Warrior (Shewolf)

Warrior (Shewolf)
Chapter 9 : Pack Moon Foykolt



Allana merasakan sakit di tubuhnya. Dia hampir tidak bisa bergerak lagi. Allana duduk di tanah.


"Kamu baik-baik saja?" sapa Gyria. Gyria menyerahkan sebotol air mineral.


"Apa aku terlihat baik-baik saja?"


"Tidak, kamu terlihat sangat buruk." Gyria tertawa melihat penampilan Allana yang kusut. Baju kotor dan rambut kusut dan berantakan.


"Tidak lucu."


Allana membuka botol dan meneguk airnya.


"Apa kita akan selalu mengangkat kayu itu?"


"Tergantung, apa kemampuanmu sudah meningkat."


"Astaga, yang benar saja! Bahkan kita hanya mengangkat kayu itu saja. Aku ingin belajar bertarung."


"Whoaa.... Siapa kamu dan kemana Allana yang tidak terima siapa dirinya?"


"Jangan bercanda."


"Allana untuk bertarung kamu harus punya fisik yang kuat dan cepat. Kamu harus berlatih itu dulu sebelum bertarung."


"Atau mungkin.. Beta itu tidak menyukaiku. Ya, aku yakin itu. Dari awal bertemu dia sudah seperti itu padaku."


"Seperti apa maksudmu?"


"Ya... Seperti itu. Sulit menjelaskannya. Hanya saja aku yakin dia tidak menyukaiku."


"Jika yang kamu maksud itu ekspresi wajahnya, dia memang seperti itu. Ekspresi wajahnya maksudku. Bahkan dia lebih menyeramkan jika bersama kami. Wajah yang dia tunjukkan padamu masih tergolong ramah."


Allana melongo tidak percaya. Dari pertama Allana bertemu dengan Beck, ekspresi wajah Beck datar dan dingin. Allana tidak menemukan ekpresi ramah di wajahnya. Hanya keseriusan, dingin dan datar.


"Dan latihan ini, ini hanya permulaan Allana.. Dia tidak hanya memberikan latihan ini untukmu. Kami semua mendapatkannya saat kami baru bisa menggunakan kemampuan kami untuk bertarung. Ini hanya satu latihan dasar dan masih banyak latihan dasar lainnya. Saat kamu sudah menguasai satu latihan dasar, akan di ganti dengan latihan dasar yang lain. Setelah beta rasa kamu siap untuk berlatih bertarung maka kamu akan di ajarinya. Lagipula Allana, kamu baru saja menjadi manusia serigala. Wajar jika dia mengajarimu dasar terlebih dahulu. Sementara kami? Kami sudah menjadi manusia serigala seutuhnya dari kami kecil. Jadi... Bersabarlah."


"Huft... Baiklah. Tapi.. Kenapa aku baru bisa menjadi manusia serigala? Keluargaku sudah bisa sejak mereka kecil, sama denganmu. Lalu kenapa aku tidak bisa?"


"Aku dengar beta berbicara pada Luna, bahwa ini ulah ibumu."


"Ibuku? Tapi ibu bilang dia tidak tahu menahu soal itu."


"Ini masih dugaan kami. Yang tahu ramalan itu hanya petinggi pack Crysort. Alpha, beta dan para penyihir yang tinggal di Crysort. Semua sudah menjaga rahasia itu ratusan tahun. Jadi rahasia terbongkar ramalan itu, dari para petinggi itu tentu. Dan ibumu adalah mantan beta di pack Crysort."


"Meskipun ibuku adalah mantan beta, tapi bukan berarti--"


