Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode DUAPULUHTUJUH



saat tengah asik melakukan vidio call dengan dinda, tanpa angel tau, di sebrang sana ada yang tengah memperhatikannya. melihat wajah angel yang begitu senang sedang vidio call, membuat lelaki itu penasaran.


÷÷÷÷÷


sesuai dengan janjinya kemarin, dinda menjemput angel di sekolahnya. dinda sudah parkir di pinggir jalan.


sebelumnya dinda sudah menganti baju sekolahnya dengan baju ala dinda. celana jeans belel, kaos longgar, kemeja kotak-kotak yang tak di kancing. tak lupa dinda memakai jaket dan kupluknya.


"adi...." panggil angel menghampiri dinda.


"berangkat sekarang," ajak dinda. lalu dinda memberikan helm pada angel.


÷÷÷÷÷


"kita mau kemana di?," tanya angel sedikit berteriak karena suara kendaraan yang lalu lalang.


"makan aja gimana?," biar bisa sambil ngobrol. jawab dinda.


dinda dan angel sudah di sebuah cafe.


"tumben ngajak ke cafe di?," tanya angel penasaran.


"katanya cake keju di sini enak, terus milk shake coklatnya juga mantul." jelas dinda.


dinda membuka helm dan jaketnya. kemudian hendak membuka kupluknya, tapi tiba-tiba angel melarangnya.


"gak usah di lepas di, lebih keren pakai kupluk." ucap angel. dinda pun akhirnya tidak jadi melepaskan kupluknya.


"lu mau pesen apa gel?"


"sama kaya lu aja di, apa tadi yang lu bilang enak?."


dinda memesan kepada pelayan cafe.


"cake keju dua, dan milk shake coklat dua." pinda dinda.


"iya di, beneran enak nih cake kejunya. tau dari mana lu cake di sini enak?" tanya angel yang sedang menikmati cake keju.


"bunda pernah nyuruh gue beli cake keju di sini." jawab dinda.


"rambut lu udah mulai panjang gel,"


"iya nih, kenapa jelek ya di?" angel memegang rambutnya yang mulai panjang sebahu itu.


"gak kok, cantik malah." puji dinda.


angel tersenyum.


÷÷÷÷÷


"nga itu bukannya cewek tetangga lu ya, yang lagi lu deketin." tunjuk salah seorang teman angga ke arah dinda dan angel duduk.


angga melihat kearah yang ditunjukan oleh temannya. angga tampak geram, tangannya sudah mengepal.


rupanya angga ada di cafe yang sama dengan dinda dan angel, angga sudah duduk di cafe itu lebih dulu. tapi baru menyadari keberadaan angel karena temannya.


"sama siapa dia nga? cowoknya ya nga? ya... lu kalah cepet sih nga. keren juga cowoknya nga." tanpa di sangka teman angga malah makin membuat angga panas dengan pertanyaannya dan pernyataannya.


terlihat angel dan dinda ngobrol dengan asik sekali. mereka tertawa dengan bahagia. pemandangan itu justru membuat angga makin tidak senang dan gelisah di tempatnya.


"lu makan gimana sih gel, belepotan tuh busa milk shakenya." dinda memberitahu.


angel mengelap mulutnya, justru membuat busa milk shake makin belepotan ke pipinya.


dinda tertawa melihat angel.


"kok lu ketawa di?" tanya angel sudah cemberut.


"muka lu lucu, kaya anak kecil, makan aja cemong." ledek dinda.


"ya udah jangan ketawa, bantu gue elap." pinta angel.


dinda mengambil tisu, lalu mengelap busa milk shake yang belepotan di wajah angel.


dinda masih tersenyum, "udah gel."


angel memanyunkan bibirnya.


"yee... kok cemberut?" tanya dinda yang masih senyum-senyum.


"habis lu ngetawain gue, bukan bantu gue ngelap. kan gue malu, pasti orang-orang pada ngeliatin gue kan." omel angel.


"lah kan gue udah bantu ngelap." sangkal dinda. "ya elah... di liatin doang gel, gak diapa-apain juga."


angga di tempatnya sudah gak tahan lagi melihat kejadian di depan matanya. kita cabut. ucap angga tegas pada temannya.


lantas angga dan temannya pergi meninggalkan cafe itu.


÷÷÷÷÷


"thanks ya di," ucap angel yang sudah di antar dinda sampai rumahnya. "sama-sama gel." jawab dinda.


"sukses ya buat tournamen lu. kalo menang jangan lupa teraktir gue." dinda tersenyum.


"jangankan traktir, kalo gue bawa emas kali ini, gue ajak lu jalan-jalan." ucap angel senang.


"lu yang ngomong ya gel." ucap dinda.


"siipppp. pengang omongan gue." sahut angel yakin.


"ternyata bener si adi. cowok itu terus aja deket sama angel. apa mereka pacaran ya??? awas aja, gue bakal bales lu adi." gerutu angga yang memperhatikan dari lantai dua kamarnya ke arah dinda dan angel yang sedang ada di depan gerbang rumah angel.


÷÷÷÷÷


angin pun bertiup makin kencang.


kleneng....kleneng....kleneng.....kleneng..............


