
"Aku bahkan tidak bisa membantu sama sekali." keluh Allana.
"Tidak masalah. Kami akan coba menghindar." jawab Will.
"Aku hanya akan menjadi beban kalian."
"Hei, Allana, fokus! Jika kamu tidak ingin menjadi beban maka fokuslah! Bergerak saat kami bergerak." tegas Will. Dia tidak ingin Allana menjadi lemah di saat-saat seperti ini. "Jim! Buat perlindungan! aku akan mengalihkan mereka."
Will berjalan agak menjauh. Beberapa penyihir mulai menyerangnya. Bahkan beberapa serigala bersiap menyerang. Sementara Jim mulai membaca mantra.
"Ayo, ayo berubah." Allana terus meminta dirinya berubah menjadi serigal. "Aku mohon berubahlah." tapi tubuhnya tidak mau menuruti keinginannya. Allana mendengus kesal. Tiba-tiba dia terdiam. Dia terkejut melihat satu orang yang berdiri di kejauhan. Dia mengenali sosok itu. Beck.
"Mereka... Mereka pack Crysort."
Brak!!
Jim terhempas dan mengenai pohon, disusul Will. Bahkan satu serigala sudah melompat tinggi menerjang Will. Tapi belum sampai pada Will, serigala lain menyerang serigala itu. Will terkejut. Dari arah belakangnya muncul beberapa serigala lain dan menyerang serigala Crysort satu persatu. Menyadari para serigala yang baru saja datang itu membantu mereka, Jim langsung berdiri menyerang sembari berlari mendekati Allana tapi dengan cepat langkah Jim terhenti. Di depannya ada satu penyihir yang menghadangnya.
"Menyingkir." sahut Jim dingin. Tapi penyihir di hadapan Jim hanya menyeringai. Penyihir itu secara tiba-tiba membaca mantra membuat Jim terkejut. Tapi Jim bisa menahannya hingga dia mundur beberapa langkah. Jim menyerang balik. Penyihir itu mencoba menahan tapi dia sedikit lengah. Dengan cepat Jim menyerang, mendorong kuat tubuh penyihir itu ke pohon lalu mengikatnya dengan akar pohon.
Jim kembali berlari menuju Allana dan menarik tangannya. Mereka berlari dan bersembunyi di balik pohon besar.
"Kamu baik-baik saja?"
"Sepertinya."
"Aku tahu keadaan kamu. Jadi sebaiknya kamu tetap berada di dekatku."
"Mereka... Mereka tahu aku akan pergi."
"Itu sudah di perkirakan. Mereka pasti mengawasimu dengan ketat."
"Gyria, pasti dia lagi."
"Belum tentu."
"Apa maksudmu?"
"Meskipun memang benar dia di perintah untuk mengikutimu tapi tidak menutup kemungkinan mereka mengirimkan yang lain tanpa sepengetahuan temanmu itu."
"Jadi maksud kamu..."
"Mereka tidak mempercayainya."
Allana terdiam. Tapi apa yang di katakan Jim besar kemungkinannya. Gyria tidak menunjukkan hal aneh selain penyesalan di matanya. Tapi kenapa?
"Jadi kita harus bagaimana?"
"Entahlah, mereka terlalu banyak untuk di kalahkan."
"Tapi kamu memiliki teman manusia serigala juga. Mereka pasti akan membantu kan?"
"Teman manusia serigala? Aku kira mereka temanmu karena kamu manusia serigala juga."
"Jadi kamu tidak mengenal mereka?" Allana terkejut. Jim menggeleng. "Lalu... Mereka siapa?"
Allana menatap serigala yang sedang bertarung agak jauh darinya bersembunyi. Tiba-tiba satu serigala berbulu coklat putih menerjang satu serigala lain dan mengoyak tubuh serigala itu. Allana tersentak. Serigala berbulu coklat putih itu tampak familiar. Renald?
Serigala coklat putih itu mendatangi Allana dan Jim. Jim dengan cepat berdiri di hadapan Allana.
"Apa kamu berada di pihak kami?" tanya Jim. Serigala itu berhenti lalu menundukkan kepalanya. "Apa artinya itu?" gumam Jim. Dia sama sekali tidak mengerti bahasa tubuh serigala.
"Dia di pihak kita." jawab Allana. Jim menatap Allana sejenak lalu beralih ke serigala itu.
