Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode SATU



"dinda...... bangun." bunda berteriak dari lantai satu.


"dinda......" masih teriak-teriak memanggil anaknya


bunda Dewi Permana, ibu kandung dinda


"anak ini kalau sudah tidur, susah sekali dibangunkan." bunda sudah menaiki tangga menuju kamar dinda.


dibuka pintu kamar anaknya, "dinda....," bunda sudah berteriak sambil menarik selimut.


"apa sih bunda, dinda masih ngantuk." ucap dinda dengan suara serak. ditariknya lagi selimut yang sempat tersingkap.


"dinda kalau gak mau bangun bunda siram pake air comberan." ancam bunda.


dinda langsung bangun, duduk bersandar pada kepala ranjang. matanya masih terpejam. dinda mengucek matanya.


"bunda apa sih, dinda masih ngantuk udah di bangunin. pake mau disiram air comberan lagi, kejem banget sih bun, kan jorok, bau." dinda protes.


"ini sudah siang dinda, lihat jam delapan. jangan karena hari libur terus kamu bermalas-malasan." ucap bunda yang sudah kesal.


"anak gadis bangun siang-siang, nanti jodoh mu dipatok ayam." ucap bunda.


"sebelum dipatok bunda goreng aja si ayam, nanti dinda yang makan." jawab dinda ngasal. lantas berjalan dengan mata masih terpejam ke arah kamar mandi.


bunda hanya geleng kepala melihat anaknya.


"buka itu mata dinda, jalan kok merem, nabrak nanti kamu." bunda sudah mulai ngomel.


"masih pagi bun, demen banget nyanyi pagi-pagi, mentang-mentang suaranya merdu." dinda menyengir sambil menjahili bundanya.


buat dinda omelan bundanya adalah nyanyian merdu.


÷÷÷÷÷


Adinda Putri Revanto


di rumah dipanggil "dinda "


teman-teman memanggilnya "Adi "


kalau nulis nama selalu disingkat jadi "Adinda Putri Rv"


dia anti sekali menulis nama belakangnya itu. nama itu adalah nama belakang ayah dinda.


siapa ayah dinda? nanti di kasih tau ya.


dinda duduk di bangku sma kelas 3


di rumah dikenal sebagai anak perempuan yang baik, manis, lucu dan sopan.


di luar jauh dari kata anak perempuan.


÷÷÷÷÷


"ayah mana bun?" tanya dinda pada bunda yang sedang menikmati sarapan.


"ayah udah berangkat kerja." jawab bunda.


bunda menyuruh dinda sarapan, bunda sudah masak nasi goreng kesukaan dinda.


"bi ijah tolong ambilkan piring buat dinda." perintah bunda.


bi ijah adalah yang ngebantu bunda di rumah. ada juga anak bi ijah, tina, yang putus sekolah sewaktu smp.


keluarga dinda sudah menawarkan agar tina melanjutkan sekolah, tentu saja biaya ditanggung oleh keluarga dinda. tapi tina gak mau. dia memilih untuk kursus. katanya dia ingin menjadi penata rias terkenal.


akhirnya bunda membiayai kursus tina.


÷÷÷÷÷


"bunda, jadi ke mall gak?" tanya Andra, adik laki-laki adinda. "nanti beliin aku kaset ps (play station) ya." pinta andra.


"jadi, tapi cuman boleh beli satu." ucap bunda.


"dua deh bun," tawar andra.


"satu..." ucap bunda tegas


"iya deh, satu. jadi lah dari pada gak dibeliin sama sekali."


"kaset ps terus, kamu mau jualan dek?" tanya dinda.


"kaset udah satu lemari gitu, masih mau beli lagi. gak sakit apa itu mata maen ps terus."


"bun..." renggek andra. "kak dinda nih nakal."


"aku cuman bilangin doank bun, dasar tukang ngadu, cengeng lagi." dinda ngelewein adiknya.


"din,.. jangan usil sama adik mu." bunda memperingatkan.


÷÷÷÷÷


Diandra Arjuna Revanto


di rumah dipanggil "andra"


teman-teman memanggilnya "Dian"


awalnya andra kesal dipanggil dian, tapi karena sudah terbiasa dan sulit di ubah, serta sudah melekat, jadi mau tak mau andra menerima.


andra duduk di bangku sma kelas 1


di rumah di kenal sebagai anak lelaki yang manja dan aleman sama bunda. mungkin karena anak bungsu juga.


÷÷÷÷÷


"dinda kamu mau ikut gak ke mall?" tanya bunda.


"gak ah.. bun. dinda di rumah aja. ada janji sama Lyli." dinda memberitahu.


bunda dan andra sudah pergi ke mall untuk belanja.


sedang dinda asik bermain handphone.


pesan WA (WhatsApp***)


"di, gue otw rumah lu" (lyli)


"oke" (adi*)


"mana yang laen kok lu sendirian." tanya dinda pada lyli yang baru sampe rumahnya naek ojek online.


"katanya mereka nunggu di rumah wayan." ucap lyli.


"kok lu ke sini? kenapa gk langsung ke rumah wayan."


"gue mau nebeng lu," males naek ojek online.


"nah tadi barusan lu naek ojek ly." ucap dinda.


"kan rumah lu deket, jadi gue naek ojek ampe rumah lu aja. kalo rumah wayan kan jauh di."


