Adi [AdinDa]

Adi [AdinDa]
Episode TIGAPULUH



"mbok nasi uduk satu, pake tempe goreng sama telur balado ya." pinta dinda pada penjual nasi uduk di kantin sekolahnya.


"bang siomay satu porsi." pinta james pada abang siomay di kantin sekolah.


"yang lain mana james?" tanya dinda pada james yang duduk di di bangku depan dinda.


"gak tau, blum pada laper kali." jawab james.


"james, emang lu udah ngasih tau teman-teman yang lain kalo lu nanti bakal pindah ikut nyokap lu?" tanya dinda.


"blum," jawab james singkat.


"kenapa?" tanya dinda yang sebenarnya gak mau tau juga alesan james.


"nanti aja lah di, gue males aja nanti yang lain pada nanya ini itu." jelas james.


"ya terserah lu aja," sahut dinda, tidak bertanya lagi pada james.


"oya di, bulan depan nyokap gue mau balik, katanya mau ngurus surat-surat. gue juga gak tau apaan." beritahu james.


"bokap gue juga jarang pulang ke rumah di, udah lupa kali punya anak gue." ucap james sendu.


"gue harap lu baik-baik aja." sahut dinda.


"kok gue ngerasa -------," james terdiam.


"menurut lu, gue harus gimana di?" tanya james.


"selalu berpikir positif, jangan ngerasa benci sama siapa pun karena keadaan lu, atau nyalahin orang lain. apalagi menyalahkan tuhan atas apa yang lu alami."


"gue kan selalu bilang sama lu, lu gak sendiri, ada gue dan teman-teman yang lainnya. anggep kita semua kaya keluarga lu sendiri." ucap dinda menyemangati james.


"asoyyyyyy...... dua-duaan mulu kerja lu pada." babas, abi, dan wayan, datang entah sejak kapan.


"masih jam 10 adi, udah nguduk aja. gak sarap.. lu di rumah." ledek babas.


"sarapan kali bas, bukan sarap." bela abi.


"dia tuh yang sarap," timpal dinda.


"muka lu kenapa james?" tanya wayan.


"kusut amat, di tembak salsa ya lu?" ledek babas.


"beneran sarap si babas," ucap james sambil mengunyah siomay yang tinggal dua potong.


"ya elah pak-lek canda aja kali, serius banget. lihat itu muka udah kaya cucian kotor." timpal babas.


"siapa pak-lek?" tanya lyli yang baru datang bersama salsa.


"nohh.....," tunjuk babas pakai dagu kearah james.


"james??? kok pak-lek???" lyli masih bingung.


"ya kalo bu-lek kan perempuan, dia kan laki, jadi pak-lek lah." jawab babas tertawa.


÷÷÷÷÷


"cinta ini buku catetan yang gue pinjam kemaren." andra mengembalikan buku cinta.


"trims... andra." ucap cinta.


"gue lah yang harusnya bilang terimakasih." balas andra.


"lu udah makan belum?" tanya andra yang ingin mengajak cinta makan di kantin sekolah.


"belum, mau traktir cinta ya?" ledek cinta tersenyum malu-malu.


"ayoo.. kalo mau. kecil traktir air putih doang mah." ledek andra.


"kalo air putih gak kenyang lah, kembung malah iya." balas cinta merajuk.


"hehe.... becanda cinta, kalo cemberut gitu tambah imut deh." rayu andra.


cinta tersipu, tersenyum malu-malu.


cinta dan andra makan bersama di kantin.


÷÷÷÷÷


"gue liat adek lu sama temen cowoknya yang lu bilang itu." ucap salah satu sahabat angga.


"mereka makan bareng di kantin, kelihatan akrab banget, adek lu aja ketawa gitu sama tu cowok."


angga terlihat menahan amarahnya. "nanti pulang sekolah kita kasih itu anak pelajaran." ucap angga yang dianggukan kedua teman dekatnya.


sebenarnya angga tidak masalah dengan kedekatan andra dan cinta, angga tau andra adalah anak yang baik dan sopan. andra juga beberapa kali main ke rumah cinta, dan angga menerima dengan baik kawan adiknya itu.


namun yang jadi masalah bagi angga adalah bahwa andra adiknya adi, yang di pikir angga bahwa adi adalah seorang lelaki, yang saat ini menjadi teman dekat angel.


angga tidak menyukai adi, jadi semua yang berhubungan dengan adi akan menjadi musuh angga.


÷÷÷÷÷


"hei.. lu yang namanya dian ya?" tanya salah seorang kakak kelas andra.


"iya kak," jawab andra.


"ikut gue." ucap kakak kelas andra.


"kemana kak? gue mau pulang, bentar lagi gue di jemput," andra memberitahu.


kakak kelas andra merangkul andra dengan kuat, "gak usah banyak nanya, ikut aja, ada yang mau ngomong sama lu."


andra di bawa ke lorong salah satu sekolah yang berada di lantai dua. suasana cukup sepi, karena murid-murid sudah pulang.


andra sedikit takut, tapi andra berusaha tenang, karena andra pikir gak berbuat salah apa pun dan gak pernah punya musuh juga.


