1000 HOURS WITH YOU

1000 HOURS WITH YOU
Pertemuan



Suara isak tangis Irina memenuhi ruang rawat tersebut. Terdengar sangat menyedihkan dan menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarnya. Wanita tersebut menatap duka pada seseorang yang terbaring di atas brangkar pasien dengan keadaan seluruh badan tertutup selimut putih.


"Aslan, kamu tidak boleh mati dulu, huaaa ... hikss ... hikss." Irina berkata terbata seraya mengusap ingusnya yang keluar dari hidungnya.


Mendengar suara wanita yang sangat di rindukannya. Aslan tentu saja sangat terkejut, bercampur senang, tapi ada hal yang membuatnya kesal yaitu ucapan Irina yang mengiranya sudah meninggoy. Ingin membuka selimutnya, tapii niatnya itu diurungkan ketika mendengar Irina kembali berucap sambil menangis.


"Kamu sangat kejam, kenapa memberikanku ATM tanpa buku tabungannya?! Bahkan nomer PIN-nya saja aku tidak tahu, kau sengaja ya membuatku datang lagi kepadamu! Dasar licik!" racau Irina sambil menangis terisak di barengi dengan menggoyang badan Aslan ke kiri dan ke kanan.


Di balik selimut sana rasanya Aslan menahan tawa sekuat tenaga, dan ingin menyibakkan kain yang menutupi tubuhnya, tapi lagi-lagi dia harus menahan niatnya karena Irina mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan hingga membuatnya nyaris pingsan.


"Aslan, kau harus bangun karena ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu aku membutuhkan banyak uang untuk membantu yayasan panti asuhan yang sudah membesarkanku dari kecil sampai sekarang, dan ada satu hal lagi yang harus kau ketahui kalau saat ini aku tengah mengandung anakmu, hikss ... hikss ... Kau sengaja menghamiliku ya? Supaya aku nggak bisa kabur lama-lama darimu? Dasar jahat!" kesal Irina dibarengi dengan tangisan yang terdengar sangat menyedihkan.


Jantung Aslan berdetak sangat cepat, bibirnya bergetar tapi juga tersenyum ketika mendengar Irina tenga hamil benihnya. Aslan sangat bahagia dan terharu bercampur menjadi satu membuat perasaannya kini tidak karuan. Dia sudah tidak tahan lagi, di sibakkan kain penutup itu lalu melemparkannya dengan asal hingga teronggok di atas lantai.


Irina berjingkat kaget seraya memundurkan langkahnya, kedua matanya melotot sempurna saat melihat selimut yang menutupi badan Aslan teronggok di atas lantai, dia semakin terkejut lagi ketika Aslan mendudukkan diri seperti robot, kaku. Lalu leher pria itu menoleh ke arahnya dengan horor, seperti di film hantu yang pernah dia tonton di netfl*x.


"Se-setan!" pekik Irina lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia sangat ketukan ketika melihat wajah Aslan yang pucat pasi.


Aslan berdecap lalu turun dari tempat tidur, menghampiri Irina lalu memeluk wanita tersebut dengan sangat erat.


"Aku bukan hantu, aku Aslan ... aku masih hidup," bisik Aslan tepat di dekat telinga Irina. Pria tersebut mendekap erat tubuh wanita yang sangat dirindukan itu, seraya menghirup aroma tubuh Irina yang sangat harum dan menenangkannya dan meredakan rasa mualnya.


Ketakutan Irina mereda saat merasakan kehangatan dari pelukan tersebut, dia mendongak menatap Aslan yang terlihat pucat. Salah satu tangannya terulur untuk menyentuh rahang tegas pria tersebut yang di penuhi bulu-bulu kasar.


"Kamu masih hidup?" tanya Irina dengan lirih.


"Kau ingin aku mati?" Aslan balik bertanya dengan nada kesal.


Aslan berdecap lalu menyentil kening Irina sangat keras, sambil berkata, "kau datang kembali karena uang?!"


Cletak!!


"Aw! Sakit!!" rengek Irina seraya mengusap keningnya yang terasa panas dan sakit, akibat di sentil oleh Aslan.


Melihat Irina kesakitan Aslan meniup kening Irina seraya mengusapnya dengan lembut.


"Kenapa kau jahat sekali?!" protes Irina mengerucut tajam.


"Kau juga jahat karena sudah meninggalkan aku begitu saja!" balas Aslan dengan nada kesal.


Irina menunduk memilih bungkam karena enggan menjawab pertanyaan Aslan.


"Hei, tatap mataku." Aslan menaikkan dagu Irina dengan jari telunjuknya. Dia menatap wajah cantik yang sangat dirindukannya itu, lalu tatapanya beralih pada bibir Irina yang terlihat ranum, menggoda imannya yang setipis bulu.


Glek!


Aslan menelan ludahnya dengan kasar, lalu memajukan wajahnya dan selanjutnya ....


Bersambung dolo ya ....


😂😂🤪


Jangan lupa dukungan dan like-nya😍😘