"Aku tahu Allana. Sudah kukatakan ini masih dugaan kami. Tidak ada yang tahu warrior yang di maksud lahir dari mana, datang di mana atau kapan datangnya. Tapi yang kudengar, satu penyihir berkata warrior lahir dari keturunan mulia. Yang di maksud adalah keturunan para luna. Selama ini yang kami kira adalah anak dari para Luna Tapi sampai Luna sekarang pun, tidak memiliki tanda itu. Lalu kami mulai tersadar satu, ibumu. Ibumu bukan hanya sekedar beta tapi salah satu cucu dari Luna terdahulu. Nenek dari ibumu adalah anak Luna Rena. Luna Rena mempunyai dua putri. Salah satunya adalah nenekmu dan satunya lagi adalah Luna Megi. Luna Megi memiliki satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Anak laki-laki tentu di bawa oleh ayahnya karena kamu tahu bagaimana ketentuan di pack ini. Sementara yang perempuan di asuh oleh Luna Megi yang sekarang menjadi Luna kami, Luna Meyta. Dan ibumu adalah beta Luna Megi. Sementara satu penyihir itu berkata, warrior lahir dari keturunan mulia. Nenekmu keturunan seorang Luna, Allana. Meski tidak menjadi Luna dia tetap keturunan mulia. Karena itu kami mulai mengawasimu sampai kamu berubah waktu itu dan tanda-tanda itu terlihat jelas sewaktu kamu berubah."


"Lalu... Apa hubungan semua ini dengan ibuku?"


"Kami menduga ibumu menggunakan penyihir untuk menunda perubahanmu Allana."


"Menunda?"


"Iya, ibumu tidak mau kamu menjadi manusia serigala seutuhnya sehingga dia bekerja sama dengan penyihir untuk membuatmu tidak berubah. Karena Allana, jika memang ada seorang manusia dan dia seorang manusia serigala, sudah seharusnya di berubah, karena itu memang sudah takdir mereka, kecuali mereka menggunakan penyihir untuk memunda perubahan mereka, seperti kutukan atau apapun itu."


"Jadi.. Ibuku melakukan itu?"


"Kami tidak tahu pasti Allana, setidaknya sampai kami selesai menanyakan hal ini pada penyihir yang berada di pack kami."


"Jadi ada penyihir di pack ini? Yang mana orangnya?"


"Ada tapi tidak disini. Di tempat pack kami berada?"


"Bukannya ini pack kalian? Dan orang-orang itu..." Allana menunjuk sekumpulan orang yang sedang berkumpul agak jauh dari mereka. "... Bukannya mereka anggota packmu?"


"Iya, mereka anggota pack Crysort. Tapi disini bukan wilayah pack kami. Ini masih wilayah netral. Pack kami cukup jauh dari sini. Berada di selatan asia. Dan mereka..." Gyria menunujuk sekumpulan anggota pack dengan dagunya. "... Mereka adalah anggota lama yang dulu sempat pergi dan ada juga keturunannya. Mereka bergabung kembali setelah mendengar kamu telah datang, warrior di ramalan itu telah datang."


"Bukannya ramalan itu rahasia?"


"Iya, awalnya.. Tapi kami tidak bisa merahasiakannya lebih lama lagi. Pack ini haru bersatu kembali."


"Kamu bersemangat sekali." Allana memperhatikan Gyria.


"Tentu saja. Pack ini di bangun oleh Luna Brea. Aku banyak membaca buku-buku sejarah tentangnya. Dia juga penyihir sekaligus manusia serigala. Dia sangat hebat."


"Apa... Apa kamu bisa mengantarku bertemu dengan penyihir pack kalian? Maksudku... Aku hanya ingin bertanya lebih jauh tentang ramalan itu."


Allana menjadi teringat mimpinya. Di mimpi itu Brea memintanya untuk menemui penyihir yang tahu tentang ramalan itu. Dia hanya berpikir, mungkin penyihir itu yang di maksud oleh Brea.


"Tentu, jika kamu mengunjungi pack, akan aku kenalkan padanya. Dia sangat ramah dan suka bercerita pada anak-anak. Dan oh... Dia sudah tua renta sekarang tapi sihir dan ramalannya masih sangat hebat. Dia yang memperingatkan kami tentang ibumu."


Allana terdiam. Dia masih memikirkan dugaan tentang ibunya. Benarkah?


"Sedang apa kalian disini?"


Beta Beck menghampiri Allana dan Gyria. Allana dan Gyria langsung bangkit dan menghadap Beck.


"Hanya duduk dan beristirahat beta."


"Cukup istirahatnya. Sudah hampir gelap, sudah waktunya kamu pulang Allana. Jika tidak, ibumu akan mencari."


"Ahh iya!! Aku hampir lupa!" Allana menepuk dahinya.


"Bersiaplah. Gyria dan beberapa orang akan menemanimu."


"Baiklah."