"angga, ini orangnya udah gue bawa." ucap kakak kelas yang tadi merangkul andra.


ternyata kakak kelas itu adalah teman sekelas angga, dan yang mau bicara dengan andra adalah angga. yang andra tau angga adalah kakaknya cinta.


andra, angga, dan cinta itu satu sekolah. angga kelas tiga SMA, sama seperti dinda dan angel. sedangkan andra kelas satu SMA dan sekelas dengan cinta.


"lu dian? adiknya adi kan?" tanya angga memasukan tangannya kedalam kantong celana.


"iya kak." jawab andra.


"kakak??, kakaknya cinta kan." tanya andra.


"gue kasih tau sama lu, jauhi cinta. ngerti lu." ancam angga.


"maksud kakak apa? gue temenan doang sama cinta, gak ada hubungan apa-apa." jawab andra.


"gue gak perduli, kalo gue liat lu masih deket dengan cinta, lu tau sendiri akibatnya." angga mencengkram kerah baju andra.


"satu lagi, bilang sama kakak lu, jangan ganggu cewek gue." lantas angga menghempaskan tubuh andra hingga tersungkur di lantai.


"cabut guys."


"awas lu ya kalo ngadu sama guru." ancam teman angga pada andra.


÷÷÷÷÷


"den, maaf ya mang bowo agak telat jemputya, tadi di jalan ada kecelakaan den, jadi macet." jelas mang bowo.


dengan wajah murung dan tak menanggapi ucapan mang bowo, andra masuk kedalam mobil.


"den andra kenapa?" tanya mang bowo.


"gak apa-apa mang." jawab andra.


"gak apa-apa tapi mukanya gitu, biasanya den andra kan ceria." ucap mang bowo dalam hati. mang bowo memperhatikan andra dari kaca tengah.


"den???" panggil mang bowo.


tapi andra tidak menanggapi, malah diam saja.


andra sampai di rumah, masuk rumah dengan muka yang murung. bukan seperti andra yang biasanya.


"siang den, sapa tina. den andra mau makan?" biar tina siapin.


"gak usah," jawab andra cuek.


"sini den biar tina bawakan tasnya." ucap tina.


"gak usah." andra langsung jalan masuk ke kamarnya.


"mak, den andra kenapa tuh? gak biasanya pulang sekolah kusut gitu. abis berantem kali ya mak di sekolah."


"shuuuttttt...... kamu itu ngomong gak di saring. den andra itu bukan tukang berantem. den andra itu anak baik, mana mungkin terlibat perkelahian. jangan sembarangan kalo ngomong." ucap bi ijah membela.


"ya kan tina gak bilang den andra tukang berantem mak, tina cuman nebak aja. mak sih gak liat tadi gimana tampang den andra."


"atau...?? den andra abis di putusin pacarnya" tina masih nebak-nebak.


"udah sana kamu jemurin cucian di belakang," perintah bi ijah.


"iya mak." tina pergi menjemur cucian yang telah selesai di cuci sama bi ijah.


"non, makan malem udah siap." tina memberitahu dinda.


"oke, bentar lagi gue turun." jawab dinda.


"tina, mana andra? kok belum turun makan." tanya dinda.


"tadi tina udah panggil non, tapi den andra gak nyaut. mungkin udah tidur non." ucap tina.


"ahh... tumben banget tu anak jam segini udah molor. ya udah biar aja tin." ucap dinda melanjutkan makan malam sendirian.


÷÷÷÷÷


"dian, wooyyyy ngapa lu diem aja?" tanya joni sahabat andra di sekolah.


andra diem saja, gak ngeladenin joni.


"andra...," panggil cinta yang melihat andra di kantin berdua dengan joni.


andra tidak menanggapi panggilan cinta. "jon, gue masuk kelas duluan ya." ucap andra pergi tak menghiraukan cinta yang mendekat.


"andra," panggil cinta pelan, andra hanya melewati cinta begitu saja.


"jon, kenapa dengan andra? kok beberapa hari ini sikapnya aneh, kaya ngehindarin gue gitu." tanya cinta.


"mana gue tau, lu punya salah kali sama si dian." ucap joni.


"emang gue salah apa?" cinta bingung apa iya dia punya salah sama andra, tapi cinta juga gak tau salahnya apa.


÷÷÷÷÷


"kak, andra duluan ya." ucap andra yang telah selesai makan malam, kemudian pergi ke kamarnya.


"kenapa tu anak? kesambet demit kali???" dinda bicara sendiri.


"bukan kesambet non, putus cinta kali non." sahut tina yang sedang membereskan piring kotor di atas meja.


"andra? putus cinta? haha,...." dinda tertawa.


"masa iya tin? kok lu tau?" dinda kepo juga akhirnya.


"hehe..... tina gak tau sih non, asal nebak aja." tina cengengesan. "soalnya kalo di sinetron muka-muka kaya den andra barusan itu, muka orang patah hati non."


dinda tampak berpikir, tapi gak mungkin andra patah hati, pacar aja gak punya.


"den andra begitu udah tiga hari loh non," tina memberitahu.


dalam hati dinda khawatir juga dengan perubahan sikap andra, tapi andra gak cerita apa-apa, jadi mungkin gak seburuk yang terlihat.


"biar aja tin, nanti juga kalo ada apa-apa pasti dia cerita." ucap dinda.


÷÷÷÷÷