Warrior (Shewolf)

Warrior (Shewolf)
Chapter 28 : Magic and Ancestor



Ian terus berlari tanpa berhenti dan tanpa menoleh kebelakang dengan kabut yang masih terus mengikuti mereka. Allana sesekali menoleh kebelakang, dia berharap melihat Gyria mengikuti mereka.


Tiba-tiba tubuh Allana melayang jauh dan jatuh terhempas di tanah dengan kasar. Ian tiba-tiba menghentikan larinya membuat Allana yang tidak siap terhempas jauh. Allana meringis kesakitan. Dia mencoba bangkit dan membersihkan tangan dan kakinya.


"Kenapa tiba-tiba berhenti? Akkhhh... Sakit sekali." Allana masih sibuk memeriksa lukanya. "Beta--"


Allana menatap Ian terkejut. Dia terdiam sejenak lalu segera mendekati Ian.


"Astaga... Kamu kenapa?" Allana panik melihat Ian yang mulai sesak nafas dan terbaring lemah. "Ian?! Kamu ke--"


Allana melihat sekitar. Dia baru menyadari jika dia sudah berada di dalam wilayah kuil. Allana yang panik mulai mendorong kuat tubuh Ian keluar dari wilayah kuil. Allana mendorong tanpa henti.


"Uhuk... Uhuk..."


Allana duduk disisi tubuh Ian yang masih terbaring lemah, mencoba mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Allana berjalan pelan untuk memeriksa Ian. Nafas Ian masih berat dan matanya tertutup. Ian berubah menjadi manusia.


"Beta? Beta Ian? Kamu baik-baik saja?" Ian tidak menjawab. "Beta?"


Ian mengangguk pelan. Dia mencoba bernafas perlahan dan menyandarkan dirinya di pohon.


"Aku minta maaf. Seharusnya aku menyadari kita telah sampai."


Ian mencoba duduk perlahan. Dia masih lemah.


"Kamu baik-baik saja?"


"Aku baik. Hanya butuh waktu untuk pulih."


"Aku benar-benar minta maaf."


"Tidak apa-apa All. Aku baik-baik saja."


"Seharusnya aku menyadari. Aku hanya khawatir pada Gyria."


"Aku mengerti, tenang saja. Masuklah dan-- Allana!!!"


Tubuh Allana kembali terhempas jauh, menabrak pohon lalu jatuh keras di tanah. Allana mengerang kesakitan. Ian yang masih lemah berusaha untuk bangkit tapi di hadapannya sudah ada serigala besar yang menggeram padanya. Ian menatap serigala itu tanpa takut.


"Brengsek! Apa kalian tidak bosan?!"


Serigala luna Chloe mendatangi Allana yang masih kesulitan untuk bangkit. Allana menatap luna Chloe.


"A-ak-ku.. Tidak akan.. Mem-mem-berik-kkan.. Apapun.."


"Tidak perlu. Aku akan mengambilnya"


Brakk!!


Tubuh serigala luna Chloe terhempas. Luna Chloe segera bangkit dan menggeram. Dia nampak terkejut dengan serigala yang menghempasnya.


"Berani sekali kalian mengacau di sini, di tempat suci ini!" sahut salah satu warrior


"Aku hanya akan mengambil apa yang akan menjadi milikku"


Warrior kuil melangkahkan kakinya, menghalangi pandangan luna Chloe yang menatap Allana.


"Disini tidak ada yang menjadi milikmu" tegas warrior itu.


"Jangan membuatku menyakiti kalian. Lakukan saja tugas kalian menjaga kuil sialan itu!"


"Itu yang sedang kalian lakukan. Dan tahukah kamu jika kami juga di wajibkan saling menjaga satu sama lain?"


"Kalau begitu lakukan itu! Jangan mencampuri urusanku!"


"Jika urusanmu dengan Allana, berarti kamu berurusan dengan kami"


"Cih! Aku sedang tidak ingin melayani selera humor kalian."


"Sayangnya kami juga tidak sedang bercanda."