Beck mengangguk lalu berbalik dan berjalan menjauh. Tapi sudah agak jauh dia berjalan, dia menghentikan langkahnya dan berbalik kembali.


"Jangan lupa datang kembali besok. Kita akan berlatih lagi."


"Apa kita akan mengangkat kayu lagi?" Allana terlihat sudah muak menebang dan mengangkat kayu lagi.


"Kita lihat saja besok. Jika kamu lulus pengamatanku, kita akan maju ke pelatihan yang lain." Beck tersenyum tipis tapi cukup bisa dilihat oleh Allana dan Gyria.


"Aku tidak salah lihat kan?"


"Kurasa tidak, karena aku juga melihatnya."


"Astaga... astaga... Astaga...!! Dia tersenyum. Tipis, tapi dia tersenyum! Aku tidak pernah melihat itu seumur hidupku dan aku melihatnya hari ini!! Luar biasa!!!"


"Kamu gembira sekali."


"Tentu saja. Dia selalu bermuka masam dan serius. Kami menjulukinya grumpy beta. Sekarang dia tersenyum! Itu hal yang langka, kau tahu?"


"Ya, ya aku tahu. Sekarang ayo kita pergi atau kita akan melihat hal langka dari ibuku juga."


"Hal langka dari ibumu? Apa itu?"


"Jurus omelan dari kerta cepat dan nonstopnya. Kadang kami menyebutnya omelan dari neraka." kata Allana dan langsung pergi meninggalkan Gyria yang masih kebingungan.


****


"Jadi apa kalian siap pergi?"


"Siap beta."


"Allana, barang-barangmu sudah siap?"


"Sudah."


"Bagus. Sekarang pergilah. Gyria, lewat jalan biasanya. Jangan lewat jalan lain."


"Baik beta."


"Berubahlah dan pergi sekarang. Jika tidak, kalian akan kemalaman dan itu tidak baik buat Allana."


"Baik beta."


Lima orang termasuk Gyria langsung berubah menjadi serigala besar. Hanya tinggal Allana saja.


"Tunggu apa lagi Allana? Ayo berubah."


"Uhmm... Apa aku tidak bisa menjadi manusia saja? Dan menaiki salah satu punggung mereka?" Allana menunjuk beberapa orang yang telah berubah menjadi serigala. Gyria menggeram kesal.


"Allana kamu harus berubah. Karena kamu harus terbiasa dengan perubahanmu, jadi saat kamu berubah menjadi serigala maupun sebaliknya, kamu tidak akan kesulitan lagi. Cobalah."


"Baiklah.... Huft.."


Allana menarik nafasnya dan menutup matanya. Dia mencoba menenangkan dirinya.


"Tenangkan hati dan pikiranmu lalu berubahlah. Perintahkan tubuhmu. Itu adalah tubuhmu, milikmu dan hanya kamu yang bisa mengendalikan tubuhmu, bukan tubuh yang mengendalikanmu."


Allana terus memejamkan mata dan melakukan apa yang Beck katakan sampai ada hawa panas dari dalam tubuhnya dan terdengar suara tulang-tulang yang patah. Allana berubah menjadi serigala lagi. Beck maju dan menyematkan tas ranselnya Allana ke mulut serigala Allana.


"Pergilah."


Gyria, Allana dan beberapa serigala lain mulai berlari. Mereka menyusuri jalan yang mereka lewati tadi saat mereka menuju ke perkumpulan pack Crysort.


Sudah hampir setengah jalan mereka lalui, tapi tiba-tiba Gyria menghentikan langkahnya.


'Tunggu dulu, jangan berlari lagi!'


'Ada apa gamma?'


'Aku mencium bau manusia.'


Semua orang mulai mencari bau yang di maksud kecuali Allana.


'Benar gamma. Ini bau manusia.'


'Coba salah satu berjalan mendekat. Cari tahu di mana manusia itu berada. Dari baunya, manusia itu tidak sendiri.'


'Baik gamma, saya yang akan berangkat.'


Salah seorang dari mereka berjalan mendekat. Hanya beberapa langkah saja, langkahnya terhenti, memperhatikan sekitar, kemudian dia berjalan kembali.


"Benar gamma, ada sekelompok manusia di sebelah sana. Mereka tampaknya sedang berkemah. Sepertinya mereka sedang memburu binatang'


"Apa kita bisa melewati mereka tanpa mereka tahu keberadaan kita?'


