Warrior (Shewolf)

Warrior (Shewolf)
Chapter 51 : My uncle?



Pertanyaan Bian membuat Allana melongo dengan sukses. Dia tidak mempercayai pendengarannya.


"Kamu pasti bercandakan?" hanya itu yang bisa dikatakan Allana. Bian menggeleng.


"Tidak, aku tidak bercanda."


Allana masih dengan keterkejutannya.


"Apa maksudmu dengan menjadi manusia?" tanya alpha Jackson.


"Menghilangkan sepenuhnya jiwa manusia serigalanya. Dia akan menjadi manusia biasa dan sepenuhnya manusia biasa. Aku juga bisa menghilangkan ingatannya tentang manusia serigala jika Allana mau." jelas Bian.


"Kenapa kamu memberitahukan ini padaku? Maksudku.. Kenapa baru sekarang? Kamu berkata aku akan mati jika jiwa manusia serigalaku hilang sepenuhnya." kata Allana.


"Benar, jika yang mengambilnya adalah Luna Chloe. Karena dia merebutnya darimu. Sementara denganku, kamu menyerahkannya, karena itu aku bertanya padamu saat ini. Lagipula Scazumergh adalah penyihir yang menciptakan manusia serigala. Kami bisa mengambilnya dengan aman. Dan kenapa baru sekarang? pertama karena tampak sekali kamu tidak ingin melepaskan jiwa serigalamu, kedua karena aku belum cukup kuat saat itu. Tapi sekarang aku baik-baik saja dan bisa melakukan itu." jelas Bian.


"Tapi bukankah itu berbahaya? Maksudku.. Harus dengan kekuatan besar." kata luna.


"Karena itu aku menunggu kekuatanku kembali, luna. Saya bisa melakukannya sekarang."


"Memangnya ada apa denganmu?" kali ini Edward yang bertanya.


"Ceritanya panjang, sebenarnya." kata Bian lalu kembali menoleh pada Allana. "Aku akan memberi waktu untuk berpikir. Pikirkanlah dengan baik. Jika kamu memilih bertarung sampai akhir, tidak masalah. Itu sudah keputusanmu. Aku akan mendukungmu. Aku kemari untuk memberimu pilihan. Kamu bisa terus bertarung atau melepaskan segalanya dan memulai hidup baru."


Allana terdiam. Ya, kesempatan untuk melepaskan semuanya, sangat menggiurkan. Tapi apa dia rela? Entahlah, dia tidak tahu.


"Aku akan kembali dalam tiga hari, aku harap kamu sudah memutuskan." kata Bian lalu berdiri. "Kami permisi."


"Oh.. Secepat itu? Kalian bisa makan bersama sengan kami." tawar luna. Bian tersenyum.


"Terima kasih tawarannya, luna tapi tidak terima kasih. Masih ada yang harus kami lakukan. Terima kasih sudah menerima kami."


Bian beranjak pergi bersama Gina.


"Aahh benar." Bian berjalan mendekati Allana. "Jangan pernah menyembunyikan dirimu lagi, Allana." Bian meniup wajah Allana. Sebuah tiupan lembut tapi terasa aneh. "Aku menyukai wajah aslimu." Bian tersenyum.


"Kau--kau me-mengembalikan wujud asliku? Tap-tapi...tapi bagaimana jika--"


"Jangan takut Allana, kami akan mendukungmu sepenuhnya." Bian tersenyum kecil lalu menatap alpha Jackson. "Alpa, apa saya bisa meletakkan knirer kepercayaan saya disini? Mereka hanya akan menjaga Allana dan melaporkan keadaan Allana pada saya. Hanya beberapa. Knirer kepercayaan saya hanya sedikit dan tidak akan mengganggu pack anda."


"Tentu, tentu saja. Kapan mereka akan datang?"


"Sebenarnya mereka sudah datang." Bian tersenyum kecil. Alpha Jackson terdiam. Bian tahu, anggota packnya melakukan mindlink padanya.


"Very well, then. Mereka akan di perlakukan dengan baik."


"Kami juga memiliki knirer. Mereka akan bekerja sama." kata luna.


"Saya menghargainya, terima kasih luna. Saya permisi." Bian beranjak keluar rumah bersama Gina. "Kamu tahu yang harus kamu lakukan Gin." kata Bian saat mereka sudah sampai di depan pagar.


"Hmmm... Tahu. Tapi katakan padaku. Ada apa dengan anak alpha itu? Kabar kamu adalah mate dari salah satu manusia serigala itu benar adanya??" tanya Gina.


"Gin, aku sungguh tidak ingin membahasnya, aku minta maaf. Meskipun itu benar, aku tidak memiliki waktu untuk... Kau tahu."


"Baiklah, baiklah aku tidak akan tanya lagi. Berhati-hatilah."


"Kau yang berhati-hati."


Gina mengangguk. Bian menatap beberapa orang yang berdiri agak jauh darinya berdiri. Bian mengangguk pada mereka lalu berteleportasi.


...***...


Brakk!!


"Lagi!"


Renald bangkit lalu menyerang Kate. Tapi serangannya bahkan tidak bisa di katakan sebuah serangan karena terlalu lemah. Lagi-lagi Renald terhempas. Kali ini cukup jauh. Renald tertatih berdiri dan bersiap. Tubuhnya penuh luka. Meski dia manusia serigala tapi rasa sakit tentu masih terasa. Kate awalnya ragu meneruskan karena melihat Renald yang sudah penuh luka. Tapi sepertinya Renald tidak pantang menyerah. Setiap kali terjatuh dia terus bangkit.


"Ren, aku rasa sudah--"


"Tidak!" potong Renald cepat. "Teruskan!"


Kate menghembuskan nafasnya kasar. Renald sungguh keras kepala. Tiba-tiba tubuh Renald terhempas jauh. Satu pria yang baru saja datang menyerang Renald secara membabi buta. Bahkan dia sudah memberinya mantra kutukan. Kate yang panik mencoba menyerang pria itu. Mereka saling melontarkan mantra satu sama lain. Kate melontarkan mantra sambil menuju tempat Renald berada. Pria itu terhempas, tapi belum sempat tubuhnya mengenai tanah, dia berteleportasi dan muncul di depan Kate lalu melontarkan mantra. Kate dengan cepat membuat perisai tak kasat mata untuk menahan serangan pria itu.


"Kamu cukup cepat dan terampil untuk seorang Elder tengah." pria itu memperhatikan gelang yang di kenakan Kate.


"Siapa kamu dan mau apa?" tanya Kate dan masih waspada.


"Aku bisa membantumu melatihnya." pria itu menatap Renald yang berdiri di belakang Kate.


"Apa maksudmu?" tanya Kate.


"Ijinkan aku membantumu. Hubungan keluarga mungkin membantu." kata pria itu lagi. Kate mengerutkan keningnya sementara pria itu masih menatap Renald. "Halo ponakan. Aku pamanmu, Richard."


Baik Kate mau pun Renald saling menatap. Paman?


...***...