"Kalau begitu, bantu aku menahan mereka sementara temanku mencari bantuan. Mereka memiliki penyihir, kita harus mencari bantuan penyihir juga."
Seolah mengerti yang Jim katakan, serigala itu berbalik dan mulai siaga. Jim mencari keberadaan Will. Will sedang terbaring di tanah dengan serigala di atasnya yang ingin mencabik tubuhnya.
"Electrico!!"
Tubuh serigala itu bergetar hebat lalu terjatuh tepat di atas Will. Will menyingkirkan tubuh serigala tadi lalu berlari menuju Jim.
"Will, pergilah sampai ke lokasi yang aman lalu cari bantuan."
"Apa maksudmu? Aku tidak akan meninggalkanmu, aku partnermu!"
"Aku tahu Will, tapi ini satu-satunya jalan. Aku tidak tahu mantra pemanggil bisa di lakukan disini atau tidak. Tapi dengan kita bahkan tidak bisa berteleportasi, aku rasa mereka sudah mewaspadai itu. Jadi pergilah, lari sejauh mungkin. Saat kamu bisa berteleportasi, pergi ke Disprea, kirim Knirer kemari."
"Tapi..."
"Will, cepatlah! Kami bergantung padamu!"
"Baiklah."
Will segera berlari menjauh. Dia di hadang satu serigala. Tapi serigala lain menyerang serigala itu. Will kembali berlari.
"Allana, tetaplah di belakangku. Kita harus bertahan sampai Will kembali."
"Ada beberapa serigala yang membantu, apa itu tidak cukup? Apa perlu penyihir?"
"Aku tahu manusia serigala kuat, aku tidak pernah meremehkan mereka tapi penyihir cukup banyak Allana. Aku cukup terkejut dengan penyihir yang mereka miliki. Terlebih, mereka penyihir kuat. Kekuatan mereka setara elder muda dan tengah, jadi kita tidak bisa meremehkan mereka. Kita harus mewaspadai hal terburuk."
Jim kembali melontarkan mantra. Mereka mencoba terus berlari sampai ujung hutan tapi mereka terus di hadang. Bahkan mantra Jim kadang tidak mengenai para serigala karena mereka berlari sangat cepat.
"Kalian carilah tempat berlindung." sahut Renald yang sudah merubah dirinya menjadi manusia.
"Aku tahu itu kamu." sahut Allana antusias.
"Yeah, tentu. Kamu pernah melihatku berubah."
"Tapi bagimana--"
"Akan aku jelaskan nanti. Kita harus bisa menghindar dari mereka. Penyihir dan manusia serigala merupakan kombinasi yang mengerikan. Tetaplah di belakang kami dan berlarilah sejauh yang kalian bisa."
"Tapi kalian bisa celaka."
"Allana, jangan meremehkan kami." Renald tersenyum lalu merubah dirinya dan kembali ikut bertempur. Jim menarik tangan Allana yang masih menatap Renald.
"Aku tahu kamu khawatir pada kekasihmu tapi kita harus pergi."
"Dia bukan--"
"Kekasihmu? Yeah, kita lihat saja nanti."
Jim masih terus berlari.
Boom!!
Sebuah ledakan tepat di dekat mereka. Jim dan Allana terhempas. Jim berusaha bangkit tapi masih saja di hujani kilatan-kilatan mantra. Jim meringkuk di tempatnya. Sementara Allana berteriak keras.
"Tolong...!!!"
Beberapa orang menarik Allana menjauh.
"Sial!!"
Jim melontarkan mantra sembari mencoba untuk berdiri. Jim melontarkan mantra kesegala arah. Dia benar-benar marah sekarang. Beberapa terhempas terkena mantra Jim.
"Winhale Maximo!!"
Angin berhembus kencang.
"Winhale Exgra Maximo!!"
Jim melontarkan mantra lagi. Kali ini angin berhembus lebih kencang dari sebelumnya. Bahkan beberapa orang mulai terhempas jauh. Allana ikut terhempas tapi Jim dengan cepat menangkap tangan Allana dan menariknya ke pelukkannya. Angin itu berhenti. Beberapa tubuh sudah tergeletak cukup jauh dari Jim dan Allana. Dari jauh ada serigala berbulu abu-abu yang cantik. Tubuh serigala itu lebih besar dari serigala yang lain. Buntutnya lebih panjang dan berbulu lebih lebat.
"Apa kamu mengenal serigala itu?" tanya Jim yang juga menatap serigala itu.