Satu warrior berlari dan menyerang luna Chloe, mendorong tubuh luna Chloe mundur. Luna Chloe mencoba untuk menahan, tapi warrior itu kuat, bahkan bisa menandingi kekuatan serigalanya.


Luna Chloe menggeram marah. Dia balik mendorong keras tubuh warrior. Mereka terlihat seimbang. Satu warrior yang lain menarik tubuh Allana menjauh. Luna Chloe melihat itu dan segera mempercepat pertarungannya dengan menggigit dan menendang warrior itu lalu segera pergi menahan Allana. Jika Allana sampai masuk ke dalam wilayah kuil, maka akan sulit untuk di bawa.


Luna Chloe melompat tinggi, menyerang warrior yang membawa tubuh Allana. Luna dan warrior itu berguling dengan cepat di tanah. Mereka masih saling menggigit dan mencakar satu sama lain sampai akhirnya berdiri berpisah. Mereka berdiri menggeram dan menatap waspada.


"Hentikanlah ini luna. Kamu tidak akan menang melawan kami. Disini tidak ada yang menjadi milikmu"


"Kalian yang berhenti melakukan hal bodoh! Berikan Allana dan aku akan pergi dengan tenang. Tidak akan ada lagi kericuhan"


"Sudah saya katakan, Allana milik kuil, bukan milik siapapun"


"Maka akan aku buat dia menjadi milikku"


"Anda tidak akan menang. Apa anda lupa siapa kami? Kami bahkan bisa melawan penyihir kalian"


Luna menoleh. Dia melihat beberapa penyihir yang sudah tergeletak di tanah. Bahkan Ian telah di selamatkan oleh para warrior.


"Kami kuat luna. Bahkan jika kami berada di wilayah kami. Kami tidak terkalahkan. Pergilah. Kami menghormati anda sebagai seorang pemimpin di pack anda. Jadi dengan segala hormat luna, anda harus pergi"


Luna Chloe menggeram kasar. Dia semakin menundukkan kepalanya, bersiap untuk menyerang.


"Dia tidak akan berhenti"


"Kalau begitu pergilah. Bawa Allana masuk ke dalam kuil. Biar aku yang menghadapi luna itu".


Satu serigala berbalik dan merendahkan tubuhnya agar Allana yang sudah bisa berdiri, naik ke atas tubuhnya. Serigala itu dan Allana segera berjalan masuk ke dalam kuil.


"Tidak akan aku biarkan!!"


Luna Chloe menggeram lalu menerjang serigala yang berdiri di depannya lalu menyerangnya tanpa henti. Luna Chloe segera beralih pada serigala yang membawa Allana. Dia dengan cepat berlari lalu mendorong kuat tubuh serigala warrior itu. Tubuh warrior itu masuk ke dalam wilayah kuil sementara tubuh Allana di tangkap oleh luna Chloe dengan giginya.


"Le-lepaskan.."


Brakk!!


Tubuh luna Chloe terhempas bersamaan dengan Allana. Ian sudah berdiri menghadang. Luna Chloe langsung berdiri dan menyerang Ian. Ian dengan sekuat tenaga berusaha menghindari serangan luna. Walau bagaimanapun, Chloe adalah seorang luna, sementara Ian adalah beta. Kekuatannya sudah jelas kalah dengan luna Chloe.


Ian terhempas untuk kesekian kalinya. Tapi dia masih berusaha terus bangkit. Tak lama para warrior kuil berkumpul dan mengelilingi luna Chloe.


"Menyerahlah luna. Kamu tidak akan menang dan tidak akan bisa membawa Allana pergi dari sini"


Luna Chloe menggeram marah. Dia tahu benar hal itu. Tapi dia tidak akan menyerah. Waktu yang tepat adalah saat ini atau tidak sama sekali.


Satu persatu warrior menyerang luna Chloe. Luna Chloe mencoba untuk terus bertahan dan menghalangi para warrior yang ingin mengambil Allana darinya. Tapi melawan para warrior itu sama saja melawan para alpha dari beberapa pack. Mereka kuat dan tangguh.