"tinoooo..........." mamah sinta sudah menjerit dan menutup kedua telinganya.


suara lonceng yang di gantung babas di depan jendela kamarnya menimbulkan suara nyaring yang bergema sampai ke seluruh rumah.


semakin kencang angin, semakin lonceng sapi itu berbunyi nyaring.


"astaga anak itu kemana? ardo mana adik kamu?." tanya mama sinta pada kakak babas yang baru turun dari lantai dua.


"dikamarnya kali mah." jawab ardo cuek.


mamah sinta sudah menuju kamar babas. dibuka pintu kamar anaknya tanpa mengetuk lagi.


terlihat babas sedang asik mendengarkan musik dengan headset di kedua telinganya.


"tinooo......" mama sinta menarik headset dari telinga babas. mengambil bantal dan memukulkannya ke babas.


"kamu... ya.... pantas mamah panggil gak menyahut, mamah sudah berteriak sampai suara mamah mau habis, kamu malah asik denger musik." buggh.... bugghh..... mamah memukul bantal itu lagi ke babas.


"apaan sih mah. nanti rambut babas berantakkan." protes babas.


mama sinta mengedarkan pandangan, tampak mencari sesuatu. dilihatnya lonceng yang menggantung di jendela kamar babas. kemudian mama sinta mengambil lonceng itu dengan paksa.


"mah, mau diapain?, itu punya tino?" babas menghalangi mamahnya untuk membawa lonceng itu.


"mau mamah buang, lonceng kamu ini sudah bikin kuping mama sakit. tau kamu." mama sinta kesal.


"kok gitu mah, mamah gak bisa buang barang tino seenaknya dong." babas masih berusaha mempertahankan lonceng itu.


"salah kamu sendiri tadi mama sudah panggil kamu tapi kamu gak denger, jadi terima saja loncengnya mamah buang." mama sinta sudah pergi dari kamar babas membawa lonceng itu.


(kan kemaren udah di bilang pasti bakal ada yang keganggu dan ngomel mendengar bunyi lonceng babas yang di gantung di jendela kamar, sekarang kebuktikan).


di sekolah di ledekin kawan, di jalan di larang pak polisi, dirumah dimarahin mamah. lonceng....lonceng... nasib mu sungguh mengenaskan.


babas pasrah akan nasib lonceng yang di belinya nun jauh disana itu. dia kembali mendengarkan musik menggunakan headsetmya.


÷÷÷÷÷


"kak, nanti andra pulangnya agak sore ya, mau ngerjain tugas kelompok bareng teman-teman."


"hemm... " dinda hanya berdehem sambil asik memainkan ponselnya.


hari ini mereka ke sekolah naik mobil, diantar mang bowo, dikarenakan hujan deras, jadi dinda tidak bisa membawa motor.


"uahaha...." terdengar suara tawa salsa dari dalam kelas. dinda yang baru sampai tidak terlalu penasaran dengan tawa salsa. sudah biasa setiap hari salsa tertawa seperti itu. tapi tawa itu makin riuh dibarengi dengan tawa teman-teman yang lain. membuat dinda jadi penasaran juga, ada hal lucu apa sepagi ini.


terlihat anak sekelas lagi mengerubungi sesuatu. dinda pun mendekat. "ada apaan sih?" tanya dinda.


begitu sampai di tengah kerumunan, dinda sontak menutup mulut dan memegang perut, karena tak tahan dinda pun ikut tertawa.


"lu kenapa bas?," hahaha tawa dinda.


"seneng pada lu semua ya liat gue, bubar... bubar lu semua." teriak babas.


mereka pun bubar.


tidak lama bu santi masuk. guru kesukaan babas dan wayan.


"selamat pagi anak-anak."


"pagi bu......." mereka menjawab kompak.


bu santi tampak memperhatikan babas.


"bas, kamu kenapa?" tanya bu santi yang menahan senyumnya.


babas yang di tanya malah cengengesan.


"masa kecil kurang bahagia bu." sahut salsa.


"iya bu, jadi maen ujan-ujanan." timpal wayan.


"bas, sana kamu ke uks, mungkin aja di sana ada handuk. kamu keringkan dulu rambut mu, nanti kamu sakit." perintah bu santi.


"iya bu..." babas berjalan tertunduk.


"mie di kepala lu jadi lepek kan bas." ucap lyli.


haha teman-teman sekelas kembali tertawa.


"kalian tidak boleh menertawakan teman kalian seperti itu, jika kalian seperti itu berarti kalian bahagia di atas penderitaaan orang lain." ucap bu santi.


"tu denger kata bu santi." hardik babas.


"terimakasih ya cek gu yang baik hati." ucap babas.


"kamu ini bastino, sudah kuyup begitu masih saja bisa bertingkah konyol. sudah sana cepat keringkan rambut mu, ibu jadi geli lihatnya." bu santi menahan senyumnya.


"ahhh.... gue kira bu santi belain gue, ternyata bu santi nahan tawa juga ngeliat gue, emang gue se lucu dan se imut itu ya?." gumam babas dalam hati.


"hachim..... hachim......" babas bersin-bersin.


"lagian ngapain sih lu bas, udah tau ujan malah naek motor." tanya dinda.


"tadi pas gue berangkat belum ujan di, eh udah di tengah jalan tu ujan tanpa permisi turun gitu aja."


"klo pake permisi bukan ujan bas, orang numpang lewat itu mah." sahut wayan.