"Aku tidak tahu tapi yang jelas, dia alpha." Allana masih menatap serigala bermata merah itu.
"Luna."
"Bagaimana Beck? Apa ada kemajuan?"
"Allana tidak sendiri luna. Dia di temani penyihir dan beberapa serigala."
"Serigala kakaknya?"
"Bukan Luna, saya rasa bukan. Bahkan alphanya juga ada disini."
"Alpha? Dan mereka melindungi Allana?"
"Iya Luna."
"Menarik. Apa kalian tahu pack mana?"
"Kami masih tidak tahu Luna. Bukan asal sini kami rasa, karena kami tidak pernah melihat mereka sebelumnya."
"Aneh. Lalu apa hubungannya dengan Allana? Tidak masalah. Terus serang mereka. Jangan biarkan mereka lolos. Bunuh saja jika perlu."
"Tapi Luna..."
"Jangan mulai lembek lagi Beck. Ini bukan saatnya ragu. Bunuh semuanya kecuali Allana. Jangan sampai dia terbunuh. Dia milikku."
"Baik luna."
"Luna." satu serigala muncul lagi setelah berjalan jauh.
"Luna, satu penyihir telah kabur."
"Sial! Apa kalian tidak bisa bekerja dengan benar?! Merek hanya dua penyihir dan sekumpulan kecil manusia serigala!! Cepat bunuh mereka semua dan bawa Allana pergi!! Lakukan semua itu sebelum yang kabur tadi membawa teman-temannya datang. Aku yakin dia akan memanggil pasukan penyihirnya. Lakukan sekarang!!"
"Baik Luna."
Semua bergegas pergi. Hanya Beck yang terlihat enggan. Dia tidak setuju dengan semua yang terjadi. Mulai dari luna Chloe mengambil jiwa serigala Allana sampai sekarang. Tapi dia bisa apa? Dia beta Luna Chloe. Mau tidak mau dia harus menuruti perkataan luna. Beta memiliki hubungan yang mengikat dengan alpha/luna. Beck berlari menuju Jim dan Allana.
"Semoga suatu saat kamu memaafkan aku Allana."
Beck berlari semakin kencang dan Bruk! Ted menabrak tubuh Beck hingga terguling bersama. Ted dan Beck sama-sama segera bangkit dan menggeram kasar.
"Siapa kau?! Jangan mencampuri urusan kami! Kau akan terluka!"
"Terluka? Cih! Aku tidak takut. Lagipula siapa kau? Kenapa kamu menyerang manusia?! Kita manusia serigala di larang untuk menyakiti manusia, kau tahu itu. Itu hukum kita!"
"Kamu tidak mengerti! Ini bukan seperti yang kamu bayangkan."
"Tidak seperti yang aku bayangkan? Kau pasti bercanda."
Ted berlari cepat dan menyerang Beck. Beck menghindari Ted dan terus menghindar dari serangan Ted.
Meski begitu, dia tahu dia tidak bisa terus menghindar. Beck terhempas kasar di tanah.
"Dia... Kuat."
Beck langsung bangkit dan bersiap menerima serangan. Mereka kembali berguling. Ted berusaha menggigit Beck. Tapi Beck berhasil menahan dan menendang jauh tubuh Ted. Ted langsung bangkit, menggeram keras lalu berlari menerjang. Tubuh Ted seketika terhemas keras di tanah. Ada satu serigala lagi datang. Serigala itu menggeram marah pada serigala Beck.
"Dia hanya anak-anak."
"Karena itu. Dia hanya anak-anak, tapi bagaimana bisa kamu tidak bisa mengalahkannya Beck. Jangan jadikan semua itu alasan yang membuatmu lemah!!"
Melisa menatap tajam Beck lalu segera berlari menyerang Ted.
Sementara itu Allana..
Jim terus berusaha melindungi Allana. Allana dalam diam berusaha merubah dirinya.
"Berhentilah berusaha merubah dirimu. Aku tahu kau ingin berubah sedari tadi." Jim menatap Allana dan menyentuh pundaknya. Allana hanya diam menatap Jim. "Aku baca di salah satu buku tentang manusia serigala dan bertanya pada yang mengetahui tentang kaum kalian. Hasilnya sama. Di perlukan jiwa penuh manusia serigala untuk berubah. Kamu akan menyakiti dirimu sendiri jika melakukannya."
Allana menunduk. Dia merasa sangat tidak berguna.