'Tidak bisa gamma. Kita pasti akan ketahuan.'


'Bagaimana ini?'


'Berubah menjadi manusia saja.'


'Tidak bisa Allana. Kita akan kemalaman. Tempat tinggalmu masih jauh.'


'Tidak masalah, aku akan cari alasan.'


'Tidak, kami tidak ingin bermasalah dengan ibumu. Ibumu juga beta yang kuat. Lagipula aku tidak ingin dia melarangmu pergi lagi, gara-gara ini.'


Semua terdiam dan berfikir.


'Kita lewat jalan lain saja.'


'Tapi gamma, beta sudah melarang kita untuk melewati jalan lain. Terlalu beresiko.'


'Tidak ada cara lain. Kita melewati luar wilayah dan agak jauh. Jadi mereka tidak akan mendekati kita. Hampir gelap, ayo!'


Gyria berlari diikuti oleh serigala yang lain. Mereka berbelok ke kiri ke jalan yang telah di larang untuk di lewati. Mereka berhenti lagi. Gyria mengambil jalan lebih kekanan, agak menjauhi jalan yang di maksud Beck.


Tapi tiba-tiba Allana mendengar suara langkah kaki yang bertambah banyak.


'Gyria, apa ada yang bergabung?'


'Tidak Allana, kita di kejar pasukan pack Foykolt.'


'Pack... Apa?'


'Foykolt Allana. Pack mereka di dekat sini tapi seharusnya mereka tidak mengejar kita, ini wilayah netral. Sial! Ayo lebih cepat!!'


Gyria dan yang lain mempercepat langkah mereka, hanya saja Allana masih belum bisa secepat mereka. Beberapa serigala pack Foykolt bisa melewati Allana dengan mudah lalu berhenti tepat di depan Allana. Beberapa serigala lain di samping kanan dan kiri dan juga belakang.


'Sial!'


'Siapa kamu?' salah satu serigala bertanya.


'Aku hanya serigala yang lewat.'


'Untuk apa kamu lewat sini?'


'Hei, bukankah ini wilayah netral? Semua bisa lewat sini.'


'Tapi tidak saat ini. Katakan dari mana asalmu? Packmu?'


'Aku... Aku...'


Allana bingung. Dia tidak tahu harus berkata apa.


'Aku tidak memiliki pack.' jawab Allana akhirnya.


'Dia rogue.' para pasukan mulai siaga.


'Tidak, tidak, tidak... Aku bukan rogue. Aku tidak memiliki pack tapi aku bukan rogue.'


'Kamu pikir kami akan percaya? Hanya rogue yang tidak memiliki pack.'


'Tapi aku... Aku...'


'Dia berasal dari pack kami.' muncul Beck bersama Gyria dan yang lain.


'Dia juga berasal dari pack kami' kali ini kakaknya Derek muncul bersama beberapa serigala.


'Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian sama-sama mengakui dia adalah anggota pack kalian?'


'Namaku Derek Layforth, aku beta dari pack moon Hysort.'


'Aku Beck Brockys, aku beta dari pack moon Crysort.'


'Crysort? Bukankah pack itu telah punah?'


'Tidak tentu. Saya Dean, gamma dari pack moon Foykolt. Tapi.. Bagaimana dia bisa menjadi anggota dari dua pack?'


'Dia adalah warrior dari pack Crysort'


'Dan dia adalah adikku'


'Tapi apakah kamu benar-benar beta dari pack Hysort? Pack kami berteman baik dengan pack Hysort dan sudah beberapa kali berkunjung kemari, tapi aku tidak pernah melihatmu.'


'Apa kamu tidak tahu jika pack Hysort memiliki dua beta?'


'Aku mengetahuinya tapi--'


'Aku mengenalnya.'


Sahut satu serigala yang baru saja datang bersama beberapa serigala lain.


'Alpha Abraham.'


'Sudah aku katakan, jangan panggil aku alpha. Aku bukan alpha di pack Foykolt lagi. Anakku yang menjadi alpha. Aku hanya orang tua renta sekarang. Panggil aku Abe, Derek'


'Maafkan saya tuan Abe.'.


