![Adi [AdinDa]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/adi--adinda-.webp)
tina membawa keranjang berisi buah-buahan itu kedapur, terlihat sekali wajah tina yang berbinar seperti mendapat lotre.
"apa itu nduk" tanya bi ijah.
"ini dari temannya non dinda mak, tapi non dinda gak mau, terus di kasih ke tina semua mak. rezeki nomplok kan mak"
emak hanya geleng-geleng yang melihat tina begitu bahagia. "emang apa isinya nduk" tanya emak.
tina membuka tutup keranjang itu, menunjukan pada emak "ini mak".
"astaga, pantesan non dinda gak mau," emak cuman mengurut dada aja.
"tina taro gudang dulu ya mak, lumayan buat persediaan setahun mak" ucap tina antusias.
"lebay kamu tina"
"lah si emak sok gaul, emang tau arti lebay?"
emak menggeleng. "cuma ikut-ikut den andra aja, den andra sering ngomong gitu sama emak" jawab emak polos. tina tertawa ngakak.
÷÷÷÷÷
film yang di tonton andra dan babas udah berakhir, alias habis, the end. tapi cerita dinda belum the and ya guys. hehe...
"ndra, gue balik dulu ya." pamit babas.
"kapan-kapan nonton bareng lagi ya kak" ucap andra.
"sippp, sampein ke kakak lu kalo gue balik ya"
"oce"
÷÷÷÷÷
"mana si gerandong dek?" tanya dinda pada andra yang bertemu papasan di depan kamar.
"tadi ada orangnya di ajak berantem, orangnya udah pulang malah di tanyain" ledek andra.
"ngomong apaan sih lu" dinda sudah mau menjitak andra. namun andra cepat ngacir ke kamarnya dan langsung menutup pintu. andra ngekek sendirian di dalam kamar.
÷÷÷÷÷
tderendengg.....tetngggg..... tetnggggg...... terdengar nyaring suara sembeeer motor vespa tahun jadul masuk ke parkiran sekolah.
para murid yang merasa bising langsung menutup telinga mereka.
astaga.... rongsokan dari mana yang lu pungut???. tanya wayan yang sudah di parkiran sekolah bersama abi dan james.
yang di tanya malah terus memainkan gas motornya, hingga suara nyaring motor itu terdengar sampai ruang guru.
"bastino, apa yang kamu lakukan? pagi-pagi sudah buat masalah" bu dona sang kepala sekolah sudah berdiri di depan babas sambil menutup kuping dengan kedua tangannya.
"menghadap saya ke kantor, SEKARANG.." ucap bu dona tegas.
babas langsung mematikan mesin motor vespa yang di kendarainya. sedang bu dona sudah pergi menuju ruangannya.
"waduh kacau nih, bisa dag dig dug duer gue kalo di suruh ngadep bu dona" ucap babas yang sebenarnya bukan takut dimarahi bu dona, malah takut kepincut sama bu dona. dasar babas.
soalnya bu dona itu salah satu kepala sekolah yang cantik dan sexy, menurut para murid lelaki yaa...
terlebih status bu dona sebagai janda beranak satu. membuat para murid lelaki yang doyan tante-tante pada ileran semua.
wayan, abi, dan james terlihat senang di atas penderitaan babas. terlebih wayan yang sudah ngakak sambil megang perutnya.
"udah sono, nanti bu dona nungguin loh" ledek wayan.
dengan berat hati, tapi mau banget, babas menghadap bu dona di kantornya.
"mau kemana tuh si dekil?" tanya salsa yang melihat babas pergi menuju ruang kepala sekolah.
wayan yang masih belum berhenti tertawa tidak mampu menjawab pertanyaan salsa.
"disuruh ngadep bu dona, gara-gara noh motor barunya" ucap abi menjelaskan.
"ini" tunjuk salsa setengah percaya pada motor vespa di sebelahnya.
abi manggut-manggut.
"ini motor si dekil???" tanya salsa kaya orang histeris.
"udah ayoo kita masuk kelas, bentar lagi bel" ajak lyli pada teman-temannya.
÷÷÷÷÷
"adi, udah di kelas aja, kapan datengnya? gue gak liat lu di parkiran." tanya salsa.
"udah dari tadi, sebelum kalian nyampe" jawab dinda.
"rajin euyyyy" sahut lyli.
james langsung duduk di sebelah dinda. "gimana tangan lu di?" tanya james.
"kaya yang lu lihat, masih utuh, masih bisa di gunakan dengan baik" jawab dinda.
"ishhh..... di.., di...," ucap james heran.
"tapi gue seneng kalo lu baik-baik aja" james tersenyum.
salsa tampak memperhatikan james yang sedang berbicara dengan dinda.
"biasa aja keles, kalo jodoh gak kemana" lyli menyadarkan salsa.
