
Hana, Nata dan Raka berangkat ke rumah sakit setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, rencananya Hana dan Raka akan langsung berangkat setelah dari rumah sakit melihat keadaan Adrian, karena ia masih harus memperbaiki kendaraanya di bengkel, sedang Nata, gadis itu mau tak mau harus menuruti permintaan saudara kembarnya Hana untuk menemani Adrian di rumah sakit tentunya dengan persetujuan kedua orang tuanya, "tidak ada salahnya berbuat baik pada orang lain meski tidak saling kenal nanti Tuhan yang akan membalas setiap kebaikan kita", begitu ucap Papa Rey.
Ketiganya telah sampai dirumah sakit, mereka langsung menuju ruang dimana Adrian di rawat Hari ini Adrian akan menjalani oprasi pada kakinya.
Tok... tok... tok
Hana membuka pintu ruangan Adrian, terlihat ia sedang menyandar di ranjang.
"Hai", sapa Hana tersenyum ramah dan masuk ke ruangan itu diikuti Raka dan Nata.
Adrian terkejut, melihat dua orang gadis cantik yang bagai pinang di belah dua, benar -benar seperti tak ada perbedaan diantara keduanya, ia tidak bisa menemukan perbedaan itu sama sekali. Membuatnya benar-benar terpaku selama beberapa detik.
"Hai", kalian datang.
"Bagaimana keadaanmu, kudengar dari papa, hari ini kakimu akan di oprasi, jam berapa oprasinya???, tanya Hana ia benar-benar tak enak hati, meski bukan salahnya.
"Nanti siang, masih menunggu dokternya", kau Hana, Nata, atau, Nara???, tanya Adrian binggung
"Kau pasti bingung tak bisa membedakan mereka berdua siapa???, aku bahkan sudah bersama sedari lahir masih sering di buat pusing oleh mereka". ucap Raka
"Itu karena kamu yang bodoh Raka", ucap Nata
Raka menyentil kening Nata
"Aauuu sakit tahu", keluh Nata mengusap keningnya
"Aku Hana dan ini saudara kembarku Reynata, kau sudah bertemu denganyakan", jelas Hana
"Hai Adrian, bagaimana kau bisa celaka seperti ini, padahal waktu itu kau baik-baik saja", ucap Nata terlihat prihatin
"Ooohhh, Hai Nata, ya seperi yang kau lihat, aku sedang tidak beruntung, trimakasih sudah datang kemari". ucap Adrian
Mereka bertiga duduk mengelilingi ranjang Adrian dan mulai mengobrol, mengenal satu sama lain, serta memberi dukungan untuk kesembuhan Adrian, ruangan itu seketika menjadi ramai dengan tawa, hampir satu jam mereka berada di ruangan itu. Sebentar lagi Adrian akan masuk ke ruang oprasi, Adrian sedikit terhibur dengan kehadiran mereka bertiga dan sangat bersyukur disaat seperti ini masih ada yang peduli padanya.
"Oh ya Adrian apa ada yang kamu butuhkan???, tanya Raka "Aku akan mengantar Hana ke bandara, karena besok dia harus kembali bekerja", jelasnya
"Maaf Adrian aku tak enak meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini, aku harus kembali bekerja, kalau kau butuh sesuatu kamu bisa minta tolong sama Nata, jadi jangan sungkan", ucap Hana.
"Oohhh ayolah Hana, ini bukan salahmu, aku saja yang sedang sial, kurang berhati-hati dan justru merepotkan kalian semua, jadi jangan merasa bersalah, aku yang seharusnya berterima kasih pada kalian semua sudah repot karena aku", ucap Adrian,
"Kami juga minta maaf sampai saat ini belum ada kabar tentang Nara'', ucap Nata
"Katakan!!!, ucap Raka
"Aku belum cek out dari hotel, ada barangku disana, aku akan tinggal disini saja sampai aku sembuh, jadi bisakah kalian mengambilkannya", mohon Adrian.
