![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
"gimana james?" tanya dinda menunjukan wajah james yang habis di poles dengan bedak, sehingga lebam di wajah james jadi tersamarkan.
"wahh... hebat lu di." puji james.
"kok bisa di?" tanya james. lalu james memasang wajah heran, "sejak kapan lu ke sekolah bawa -------- ?"
dinda agak kesal melihat raut wajah james, yang sangat dia tau artinya. "sejak lu benjut." jawab dinda kesal.
"hehehe, gue kira lu ketularan salsa."
"james........" dinda sudah melotot.
"gue kan cuman becanda di. gitu aja marah. makasih ya di." ucap james tulus.
"iya sama-sama, gak sia-sia si tina ngajarin gue."
"siapa tina di?" tanya james
deg..... "james??? adi???? ngapain itu anak berduaan di situ????" babas dengan pikiran yang enggak-enggak. babas menepuk kepalanya sendiri. "mikir apalah gue, mana mungkin adi ngapain-gapain james, ada juga james yang ----------, haduhhh....."
tanpa menunggu lagi babas langsung nyamperin james dan dinda.
"woy....... ngapain lu berduaan disini? mau buat mesum ya?" tanya babas mengagetkan dinda dan james.
"lu apain si james di? anak orang masih perjaka jangan lu apa-apain di." ledek babas.
pletakkk........... dinda menjitak babas. "mulut lu, kesel gue, kapan-kapan perlu itu mulut di cabein biar tau rasa." ucap dinda emosi.
"aduhhhh....... sakit di, seneng banget sih jitak gue. nanti lama-lama lu bisa sayang sama gue di." sahut babas asal.
"mau gue jitak lagi lu," ancam dinda.
"ampun cinderella, maafkan lah pangeran mu ini, kakanda tidak akan mengulanginya lagi." ucap babas.
"ckkk...... hayo james kita masuk kelas, ngeladenin si dekil ampe lebaran nyoyet gak bakal kelar."
babas pun hanya tertawa saja.
"makanya lu jangan asal nuduh bas, emang enak kena jitak adi." ucap james lalu berjalan di belakang dinda.
÷÷÷÷÷
babas menarik james, "ngapain lu sama si adi?" tanya babas.
"bukan urusan lu," jawab james datar.
"kasih tau gak, atau gue ceritain sama temen-teman yang lain ya", ancam babas.
"sono kalo berani," sahut james.
"oke, liat nanti bakal gue ceritain kalo lu buat mesum sama adi di toilet," babas masih gencar mengancam james.
"terserah," james mengangkat kedua bahunya. "berarti siap-siap lu di jitak adi lagi."
"masih berani lu?" ztanya james
"gak...." babas menggelengkan kepalanya.
"uahahah...." james tertawa. "gue aja gak berani bas, apa lagi lu."
÷÷÷÷÷
****Pesan WhatsApp****
"om andre, bisa ketemu? ada yang mau dinda ceritain." (dinda)
"tentu bisa dong ponakan om yang nakal. nanti ke "rumah saja setelah pulang sekolah." (om andre)
oke om." (dinda)
james pulang sekolah, "lu ikut gue ya," pinta dinda.
"mau kemana di?" tanya james.
"ke rumah om gue." jawab dinda.
dinda dan james ke rumah om andre, sesampai di rumah om andre dinda di sambut oleh tante inggit, istri om andre.
÷÷÷÷÷
tante inggit langsung memeluk dinda. "tante kangen sama kamu dinda," dinda membalas pelukan tante inggit.
"ini siapa dinda?" tanya tante inggit.
ini james tan, teman sekelas dinda."
james salaman dengan tante inggit.
"teman atau teman nih dinda? teman tapi deket ya?" ledek tante inggit.
"andai yang ngomong babas udah pasti gue jitak." keluh dinda dalam hati.
dinda hanya menjawab tante inggit dengan tersenyum, begitu pula james yang tampak risih dengan ucapan tante inggit, tapi akhirnya james tidak terlalu memperdulikan.
"om andre mana tan? belum pulang ya?" tanya dinda.
"bentar lagi mungkin, tadi telpon udah di jalan arah pulang katanya." jelas tante inggit.
"udah makan belum dinda? makan dulu yuk," ajak tante inggit.
"udah tan, tadi siang, " jawab dinda.
"ini udah sore loh din, tante siapin ya, ajak teman kamu sekalian makan. siapa tadi namanya, oooo..... james ya."
"mau ya james makan masakan tante? nanti pasti ketagihan." ucap tante inggit sambil nyengir.
"iya tan, makasih tan." jawab james.
"bella lagi tidur di kamar, nanti juga bangun kalo udah laper."
bella sepupu gue itu baru berumur satu tahun. nanti kalo udah smp pasti gue ajarin bela diri, kaya om andre ngajarin gue, biar bella kuat. kaya gue tentunya. hehe...
saat sedang makan, om andre pulang. "lagi pada makan ya," ucap om andre. "wuah... enak bener agaknya." om andre pun ikut duduk di meja makan setelah ganti baju terlebih dahulu.
setelah memperkenalkan james, kami melanjutkan makan. terdengar suara tangis bella. "kalian makan aja ya, tante liat bella dulu." lalu tante inggit pergi melihat bella.