"Jangan menyerah. Lihatlah aku dan para manusia serigala itu berjuang demi keselamatan kamu. Jangan buat perjuangan ini menjadi sia-sia." Jim mencoba meyakinkan Allana.
Jim merentangkan tangan kanannya di depan sementara tangan kirinya masih memeluk Allana erat. Jim berhasil menghempas beberapa serigala yang mendekat tapi tidak dengan satu serigala. Luna Chloe. Beberapa kali Jim melontarkan mantra tapi mantra itu seperti tidak mengenai sedikitpun pada Luna. Jim menarik Allana agar bersembunyi di belakangnya sementara dia berusaha melawan serigala di hadapannya.
Luna menggeram marah. Satu gamma dari pack Renald mencoba menyerangnya tapi dengan cepat luna menggigit dan merobek pundak serigala itu. Serigala itu terhempas dan tergeletak lemah di tanah. Jim terkejut. Kini tubuh serigala luna sudah di kelilingi angin, seperti ada sihir yang melakukan itu. Luna tidak berhenti. Dia terus berjalan menuju Allana dan Jim.
"Al, jika terjadi sesuatu denganku, pergilah. Lari sekuat tenangamu."
"Tap-tapi..."
"Tidak ada tapi Allana. Berjanjilah padaku."
"Aku..."
Luna Chloe semakin dekat. Jim menyentuh gelang Eldernya dan merubah pakaiannya menggunakan pakaian Elder, jubah panjang berwarna biru tua. Allana terkejut melihat perubahan itu.
"Aku Jim Mayhthem. Tidak akan aku biarkan kamu menyentuhnya. Jika kamu masih berani melangkah, aku akan menghadapimu sebagai Elder dan Knirer."
Luna hanya menggeram mendengar itu. Jim sudah menyatakan perang. Dia tahu dia akan dalam masalah besar karena itu, tapi Jim tidak perduli. Luna chloe masih tetap melangkah. Jim mengayunkan kedua tangannya dan membaca mantra. Langkah Luna Chloe terhenti lalu langkahnya tiba-tiba mundur kebelakang. Luna menggeram marah dan mencoba mematahkan mantra Jim. Jim berusaha menahan tapi dia kalah. Luna berhasil lepas dari mantra Jim lalu berlari cepat dan melompat tinggi, tepat menuju Jim.
"Dipercantian!!"
Tubuh Luna terhempas agak jauh tapi dia bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga saat kakinya menyentuh tanah, dia bisa langsung berdiri dan berlari. Jim melontarkan mantra agar ada angin kencang, akar-akar pohon bergerak, tapi tidak ada satupun yang menghentikan luna Chloe. Luna merubah dirinya menjadi manusia saat sudah berada didekat Jim. Jim terkejut. Luna berjalan dengan kedua kaki manusianya. Rambutnya di biarkan tergerai dan tidak mengenakan sehelai pakaianpun.
"Kamu hanya penyihir rendahan." kata Luna sambil menggoyangkan tangannya. Beberapa daun dan akar terbang dan mulai membentuk sesuatu. "Elder tengah? Berani melawanku?" Luna Chloe menyeringai. Akar-akar dan daun-daun itu sudah membentuk gaun panjang dan menyelimuti tubuh luna. "Aku luna dari pack Crysort, aku juga seorang penyihir. Aku menjadi penasaran, apa penyihir seperti kamu tahu jika manusia serigala terutama seorang luna lalu dia juga seorang penyihir kuat, adalah kombinasi yang mematikan? Dan kamu, elder tengah, berani melawanku? Bahkan kamu sudah menggunakan baju kebesaranmu. Apa kamu tahu apa artinya itu?"
Jim hanya diam. Dia tidak menjawab luna Chloe. Tapi Jim tahu, dia tidak akan menang melawan luna Chloe. Luna tersenyum mengejek. Lalu dengan cepat menyerang Jim. Jim dengan cepat juga menangkis tapi tidak lama. Tubuhnya terhempas jauh.
"Jim!!" pekik Allana.
"Allana, LARI!!" Jim berusaha menghalangi luna Chloe yang mencoba meraih Allana. Luna Chloe berhasil menyentuh Allana tapi kembali terlepas karena mantra Jim. Luna Chloe mengerang marah. Lalu dengan membabi buta menyerang Jim.
"Oh tidak... Jim..." langkah Allana terhenti melihat Jim terkena beberapa mantra.
