
Meyda tidak menyangka kalau kedua orang tua Dimas telah tiada. Wanita cantik itu memegang erat tangan Dimas seraya menatap sendu pada dua batu nisan di hadapannya. Bibir Meyda mengulas senyum tipis, namun air matanya mengalir deras, ketika Dimas memperkenalkan dirinya dihadapan dua makam tersebut.
"Ayah, Ibu, aku harap kalian memberikan restu kepada kami. Ini adalah Meyda, calon istriku. Dia wanita yang sangat cantik, baik, dan sempurna. Aku sangat tergila-gila padanya," ucap Dimas tegas, namun suaranya terdengar bergetar, menahan kesedihan yang mendalam. Kehilangan kedua orang tua untuk selamanya, sama saja hidup di dunia tanpa pegangan. Namun, Dimas berusaha untuk kuat menjalani kehidupan yang pahit ini. Tapi, dia juga merasa beruntung karena bertemu dengan keluarga Aslan yang selalu merangkul dan menganggapnya keluarga.
Meyda mengusap air matanya dengan cepat, bibirnya tersenyum, kemudian berkata, "halo, Tante, Om, salam kenal aku Meyda. Aku juga sangat mencintai anak kalian, dan aku akan menjaganya dan selalu melindunginya. Mohon berikan restu kepada kami," ucap Meyda penuh ketegaran.
"Hei, kenapa kau berkata seperti itu? Seharusnya aku yang bilang akan melindungimu dan menjagamu," protes Dimas pada Meyda, kemudian dia mencubit gemas pipi Meyda.
"Om dan Tante, lihat sendiri betapa nakalnya anak kalian ini? Aku baru saja di cubit," adu Meyda sambil menatap dua makam itu dengan tatapan mengembun, menahan air matanya akan terjatuh.
"Belum apa-apa, dia sudah mengadu pada kalian. Aku yakin jika kalian masih ada di sini, kalian akan menarik telingaku," ucap Dimas sambil tertawa, tak berselang lama, dia menunduk seraya mengusap kedua matanya saat cairan bening lolos dari sana.
"Ayang, jangan bersedih. Jangan membuat mereka ikut bersedih. Ayo, kita bacakan doa untuk kedua orang tuamu," bisik Meyda lembut, memberikan kekuatan untuk pria yang di cintainya.
Dimas menganggukkan kepala diiringi isak tangis yang terdengar dari bibirnya.
Selesai membacakan doa, Dimas dan Meyda beranjak dari area pemakaman tersebut.
*
*
1 tahun telah berlalu.
Banyak peristiwa yang terjadi selama perguliran waktu yang begitu cepat. Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, mengikuti alur kehidupan yang sudah di tentukan oleh sang pencipta.
Irina dan Aslan baru pulang dari pemakaman Yoga. Ya, hari ini Yoga—mantan suami Irina—telah berpulang kepangkuan Tuhan setelah berjuang melawan penyakitnya.
Rasa duka masih menyelimuti hari Irina. Bagaimana pun juga, Yoga pernah menjadi bagian hidupnya. Tapi rasa duka itu tidak berlangsung lama ketika dia melihat putranya terlelap di dalam box bayi.
"Kau masih bersedih, Sayang?" tanya Aslan, seraya memeluk istrinya dari belakang. Kemudian mengecup pundak Irina dengan mesra.
"Sedikit," jawab Irina, menatap putranya yang sebentar lagi menginjak usia 1 tahun.
"David, masih tidur, bagaimana kalau kita menikmati sore hari dengan berkeringat di atas ranjang," bisik Aslan, menggoda istrinya.
"Bukan ide yang buruk," balas Irina, lalu membalik badannya, berhadapan dengan suaminya. "Tapi, lakukan dengan cepat," bisik Irina lalu menarik tangan suaminya keluar dari kamar David, menuju kamar mereka untuk melakukan pergulatan panas di sore hari itu.
*
*
Malam harinya. Irina, beserta suami dan anaknya berkumpul di ruang keluarga. Gelak tawa terdengar memenuhi ruangan tersebut ketika semua orang disana melihat tingkah lucu David. Di sana juga ada pasangan suami-istri yang fenomenal, yupz siapa lagi kalau bukan Dimas dan Meyda. Mereka sudah menikah dari beberapa 7 bulan yang lalu.
Sejak hadirnya Irina di tambah lagi lahirnya David, rumah mewah itu menjadi hangat, penuh canda dan tawa. Aslan merasa hidupnya sekarang sangat sempurna setelah memiliki dua orang yang sangat dia cintai yaitu istri dan putranya.
"Kau akan merasa cemas dan ketakutan luar biasa saat nanti menemani istrimu di ruang bersalin, tapi rasa takut dan kekhawatiranmu terbayarkan setelah melihat malaikat kecilmu," ucap Aslan, pada Dimas, sekaligus mengenang masa kekhawatiran dan kecemasannya saat menemani istrinya melahirkan di ruang bersalin. Rasa takut itu masih begitu melekat di benaknya, membuat Aslan menjadi trauma dan tidak ingin istrinya hamil lagi. Satu anak sudah cukup baginya.
"Sayang, jangan membuat pasangan fenomenal ini takut," tegus Irina sambil tertawa geli ketika melihat ekspresi Dimas dan Meyda terlihat pucat pasi.
"Aku berbicara apa adanya," jawab Aslan, menahan tawa.
Dimas mengerutkan wajah, seraya mengusap perut istrinya yang membuncit. Usia kehamilan Meyda sudah memasuki bulan ke-delapan, dan tinggal menunggu hitungan hari, bayi mereka akan launching.
"Tenang saja, kalian pasti bisa melaluinya. Nanti ada Mama dan Papa yang akan membantu kalian dan menemani kalian," ucap Aslan pada Dimas.
"Terima kasih sudah mau berbagai orang tua pada kami," ucap Meyda, tersenyum tulus, menahan rasa sedih di dalam dada. Dia sudah di buang keluarganya, sejak dia memutuskan berhenti dari dunia malam. Kini dia sebatang kara, sama seperti Dimas. Beruntung ada keluarga William yang sengat baik, dan selalu ada untuk mereka.
"Ya ... ya, kalian harus membayarnya dengan kesetiaan pada keluargaku," canda Aslan.
"Oke, bukan hal yang sulit untuk di kabulkan" jawab Dimas, lalu tertawa pelan.
"Ha ha ha ha." Aslan tertawa terbahak, "aku hanya bercanda, Bro," lanjut Aslan, masih menyisakan tawanya.
"Tapi, aku serius," jawab Dimas.
"Kalau begitu, terima kasih," jawab Aslan senang.
Kemudian semua orang di sana tertawa bersamaan, sambil menatap David yang aktif merangkak sambil berceloteh.
Kebahagiaan Aslan dan Irina telah lengkap.
Dulu mereka bertemu dengan cara yang tak biasa, banyak cobaan yang menerpa hubungan mereka. Tapi, sekarang mereka bersatu kembali dan menjadi keluarga bahagia.
...TAMAT...
Terima kasih banyak untuk para pembaca setia Lena Linol yang sudah mengawal emak dari awal sampai di titik ini. Emak love kalian semua. Semoga kalian di mana pun berada selalu di lancarkan rejekinya, dan sehat selalu, amin.
Jumpa lagi di lapaknya Arkan saudara kembar Aslan, dengan Judul Anak Genius; Mendadak Jadi Mommy.
Untuk 3 akun di bawah ini silahkah DM di IG (@thalindalena) masing-masing dapat pulsa 20 ribu. Terima kasih