1000 HOURS WITH YOU

1000 HOURS WITH YOU
Pernikahan



Pernikahan kilat yang suci dan sakral telah menyatukan Aslan dan Irina menjadi pasangan suami istri yang sah di mata negara dan agama pada siang hari itu. Pernikahan tersebut berlangsung di halaman belakang rumah mewah Aslan yang disaksikan oleh seluruh keluarga besar Aslan,  para asisten rumah tangga, serta Dimas dan Meyda.


Irina memakai gaun pengantin berwarna putih gading, rambut bergelombang tergerai indah, dan make-up tipis yang menunjang penampilan Irina semakin sangat cantik pada hari itu. Begitu pula dengan Alsan yang sangat tampan da gagah dengan setelan tuxedo warna senada dengan gaun pengantin Irina.


Suara tepuk tangan terdengar riuh ketika pemuka agama mempersilahkan pengantin baru untuk berpelukan.


"Aku tidak menyangka kalau hari ini akan tiba, dan akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya," bisik Aslan seraya menatap lekat wajah cantik Irina yang berjarak sangat dekat. Aslan merangkum pinggang ramping Irina dengan kedua tangannya, sedangkan Irina tak mau kalah, wanita itu mengalungkan kedua tangannya ke leher kokoh Aslan.



Irina tersenyum bahagia seraya menatap Aslan dengan tatapan penuh cinta. "Apakah kamu bahagia?" tanya Irina tepat di depan bibir Aslan.


"Tidak perlu dipertanyakan lagi. Tentu aku sangat bahagia karena telah berhasil memiliki wanita yang sangat aku cintai," balas Aslan dengan nada lembut, terdengar sangat tulus dan penuh kesungguhan. Dia memiringkan kepalanya, sedikit membuka bibirnya, mendekatkan wajahnya serta kedua matanya menatap bibir Irina yang terlihat ranum dan sangat menggoda.


Irina memejamkan mata, siap menerima ciuman dari pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Tak berselang lama, Irina merasakan sebuah benda kenyal mendarat di permukaan bibirnya. lalu menyesap bibirnya atas bawah secara bergantian. Irian pun tak mau kalah, dia membalas ciuman Aslan tak kalah lembut. Hingga membuat keduanya langsung terbuai dan terus berciuman tanpa memedulikan semua orang yang menyaksikan aksi mereka.


"Huuuuuu!" suara riuh yang menghadiri pernikahan tersebut ketika melihat pasangan pengantin berciuman dengan penuh kemesraan, seolah dunia ini milik mereka berdua.


Mendengar suara sorakan yang sangat riuh. Aslan dan Irina langsung mengakhiri ciuman mereka. Wajah Irina terlihat merona ketika mendengar seruan 'Cieee ... Ciee', berbeda dengan Aslan yang tetap stay cool dan memasang wajah datar dan dingin.


Ucapan selamat dari keluarga Aslan dan para asisten rumah tangga terus mengalir, serta mendoakan yang terbaik untuk pernikahan pengantin baru itu. Dan yang terakhir yang mengucapkan selamat adalah Dimas dan Meyda.


"Selamat ya, Irina." Meyda dan Irina saling berpelukan, meluapkan rasa rindu karena mereka sudah lama tidak bertemu.


"Makasih, Mbak Mey," jawab Irina ketika pelukan mereka sudah terurai.


"Takdir itu sangat indah ya. Buktinya kalian yang sudah lama terpisahkan akhirnya kembali bersatu dan dapat bonus lagi," ucap Dimas, setelah mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.


"Semua itu karena buah kesabaran yang sudah kami lalui," jawab Aslan sok bijak, lalu meninju dada bidang Dimas dengan pelan.


Dimas tergelak, seraya menepuk dada, "aku juga turut andil dalam keberhasilan hubungan kalian. Ayo ucapkan terima kasih kepadaku!" paksa Dimas dengan nada sombong, tapi tak berselang lama dia tergelak, dan diikuti yang lainnya.


"Oke ... oke, sebagai ucapan terima kasihku, aku memberikan hadiah pada kalian berdua, dua tiket liburan ke Maldives," jawab Aslan pada Dimas dan Meyda.


"Oh ... tidak ... tidak, aku tidak akan mengambil tiket tersebut," jawab Meyda lalu memundurkan langkahnya, tapi langkahnya terhenti ketika Dimas mencekal salah satu tangannya.


"Aku memaksamu, Mey!" Dimas berkata dengan tegas.


Meyda menggeleng berulang kali, menolak ajakan Dimas.


"Kalian harus berangkat, aku akan mengirim tiket liburannya ke email-mu, Dimas," ucap Aslan pada asistennya.  Saatnya dia membalas kebaikan Dimas yang selama ini sudah membantunya untuk menemukan Irina. Aslan tahu kalau selama ini Dimas sangat menyukai Meyda, tapi asistennya itu sangat sulit mendapatkan hati wanita tersebut. Dan semoga dengan caranya ini mereka bisa bersatu.


"Sayang, kamu ingin liburan juga?" tanya Aslan pada istri cantiknya.


Irina menggeleng, lalu berbisik di dekat telinga Aslan, "tapi aku ingin liburan di pulau kapuk bersamamu."


Mendengar bisikan Istrinya, antena Aslan langsung berdiri tegak seolah mendapatkan sinyal 5G.😅