Tubuh Luna Chloe penuh luka dan melemah akibat serangan yang tidak berhenti. Tubuhnya penuh cakaran dan gigitan.


"Serahkan Allana dan pergilah"


"Never"


Satu warrior kembali menyerang. Kali ini warrior itu yang terhempas kasar. Semua warrior dan juga Ian terkejut melihat luna Chloe. Tubuh serigala luna Chloe mengeluarkan cahaya hitam pekat. Warna bola matanya yang semula berwarna merah darah, sekarang bercampur dengan hitam. Semua mundur beberapa langkah.


"Ada apa ini? Kenapa dengan luna itu?" Ian mulai panik.


"Dia seorang luna yang memiliki jiwa serigala Allana. Saat dia menerima jiwa serigala Allana secara otomatis sihir yang di berikan ayahnya ikut bangkit dalam dirinya"


"Sihir?" Ian semakin panik dan bingung.


"Kita harus mencoba. Kita tidak bisa membiarkannya membawa Allana"


Beberapa warrior kembali menyerang. Tapi dengan mudah mereka terhempas bahkan tanpa menyentuh luna Chloe. Luna Chloe menyerang dengan membabi buta. Dia menggigit, menendang, menghempas. Bahkan ada beberapa warrior yang sudah tergeletak tidak berdaya.


"Dia tidak bisa di hentikan"


"Aku tidak akan menyerah"


Harold berlari dan mulai menyerang. Luna dengan mudah mengalahkannya bahkan dia akan segera membunuh Harold tanpa ampun. Ian melihat itu dan segera menghentikan luna. Dia mencoba menggigit luna Chloe tapi entah kenapa luna Chloe bahkan tidak terlihat kesakitan dengan gigitannya.


"Para warrior saja tidak bisa menyentuhku dan kau beta rendahan berani menyerangku? Kamu mengantarkan nyawa padaku. Dengan senang hati. Akan aku sampaikan salam terakhirmu pada sang raja"


Luna balik menggigit Ian. Ian mengerang kesakitan. Luna mengguncang tubuh Ian yang masih di gigitnya lalu menahan tubuh belakang Ian lalu menarik bagian depan tubuhnya, berusaha untuk membelah Ian menjadi dua.


"Hen-ti-kan.."


Allana yang masih tampak kesakitan mulai bersuara, tapi luna Chloe tidak perduli. Dia masih terus mencoba membelah tubuh serigala Ian menjadi dua. Para warrior juga sudah mencoba membantu, tapi bahkan belum mendekati luna, mereka sudah terhempas jauh.


Allana mencoba bangkit perlahan. Dia menahan sakit luar biasa. Mungkin sisa jiwa serigalanya sudah bangkit tapi jiwa manusia biasanya masih mendominasi. Karena itu saat dia terhempas keras tadi, dia tidak pulih dengan cepat. Allana mencoba berdiri tapi kakinya sulit untuk di gerakan. Tapi dia masih berusaha memegang luna Chloe.


"Hentikan!! Dia bisa mati. Aku mohon.. Aku akan ikut denganmu.." pinta Allana.


"Hah! Tentu saja kamu akan ikut denganku. Sekarang tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Bahkan raja itu sekalipun"


"Luna... Aku mohon." tangan Allana menyentuh kaki luna Chloe. "Aku.. Mohon."


Luna Chloe tidak perduli. Dia justru memperkuat tarikkannya, membuat Ian semakin mengerang kesakitan.


"Tidak!! Hentikan!! HENTIKAN!!"


Tiba-tiba luna Chloe menggerang kesakitan. Dia menoleh dan mendapati Allana mencengkram kuat kakinya.


"Apa? A-apa yang terjadi??"


Allana menatap luna Chloe. Bola matanya berubah menjadi putih pucat. Ada bayang-bayang putih yang muncul di sekitar tubuh Allana. Bayangan putih itu membentuk tubuh serigala. Bayangan serigala itu seperti membungkus tubuh Allana.