'Sedang apa kamu disini? Aku baru saja dari pack Hysort dan bertemu dengan alpha Dwaine.'


'Hanya menjemput adik saya dan kebetulan lewat sini.'


'Adik? Ahh... Yang baru saja menjadi manusia serigala?'


'Benar tuan.'


'Begitu... Hei, aku mengenalnya. Dia beta dari pack Hysort. Lepaskan mereka.'


'Dean' panggil seseorang. Semua orang menoleh.


'Beta'


'Ada apa ini? Alpha Abe, anda disini juga'


'Kami menemukan satu manusia serigala tapi anehnya dia memiliki dua pack'


'Dua pack?'


'Iya beta, dua pack. Pack moon Hysort dan pack moon Crysort.'


'Crysort? Aneh.. Namaku Rome, beta dari pack moon Foykolt. Alpha Arthur ingin bertemu. Silahkan masuk.'


Semua saling pandang lalu akhirnya ikut masuk ke dalam pack Foykolt. Pack itu terlihat sebuah kota yang normal. Mereka masih berlari lewat hutan menuju rumah alpha Arthur.


Beberapa lama kemudian, mereka sampai di ujung hutan. Di sana sudah terlihat rumah megah. Anggota pack Foykolt mulai merubah diri mereka menjadi manusia dan berjalan menuju rumah itu. Derek dan pasukannya beserta Beck dan juga pasukannya ikut merubah diri. Hanya tinggal Allana saja.


"Al, kamu harus merubah dirimu. Kita sudah berada di dalam pack manusia serigala lain. Kita harus menghormati alpha mereka." bisik Gyria. Allana kembali berusaha berubah. Tidak seperti dia merubah dirinya menjadi serigala, Allana bisa dengan mudah berubah menjadi manusia. Allana mengenakan bajunya lalu berjalan mengikuti pasukan dari pack Foykolt. Mereka memasuki rumah megah itu.


"Mari masuk, anda semua sudah di tunggu di dalam."


"Sepertinya anda tahu kedatangan kami." kata Derek.


"Tentu kami tahu." beta Rome hanya tersenyum kecil.


Derek, Allana, Beck dan Gyria masuk ke dalam, sementara yang lain menunggu di luar. Rumah itu juga terlihat megahnya di dalam. Luas dan besar. Ruang tamu yang luas.


"Silahkan duduk, saya akan segera memanggil Alpha."


Semua duduk di tempat yang sudah di sediakan dan menunggu dalam diam. Tidak ada satupun yang berbicara.


Tak lama terdengar suara beberapa langkah kaki. Lima orang muncul dari dalam rumah. Salah satunya tampak seumuran dengan Allana dan duduk di tengah-tengah orang yang datang bersamanya tadi.


"Halo selamat malam. Nama saya Arthur. Alpha dari pack Foykolt."


Allana's pov


"Halo selamat malam. Nama saya Arthur. Alpha dari pack Foykolt."


Dia... Alpha. Tapi bahkan dia terlihat seumuran denganku.


"Senang bertemu alpha. Saya Derek, beta dari pack Hysort."


Kakakku mulai dengan nama dan jabatannya di pack, tapi anehnya Beck hanya diam.


"Ayah? Sedang apa ayah disana?"


Aku melihat alpha itu menatap satu orang yang terbilang cukup tua. Ayah? Seharusnya dia menjadi kakek tapi alpha itu panggil dia ayah?


"Ayah baru saja datang dari pack Hysort."


"Bukankah sudah aku katakan untuk tetap berada di pack? Banyak penyerangan Rogue akhir-akhir ini dan mereka tidak hanya membunuh manusia, tapi kaum kita juga. Sudah berapa banyak anggota pack kita yang menjadi korban.'


"Mulai lagi dengan omelanmu anakku. Ayah baik-baik saja. Lihatlah ayah tidak terluka sedikitpun."


"Iya sekarang, bagaimana dengan nanti?"


"Ayah juga akan baik-baik saja nanti."


"Aku mau, mulai detik ini, ayah tidak boleh ikut melakukan penyelidikan ini. Cukup di rumah saja."


"Ohh tidak, tidak, tidak... Kamu tidak bisa merebut kebebasan ayah."


"Ayah... Ini semua untuk kebaikkan ayah."