"lu bawa mobil kan?" tanya lyli.


"males gue, kita minta jemput Abi aja." bentar gue telpon dia.


dinda menelpon Abi.


"gue masih d rumah, napa?" tanya abi.


"jemput gue lah, gue males bawa kendaraan. si lyli ada di rumah gue juga nih, males naek ojol katanya."


"nyusahin orang aja lu pada, gue kan mau naek motor, biar gak macet." jawab abi.


"ya udah kita gonceng tiga aja." ucap dinda.


"males amat, nanti di stop pak polisi, gue yang kena marah bonyok (bokap nyokap / bapak ibu)."


"bawa mobil lah bi, kasian nih si Lyli, masa nangkring di ban." dinda melirik ke lyli dan tertawa.


"woyy... bi, maksud lu apa taro gue di ban?" omel lyli keras biar kedengeran abi.


"lah cempreng amat sih suara si lyli, abis makan petasan tu anak." protes abi.


"iya kali, gue bukan mak dia, mana gue tau." ucap dinda.


"ya udah bi, buruan jemput gue. gue tunggu. gak pake lama. gak usah kelamaan dandan, udah kaya anak perempuan aja." ledek dinda.


"udah nyuruh, maksa lagi, pake ngejek pula. pada gak tau diri lu semua." dumel abi.


"siapa?? bukan gue kan." jawab dinda.


÷÷÷÷÷


dinda menutup telpon, dan masih tertawa karena berhasil menjahili abi.


Lyli


polos manja, cabi, rada centil dikit, muka rada oriental


wayan


setia kawan, rumahnya sering jadi base camp, tempat ngumpul, karena bonyok wayan jarang di rumah


Abi


katanya sih keren, penyayang, dan gak bisa liat cewek nangis


(mereka sahabat dinda, mereka satu kelas dan satu sekolah juga)


masih ada tiga orang lagi sahabat dinda.


Salsa, James, Bastino.


salsa


cewek banget, gak bisa lepas dari fashion dan make up


James


muka bule, rambut untung hitam, kadang gak nyambung, cuek banget, tapi paling ganteng diantara yang lain.


Bastino


biasa di panggil babas, usil, jahil, ngomong suka ngasal, pura-pura bodoh, padahal pinter banget, sering godain cewek di mana pun


÷÷÷÷÷


mereka sudah berkumpul di rumah wayan. duduk di taman belakang dengan gaya masing-masing.


"si salsa mana nih?" tanya dinda.


"belum sampe, katanya belum nemu baju yang pas." jawab babas.


"tu anak ya, ampun baget dah." sahut wayan


"hello guys....." sapa salsa yang baru masuk dengan baju serba kuning.


"ya ampun sa, jadi baju yang pas itu, koneng gitu. cepet nyebur sana ke sungai, nanti pasti lu ngambang." ejak babas.


"ishhhh.... sirik lu bas, bilang sih lu mau ikutan." jawab salsa yang gak mau kalah.


"males amat gue ikutan lu, mending gue nyebur ke laut." sahut babas.


"udah sih, lu pada kalo ketemu kerjanya ribut terus, jodoh jangan-jangan." ucap wayan.


"prettt..." jawab babas dan salsa barengan.


"amit-amit gue ama si babas, dekil gitu." ucap salsa.


"sapa juga yang mau sama cewek centil kaya lu." sahut babas. "mending gue sama embe di bedakin."


"jahat banget sih mulut lu bas, masa embe lebih cantik dari gue." salsa udah mulai merajuk.


"ck.. udah sih bas. lu ini sama cewek ngalah aja kenapa." ucap abi.


"iiiiihh.... salsa mah cewek jadi-jadian."


"babas.......," salsa sudah teriak sambil mukul babas pake tas selempang yang di pakainya.


babas lari sambil terus di kejar salsa.


"udah lah biar aja, nanti juga cape sendiri, baru berhenti." ucap dinda.


sedang james asik bermain hp.


"maen apaan sih james," tanya wayan.


"maen hp lah." jawab james yang masih asik menatap layar hp.


"gue juga tau james lu lagi maen hp." ucap wayan.


"biasa maen yang lagi trend." ucap james


"nanti study tour pada ikut semua kan?" tanya lyli.


"ya iya lah, harus ikut semua, kalo ada yang gak ikut gue kawinin ama embe pacar si babas." jawab salsa yang tertawa karena berhasil ngejek babas.


"biar sama embe, dari pada sama lu. wee...." ledek babas.


"weee..." balas salsa.


"emang kita mau kemana?" tanya dinda


"ya elah di, makanya kalo guru ngomong di dengerin, jangan molor." sahut salsa.


"katanya ke jogja." sahut abi.


"lu ikut kan james?." tanya salsa dengan suara manja.


salsa naksir james, tapi james cuek dan gk peka. alhasil cinta betepuk tangan deh. ehh... sebelah tangan.


"hemm..." jawab james. belum berhenti maen game.


"ishh... di tanya, jawab cuman hemm." protes salsa.


"adi ikut, gue pasti ikut." jawab james.


"iyalah, si james kan ekornya si adi." timpal babas.


dinda yang di usik tidak menggubris.


walau james dekat dengan dinda, tapi salsa gak pernah cemburu sama dinda. karena salsa tau dinda bukan cewek yang gampang suka sama cowok.