Renald tiba-tiba melompat tinggi, bahkan dia melewati kepala Allana. Tapi sebelum mendarat di tubuh luna Chloe, Renald tertahan di udara. Rupanya luna sudah tahu Renald akan datang. Renald melayang di udara dengan lehernya yang tercekik dengan masih berwujud serigala.
"Aku bukan penyihir biasa. Aku adalah penyihir Psythic." luna Chloe tersenyum lebar. Tangan kanannya mencekik Renald sementara tangan kirinya mengeluarkan aliran listrik untuk menyetrum Jim.
"Tidak! HENTIKAN!!! hentikan semua ini. Aku mohon. Aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi. Tapi tolong, jangan sakiti mereka. Aku mohon." pinta Allana. Allana sudah berdiri di hadapan luna Chloe.
"Benarkah?" luna Chloe menghempas Renald dan melepaskan mantra dari Jim.
"Ti-tida-ak.. A-All-Llana.." Jim terbata. Dia rasakan sakit di seluruh tubuhnya. Bahkan hampir tidak bisa bernafas.
"Baiklah kalau begitu. Mari." luna Chloe mengulurkn tangannya. "Mari, sambut tanganku. Kita pergi dari sini dan akan aku biarkan teman-temanmu hidup."
"Tidak Allana!! Jangan percaya. Dia-- akkhh!!" Luna menyetrum Jim lagi.
"Tidak! Jangan. Hentikan, aku mohon..."
Luna Chloe menghentikan mantranya lalu tersenyum pada Allana.
"Shall we?" ajak Luna. Allana mengulurkan tangannya untuk menyambut uluran tangan Luna.
Boom!!
Dar!!
Terdengar beberapa bunyi ledakan. Beberapa penyihir mulai muncul di beberapa tempat. Jim dengan tertatih melangkah dan menarik tangan Allana untuk menjauh dari Luna Chloe. Luna Chloe berteriak marah.
"Jim!! Aku tidak terlambatkan?" sahut Will yang langsung membantu Jim. Jim menggeleng.
"Tidak, kerja yang bagus Will." Jim tersenyum lalu menepuk pundak Will. Jim menatap Allana. "Kamu... Baik-baik saja?"
"Kenapa menanyakan itu padaku? Tanyakan saja itu pada dirimu sendiri." ucap Allana. Jim tertawa kecil mendengarnya.
'Dia... Tampan sekali.' Allana menggeleng cepat, mengatasi kekagumannya pada Jim.
"Jim!" satu Elder, Augys, memanggilnya.
"Tuan Harris."
"Kamu baik-baik saja."
"Tidak masalah."
"Berteleportasilah. Langsung ke Lykort. Aku sudah mengatasi mantra penghalangnya."
"Baik. Terima kasih tuan Harris."
"Tapi..kenapa kamu mengenakan jubah itu?" Augys bingung melihat Jim mengenakan jubah kebesaran Eldernya, karena jubah itu tidak bisa sembarangan di gunakan bahkan pada pertempuran sekalipun.
"Ahh!! Aku baru menyadarinya." pekik Will.
"Uhm.. Saya.."
"Sudah, lupakan. Nanti saja kita bahas. Yang terpenting, anak ini dulu." Augus menunjuk Allana. "Sekarang pergilah."
"Tunggu, bagaimana dengan serigala lain? Mereka temanku! Aku tidak akan pergi tanpa mereka!!" kata Allana cepat. Dia mengkhawatirkan Renald dan packnya.
"Serigala lain?"
"Tidak semua serigala-serigala itu yang menyerang kami tuan Harris. Beberapa membantu kami bahkan menyelamatkan kami."
"Tapi bagaimana membedakan mereka semua jika mereka masih berwujud serigala?"
"Semua serigala yang menyerang kami adalah perempuan dan menyelamatkan kami adalah laki-laki." jelas Allana.
"Kamu yakin?"
"Positif."
Darr!!
Terdengar ledakan kembali.
"Pergilah Jim, Will. Cepat!! Biar aku dan para knirer yang mengatasi ini."
Jim mengangguk dan menatap Allana.
"Kamu siap?" tanya Jim. Allana mengangguk pelan. Entah ada magnet apa di mata Jim membuat dia dengan cepat menyetujuinya padahal tadi dia enggan pergi karena Renald dan Packnya. Jim dan Will memegang Allana lalu berteleportasi.