"Apa maksudmu untuk kebaikkan ayah? Dengan diam saja di pack dan mengurung ayah? Ayah suka pertualangan Arthur, kamu tahu itu. Dan ini adalah kasus menarik setelah kasus dengan alpha Roger dan Raja Kei itu. Ayah ingin ikut. Ayah ini mantan alpha. Ayah baik-baik saja."


"Ayah, menjadi keras kepala tidak akan memecahkan masalah."


"Dan mengeluarkan ayah dari semua masalah ini juga tidak memecahkan masalah. Ayah ingin bertempur! Lagi pula ayah bisa memberikanmu tambahan tenaga dan ide."


Aku lihat alpha itu mendengus kesal. Dia terlihat sangat kesal dan menyandarkan punggunya ke sofa. Wahh pria tua bernama Abe itu ternyata lebih keras kepala dariku.


"Maaf atas ketidaknyamanan ini. Hanya saja ayahku terlalu keras kepala dan kekanak-kanakan. Banyak yang bilang, orang yang sudah tua akan bersikap kekanak-kanakan lagi dan seperti itulah ayahku."


Aku ingin tersenyum geli tapi dengan susah payah aku menahannya. Kulihat pria tua itu terbelalak marah.


"Hei, hei.. Kau--"


"Dan kami sedang dalam keadaan waspada karena serangan Rogue beberapa hari ini."


Bahkan alpha itu memotong kata-kata ayahnya. Mereka sungguh menarik.


"Tidak masalah alpha, kami mengerti."


"Dan aku juga tetap akan mengirimkan beberapa pasukanku untuk berpatroli bersama di wilayah netral. Bagaimana keadaannya? Apa sudah tersusir? Mereka sungguh hama yang merepotkan."


"Benar alpha. Mereka sangat merepotkan. Kami masih berusaha untuk mengusir mereka." jawab Derek.


"Seandainya mereka tidak membunuh para manusia itu, mungkin mereka masih bisa berkeliaran di daerah itu. Tapi mereka berani sekali membunuh para manusia itu. Apa sudah ada yang tahu alasannya?"


"Saya dan alpha-- maksud saya tuan Abe, sudah mencoba mencari tahu alasannya dari rogue yang kami tangkap waktu itu. Mereka tidak memberikan jawaban apapun. Mereka justru membunuh diri mereka sendiri."


"Menurut saya ada yang aneh alpha."


Pria tua itu kembali berbicara. Arthur menatapnya jengah. Astaga... Sepertinya akan ada perang dingin lagi. Tidak akan selesai.


"Jangan melihatku seperti itu. Ayah melapor sebagai anggota pack ini, bukan sebagai ayahmu."


"Akkhh baiklah. Ada apa ayah? Apa yang aneh?"


"Mereka, Rogue itu, terlalu teroganisir dan rapi. Maksud ayah, tidak seperti rogue biasanya. Mereka selalu menyerang secara acak dan tidak terarah. Tapi kali ini mereka sangat rapi dan tidak meninggalkan jejak. Rogue mana yang membunuh diri mereka hanya karena mereka disiksa untuk mengatakan hal yang sebenarnya."


"Benar apa yang di katakan tuan Abe. Ini sangat aneh alpha."


"Jadi maksud kalian... Mereka itu bukan rogue?"


"Tidak, mereka memang rogue. Bisa dipastikan. Tapi ada yang mengurus dan melatih bahkan memimpin mereka."


"Memimpin rogue? Orang gila mana yang mau melakukannya?"


"Kami masih menyelidikinya alpha. Tapi semakin lama semakin kacau. Mereka merubah target mereka menjadi dari jenis kita menjadi manusia. Akan sulit."


"Tetap terus berpatroli. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi tapi kita harus waspada."


"Baik alpha."


"Lalu... Kudengar ada dua pack yang datang."


"Mereka dari pack Crysort alpha."


"Apa?"


Wah kali ini ayah dan anak itu terlihat akur. Mereka bahkan bisa terkejut bersamaan.


"Tapi pack itu--"


"Punah, ya saya tahu. Tapi begitulah yang di katakan mereka."


Aku menatap beta yang bernama Rome itu. Dia terlihat pendiam dan... tampan. Dia tidak banyak bicara dan berekspresi. Tapi dia sangat tampan. Rambut hitam pekatnya, tubuhnya yang proporsional, sungguh memanjakan mataku. Astaga Allana.. Jangan mulai menggila disini.