"A-apa? Ba-bagaimana bisa? Ada apa ini?" Luna Chloe terkejut sekaligus bingung. Allana seharusnya tidak memiliki kekuatan khusus apapun. Tapi sekarang Allana menunjukkan keanehan.


Luna Chloe menggeram kesakitan. Cengkraman Allana semakin kuat. Bahkan luna Chloe sudah melepaskan cengkramannya pada Ian.


Allana melepaskan cengkramannya pada kaki luna Chloe dan mulai berdiri tegak. Dia masih menatap tajam, seperti ada yang merasuki tubuhnya. Luna Chloe menggeram marah lalu mulai menyerang Allana tapi dengan cepat Allana menghindar. Allana berlari kencang menuju luna Chloe berada lalu merubah dirinya menjadi serigala berbulu putih bersih dengan bola mata yang masih berwarna putih pucat.


"Tidak mungkin..."


Allana melompat tinggi dan menerjang luna Chloe. Luna Chloe berusaha menghindar, tapi terlambat, Allana sudah mendarat di atas tubuh luna Chloe dan mulai mencoba menggigit wajah luna Chloe. Luna Chloe berusaha menghindar, tapi Allana begitu kuat. Luna Chloe mencoba mendorong kuat tubuh Allana. Tubuh Allana terdorong tapi tidak jauh, hanya cukup untuk membuat luna Chloe berdiri tegak dan berlari menjauh. Allana mulai berlari mendekati luna Chloe. Luna Chloe mencoba untuk menggunakan sihirnya untuk menghempas Allana seperti yang dia gunakan pada para warrior dan Ian. Tapi sihirnya tidak berhasil. Allana masih berdiri tegak dan berlari ke arahnya.


"Sihirku tidak berhasil! Sial!!"


Luna Chloe bersiap menerima serangan Allana. Dan benar saja. Allana melompat tinggi dan langsung menyerang luna Chloe. Luna mulai kewalahan menghadapi serangan Allana. Allana seperti bukan tandingannya. Dia lebih kuat, membuat luna semakin panik.


Luna mengerang kesakitan. Dia mencoba menyerang Allana balik, tapi anehnya tubuh serigalanya seperti tidak mau bekerja sama dengan baik, membuatnya terus terkena serangan. Bahkan sihirnya pun tidak berguna.


Luna Chloe sudah terbaring di tanah. Dia tidak punya tenaga lagi untuk bertarung. Tubuhnya juga penuh luka dan lemah. Serigala Allana berjalan mendekati luna Chloe dan menatapnya tajam.


"Pergilah dari sini. Jangan berani-berani mengacau dan membuat masalah di tempat suci ini. Dan ingatlah, suatu saat Allana akan mengambil sesuatu yag menjadi miliknya. Dan jika saat itu tiba, berdoalah agar itu tidak terlalu menyakitkan"


Serigala Allana mulai berkata, tapi anehnya suara yang di keluarkan terdengar bukan seperti suara Allana. Luna Chloe mencoba bangkit di bantu beberapa penyihir yang telah sadar lalu segera berteleportasi. Allana merubah dirinya menjadi manusia biasa lalu membalikkan tubuhnya menatap para warrior dan Ian. Para warrior dan Ian terkejut. Bola mata Allana masih berwarna putih pucat dan masih ada bayangan putih berbentuk serigala diseluruh tubuh Allana.


"Kalian sudah berkerja keras saudaraku. Istirahatlah, kumpulkan tenaga kalian. Karena peperangan yang sebenarnya akan segera terjadi dan sebaiknya kalian siap untuk itu." sahut Allana dengan suara yang terdengar berbeda dari suara Allana. Allana tersenyum lalu terjatuh di tanah. Allana tidak sadarkan diri. Satu persatu warrior merubah diri mereka, begitu juga Ian. Mereka mendatangi Allana.


"Allana?" panggil Ian.


"Sepertinya dia tidak sadarkan diri. Biar kami bawa ke dalam kuil. Dia aman di sana. Allana akan kami rawat."


"Baiklah, tolong selamatkan dia." pinta Ian.


Beberapa warrior membawa tubuh Allana masuk ke dalam wilayah kuil.