"kamu mau cerita apa dinda?" tanya om andre.
"ini om, kemaren james di begal, motornya diambil sama begal itu. bahkan james sempet dipukulin.
om bisa kan tolongin james?" cerita dinda to the point.
"kamu masih ingat wajah begal itu james?" tanya om andre.
"masih om, james masih inget. untung kemaren ada dinda dateng nol--------"
"auuu......" james meringis. akibat kakinya di injak dinda. dinda sengaja menginjak kaki james, agar james tidak melanjutkan ceritanya. dinda tau apa selanjutnya yang akan dikatakan james.
om andre menatap curiga pada james dan dinda.
"ini om, kemaren setelah kejadian james nelpon dinda, jadi dinda dateng nolongin james, bawa dia ke rumah sakit." dinda masih menginjak kaki james.
james menahan ringisannya.
melihat muka james yang mulai memerah, dinda melepaskan injakan kakinya. "lu kenapa james, kebelet ya?" tanya dinda.
"udah sono ke toilet." dinda mendorong james bangun agar pergi ke toilet.
"ta..tapi di-----"
"noh toiletnya di ujung deket tangga." dinda menunjukan.
"padahal gue gak mau ke toilet, kenapa sih si adi nyuruh gue ke toilet?" dumel james dalam hati. james pun dengan terpaksa pergi ke toilet meninggalkan makannya yang belum selesai.
÷÷÷÷÷
dinda sudah menceritakan kronologi kejadian saat james di begal, tapi menurut versi dinda. tentu ada yang di kurang-kurangin. tidak mungkin kan dinda bilang ke om andre kalo dia memukuli ketiga begal itu sampai babak belur.
om andre berjanji akan mengusut kasus itu, dan akan meminta anggotanya untuk membuat sketsa gambar wajah ketiga begal yang di ceritakan dinda.
setelah selesai makan, dinda dan james berpamitan pulang.
"om, tante, dinda pulang dulu ya." ucap dinda sambil bersalaman. diikuti dengan james.
"hati-hati dinda, james." ucap tante inggit.
dinda memekai helm dan jaketnya. lalu duduk di motor, james duduk di belakang dinda.
"loh...... kok terbalik sih, kenapa james yang malah di boncengin." ucap tante inggit yang melihat dinda akan mengendarai motor.
james tergagap, gak tau harus menjawab apa pada tante inggit.
"kaki james masih sakit tan, kemaren keseleo jadi belum bisa mengendarai motor." sahut dinda langsung.
"iya kan james?"
james hanya mengangguk cepat, "iya tante."
÷÷÷÷÷
dinda mengantar james pulang ke rumahnya.
"mau mampir dulu gak di?" tanya james.
"emang kalo gue mampir di kasih makan ya?" dinda balik nanya.
"ya kalo lu masih belum kenyang tadi makan di rumah om lu , nanti pasti gue kasih makan lagi. biar lu tambah besar." sahut james tersenyum.
"rese lu james." balas dinda tersenyum.
"jadi gak nih mampir," tanya james?
"lain kali lah, lagian udah sore, nanti gue di cariin bunda." tolak dinda.
÷÷÷÷÷
semua murid sudah di kelas masing-masing, bersiap akan ujian yang di adakan. soal ujian telah dibagikan satu persatu, guru pengawas telah memberikan instruksi untuk mulai mengerjakan. serempak mereka mengerjakan soal di hadapan mereka.
seperti biasa babas dengan santai mengerjakan soal tanpa kesulitan sama sekali.
wayan tengah asik lihat kanan lihat kiri, mencari kira-kira teman mana yang bisa ditanyai.
berhubung tempat duduk mereka yang di acak jadi wayan tidak bisa bertanya pada abi, abi duduk jauh di belakang wayan.
salsa sibuk kepanasan, gak berhenti terus kipas-kipas sepanjang mengerjakan soal.
dinda, james, dan lyli tampak tenang dan fokus pada soal mereka masing-masing.
seminggu mereka menjalani ujian, dan minggu depan adalah jadwal pembagian rapot. setelah itu mereka akan libur selama satu minggu.
÷÷÷÷÷
selama libur sekolah dinda dan andra akan berlibur di rumah nenek mereka. bunda yang menyarankan itu, karena bunda juga tidak bisa menemani, harus ikut ayah tugas keluar kota.
ayah dinda dipindah tugaskan ke kota lain, oleh sebab itu bunda mengikuti ayah. sedang dinda dan andra tetap harus tinggal di rumah yang sekarang, karena mereka tidak mau kalau harus pindah sekolah.
bi ijah dan tina diperintahkan bunda untuk tetap di rumah, mengurus dinda dan andra. ayah juga telah menempatkan beberapa anggota untuk menjaga dinda dan andra.
mang bowo juga tetap di perintahkan untuk mengantar jemput andra dan dinda kesekolah.
nanti setiap akhir pekan bunda akan pulang ke rumah. ucap bunda. andra harus nurut ya sama kak dinda, pesan bunda. dan kamu dinda jaga baik-baik adeknya, jangan di jahili terus dan di ajak berantem. bunda memperingati.
÷÷÷÷÷