"Jadi maksud kamu Beta Derek,... Kalian bertemu dengan mereka saat kalian akan bertamu di pack kami?"


"Sejujurnya kami tidak akan bertamu di pack anda alpha, saya hanya ingin menjemput adik saya yang di culik oleh anggota pack mereka."


Aku... Di culik?


"Kami tidak menculik Allana!"


Kulihat Gyria mulai memekik. Astaga bikin kaget saja.


"Benarkah? Lalu kenapa dia bersama kalian? Karena teman baik? Kurasa tidak. Aku tahu benar siapa teman baik Allana."


"Aahh begitu. Jika kalian merasa paling benar, lalu kenapa kalian merahasiakan siapa Allana sebenarnya!"


"Hentikan! Tidak ada gunanya bertengkar, terlebih di pack orang lain."


Beck mulai berbicara, kulihat Gyria terdiam. Dia sungguh patuh sekali padanya.


"Tapi kak, Allana tidak diculik oleh mereka. Allana ikut dengan suka rela." kataku akhirnya.


Semua orang menatap padaku. Bahkan alpha dan tuan Abe.


"Allana hanya berlatih dengan pack mereka, tidak lebih dan mereka memperlakukan Allana dengan sangat baik."


"Tentu saja mereka memperlakukanmu dengan baik Allana, mereka punya niat di balik semua itu."


"Niat? Betul. Menjadikan adikmu manusia serigala seutuhnya. Bukan seperti kalian yang hanya menyembunyikannya."


Derek menggeram marah pada Gyria. Aku mencoba menenangkan Derek sebisaku.


"Tunggu dulu. Kamu dari pack Hysort dan Adikmu berlatih dengan pack Crysort, bagaimana itu bisa terjadi?"


"Panjang ceritanya tuan tapi intinya mereka memanfaatkan Allana dan saya ingin menghentikannya."


"Dia anggota pack kami!"


"Dia adikku, sudah pasti dia akan menjadi anggota pack Hysort."


"Hah! Sungguh lucu!"


Astaga mereka bertengkar lagi. Aku hanya bisa menghela nafas panjang dan menundukkan kepalaku. Entah sampai kapan ini akan terus berlangsung. Tidak akan ada habisnya. Aku bukan anggota pack manapun, kenapa mereka tidak mengerti!


Aku menghela nafas kasar. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku bergidik. Aku merasakan satu tatapan tajam tertuju padaku. Aku mengangkat kepalaku dan mencari arah tatapan itu. Aku memperhatikan satu persatu orang di ruangan itu. Dan dapat! Dia... Alpha itu? Aku melihat tatapannya yang tajam dan terlihat marah. Tidak seperti tadi yang ramah. Tapi kenapa dia menatapku seperti itu? Apa aku membuat kesalahan padanya? Aku tidak ingat pernah bertemu dengannya.


"HENTIKAN!!"


Alpha itu mulai berteriak keras. Semua orang terkejut lalu menatap padanya, begitu juga aku.


"Arthur, kenapa kamu berteriak seperti itu? Bikin kaget ayah saja."


"Singkirkan perempuan itu dari sini."


"Perempuan? Siapa?"


"Dia."


Alpha itu menunjuk... Aku? Ada apa denganku?


"Dia adalah adik dari beta Derek."


"Aku tidak perduli siapa dia ayah, keluarkan dia dari sini, dari packku!"


"Tapi kenapa tiba-tiba Arthur?"


"Aku sudah merasa tidak nyaman sedari tadi. Ternyata dia."


"Tapi dia baik-baik saja!"


"Apa ada yang salah dengan adik saya alpha?"


"Tentu, dia salah."


"Apa kesalahannya? Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?"


"Tidak pernah"


"Lalu apa kesalahannya anakku? Sedari tadi dia hanya diam disana."


"Kesalahannya adalah karena dia adalah mateku dan aku tidak menginginkannya disini. Jadi bawa dia keluar!!"


"M-mate?"


Semua orang menatapku lagi. Tunggu dulu, mate? Pasangan hidup manusia serigalakan? Satu untuk seumur hidup. Siapa matenya? Aku?


*****


tadariez