÷÷÷÷÷
selama bu dona ceramah, babas hanya bisa menundukan kepalanya, kalau sampai menatap bu dona bisa goyah iman babas. tanpa menjawab dan membela diri babas hanya bisa pasrah di ceramahi dan terima hukuman dari bu dona.
kalian tau hukuman yang diberikan ibu dona pada babas?
babas tidak boleh membawa motor vespa itu ke sekolah lagi, sampai babas menghilangkan suara bising motor itu. titik gak pake koma.
bukan hal mudah bagi babas bisa mendapatkan motor itu. jadi begini ceritanya : ___________
saat babas dibengkel sedang mengecek perbaikan motor bebeknya yang kemarin rusak, ada seorang kakek datang mendorong motor vespanya.
ternyata motor vespa si kakek rusak, dan biaya perbaikannya lumayan, karena banyak onderdil yang harus diganti, dan si kakek gak mampu untuk membayarnya.
otomatis dong si kakek kecewa dan sedih. motor itu satu-satunya kendaraan yang dimilikinya. apalagi profesi si kakek sebagai driver ojol.
babas yang tak tega melihat kesedihan si kakek lantas menawarkan si kakek untuk menukar motornya dengan motor babas.
anehnya si kakek menolak keras tawaran babas. padahal kalo dibandingkan, motor babas jauh lebih bagus dan mahal dari motor si kakek.
ternyata yang menyebabkan si kakek enggan untuk menukarnya adalah si kakek takut tertipu, soalnya zaman sekarang kan banyak penipuan. apa lagi hari gini mana mungkin ada orang yang mau menukar motor butut dengan motor bagus begitu saja. wajar dong si kakek curiga.
setelah babas menjelaskan pada si kakek panjang lebar, akhirnya si kakek sangat bersyukur dan dengan senang hati menukar motornya dengan motor babas. karena terlalu senangnya si kakek meluk babas berkali-kali.
babas pun sempat berpesan pada si kakek. "kek tolong jaga si gomes ya, semoga kakek bahagia sama si gomes"
kakek tentu heran dengan ucapan babas, tapi babas menjelaskan kepada si kakek, kakek pun mengerti, dan berjanji akan merawat gomes.
kemudian babas meminta orang bengkel memperbaiki motor vespa itu, karena babas ingin membawa motor itu ke sekolah.
begitu kira-kira ceritanya, ternyata babas punya hati yang baik dan dermawan. babas dengan rela menukar motor kesayangannya dengan motor si kakek.
÷÷÷÷÷
"ehh.... ayang cinderella udah dateng" sapa babas yang baru masuk kelas, setelah mendengarkan ceramah dari bu dona.
dinda yang melihat babas, langsung membuang muka, malas meladeni babas yang gesrek.
melihat dinda yang duduk di sendirian babas nyamperin, "ayang cinderella lagi apa cie? nih pangeran babas punya hadiah" babas menyodorkan sebuah paperbag pada dinda.
"gue gak butuh" ucap dinda ketus, lalu pergi meninggalkan babas.
"kenapa si adi? kok tumben marah gitu." tanya wayan pada babas.
"doi marah, kemaren gue ke rumah dia bawa buah-buahan satu keranjang gede"
"kok dibawain buah malah marah??" wayan jadi heran juga.
"emang lu dalam rangka apa bawa buah buat adi?" tanya wayan.
"kemaren si adi bilang dia sakit, minta dibawain buah, ya gue bawain sekeranjang, malah ngamuk dia." babas menjelaskan.
wayan makin heran plus bingung, entah dia yang gak nyambung, atau babas yang ngejelasin nanggung. tapi wayan yakin ada yang aneh di sini. masa iya orang sakit di bawain buah malah ngamuk.
"emang buah apa sih bas yang lu bawain buat adi?, kok dia bisa ngamuk?" tanya wayan yang sudah mulai kepo level tinggi.
dengan santainya babas menjawab.
"pete"
"jengkol"
"talas"
"singkong"
wayan sudah tidak bisa menahan tawanya, sampai terpingkal-pingkal wayan tertawa, hingga matanya terlihat seperti menangis.
"ya lu gila aja bas, orang sakit di bawain buahan begitu, gak sekalian lu bawa cabe sama bawang" wayan masih ngakak sambil menepuk pundak babas.
"letak gilanya dimana yan? kan yang gue bawa itu buah juga" babas mulai pura-pura polos.
"ya gue tau itu juga buah bas. udah lah bas besok mending lu banyak-banyak baca mbah google, biar tambah pinter" ledek wayan.
"sumpret lu yan"
÷÷÷÷÷
sekarang jam pelajaran matematika, tapi bu rita gak masuk, katanya sih ada rapat, murid hanya di kasih tugas aja.
biasa kalo di kelas gak ada guru, ada-ada aja yang dikerjain siswa dan siswi ke kelas mereka.
"adi, gue minta maaf jangan marah lagi dong" bujuk babas pada dinda. "ini gue bawa sesuatu buat lu sebagai permintaan maaf gue". babas memberikan paperbag yang tadi sempat di tolak dinda.
"jengkol sama pete lagi?" ejek dinda.
babas malah cengengesan, "bukan, buka dong, pasti suka"
dengan wajah penuh curiga dinda membuka paperbag yang diberikan babas. saat melihat isinya kecurigaan dinda menghilang di ganti dengan senyum.
"suka kan?" tanya babas.
"heemmmmm" jawab dinda.
"jadi gak marah lagi kan?"
"masih"
"ya terus???"
"besok bawain gue anggur sekeranjang" ucap dinda bercanda.
"buat apa di?" tanya babas bingung.
"katanya mau gue maapin"
"baiklah ayang cinderella, hamba akan mengabulkan permintaan cinderella."
babas pun pergi kembali duduk di bangkunya.
dinda sudah tertawa di bangkunya, bisa-bisanya babas nyogok maaf pake sekotak cokelat. sok romantis cibir dinda.
÷÷÷÷÷