"Tidak masalah, kemarin aku sudah menghubungi pemilik motor, dia akan mengurusnya di kantor polisi, nanti setelah mengantar Hana, sekalian aku ambilkan barangmu", ucap Raka
"Trimakasih Raka"
Tak berapa lama perawat masuk ke dalam ruang perawatan Adrian.
"Slamat siang", sapa seorang suster
"Siang", jawab mereka bersamaan
"Apa sekarang oprasinya suster". tanya Nata
"Iya kak, kami akan membawanya ke ruang oprasi sekarang". jawab suster
"Adrian semangat ya, aku dan Raka pamit sekarang, kami harus berangkat, masih ada urusan, ada Nata yang menemanimu disini, aku harap kamu segera pulih", ucap Hana menyemangati
"Jangan kuatir, aku pasti cepat pulih, hati-hati dan trimakasih banyak", ucap Adrian tulus
Mereka bertiga mengantar Adrian sampai di depan ruang oprasi, Hana juga segera pamit pada saudara kembarnya.
"Jaga baik-baik dia untuk Nara ya", ucap Hana memeluk Nata
"Kamu juga hati-hati, jangan lupa berdoa sebelum terbang", ucap Nata
"Aku antar Hana dulu", pamit Raka
"Ok, hati-hati di jalan.
Nata duduk sendirian di bangku yang ada di depan ruang oprasi, dia mengotak atik ponselnya mengusir rasa jenuh, beberapa orang tampak begitu terpesona dengan kecantikan Nata yang begitu terpancar, ia sudah terbiasa dengan tatapan yang memuja ataupun kagum, bukan saja di kampus bahkan anak-anak didiknya yang masih sekolah taman kanak-kanak memperebutkanya, ada yang ingin menjadikanya istri, ada yang melarang Nata punya pacar, ada juga yang ingin menjadikan ibu baru.
Nata memang menyukai anak-anak, sehingga memilih menjadi guru magang selama kuliah dan kini tinggal menyelesaikan skripsinya saja, berbeda dengan Hana yang lebih memilih untuk menjadi pramugari, karena tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk belajar, dan segera dapat bekerja kaligus bisa menjelajah dari negara satu ke negara lainya, meskipun ia tahu profesinya sebagai pramugari sangat beresiko, tapi tekatnya begitu kuat, selain itu karena tak ingin papanya bekerja jauh dan meninggalkan mamanya, karena sejak kecil ia bersama kedua saudara kembarnya tinggal berjauhan dengan papanya yang bekerja sebagai chef di kapal pesiar.
Lain lagi dengan Reynara yang sejak kecil terlihat paling menonjol , bukan hanya cantik rupawan tapi kecerdasanya sudah terlihat sedari kecil, Nara selalu lolos tes kelas unggulan, hingga diusianya yang ke 12 tahun, ia sudah lulus sekolah menengah dan kemudian mendapat undangan melanjutkan pendidikannya ke Universitas terkenal di Amerika, Nara bahkan tidak perlu membayar biaya sekolah. Disaat temen seusianya masih suka bermain boneka, Nara sudah belajar di laboratorium, itu juga yang membuat Nara tidak punya banyak teman, dan diusianya yang masih muda ia harus tinggal jauh dari kedua orang tua dan kedua saudara kembarnya, di tahun pertama papa Rey ikut menemaninya di Amerika hingga akhirnya Nara berani hidup sendiri di sana. Nara sudah menjadi dokter diusia muda, ia bekerja di rumah sakit milik keluarga Adrian sembari melanjutkan pendidikan S3nya, namun entah apa yang menjadi alasan Nara setelah berhasil menyelesaikan pendidikanya, ia menolak untuk tetap bekerja di sana dan tanpa sepengetahuan Andrian, senior yang begitu mengaguminya, ia malah memilih menjadi relawan tenaga medis di Gaza. Dan sekarang gadis itu tidak ada kabar beritanya, ia seperti menghilang di telan bumi, membuat keluarganya tak henti mengkuatirkanya.