"Sepertinya kamu yang perlu di selamatkan. Kamu hampir saja di belah dua oleh luna Chloe."


"Saya baik-baik saja."


"Ahhh...iya benar. Kamu adalah beta keturunan murni. Orychant, benarkan?"


Ian mengangguk. "Benar."


"Pantas saja lukamu sembuh lebih cepat dari pada beta yang lain."


"Lalu... Bagaimana Allana? Apa itu tadi? Kenapa luna Chloe bisa sekuat itu? Di tambah, apa jiwa serigala Allana kembali? Semua ini membingungkan."


"Tenanglah beta. Semua akan baik-baik saja. Allana akan baik-baik saja. Dia hanya butuh waktu untuk sembuh. Luna Chloe bisa seperti itu karena kekuatan sihir ayahnya yang di turunkan padanya. Ayah luna Chloe adalah penyihir yang sangat kuat dan jahat. Saat mati, ayahnya menurunkan kekuatan sihirnya pada Luna Chloe. Tapi saat itu luna Chloe lemah. Bahkan dia hampir tidak bisa merubah dirinya menjadi serigala, karena itu kekuatan sihir ayahnya tidak muncul. Tapi saat dia mendapatkan sebagian besar jiwa serigala Allana, kekuatan sihir itu bangkit dengan sendirinya. Seharusnya menguasai kekuatan sihir itu butuh proses dan waktu. Tapi melihat luna Chloe seperti tadi, bisa di pastikan dia telah menguasai kekuatan sihir itu. Dan itu bagi kami cukup mengesankan."


"Jadi maksudnya... Luna bisa menguasai baik serigalanya dan sihirnya?"


"Iya dan itu mengesankan sekaligus mengkhawatirkan. Luna Chloe menjadi sangat kuat. Dia tadi belum sepenuhnya menguasai keduanya. Jika dia sudah menguasai sepenuhnya, maka dia akan menjadi tidak terkalahkan. Bahkan oleh rajamu sekalipun. Sementara Allana, yang melawan luna Chloe tadi bukanlah Allana."


"Jika bukan Allana lalu..."


"Leluhur kami. Warrior kuil terdahulu. Salah satu warrior terkuat bernama Tisan. Kami juga terkejut dengan apa yang terjadi. Kami hanya mendengar cerita tentang leluhur Tisan yang merasuki para warrior lain. Kami tidak percaya kami melihatnya sendiri."


"Apa... Itu buruk?"


"Tentu saja tidak beta. Itu justru pertanda baik. Menurut legenda, jika warrior yang di rasuki oleh Tisan, maka warrior itu akan di berkati, akan di lindungi oleh Tisan dan MoonGodess. Karena itu aku bilang, Allana akan baik-baik saja."


"Syukurlah jika memang seperti itu."


"Apa beta yakin tidak perlu mengobati luka anda?"


"Tidak perlu. Saya baik-baik saja."


"Kalau begitu pergilah, kembali pada raja Kei. Dia pasti membutuhkan anda. Untuk Allana, serahkan pada kami. Kami akan merawatnya dengan baik."


"Terima kasih."


"Itu tudah tugas kami. Kami akan menjaga satu sama lain, sesama para warrior kuil."


"Baiklah. Uhmm... Apa aku boleh tahu siapa nama anda?"


"Panggil saja saya Harold, beta."


"Harold. Baiklah, saya titip Allana."


"Tidak perlu dititip beta. Disinilah rumah Allana dan Allana akan selalu di terima disini."


"Bagus kalau begitu. Saya permisi."


"Baik beta. Semoga selamat di perjalanan anda."


"Terima kasih, Harold."


Ian tersenyum lalu merubah dirinya menjadi serigala dan berlari menjauh. Dia harus melaporkan semua ini pada Kei sesegera mungkin. Harold segera masuk ke dalam wilayah kuil. Tiba-tiba ada kabut tebal yang menyelimuti kuil lalu semakin lama kuil itu semakin tidak terlihat oleh kasat mata. Kuil itu menghilang tanpa jejak.


*****


Tadariez