah tidak ada. jadi babas mengurungkan niatnya dan pulang ke rumahnya dengan damai.


÷÷÷÷÷


angga yang babak belur oleh babas, sempat di rawat di rumah sakit selama dua hari. angga masih merahasiakan kejadian sebenarnya dari kedua orang tuanya. sudah tiga hari angga tidak masuk sekolah, begitu pula dengan kedua temannya.


mama vika sudah berulang kali menanyakan pada angga bagaimana bisa mendapatkan luka-luka itu, tapi jawaban angga tetap sama, tidak membuat mama vika percaya begitu saja dengan penjelasannya.


cinta, adik angga juga sempat di tanyai oleh mama vika, namun cinta malah tidak mengetahui jika kakaknya berkelahi.


walau babas mengamcam angga waktu itu, tetapi angga tidak bergeming, dendamnya kepada orang yang bernama adi justru makin besar. angga pun berniat akan membalas adi. walau demikian angga cukup senang, dia dapat melukai adi dengan menghantam balok kayu ke tangannya. dalam hati angga yakin tangan adi juga mengalami luka yang lumayan parah. angga tersenyum sinis di kamarnya mengingat kejadian itu. angga tidak akan melupakan wajah itu, yang dianggap sebagai rivalnya.


÷÷÷÷÷


cinta yang juga baru sampai sekolah, menghampiri andra dan berjalan bersama menuju kelas mereka. andra sebenarnya ingin bertanya pada cinta soal kakaknya angga, tapi akhirnya diurungkan niatnya itu. andra memilih diam hingga mereka tiba di kelas.


"dian" sapa joni sahabat angga yang juga duduk disebelah andra. "gue denger ada yang gebukin si angga kakak kelas kita, lu tau gak?"


andra hanya menggeleng, walau tadi sempat terkejut karena joni bisa tau soal perkelahian itu, tapi andra memilih diam dan menunggu joni melanjutkan ceritanya.


"tadi gue denger dari dua temannya yang ngobrol di parkiran, ya gue gak tau sih ceritanya gimana, tapi berarti gara-gara itu mungkin kakaknya si cinta gak masuk sekolah sampe hari ini" joni masih bercerita.


"berarti dua teman kak angga udah masuk sekolah ya" batin andra mengetahui seperti akan ada masalah baru lagi. "gue harus kasih tau kak dinda".


"ya elah, gue cerita malah dia bengong, mikir apaan lu? uang jajan di potong?" tanya joni menyadarkan pikiran andra.


Pesan WhatsApp


"kak, kedua teman kak angga sudah masuk sekolah, tapi kak angga belum masuk sekolah" (andra)


÷÷÷÷÷


babas datang dengan motor vespa yang sudah di modifikasinya, motor itu terlihat lebih kalsik dan nyentrik, body motor sudah mengkilat dan mulus, suara knalpotnya juga sudah lebih merdu dari sebelumnya. motor vespa itu dicat warna coklat susu kombinasi cream dengan beberapa onderdil yang baru diganti. sekarang motor vespa butut itu terlihat berkelas dan bernilai. babas juga memakai helm yang senada warnanya dengan motor vespanya.


babas celingak celinguk melihat sekeliling, sahabatnya belum ada yang terlihat batang hidungnya. babas hendak membuka helmnya, ketika suara nyaring dan cempreng mengejutkannya.


"dekil...., cie motor siapa yang lu colong" tuduh salsa.


"ini motor gue lah. kenapa? keren kan? pasti mau di antar pulang om babas kan"


"ckkkk..... amit-amit gue bas, mending gue pulang sama yayang james" sahut salsa berpaling meninggalkan babas menuju ruang kelas.


dalam hati babas merutuki pagi harinya, kenapa dia harus bertemu dengan salsa. "untung aja salsa gak lihat rambut gue, bisa di ejak abis-abisan".


babas membuka helmnya, dia melihat tampilan dirinya di spion motor, dipasang lagi helm di kepalanya, kemudian termenung sebentar, entah apa yang dipikirkannya. kemudian di lepaskannya lagi helm itu, melihat dirinya di spion motor sekali lagi, babas merapihkan rambutnya, menghela napasnya, lalu memutuskan memakai helmnya kembali.


babas berjalan menuju kelas masih dengan helm di kepalanya. rupanya para sahabtnya sudah duduk di bangku masing-masing.


"gue tau helm lu baru, tapi gak juga pake helm di kelas bas" ledek wayan.


"biar keren" babas menaik turunkan alisnya. "beda bolehkan" sahut babas.


"makin hari gue liat lu makin aneh aja dekil, perihatin gue punya temen kaya lu" hardik salsa.


"ahhh.... gue mah biasa aja kalo di perhatiin banyak cewek, udah dari lahir kali" gurau babas.


bel tanda masuk berbunyi, jam pertama adalah pelajaran penjaskes. mereka sudah mengganti pakaian seragam dengan pakaian olah raga. mereka menuju lapangan menemui pak bobi guru penjaskes yang sudah berada di lapangan menunggu muridnya.


mereka sudah berbaris rapih dan mengikuti instruksi pak bobi. tampak di baris belakang babas masih mengenakan helmnya.


"bastino" panggil pak bobi.


"kenapa kamu memakai helm? cepat lepaskan" perintah pak bobi.


"ini untuk melindungi kepala saya pak, kan hari ini kita akan bermain basket" jawab babas membela diri.


"tapi tidak juga menggunakan helm bastino, cepat lepaskan" ucap pak bobi yang sudah mendekat kepada babas.


babas memegang helm di kepalanya, "gak pak, saya tetap mau pakai helm ini, gimana nanti kalau kepala saya terkena bola, nanti saya bisa cidera pak, geger otak, terus saya jadi oon gimana pak?"


mendengar alasan babas yang memang masuk akal, akhirnya pak bobi membiarkan babas memakai helm selama jam pelajaran olah raga. walau sebenarnya mana ada orang yang bermain basket memakai helm, bahkan pemain internasional sekelas michael jordan tidak menggunakan helm saat bertanding.


____________________


kalian tau michael jordan kan?


pemain bola basket profesional asal negeri paman sam. ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga bola basket. setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA. Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.


____________________