Dalam hitungan detik, kaki mereka menyentuh tanah lagi. Mereka sampai di hutan lagi.
"Astaga, apa kita tidak bisa berteleportasi lagi? Kenapa hutan lagi?" Will mulai panik.
"Aku rasa tidak Will. Hutan ini... Berbeda dari sebelumnya."
Jim masih menggenggam tangan Allana yang kini wajahnya semerah tomat. Jim melangkah mencari jalan keluar dari hutan itu.
"Kau yakin Jim?"
"Aku yakin. Hutan ini berbeda." Jim masih meneliti hutan itu.
"Uhm.. Jim... Aku rasa kamu salah."
"Benarkah?"
"I-itu.." Will menunjuk sekumpulan serigala di hadapannya. Serigala-serigala itu menyebar dan mengelilingi mereka. "Sudah kukatakan kan? Ini hutan yang sama!" bisik Will.
"Tapi.. Aku rasa ini berbeda."
"Kenapa kau keras kepala sekali! Lihat saja kita di kelilingi para serigala marah lagi. Bahkan mereka terlihat menyeramkan dari yang tadi."
Jim dan Will bersiap jika mereka di serang. Allana sudah berdiri di tengah-tengah Jim dan Will.
"Hentikan!!" satu orang berlari kecil dan mendatangi mereka. Beberapa serigala masih menggeram marah. "Hey, aku bilang hentikan! Apa kalian akan membantahku?"
Semua serigala menunduk patuh dan mulai menjauh.
"Maafkan mereka. Mereka hanya menjaga wilayah ini." sahut orang itu sambil tersenyum. Tapi Jim, Allana dan Will masih terlihat waspada. "Ahh jangan takut, aku tidak akan menyakitimu."
"Kami tidak takut."
"Well..yeah, maksudku seperti itu. Yang mana yang bernama Jim? Jim Mayhthem?"
Jim mengerutkan keningnya. "Aku."
"Kami sudah menunggu kedatanganmu. Yang gadis pasti warrior itu bukan? Dan yang satunya.... Tunggu, aku lupa. Ahh!! William!"
"Ya, itu kami."
"Namaku Ian, aku adalah beta disini. Ikut aku, raja sudah menunggu." Ian tersenyum lalu memimpin langkah mereka. "Apa ada masalah? Karena kalian sangat terlambat, membuat kami khawatir."
"Ada beberapa masalah sedikit."
"Sedikit katamu Jim? Tidak, tidak.. Itu bohong. Masalah besar! Kami dikepung!"
"Di kepung? Benarkah?" Ian menghentikan langkahnya dan menatap Will dan Jim.
"Uhm.. well.. Tapi kami bisa mengatasinya, jangan khawatir."
"Bagus kalau begitu." Ian kembali berjalan. "Keputusan kalian tepat untuk kemari dan melibatkan kami."
"Apa adikku ada?"
"Ada. Kami menunggu kalian sedari tadi."
"Bian?"
"Bian? Tidak, dia tidak ada." sahut Ian
Raut wajah Jim berubah.
"Tenanglah Jim, kamu akan bertemu dengannya lain kali." sahut Will menepuk pundak Jim.
"Hentikan itu." Jim terlihat risih.
"Apa... Kamu ada hubungan dengan Bian?"
"Uhm.. Tidak, tidak.."
"Aku rasa mereka sepasang kekasih." Will berkata seenaknya.
"Benarkah?" Ian terlihat sangat terkejut.
"Ah tidak, tidak... Itu tidak benar. Kau ini." Jim menatap marah. Ian hanya terkekeh geli. Allana hanya diam mendengarkan sedari tadi. Bian? Siapa dia? Jim sudah memiliki kekasih?
"Hei, kenapa kau diam saja?" tanya Jim pada Allana.
"Ahh... Tidak. Aku hanya lelah." Allana tidak sepenuhnya berbohong. Dia memang lelah tapi yang membuatnya murung hanya kekecewaan di hatinya.
"Tenang saja, kalian akan beristirahat begitu sampai di kastil."
"Benarkah kalian tinggal di kastil?" tanya Will antusias.
"Kei adalah raja, raja Lycanthrope, tentu tinggal di kastil."
"Apa kastilnya besar?"
"Kalian bisa melihat sendiri." Ian menunjuk satu bangunan megah dan terlihat tua tapi masih berdiri dengan kokoh.
"Whooaaa...."
"Selamat datang di kerajaan Lykort."
*****
tadariez